Thursday, 19 June 2008

daun setan

jauh atau dekat, sama aja. doi bahkan bener-bener gak menghargai perasaan gue. gue tau sekarang memang doi dalam keadaan sakit, bukan sakit karena apa, doi sakit karena gak bisa meninggalkan kebiasaan buruknya, pengaruh daun setan itu udah membuat doi gak punya rasa, doi tiba-tiba jadi kaku dan gak bisa merasakan hal-hal yang menyakitkan sekalipun. tubuh dan otak doi udah udah penuh dengan asap tebal dari daun setan itu. doi benar-benar udah jadi seorang yang gak berguna buat dirinya sendiri, gue sadar gue gak akan bisa bahagia bertahan mengharapkan doi berubah. doi lebih berat meninggalkan daun setan itu dibandingkan kehidupan normal seperti temen2 nya yang udah pada insyaf. kapan doi bisa sadar dan berubah,,,gak tau??? hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Friday, 13 June 2008

biyan

Aku telah memulai semua keresahan ini jauh sebelum dia datang, 5 tahun yang lalu saat masih duduk di bangku kuliah, aku sudah memendam suatu rasa yang tak bias aku ungkapkan. Biyan…satu nama yang mampu membuat tubuhku lemas dan bergetar hebat. Entah mengapa setiap menyebut namanya mampu membuatku lemah tak berdaya. Dan kini setelah 5 tahun berlalu Biyan datang lagi dan memberi aku berjuta harapan yang bias membuat aku mati karena impian itu.
Memang tak mudah melepaskan semua, namun kedatangan Biyan kali ini sungguh membuat aku dilema, aku sudah memiliki seseorang yang sudah bertahun-tahun ini mengisi hatiku, namun di balik itu semua aku menyadari seberapa besar pun cinta yang masuk ke dalam hatiku, tetap ada sedikit celah untuk Biyan. Aku benci keadaan ini, mengapa Biyan harus datang sekarang, mengapa Biyan selalu membuat aku tenggelam dan sulit untuk bangkit.
Aku tau tak seharusnya aku bilang suka, saat itu. Tapi entah mengapa tiba-tiba muncul keberanian yang membawa aku pada Biyan malam itu. Semua berawal tanpa sengaja seminggu yang lalu aku dan biyan bertemu dan ini untuk yang pertama kalinya setelah kami selesai kuliah. Wajar saja, rasa rindu sudah tak bias aku bendung dalam diriku, pertemuan kami kali ini benar-benar membawa aku pada satu lembaran kisah lama yang seharusnya sudah aku tutup rapat dan tak seharusnya aku buka lagi. Berawal dari situlah hingga terjadi peristiwa ini, sampai aku berani mengatakan pada Biyan kalau aku sudah dari sejak lama menyukainya. Dan tanpa aku duga ternyata Biyan membalas semua rasa suka ku. Aku telah mengkhianati seseorang yang begitu mencintaiku, andra…entah bagaimana nanti aku menghadapinya jika dia tau kalau aku mengkhianatinya.

Wednesday, 11 June 2008

blog tentang dia, ini yang terakhir....

sekiranya ada yang mengerti dan bisa memahami perasaan gue saat ini, gue benar2 sedih dan tersiksa dengan perasaan ini.ini mungkin awal yang menyakitkan buat gue karena gue harus memulai hari2 gue tanpa dia, istilahnya gue harus mulai melupakan dia, dan ini adalah akhir buat gue untuk menulis posting tentang dia di blog ini. seperti novel2 pada umumnya meskipun serial dan ini adalah endingnya, mungkin ini adalah edisi terakhir dari cerita gue dan dia. gue akan berusaha menghindari dia, dalam setiap langkah gue, sampai batas waktu Tuhan mengizinkan gue untuk bertemu dia lagi. gue ikhlas dengan apa yang terjadi, toh cinta gak bisa dipaksakan, bila akhirnya cerita gue dan dia, harus berakhir seperti ini,mungkin inilah yang terbaik buat kita.dan inilah saatnya gue menutup semua kesedihan dan luka ini, gue harus tegar dan nerima kenyataan, gue harus bahagia, gue harus happy, gue harus tersenyum dan gue harus semangat lebih dari segala rasa saat gue tau dia juga mau jadi pacar gue. gue harus memulai hidup gue lebih baik lagi, selamat tinggal semua kenangan dan cerita sedih. selamat tinggal dia.....yang tetap ada di hati gue, gue akan mengubur semua kenangan itu, dan tetap membiarkan dia hidup dalam hati gue. itu aja....

Friday, 6 June 2008

inilah hidup, gue harus menjalaninya

kemarin (5/6) adalah awal dan babak baru dalam hidup gue, semua berjalan seiring dan inilah kenyataan, gue harus menjalaninya. tanggal 1 Juni 2008 gue di putusin doi, sakit memang, tapi ini udah terjadi gue gak bisa lagi berharap dan memohon doi untuk balik dan ada untuk gue lagi. meskipun doi bilang ini adalah putus sementara hanya buat kita supaya bisa instropeksi diri, tapi tetep aja, gue sakit dan rasanya gak bisa nerima kenyataan. sekarang jalan yang terbaik buat hidup gue adalah melupakan semua tentang doi, doi memang hanya bisa jadi teman gue, dan ini kesalahan gue dari awal, berharap bisa merubah status dari teman menjadi kekasih, namun ternyata gue salah. kemarin di saat gue berusaha melupakan doi, eh pas jam 9 pagi gue ketemu doi lagi pas doi mau kerja, alhasil gue gak bisa nahan diri buat sms doi, tapi apa yang gue dapetin, ternyata doi sedikit pun gak berubah, tetep aja sepertinya hanya gue yang butuh doi, sedangkan doi sedikit pun gak butuh gue. mungkin hari ini adalah hari terakhir gue sms doi, dan gue harap gue bisa melepas doi dari hati gue. atau mungkin gue yang gak bisa ngerti doi, doi memang begitu, doi cuek, gak peduli dan memang gak bisa menunjukkan doi butuh seseorang, doi memang dingin dan mungkin gue yang harus banyak ngalah biar bisa jalan bareng doi lagi, tapi mengapa gue yang merasa sakit. gue harus berhenti dan memulai diri gue dengan hal yang baru dan gue rasa menyakitkan ini. tapi inilah hidup dan kenyataannya.
hal terbesar yang terjadi pada juni ini adalah, gue dan keluarga harus benar2 memulai hidup kami dari awal, kemarin kami udah meniggalkan rumah yang kami tempati dari kami lahir, sedih dan rasa gak rela masih aja gue rasa dalam diri gue dan gue lihat nyokap juga gitu, tapi yang terakhir harapan gue, gue harap ini adalah babak baru yang baik buat gue dan keluarga, gue gak pengen lagi ada masalah yang bisa menyakiti dan membuat sedih keluarga gue. hidup harus berjalan dan gue harus menerima kenyataan ini.

Tuesday, 3 June 2008

Monday, 2 June 2008

ternyata ini benar2 berakhir,,,

gue patah hati,,,gue sakit hati,,,gue kecewa,,,gue pengen marah,,,gue pengen nangis,,,teriak dan jerit2.gue terluka, gue sedih dan gue kembali terpuruk untuk kesekian kalinya, ini tak pernah gue harapkan dalam hubungan ini, gue masih sayang,,,gue masih suka,,,gue masih kangen doi dan terus berharap doi ada untuk gue,,,
ini semua yang ada dalam hati gue, emosi, kangen, cinta semua bercampur aduk jadi satu. semua salah gue, selalu salah gue,,,gue yang memulai namun tak bisa gue akhiri.
masih tentang hati dan rasa, apa yang terjadi semalam, mungkin yang terbaik untuk gue dan doi, doi ngerasa gue gak kerasan menjalani hubungan yang katanya "harus dijalani dengan apa adanya" namun ternyata gue gak bisa sampai akhirnya doi memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita sampai disini aja, dan gue kembali sadar gue gak bisa maksa doi untuk menjalani hubungan yang normal seperto kebanyakan orang, namun doi sempat bingung waktu gue bilang hubungan yang dijalani sekarang adalah tanpa status, semua yang udah terjadi sekarang harus gue jalani saat ini, meskipun gue harus terpuruk sepanjang malam2 berikutnya. namun inilah yang terbaik doi memang ngasih waktu gue untuk berhenti dan keluar dari semua persoalan ini, namun jika gue ingin kembali doi selalu bilang ini hanya untuk sementara, gue sedih,,,doi bilang gak bisa buat gue senang dan yaahhh semualah yang bisa bikin gue fun doi gak bisa mewujudkannya, namun gue harus sadar waktu doi selalu hanya untuk teman2 nya, inilah akhir dari hubungan ini, gue selalu ngeluh dan stress menjalani ini, tapi inilah yang terbaik buat kita, semua hilang begitu aja, yang tersisa hanya semua kenangan tentang doi yang gak akan bisa gue buang sepanjang hidup gue. namun satu hal yang membuka mata dan hati gue, sepupu gue pernah ngomong seharusnya gue mempertahankan cinta gue yang sesungguhnya dan bukan mempertahankan selingkuhan gue, namun gue gak akan bisa menjalani itu gue tetap ingin doi bisa ada di dekat gue. Tuhan,,,gue pasrah dan ikhlas dengan semua yang terjadi pada hidup gue, apapun yang terjadi sekarang, mungkin ini jalan buat gue menuju kebahagiaan. doi gak akan bisa hilang dalam hati gue, seberapa pun besar cinta yang akan masuk, tetap ada sedikit celah untuk doi, satu harapan yang akan masih gue harapkan dalam hidup gue, suatu saat gue atau doi yang datang duluan untuk meminta agar cinta ini bisa dicoba dan diulang lagi, itu harapan gue.

Sunday, 1 June 2008

sepotong masalah di perjalanan menuju kedewasaan

seperti banyak orang bilang dan pada kenyataannya roda terus berputar, begitu juga kehidupan, inilah yang gue alami dalam proses menuju kedewasaan gue.
dari kecil bisa dibilang gue dan adik gue memiliki keluarga yang lengkap dan bahagia, apapun yang gue inginkan, meskipun hidup masih belum bisa dibilang cukup, tapi apapun yang gue dan adik gue inginkan pasti dikabulkan orang tua gue. seiring berjalannya waktu, apapun yang kami inginkan bisa tercapai sedikit demi sedikit, dan akhirnya kami tumbuh jadi manusia2 yang melengkapi satu sama lain. dalam kekurangannya, orang tua gue gak pengen gue dan adik gue gak memiliki apa yang kami inginkan.
sampai akhirnya kami merasa cukup, apa yang kami cita2 kan dapat terbeli, namun secepat itu pula semuanya hilang dan meninggalkan kami, sampai pada batas akhirnya semua keluarga gue merasa terpuruk dan bersalah. kejadian ini sudah cukup kami alami sekali saja dalam hidup, merasa kehilangan sesuatu yang kita sayangi, mudah2 an bisa membuat kami tabah dalam menjalani hidup kami, meskipun tak lagi memiliki hal yang terindah seperti yang kami miliki dulu, semoga kami menjadi manusia yang paling bersyukur di bumi ini, karena masih memiliki sesuatu yang berharga yaitu C I N T A,,,

rasa ini membunuh ku...

ini perasaan terberat dan tersulit yang gue rasa saat ini, lama-lama mungkin rasa ini bisa membunuh gue, perlahan namun tak pasti, gue masih saja menunggu satu kepastian yang gak kunjung2 datang. entah mengapa setiap menyebut namanya mampu membuat dunia gue hancur, dan perasaan gue jadi sedih. inilah rasa, gue gak mampu lagi membendungnya, ingin gue lupakan, namun tak mampu gue lakukan, gue masih terus berharap dan berjalan pada satu kenyataan yang mungkin saja pahit tapi bisa saja berubah jadi manis, tapi bisa juga sebaliknya, gue benar-benar hampir punah dan runtuh dengan rasa gue sendiri. gue tak ingin lagi memikul beban ini sendiri, rasa ini sungguh berat gue jalani. cinta ini makin lama semakin membuat gue terbunuh dan mati karenanya. satu nama yang harus bertanggung jawab atas semua ini, namun tak kuasa gue tuntut, karena apa yang gue jalani sekarang memang tanpa status, gue telah salah langkah dan terbuai angan2 hampa akan dirinya, gue benar2 khilaf memutuskan menerima dia masuk dalam hati gue.namun tak kuasa gue untuk mengusirnya, karena yang ada dalam hati gue malah semakin dalam mengharapkannya. gue belum juga terbangun dari mimpi kosong itu, gue masih saja berharap dalam impian2 lama yang kemarin hampir berhasil gue tepis, namun kini dia datang lagi dengan berbagai pertanyaan yang membuat gue rapuh lagi, gue akan semakin tersiksa karena tak bisa memilikinya, namun hanya waktu harapan gue yang bisa merubah segalanya, seiring waktu juga gue akan merasakan derita dan sakit ini, sepanjang malam-malam berikutnya gue masih akan tetap terpuruk karena mencintainya, tapi inilah gue, gue gak akan menyesali sakit ini, karena dalam sakit ini masih banyak tersimpan cinta dan sayang gue buat dia, karena dalam keterpurukan ini, masih banyak impian2 kosong lagi yang gue harap jadi nyata. hidup gue gak akan berakhir karena dia, gue benci dia dengan sepenuh hati gue, namun dengan sepenuh hati gue juga, gue akan mencintainya. rasa ini gak akan hilang begitu saja, butuh waktu lama untuk menghapus kenangannya dalam hati gue, gue akan kembali memulai dan meniti hari gue masih dengan impian2 konyol tentang dia, meski pun luka itu akan semakin dalam, gue masih akan terus menjalani dan mengulang kisah2 lama dulu, yang mungkin akan membuat gue semakin terpuruk.

Friday, 30 May 2008

b i m b a n g

lagi-lagi ini masih tentang perasaan yang ada dalam hati gue, mengapa semakin lama rasa ini semakin membawa gue pada satu titik jenuh yang bertubi-tubi, mengapa semua rasa suka dan cinta gue harus berubah menjadi suatu rasa yang menakutkan buat gue, ada banyak pertanyaan-pertanyaan konyol dalam hati gue tentang dia, dan yang semakin lama semakin membunuh gue adalah gejolak rasa yang ada dalam hati gue yang semakin lama gak bisa gue bendung namun tak mampu pula gue hapus dalam kehidupan gue, gue masih saja berkutat dengan perasaan dan impian konyol ini, gue masih saja memiliki harapan-harapan kosong yang bisa membawa gue pada titik kehancuran, namun inilah rasa, tak ada seorang pun yang mampu mencegahnya, bahkan gue sendiri. gue mulai rapuh dan merasa bosan dengan pilihan yang tersulit ini, dan gue tak ingin terjebak dalam rasa ini lagi.

Thursday, 29 May 2008

kejutan di awal malam, ketika gue mencoba melupakan



28/05, ini masih tentang semua hal yang gue rasa dalam hati gue, ketika gue mulai mencoba membiasakan diri untuk memulai hidup gue tanpa bayangan doi, tiba2 di awal malam yang gue rasa sepi, doi bertanya mengapa gue udah lama gak sms doi, lalu doi bertanya lagi apa gue risih melihat sikap doi yang seperti itu terus, tiba2 gue kaget dan gamang, hati gue udah terlanjur sepi dan berharap bisa melepaskan semua hal yang membuat gue letih, tapi tiba2 aja doi datang lagi dan bertanya seolah2 doi butuh gue, sekian banyak pertanyaan yang membuat gue bertanya-tanya apakah ada gue di hati doi, masih belum terjawab dan samar2 gue rasakan, namun dari itu semua jauh dalam hati gue, gue masih belum bisa melepaskan doi, namun demi hidup gue, karena gue gak mau terpuruk dan sedih lagi, apapun gue akan coba asalkan gue bisa bahagia meskipun ada dan tanpa doi. namun dalam sisi hati kecil gue yang terlalu banyak lukanya, gue masih bisa merasakan sedikit kebahagiaan, karena doi ternyata masih bertanya ketika gue gak ada.dan yang lebih membuat gue bahagia, doi masih punya keinginan ngajak gue jalan. itu aja, namun dari semua hal yang gue rasa, aneh dalam hati gue, lebih banyak merasakan luka. tapi apa yang udah terjadi semalam, kemarin, sebulan atau 3 bulan yang lalu gak akan pernah gue sesali, apapun yang ada semua hal tentang doi, gue sangat mensyukurinya. doi datang seperti sebuah kado terindah buat gue.