Tuesday, 17 November 2009

masih kecil, udah bisa....

bingung mau nulis apa, tapi beberapa menit yang lalu ada pemandangan yang mengganggu pikiran gue. sebelum nulis postingan ini, gue nggak sempet milihan judul buat postingan ini, jadi asal judul aja,bingung soalnya.

Gue heran…lagi-lagi pikiran gue tertuju ke dua bocah…naek motor. Tadi pulang kerja gue biasa lewatin jalan yang sama untuk menuju rumah. Di jalan gue berpas-pasan dengan segerombolan bocah yang belum bias dibilang abg, dari postur tubuhnya keliatan tuh anak paling-paling baru kelas 1 smp. 6 orang bocah ini berpasang-pasangan cowok cewek naek motor beriring-iringan .

Gue memperlambat laju kendaraan gue, karena terhalang oleh kendaraan bocah-bocah ini yang bias dibilang udah memborong badan jalan. Gue terus bunyiin klakson tapi nggak ada juga yang nyoba merapat. Dongkol dan juga kesel tentunya, gue coba bersabar dan memperlambat laju kendaraan gue dan sama sekali tidak berniat untuk memotong jalan mereka.

Nah disitu gue liat pemdangan yang bikin gue ketawa miris, nih bocah naek motornya mesra banget sama pasangannya. Yang dibonceng melukin yang memboncengi dengan eratnya, sampe bisa untuk satu orang lagi di jok bagian belakang, Dan semuanya begitu. Gue curiga, nih anak pasti pacaran dengan modus pergi les atau kerja kelompok, soalnya semuanya pada bawa tas dan buku2 gitu. Tapi mereka kan masih bocah banget piker gue, penampilannya aja masih tenguk bin tengil banget. Tapi gayanya udah kayak orang dewasa aja.

Ckckck…anak sekarang kok kayak gini ya?? Pemandangan yang sama juga sering gue jumpai di komplek taman bunga, di stadion juga di jembatan 12. Terlalu dini untuk mengenal cinta. Atau gue nya yang nggak ngeh dengan perubahan.

Hal yang sama juga gue jumpai di facebook gue, ada ABG yang nge add gue, karena gue liat dia juga penyiar radio di salah satu radio amatir di kota gue, jadi gue konfirmasi juga. Tapi lama-lama nih anak, bikin gue ilfeel, awalnya gue sempet suka ngomentarin statusnya. Tapi lama-kelamaan statusnya suka aneh-aneh dan menurut gue nggak pantes aja anak seusia dia bikin status demikian di facebook.

Lama-lama gue keganggu dengan status2 anak ini yang setiap 5 menit sekali update status di facebooknya. Setiap gue buka facebook gue, pasti ada statusnya dia yang nyeleneh. Diusia dia yang sekarang ini nggak seharusnya dia bikin status seperti contohnya “ gue lagi ngidam”, “pengen dikelonin malam ini”, “kebelet mau kawin” dan lain-lainnya yang nggak etis aja dibikin di facebook.

Gue sempet mikir, nih anak kapan belajarnya ya????

Monday, 16 November 2009

kosong...

Sepertinya memang benar apa yang mereka terka. Walau kini aku selalu bisa terlelap sebelum tengah malam, begitu menikmati kesendirian tanpa balon-balonan, menikmati kesepian tanpa sederet list lagu bertempo lambat berlirik melankolis dan tidak lagi tertarik menghabiskan waktu seharian penuh untuk keluar masuk studio-studio berlayar lebar. Tapi nyatanya aku memang sedang tidak bahagia.

Bagiku itu masalah besar yang merusak, entah itu syaraf tertawa, patri idealisme, pola tingkah laku atau struktur berpikirku. Karena, aku, dulu, ribuan hari sebelum aku di hari ini, adalah aku manusia yang tak kenal sepi, tak pernah mengeluh, tak punya tatapan kosong atau lamunan panjang yang sia-sia seperti sekarang. Ini terlalu berbeda, terlalu berubah, namun terlalu kusembunyikan. Bahkan kini aku lupa bagaimana cara menyederhanakan kehidupan.

Aku bersyukur telah memiliki segala yang terbaik disekelilingku, aku senang tapi nyata aku memang sedang tidak bahagia.
Aku menyadari hal itu barusan. Sesaat setelah mengucap doa yang tidak sadar akhir-akhir ini jadi sering kupanjatkan.

Sempat juga beberapa kali aku dan khayalan isi konyol kepala minta Tuhan kirimkan sepasukan alien turun ke bumi dan membawaku pergi jauh dari sini. Ketempat manapun diluar angkasa sana. Walau itu tanpa jaminan akan kemungkinan tidak terjadi hal serupa seperti disini, hal-hal buruk yang membuatku jadi sering merasa tidak bahagia. Tapi setidaknya, aku kembali punya harapan yang dibumi rasanya tak lagi ada. Rasanya ingin sekali itu benar-benar terjadi.

dan Sekarang, pertemuan tanpa takdir ini, nampaknya begitu banyak yang melewati garis dimana ku berdiri, dan begitu percayanya aku dengan masa yang sekarang, begitu menjanjikan. Walau akan selalu ada yang lebih baik, yang lebih tepat. Bisakah dia tetap tinggal? Dengan segala kekurangan yang sekarang. Dengan rasa takut untuk kehilangan dan tidak pernah ada jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini, tapi bisakah dia menetap? Untuk tinggal lebih lama dari waktu yang seharusnya.

Ya … aku sadar dan aku tau, lari dari masalah adalah hina. Tapi kan aku hanya ingin ada seseorang membawaku pergi, bukan minta cepat dicabut nyawa atau hendak bunuh diri.

Sunday, 15 November 2009

pengen ngomongin cinta...

hari ini, bingung mau nulis apa, kepala ku kosong. Masalah demi masalah gak ada penyelesaian dan muncul lagi permasalahan yang baru. Tapi disini aku nggak mau ngeluh lagi, Cuma mau berbagi hmm…berbagi tentang apa yah…??? Lagi-lagi otak ku lama loadingnya, oyah… tentang cinta. Udah lama banget aku nggak ngomongin cinta, bahkan udah lupa gimana rasanya jatuh cinta.

CINTA, gak akan habis untuk dibahas.

Benci dan cinta mempunyai akar yang sama yaitu, kepedulian
Untuk bisa membenci seseorang kita harus peduli padanya
Kita harus peduli pada perbuatannya
Cukup peduli untuk membencinya

Benci tidak pernah menjadi lawan dari cinta
Lawan dari cinta adalah antipati.

Kalau kamu ditanya.
“apa warna cinta?” jawabanmu apa? Merah, pink, kuning, atau biru muda?
Hmm…kalau menurut ku, cinta itu warnanya putih..
Putih??
Putih ya putih saja
Diatas putih warna, warna seperti apapun...sehalus dan sesamar apapun, pasti akan tampak dengan jelas.

Semburat pink yang kadang nampak kadang tidak itu muncul ketika bertemu dengan orang yang dicintai.

Garis keunguan itu adalah rasa rindu dan kesepian.
Yang merah sekali itu saat sedang bertengkar karena cemburu.
Yang kuning berpendar di pojok itu berisi tawa dan senyumnya.
Sedangkan yang biru-biru dan agak susah hilangnya ini ditinggalkan oleh air mata saat berpisah.

Kadang yang terakhir ini butuh waktu lama sekali untuk luntur.
Tapi suatu hari nanti pasti akan ada warna lain yang menyaputnya.
Nah, bukankah cinta itu seperti ini?
Penuh emosi.

Marah, senang, sedih dan bahagia, kadang tidak jelas mana diatas mana
Dan, betapapun kerasnya usaha untuk menyembunyikan perasaan itu...
--- karena cinta warnanya putih, pasti akan kelihatan juga---

(from the story sono toki, heart wa nasumareta” [that time, when my heart got stolen]

itulah cinta...kadang kita mengagungkan cinta, bahkan tak sedikit pula yang membenci cinta...cinta bisa membuat orang menghalalkan segala cara untuk meraihnya. tapi jika kita kembali merenung arti cinta yang hakiki, maka disitulah kita akan menemukan kedamaian dan kebahagiaan.

bukannya sok tau sich...aku juga lagi mencari-cari makna cinta itu, mencari-cari cinta yang hakiki agar bisa bahagia.yah...semoga!

Saturday, 14 November 2009

ini sulit bagiku.

Hari ini…lagi-lagi aku merasakan seluruh dunia seakan bersekongkokol untuk menyudutkan aku. Ini hari terburuk dari hari-hari sebelumnya, bahkan lebih buruk ketika harus merelakan kekasih bersama dengan wanita lain. Pernahkah merasakan ingin menangis, tapi tidak bisa mengeluarkan air mata…nah itu aku, aku merasakannya hari ini, aku lelah, lelah menumpuk air mata yang tidak bisa tumpah .

Ini cobaan atau tantangan aku tak lagi bisa membedakan…mataku sudah kabur oleh kaca-kaca yang menahan air yang ingin tumpah.
kecewa, marah dan benci campur aduk jadi satu. Rasanya ingin berlari…dan sembunyi menghilang untuk sementara, aku butuh tempat untuk mereduksi segala kepenatan. tapi apa yang harus aku lakukan jika tempat persembunyian pun terasa menyesakkan.

Berkali-kali aku mencoba ikhlas menerima dan berharap setiap hari bisa bersemangat menjalani serangkaian tuntutan yang harus aku lakukan. Tapi tetap saja batin ini menolak, dan membuat semangat ku memudar. Dan nampaknya apa yang terjadi padaku saat ini begitu banyak melewati garis dimana aku berdiri.


Thursday, 12 November 2009

keluhan hari ini.

Capek juga ternyata muter-muter kota sambil muter otak apa yang musti gue jadiin bahan laporan untuk kantor hari ini. Dari kemaren paska diberitahukannya ada penambahan tugas di jadwal siaran gue, kepala gue tiba-tiba mumet. Bukannya ngerasa nggak mampu untuk mengemban tugas ini tapi terlebih ke factor takutnya gue kehilangan pekerjaan ini. satu tugas lagi yang harus gue jalanin selain siaran setiap hari, gue juga musti turun reportase ke lapangan. oke, gue menyukai pekerjaan ini dan ini merupakan tantangan dan hal baru buat gue. cuma yang gue takutin ketika tiba-tiba tugas gue beralih fungsi.

kemaren sore setelah masuknya sms ke hp gue waktu hujan, dengan kepala yang sedikit berat karena tidur nggak nyenyak semalam, gue musti bangun pagi jam 5 pagi langsung mandi dalam keadaan kedinginan ditambah hari mendung mau ujan. dalam keadaan setengah nggak ikhlas gue melangkah gontai dengan mencoba menyusupkan sedikit energi ke dalam tubuh gue dengan tetap membaca bismillah didalam hati dan terus berkata oke, gue bisa... gue pasti bisa...berulang-ulang.

sesampainya di kantor...tiba-tiba hujan turun, masih dengan semangat yang kadang hilang kadang muncul gue mencoba membangun kembali kepercayaan diri gue yang mulai menipis. dengan bertanya-tanya tentang banyak kemungkinan dengan senior-senior gue, ada sebagian yang membuat tenang dan sebagian juga membuat gue drop. dan intinya pagi ini gue ngedapetin sedikit pembekalan untuk memulai tugas ini.

sebenarnya jurnalistik bukan hal yang baru buat gue, kemaren 3 tahun kerja di bagian redaksi salah satu grup jawa pos, gue udah mendapatkan banyak ilmu disana, apalagi sekarang di bidang broadcasting gue juga udah punya sedikit pegangan. gue jadi bingung sama diri gue sendiri, selain butuh spirit apalagi sich tary yang loe rasain??? itu pertanyaan-pertanyaan yang melintas di benak gue. yah...2 hari belakangan ini gue merasakan hal-hal yang membuat kepercayaan diri gue menipis, rasa takut kehilangan, sehingga membuat gue ragu pada diri sendiri.

dengan berharap hujan nggak berhenti, akhirnya gue meyakinkan diri gue sendiri, ini harus gue hadapin, ini harus gue jalanin, dari komentar-komentar yang masuk ke blog gue, semuanya bilang ini harus di lewatin. yah, thanks temen-temen semuanya untuk spirit yang udah di kasih ke gue...ini udah cukup membangun kembali rasa percaya diri dalam diri gue.

dengan mengendarai sepeda motor gue yang menjadi teman setia gue selama ini (setianya melebihi mantan pacar gue) kenapa gue bilang gini, ini motor udah kurang lebih 2 tahun bersama gue, dan dia gak pernah rewel sama sekali (semoga aja nggak, kantong gue udah cekak). akhirnya berjalan lah gue muter-muter kota dengan harapan ada hal-hal yang gue temuin di jalan.

dari pembekalan yang gue dapetin dari senior gue pagi tadi, ide-ide yang gue sampein belom bisa diangkat buat dijadikan topik sekarang. tadinya rencana gue yang pengen ngeliput para pedagang hewan kurban berhubungan sebentar lagi lebaran idul adha. tapi pas gue baca surat kabar pagi ini ternyata disalah satu kolom tribun kota udah dimuat berita tentang hewan kurban yang permintaannya belum melonjak, jadi yah gue gak bisa jadiin ini sebuah pemberitaan karena udah basi dan nggak menarik.

akhirnya dengan banyak masukan-masukan dan pertimbangan tentang apa yang musti gue jadiin berita, tertujulah gue ke salah satu pasar pagi di kota gue. di pasar ini sekarang sedang dibangun TPS (tempat penampungan sementara) untuk para pedagang kaki lima, dengan percaya diri gue bertanya ke salah seorang bagian pelaksanaan proyek tersebut, tanya-tanya dikit, akhirnya si bapak mau juga di wawancara, syukurlah gue udah dapet 1 berita untuk hari ini.

melanjutkan kembali tugas gue kemaren mencari insert untuk program realitas, hari ini gue berniat untuk mencari target lagi. anak punk dan waria yang pengen gue wawancarain kemaren sampe sekarang belom bisa gue hubungin padahal deadlinenya jum'at besok jadi gue musti mencari target lain. muter-muter alun merdeka niatnya pengen nyari mas-mas yang jualan sop buah, nggak taunya nggak satupun mereka nongkrong disana, karena hujan mungkin. biasanya jumlahnya udah nggak kehitung saking banyaknya. diperjalanan didepan hotel sabrina gue ngeliat ada bapak-bapak yang keserempet motor waktu mau ke bank, cuma lecet dikit dan nggak sampe masuk UGD, ini gak bisa jadi pemberitaan. lanjut lagi gue menuju plaza ramayana, susanannya juga masih sepi nggak ada yang menarik, akhirnya dengan pasrah gue menuju ke pasar sentra pakaian bekas di samping plaza ramayana, pura-pura nanya harga jeans gitu, pas gue nawarin buat di wawancara eh pada ngabur semua kayak alergi aja ngeliat mic, aduhhh.... ini nih yang buat gue pusing.

dari sentra pakaian bekas, gue masuk ke salah satu warnet, tujuannya buat istirahat sich, sambil buka blog mulailah gue membuat postingan ini. dengan harapan apa yang ada di kepala gue tadi yang bikin gue mumet bin stress bisa sedikit ternetralisir. tapi lagi-lagi gue dipusingin sama salah seorang pengunjung warnet...nih orang rese banget udah gitu mobile banget orangnya.. nelpon mulu, bikin yang laen keganggu aja ama suaranya yang sok penting itu. ughhh....cepet-cepet gue terbitin postingan ini dan kaburrr............

Wednesday, 11 November 2009

pesan pendek yang mengusik

sore ini hujan, tak seperti hujan-hujan sebelumnya dimana gue bisa berjam-jam duduk hanya untuk nontonin hujan. sore ini kebiasaan gue itu terusik dengan sebuah pesan pendek yang masuk ke hp gue. otak gue terkontaminasi dan pikiran gue terusik dengan kalimat-kalimat didalamnya.yah,sms itu dari manager gue yang ngasih tau kalo besok tugas baru udah menanti gue,padahal tugas yg lama masih belom kelar gue kerjakan dan deadline sudah didepan mata. gue gak tau lagi, ini sebuah tantangan atau sebuah cobaan.

butuh asupan spirit

kenapa eh..kenapa beberapa hari ini semangat gue naik turun kayak rolerrcoaster. mood gue masih rusak parah, bete dan bosan terus melanda gue setiap harinya. kerjaan gue setiap hari semakin banyak tantangan yang musti gue lewatin, satu tugas belum juga kelar, eh tugas yang lain ngentri dibelakang untuk diselesaikan, dan satu kata yang jadi musuh gue sekarang "DEADLINE"

males-males dan males selalu menuhin otak gue. emang gak ada kejadian lain gitu di idupmu tary ? selain ngeluh dan ngeluh...
gue butuh asupan spirit nih, sampe gue ngerayu-ngerayu nyokap biar terus ngasih spirit dan semangat buat gue setiap harinya, selain nyokap siapa lagi yang bisa gue mintai tolong, coz cuma dia yang ngerti gue. dan satu lagi, kayaknya motto hidup salah satu sahabat gue boleh juga gue terapin dalam hidup gue "STRUggle for SurVIVE" motto hidup doski keren banget. tapi apa gue bisa, kalo setiap harinya dari bangun tidur sampe waktu tidur lagi gue selalu bilang aduhh kok gini yah?, aduhh kenapa yah?? aduhh bisa nggak yah??? dan lain-lainnya dengan awalan aduhhh...

sebenernya ada cara pemecahan yang paling sempurna untuk keadaan seperti ini. yupz.. menghilang! skenario komplitnya udah tersusun di otak gue, udah nentuin dimana tempatnya. tapi tetep aja sih, tau gak bakal pernah bisa melakukannya, bahaya euy kalau ngerepotin orang buat nyari-nyari dimana gue, apalagi sampe orang tua ngelibatin orang pinter, aparat atau densus 88 misalnya (hehe...yang ini gak mungkin ding).

mmm… bisa melenyapkan diri kayaknya asik juga ya, ...bisa muncul lagi kapanpun kita mau...ato ada pintu ajaibnya dora emon, gue bisa bisa masuk ke masa lalu juga masa yang akan datang, hmmm...khayalan anak esde.

sebenernya sih yang paling nikmat saat saat begini tereak-tereak sampe suara abis, tapi mo gimana.. lagi di kantor, gak tega ama tetangga kanan-kiri yang lagi on air, jadi ya cuman bisa nulis sesuka hati tanpa mikir. lagian gak ada yang bakal keganggu dengan gue nulis di blog gue sendiri.

Tuesday, 10 November 2009

ternyata dia anak PUNK!

hufff..........belom kelar juga gue nyari bahan buat insert program realitas. tapi gue udah nemuin waria nya. berkat tante gue, akhirnya gue nemuin juga target nya. gue inget di tempat tinggal gue yang lama ada waria namanya hendra a.k.a heni, kenapa ya gue sempet ngelupain dia...padahal dulu pas sepupu gue wisudaan dia yang dandanin. kira-kira dia mau gak yah di wawancara...gue musti buat trik nih biar dia mau cerita tentang pengalaman selama jadi waria.

tapi disini, gue bukan mau cerita tentang si hendra a.k.a heni, karena belom ketemu sama orangnya, jadi cerita ini to be continued. ceritanya berawal dari semalam.
sejak semalam gue berpikir keras mencari solusi [baca:pelarian] atas penat, bosan, galaw, dan penat, dan bosan, dan galaw . Hasilnya nihil .
setelah 2 malam kemarin gue tidur dengan kualitas yang buruk dan sangat memperihatinkan, ehh tadi malem malah gak tidur sama sekali. Malah tambah puyeng.

Dan sukses lah gue [si pemalas] menyusun menu malas pagi tadi.


pokoknya malas


malas

malas

malas

mood gue masih rusak paraaaahh

tapiii.... setelah berusaha mati-matian membantai malas-malasan gue, tadi pagi gue sengaja jalan kaki sendiri ditengah pagi yang mendung dalam cuaca yang gak bersahabat., agak jauh dari rumah, dengan harapan, siapa tau bisa ketemu mood bagus ditengah jalan [atau dipinggir jalanpun bolehlah, whatever],

akhirnya dalam gerimis yang lumayan bikin basah gue cabut ke salah satu warnet temen gue, tujuannya mau ngambil flashdisk. sampe di warnet, yah lumayan basahlah, bingung mau ngapain, akhirnya gue milih buat chatting. gak seperti chating-chating gue yang sebelumnya, kali ini gue kenal seorang cowok asal pulau Bangka juga, dan menetap di pangkalpinang sekarang, berarti deket donk satu kota gitu. asyik sih ngobrol sama dia, cuma agak sedikit nyolot dianya.

Namanya Diaz, katanya suka musik yang kenceng-kenceng (sempet bingung, musik yang kenceng2 yang kayak gimananya) hardcore maksudnya. usut punya usut...eh ternyata nih cowok seorang punkers. apa sih punkers (sejenis hewan mamalia yang mana?) karena gue termasuk yang kuno jadi belom akrab aja apa itu istilah punkers (pura-pura bego *mode on) yang pake rambut mohawk atau gaya spike, itu kata temen gue. terus yang suka pake jacket kulit sama boots, itu juga kata temen gue, banyak tindikan dan juga tato, itu kata temen gue lagi.gak tau ah...belom pernah liat.

sempet mikir juga sih punkers=anak punk=anak jalanan=preman=suka malak (maaf banget sebelumnya yah, buat kamu-kamu yang ngakunya anak punk, sorry banget, ini cuma persepsi selintas di benak gue waktu chatting sama orang ini). kenapa gue mikir gitu? karena nih, dulunya di terminal deket rumah gue yang lama, yang suka makek rambut gaya mohawk cuma bang ma'ut, yah kerjanya memang suka malak dengan modus ngamen, namanya juga maut, jadi orang-orang rada takut juga kalo ngedeketin.

nah, percakapan pun berlanjut...dari mulai nanya asal-usul nongol di bumi, tgl lahir, alamat rumah, alumni mana, n sekarang kerjanya apa aja gue jadi penasaran, orangnya kayak apa, terus gue minta kasih liat cam nya. gue kaget...yah...ternyata gak pake gaya mohawk, malah plontos tuh kepalanya. heheh...ada-ada aja. kesimpulannya sekarang, gue mau ngedeketin dia...barangkali bisa diambil suaranya buat program realitas di radio gue. hehehh...mau gak yah??

Monday, 9 November 2009

gue cari waria kemana????

hari ini padat banget kerjaan gue, dari kemaren wara-wiri bawa warrant nyari target buat acara realitas, udah dapet satu, itupun belum kelar gue edit, dapet tantangan baru lagi...nyari insert buat acara realitas lagi, dan kali ini gue mesti nyari sumber yang beda dari yang kemaren-kemaren. kalo kemaren gue ngorek-ngorek tentang kehidupan masyarakat kecil semisal buruh bangunan, pemulung dan pedagang kaki lima, nah sekarang gue ditugasin nyari yang belom pernah ada. gue ditugasin nyari insert dan ngambil suara PSK, pengemis ato waria. wahhh.....bingung sumbernya susah di deketin.

untuk PSK, gue musti nyari kemana?? takut gue ngedeketin lokalisasi, kalo pas sial ada razia, aduhhh jangan dunn...lagian gak ada link juga buat masuk ke komunitas yang gituan.hmmmm.........sambil nyari ide (bingung mode on)

yang kedua target gue nyari pengemis, bingung juga di tempat gue pengemis bisa itungan jari, jarang banget ditemuin, paling di depan plaza Ramayana, itu juga satu dua yang bisa ditemuin disana, and belom tentu juga mereka mau di wawancara....

nahh...target yang ketiga...gue musti ngejer si waria, bisa dibilang gue takut dan trauma sama banci, dulu jamannya masih kuliah gue pernah punya pengalaman buruk sama banci gara-gara nimpukin banci pake sandal. sebenernya ada sich kenalan waria yang sering lewat didepan rumah, tapi gak tau kenapa udah hampir dua bulanan ini dia udah jarang lewat depan rumah, (kabarnya lagi ke jakarta sedot lemak ato operasi kelamin gitu gak jelas sih gosipnya) kalo ada kan bisa langsung gue sergap...

ada beberapa alternatif yang bisa gue temuin, ini juga dapet informasi dari mbak vera senior gue, dia bilang kalo mo ngewawancara waria dateng aja ke sanggar 45, disana bisa nemuin mbak Endang (waria juga) katanya dia ketua perhimpunan waria di tempat gue. iya, gue inget dulu pernah nganterin sepupu gue latihan nari di sanggarnya dia, tapi... takut gue ngedeketinnya, seremmmmmmm.

ada juga sich kalo bisa ngedeketin waria-waria yang suka nongkrong malem-malem di alun-alun merdeka, cuma kalo sendiri gue jadi ragu ngedeketin, soalnya mereka lebih jutek dari cewek asli, ato gue musti bawa umpan brondong kali yahhh???? tapi siapa???????? gak bakalan ada yang mau.

wahh....bener-bener ngeblank nih...dulu sempet punya temen waktu SMA, dan dilihat dari gerak-geriknya nih sekarang dia jadi perempuan instant, bulan puasa kemaren sempet ketemu, lupa juga ngesave noHP nya. cuma gue masih ragu juga apa bener temen gue ini bener-bener jadi wanita jadi-jadian, soalnya kalo siang penampilan doi maskulin banget, pake kacamata kayak eksekutif cuma gayanya emang dikit kemayu... (bingung ini kategori waria pa bukan yah???)

gue musti berpikir keras dan usaha ekstra nih,,,nyari link biar bisa masuk ke lingkungan-lingkungan itu. sampe postingan ini diterbitkan mood gue masih rusak parah telungkup diatas meja komputer.....

Sunday, 8 November 2009

Semoga bisa survive di Radio...

wahhh....Alhamdulillah banget tugas nyari insert untuk program Realitas hari ini gak susah-susah banget gue kerjain, muter-muter kota bentar nyari target, eh...tertujulah gue ke seorang Bapak penjual ikan di pinggiran jalan sudirman, kenalan dulu bentar, trus minta izin di wawancara dan alhamdulillah si bapaknya mau bantuin diambil suaranya buat program radio. awalnya sempet pesimis, soalnya sebelum ketemu si Bapak, gue sempet mo ngewawancara mas-mas yang jualan sop buah, tapi mas nya gak mau alasannya karena suara nya jelek, heheheh aduhh si mas, cuma buat diambil suara nya aja kok, bukan untuk audisi idol. dan syukurlah hari ini bisa dapet satu bahan buat insert, gampang-gampang susah loh ngeyakinin orang untuk mau di wawancara, banyak diantara mereka yang bilang gak pede heheheh.... lucu.

kerja jadi penyiar radio, ternyata bikin happy tiap hari dengerin musik dan lagu-lagu yang kita suka, pa lagi gue siaran di Sonora, tiap hari bisa denger lagu-lagu favorit gue termasuk lagu-lagu oldies yang dulu waktu kecil sering gue dengerin. gue salah satu penikmat musik-musik oldies, gue inget jelas kapan mulai suka sama lagu-lagu oldies itu.

He…he…asyik juga menggali-gali lagi masa lalu, gue Cuma mau berbagi cerita perjalanan tentang how do I get here. Asal mula gue tertarik dengan musik. gue sudah cukup tergila-gila dengan musik sejak gue kecil banget. Dan karena itu gue makasih banget sama ayah ibu yang udah ngenalin gue sama musik. Dulunya setiap pagi ayah selalu nyetel musik dari tape deck tua kenang-kenangan ayah ibu waktu masih pacaran, mulai dari ABBA, Sketer Davis, Lobo sampai Panbers selalu diperdengarkan setiap hari dirumah gue.

gue juga inget betul perkenalan pertama gue dengan musik yang bener-bener gue suka, karena dari kecil gue selalu dicekokin orang tua gue dengan lagu-lagu oldies koleksi mereka seperti ABBA, The Everly Brothers, The Blue Diamonds, The Cascades, Jim Reeves dan lain-lainnya. akhirnya jadi cinta sama musik oldies sampe sekarang. selain itu juga Kumpulan lagu-lagu 80-an lainnya yg jadi favorit gue seperti rolling stone, duran-duran, steelhart dan masih banyak lagi. gue inget satu lagu yang sampe sekarang masih sering gue dengerin judulnya Michelle dari The Over Landers...gue seneng banget lagu itu.

Selera pun bergeser saat duduk di SMA, yang awalnya waktu SMP sempet suka sama Backstreet Boys, Boyzone sampe The Moffats jadi berubah total dan mulai melirik ke Bon Jovi.dan waktu SMA gue mulai dicekokin hard core sama Adik laki-laki gue, karena dirumah dia yang berkuasa sama peralatan elektronik, mulai dari radio, tape ampe VCD gue jadi hapal sehari-harinya dia denger Metallica, Megadeth sampe Nirvana, gue mulai demen yang kenceng-kenceng, dan gue tambahin terus koleksi kaset sampai akhirnya tamat Kuliah selera musik gue juga berubah-ubah, gue mulai denger Green Day, blink 182, RHCP dan lain-lainnya dan semua yang berbau hardcore, tapi tetep tidak meninggalkan lahu-lagu oldiess favorit gue.

hmm....Tuhan selalu baik, termasuk ketika gue diterima kerja jadi penyiar radio di sonora, seneng banget....setiap hari gak lepas-lepas dari yang namanya Musik. apalagi di sonora punya program musik-musik oldies dan memory song yang selalu ngingetin gue ke masa kecil dulu.

semoga dech...bisa terus survive di Radio, karena gue cinta banget sama pekerjaan ini.