Thursday, 13 October 2011

Ngomongin Boyband dan Girlsband

Baca status seorang temen di twitter, yang katanya risih dengan kemunculan boyband dan juga girlsband yang baru-baru ini pada muncul lebih cepat ketimbang tumbuhnya jamur, saya tergelitik pengen nimbrung ngomongin hal ini juga. Jadi inget celetukan tante saya tadi pagi pas nonton INBOX di SCTV. Bingung katanya, ini group music apa lagi ya... Personilnya sampe 9 orang gitu, gak hafal mukanya satu persatu.hehehehe.. jujur aja sebenernya saya juga ngerasain hal yang sama dengan apa yang ditulis temen saya di twitter, juga dengan apa yang dirasain tante saya pagi tadi. Lama-lama jadi ngerasain gimana gitu... ya.

Tapi mesti di maklumin juga, trend begitu cepat bergeser apalagi untuk musik ya, dari era nya group band sampe munculnya trend boyband. Saya memang bukan pengamat musik seperti Bens Leo, tapi keseharian saya yang bekerja nggak jauh-jauh bergelut dengan musik mau nggak mau harus ngikutin trend yang lagi beredar saat ini. Emang lagi jamannya kali ya, mulai dari anak kecil sampe orang dewasa kadang banyak yang ngefans sama boyband dan juga girlsband ini. Seperti anak temen saya yang umurnya baru 4 tahun, udah kenal banget boybandnya smash, hafal juga nama dan yang mana orangnya. Hmm... Salut anak sekecil itu udah ngerti dan paham ngeliatin yang mana cowok ganteng. Apalagi sepupu-sepupu saya yang rata-rata masih ABG, sampe pusing ngeliatinnya, kalau lagi ngumpul pasti yang dibahas tentang boyband dan juga girlsband idolanya muali dari Smash yang pertama kali muncul sampe yang terbaru apalah itu namanya, nggak ngerteee...

Emang nggak nyambung kalau saya ikut nimbrung sama mereka, istilahnya sadar dirilah secara saya lahir di era tahun 80-an dan saya mulai mengenal musik di tahun 90-an sejak duduk di bangku SD, dan di tahun-tahun itu lagu-lagu yang saya kenal paling seperti group band Dewa 19, Kla Project, Java Jive, dan Kahitna. Dunia musik kalo diikutin memang cepat mengalami pergeseran, itulah makanya ada era music 60’s, 80’s dan 90’s. mungkin saat ini saatnya musik Indonesia ngalamin apa yang disebut refresh. Kemungkinan besar penikmat musik udah bosen sama band-band yang sekarang ada, makanya banyak yang beralih melirik boyband dan girlsband yang memang tampilannya maut. Terus kenapa Boyband atau Girlsband menjamur?? Jawabannya sekali lagi mungkin permintaan pasarnya lagi meningkat, dan ini bisa jadi bahan pembuktian, semua musik pasti ada titik bosan dan saat itulah perlu refresh.

Nah, kalau banyak yang suka, banyak juga yang menghujat nih, sah-sah saja menghina atau menghujat boyband atau girlsband yang disukai atau yang tidak disukai. Penikmat musik menuntut hasil yang terbaik, nggak peduli prosesnya atau asal-muasalnya dari mana, karena kebanyakan penikmat musik nggak mau tau gimana perjuangan para boyband dan girlsband ini untuk bisa masuk dan eksis di dunia music, kalau jelek ya mereka hujat dan kalo baguspun mereka bakalan support.

Saya sendiri sih nggak ngikutin perkembangan boyband atau girlsband di Indonesia ya, Cuma tuntutan profesi aja sebagai announcer yang mau nggak mau bikin saya harus taulah nama-nama boyband atau girls band yang baru dan lagu-lagu apa yang terbaru dari mereka. Tapi saya tetap merasa kita nggak perlu ikut menghujat kemunculan boyband dan girlsband saat ini, namanya juga rejeki mereka buat terkenal, biar kita capek-capek menghujat juga, kalo emang udah rejekinya mereka, mau apa??

Setiap pribadi punya kesenangan masing-masing, dan perkembangan jamanpun sangat andil dalam perubahan tersebut, apapun musikmu itu mewakili karaktermu, kalo suka ya bilang suka jangan munafik atau hipokrit. Heheheh... Hidup boyband... Hidup Girlsband... #ditimpuk sandal.


(woman in Sonora Bangka FM 101.1)

numpang poto ala girlsband hehehe...

Monday, 10 October 2011

" Mamak "



Setelah semalam berbincang cukup lama dengan seseorang yang saat ini dekat dengan saya apalah itu namanya, pacar, kekasih atau calon suami, tentang pernikahan, keluarga dan kehidupan setelah menikah, entah kenapa mendadak saya dilema. Bukan masalah ketidaksiapan atau keragu-raguan untuk melangkah ke jenjang yang disebut pernikahan, bukan hal itu yang saya pikirkan, bukan sama sekali, saya bahkan sudah sangat mantap untuk melangkah ke arah itu. lalu apa? Ada hal lain yang terkadang membuat saya ingin menangis, menangis untuk seseorang yang nantinya bakal melepas kepergian saya setelah menikah.

"mamak" wanita tangguh yang 27 tahun lalu telah melahirkan saya, ibunda saya yang sangat saya cintai, saya selalu menarik nafas dalam bila membayangkan hal itu...

Apa yang akan terjadi nanti, ketika bangun pagi tak ada suara riuh ibu dari dapur, tak ada senyum bahagia ibu setiap menyambut saya pulang, tak ada sentuhan hangat ibu ketika bermalam-malam menemaninya menonton televisi, apa yang bisa saya lakukan ketika rindu menderu ditengah malam, rindu akan sosok yang selalu sabar dan ikhlas menyayangi saya...

ahh... saya memang terlalu manja, terlalu naif membayangkan hal yang belum terjadi, tapi obrolan semalam bersama sang kekasih, mau tidak mau membuat saya harus membayangkan hal ini, ketika saya resmi di persunting kekasih saya, otomatis saya harus ikut kemanapun suami saya pergi, termasuk harus meninggalkan mamak, ayah dan adik saya tercinta, meninggalkan keluarga, pekerjaan dan kota tempat kelahiran saya untuk masuk dan mengarungi kehidupan yang baru sebagai seorang istri. Lalu apa yang sebenarnya saya sedihkan? bukankah ini akan menjadi kebahagiaan terbesar ibu saya ketika melepas anak gadis satu-satunya untuk menikah. Ibu saya selalu mengatakan, jika dalam karir kamu merasa kurang atau belum puas dalam pencapaian kamu, mungkin Tuhan sudah persiapkan hal indah lainnya buat kamu, mungkin dengan menikah kamu akan temukan kebahagiaan kamu yang seutuhnya. Yah... itu kalimat yang terucap dari ibu saya, tentunya itu bukan sembarang omongan biasa, saya tau disitu ada harapan dan do'a yang ia selipkan buat saya. Tapi tetap saja, saya sangat sedih ketika harus membayangkan berpisah jauh dengan ibu saya. Ibu tempat saya bermanja, yang setiap saat selalu ada di dekat saya, yang setiap pagi membangunkan saya, yang yang selalu sabar menghadapi egois saya. Lalu apa? apa yang telah saya berikan untuk ibu saya, belum ada... saya belum memberikan apapun yang bisa membuat dia tersenyum bahagia. saya belum menjadi apapun, belum bisa berbuat apapun untuk membahagikannya.

Saya sangat sedih bila membayangkan hal itu, belum ada sesuatu yang berarti untuk membalas semua yang telah ia beri untuk kehidupan saya. Berapa lama kebersamaan kami Tuhan...? Beri saya waktu yang banyak untuk bersamanya, Beri saya kesempatan yang banyak untuk melihat senyumnya. Saya sangat ingin ibu saya bahagia.

Tuesday, 4 October 2011

Kamu Pulang...



Seharusnya orang pertama yang kau temui ketika kembali ke tempat ini adalah aku, tapi mengapa di detik-detik terakhir menjelang pagi tak ada tanda-tanda kedatanganmu. Aku masih saja terus menunggu dengan debaran-debaran hebat di dadaku.
Dari laman biru, kau tulis pesawatmu akan menerbangkanmu kembali ke negeri laskar pelangi. Benarkah kau pulang untuk menemuiku? Tidak…! Aku tak tau untuk siapa kau pulang, avatarmu berjejakan disana, memasang raut bahagia.

Seperti janjimu, untuk tiga puluh hari ke depan kamu akan pulang. menunggu detik-detik sebelum mengetuk pintu, Aku nelangsa... sembari berujar didalam hati, selamat kembali mas... selamat kembali lagi ke Bangka. disini, ditempat ini dimana pernah terangkai cerita antara kita, cerita yang tak pernah tuntas.

Wednesday, 28 September 2011

Tukang ngeluh datang lagi....

woww..... udah lama banget blog ini gak terjamah, kangen banget ingin berkeluh kesah di ruang sempit namun nyaman ini. Maklum si empunya masih suka angot-angotan, sok sibuk dan nyibukin diri. Banyak kisah banyak cerita yang kalau diurai gak tau kapan selesainya dan gak kebayang seberapa panjangnya, namun disini saya cuma ingin berdongeng setelah sekian lama berlagak gak perduli.

Banyak hal yang sudah saya lewati, tahun ini 2011 saya pikir semua Resolusi yang pernah saya tulis bakal terwujud semua, nyatanya cuma point ke empat yang bisa saya realisasikan yaitu kembali lagi ke kota Jogja, kota yang paling nyaman menurut saya. Bulan july kemarin berkesempatan lagi jalan-jalan ke jogja bareng sepupu dan teman saya. Dan tentunya untuk kunjungan yang kedua kali ini semua terasa sangat berkesan dan istimewa, dan sekali lagi saya ancungin 10 jempol buat Kla project yang bisa nyiptain lirik dan melody yang keren banget dalam lagu mereka yang berjudul Jogjakarta, karena bagi saya Jogjakarta benar-benar kota yang paling berkesan yang selalu ingin membuat saya untuk kembali... dan kembali lagi kesana.



Di tahun 2011 juga saya pikir saya bakal jadi nikah dengan kekasih saya, namun ternyata Tuhan berkehendak lain, nyatanya orang yang saya cintai bukanlah orang yang tepat buat saya. dan lagi-lagi saya harus rela melepaskan dan kehilang. Namun tak apa, ini semua mmenjadi pembelajaran yang sangat berarti untuk hidup saya.

Dan beginilah... saya menjalani kehidupan saya dengan penuh rasa bahagia, bersyukur atas nikmat yang tak pernah habisnya Allah berikan kepada saya. dan sekarang sudah di penghujung september, bulan yang tetap manis meski sedang kemarau, september yang tetap ceria ditemani fixie kesayangan saya.



*

Saturday, 30 April 2011

Gondongan di pagi hari...

Alhamdulillah, bisa ngeblog dirumah lagi, jadi gak perlu nyuri-nyuri waktu pas jam on air untuk update blog atau sekedar blog walking. Setelah sekian bulan mati suri akhirnya si lappy sembuh juga, emang butuh perawatan dan perhatian ekstra biar barang-barang kesayangan bisa awet dan tahan lama. Selama ini memang hanya bisa pake tapi selalu gak punya waktu buat perawatan.

Sore ini memang ada yang lain, hati saya senang karena lappy udah pulih, tapi kondisi fisik saya lagi gak fit, batuk-batuk yang udah 3 minggu saya idap gak kunjung sembuh, malah tambah satu penyakit lagi gondongan, parotitis, bengkak babi, atau apalah istilah lainnya, yang jelas sakit ini benar-benar gak enak. bengkak di bawah telinga sangatlah sakit bahkan untuk mengunyahpun nggak bisa.

Nggak tau dari mana asalnya, tadi pagi pas lagi on air, tiba-tiba ngerasa pusing, panas dan sakit disekitar telinga, bahkan ketika mengunyah nasi uduk sakitnya nggak ketulungan. tanya-tanya temen kantor, mereka bilang itu gejala bengkak babi. Ternyata memang bener, nggak nyampe setengah jam, bengkaknya makin gede, leher terasa sakit dan panasnya gak karu-karuan.

Seumur hidup baru kali ini kena penyakit ginian, malu, muka jadi kelihatan gemuk karena bengkak. Menurut Mbah Googgle, gondongan disebabkan oleh virus (paramyxovirus). Oleh karena itu, tidak dapat diobati dengan antibiotik. Gejala yang paling menonjol dari gondongan adalah pembengkakan disertai nyeri pada pipi bagian belakang di bawah telinga, baik satu atau kedua belah pipi. Pembengkakan ini terjadi akibat infeksi kelenjar ludah (parotis).

Ternyata demam dan sakit kepala hanya gejala awal penyakit ini. Inti sebenarnya adalah pembengkakan pada kelenjar ludah. Tepatnya di sekitar bawah telinga dekat pipi yang membuat wajah terlihat membesar. Penyakit ini gak ada obatnya, akan sembuh sendiri. Resep dokter hanya akan meringankan gejalanya. Panas dan pusing yang dirasakan sebelum pembengkakan.

Mesti sabar juga kali yah, anggep aja ini salah satu bentuk teguran dari Allah biar tetep jaga kesehatan,mudah-mudahan ntar malem udah nggak bengkak lagi, apa kata Mas Ajie, kalo dia lihat muka saya bengkak.

Thursday, 21 April 2011

Nggak Nyalahin Aa' Oman sih....



Postingan kali ini hanya sekedar pendapat pribadi, mungkin sebelum-sebelum ini udah banyak yang bikin postingan tentang si aa' oman, heheheheh.....

Beberapa pekan terakhir ini, tayangan Televisi dipenuhi wajahnya si Briptu Norman, bintang baru, dari yang awalnya nggak sengaja, malah jadi kayak ketiban durian runtuh. Wajarlah..... kalo sekarang ia banyak di elu-elukan sama masyarakat, animo masyarakat sangat tinggi, nggak hanya di Gorontalo tanah kelahirannya, tapi hampir di pelosok negeri ini, termasuk orang-orang di dalam rumah saya, mulai dari nyokap, tante-tante dan juga sepupu-sepupu saya yang rata-rata usia ABG semuanya mengidolakan si pak Polisi.

Ngikutin perkembangan berita si Briptu Norman yang kabarnya sekarang kondisi kesehatannya ngedrop lantaran kecapean, saya jadi mikir, jadi artis itu ternyata gak enak juga, ahhh.... kalo gitu biarlah saya tetap jadi penyiar saja hahahayyy.

Nggak, ini hanya sekedar pendapat pribadi sih, karena terlalu sering muncul di Tipi, kesannya terlalu over ekspos, disini saya nggak nyalahin Briptu Norman, wong dianya aja sampe sekarang nggak abis pikir dengan apa yang dia alamin. Tapi menurut saya, yang mungkin juga ini sempat jadi opini temen-temen lainnya, media terlalu sering mengekspos, makanya orang-orang malah jadi bosen gitu, setiap nyalain tipi, eh si briptu lagi Briptu lageee....

Wajarlah... ini negaraku, Indonesia Gitu loh???? apa-apa selalu dibikin over. over ekspos. Untungnya si Briptu ternyata punya talenta lebih jadi punya sesuatu yang bisa di buktikan ke masyarakat yang ngefans sama dia. Sekali lagi, nggak nyalahin Briptu Norman kalo masyarakat suka, nggak nyalahin briptu Norman kalo orang memperlakukannya bak Michael Jackson, nggak nyalahin Briptu Norman kalo di tipi-tipi yang ada hanya mukanya dia, nggak nyalahin briptu Norman kalo orang menyambutnya layak seorang pahlawan, pokoknya nggak nyalahin Briptu norman dech.... jadi salah siapa???? hayooo..... (penulis juga bingung)

Tampaknya Masyarakat di Negeri ini kehilangan sosok yang di kagumi, mau kagum sama diva, si diva selingkuh, mau kagum sama anak-anak band, eh... banyak yang kesandung narkoba sama video asusila, mau kagum sama pejabat negara apalagi.... banyak yang gak beres. jadi nggak nyalahin kalau banyak masyarakat mengagumi Briptu Norman yang jebolan university of Youtube, yang karena talenta, kepolosan dan juga kerendahan hatinya, semoga selalu rendah hati ya Pak polisi, jangan pernah berubah.

Saturday, 16 April 2011

Catatan Sang Penyiar...



Suara kokok ayam mengganggu tidur saya yang sedang bermain-main dalam mimpi, suara gemercik air dari kamar mandi juga suara sirine teko masak air ibu memaksa saya untuk segera bangun melakukan aktifitas di pagi ini. Jadwal on air pagi ini saya jalani dengan semangat, meski mendung menggelayut di langit pagi.

Yahh..... pagi ini, dengan mata yang terbuka lebar, dengan Pikiran yang positif, hati bersih, jiwa dan raga yang sehat serta baju baru dan semangat yang baru Pagi ini saya akan kembali, kembali ke diri saya yang sesungguhnya, kembali ke studio saya yang dingin, dan kembali dengan lagu-lagu saya yang ceria.

06.00 WIB tetttt….., pintu gerbang studio dibuka untuk menapak rejeki, pasukan pengorbit suara dengan bedil keramatnya mulai siap untuk mengudara. Disini adalah tempat berbagi dan mencari… semoga semua selalu berjalan seiring dengan rasa kebersamaan, melangkah bersama, berjuang bersama, maju bersama dan pusingpun juga bersama.

12.00 WIB, bis cuap-cuap meskipun capek ngomong sendiri di udara, namanya juga cinta banget sama profesi, makan siangpun kadang terlewati hanya untuk ngasih yang terbaik. Rambut rontok, stress, pusing, jerawatan udah nggak kaget lagi, karena ini efek perang imajinasi… bertahan…sampai…. bener-bener bosen.

Dari fajar menyingsing secangkir teh panas ditemani tempe kripik dan kacang goreng yang kental akan embun pagi di sisi sebuah tumbuhan ilalang, dimana kita berada dalam himpitan masa depan yang lebih cerah.

Dan saya selalu yakin kalau Tuhan punya rencana sendiri tentang hidup kita, bisa jadi kita gak bakal pernah jadi penyiar radio. Atau kalau memang kita sudah ditakdirkan jadi penyiar radio, sekalipun sebenarnya kita tinggal di gundukan sampah tetap aja kita bakal ngorbit suara.

Tuesday, 12 April 2011

Endah N Rhesa

Minggu pertama April 2011 kemaren, gak tau kenapa semangat gue lagi menurun drastis, mood gue kacau balau naik turun kayak roller coaster, semangat bekerja pun hampir-hampir gak ada, semua ide-ide baru yang muncul hilang gak tau arahnya lagi, lupa..... musti gimana dan ngapain. Sepertinya butuh asupan spirit dan refreshing, suasana kantor dan rumah bener-bener gak bisa balikin mood gue kayak semula.

Hingga suatu sore, tepatnya Sabtu sore yang lalu ada kiriman CD dari Demajors independent music industry, gue buka ternyata sample CD nya Endah N Rhesa, pas gue putar ternyata lagu nya keren banget, lagunya ceria dan musiknya asyik, kalo pengen denger, ini yang ada di blog gue sekarang.



liriknya seperti ini :

I’m Kou Kou the Fisherman that lives near the coast of this island
Wind and stars are my friends, they told me where to go
Life is tough, yes it’s tough, but don’t give up

I’m sailing in the sea, surviving in this blue ocean
I’m taking my fishing rod, here I am stay on my boat
Life is tough, yes it’s tough, but don’t give up

I feel the air, it whispers my name
The water is calm and it’ll be as right as rain

The time is running I said to myself , “Fish or cut bait, Kou?”But then there’s something big, swimming towards my boat
Life is tough, yes it’s tough, but don’t give up
Life is good, yes it’s good, I’ve got food!


Denger lagu ini bikin semangat lagi, setelah berminggu-minggu bosen dengerin lagu-lagu yang sama yang di request para pendengar. Hadirnya lagu ini seperti beri warna dan mood yang baru buat pendengar dan juga penyiarnya.

Jadi ceritanya gue lagi kesengsem banget sama Endah N Rhesa, setelah merilis single berjudul Tuimbe (Let's Sing), Endah N Rhesa kini kembali hadir meluncurkan single kedua berjudul Kou Kou the Fisherman dari album kedua mereka Look What We've Found.

Kou Kou the Fisherman menceritakan tentang seorang nelayan bernama Kou Kou yang memiliki kehidupan menyenangkan di wilayah pinggir pantai. Dia bahagia dengan hidupnya dan tidak pernah menyerah meskipun diterjang kesukaran. motto hidupnya adalah "life is good, 'cause i've Got Food".

Nama Kou Kou terinspirasi dari pola Rhythm Kou Kou (baca:kuku) dari AFrika bagian barat. Rhythm Kou Kou biasannya dimainkan dengan alat musik perkusi seperti diantaranya adalah djembe, dundun dan ken kene untuk menyambut kepulangan nelayan setelah seharian mencari ikan di laut. Endah N Rhesa mencoba menerapkan rhythm tersebut pada gitar, bass dan vokal.

Dan ini sedikit cerita tentang Endah N Rhesa yang gue kutip dari website nya. Dua Tahun yang Indah dan Penuh Keajaiban!

Harapan Endah N Rhesa sih, dengan kehadiran lagu ini mereka bisa membagi semangat Kou Kou si Nelayan kepada teman-teman semua.

semoga!

Thursday, 7 April 2011

Kamu dan Secangkir teh melati



Aku menghitung waktu, sedetik, dua detik, 5 menit, hingga satu jam berlalu. Sore ini aku kembali menunggumu di beranda, di temani secangkir teh melati hangat ditengah rinai gerimis. Sekiranya suasana seperti ini akan bertambah hangat bila ada kamu, hari kelima belas di bulan september 8 tahun yang lalu kita selalu bercengkrama di beranda ini ditemani secangkir teh melati hangat buatan ibuku.

Menikmati secangkir teh hangat sore ini aku seperti menemukan senyummu di dalam kepulan hangat aroma melati yang menggelitik hidungku. Ingat caramu menyesap teh manis panas dengan aroma melati kala itu, membuat aku luruh dalam kenangan. Maaf, aku sepertinya terlalu larut dalam euforia hati. Mendengarkan air hujan yang mengetuk genting teras ini, aku seolah mendengar nyanyian surgawi, yang mengiringi derap langkah kakimu kembali dan berkata, "sayang aku pulang"

Iya, saat ini aku dalam kondisi yang sangat baik sebenarnya. Khususnya hatiku. Aku tidak lagi sedih, pun merasa sepi. Alih-alih merasa ditinggalkan, bahkan aku mulai lupa bagaimana sebuah kesedihan itu bermula. Kondisi yang harus tetap dipertahankan, seperti katamu.

Ku sesap kembali aroma melati dalam secangkir teh panas, cangkir yang sama, yang pernah kau pakai ketika itu, cangkir yang dulu pernah tersentuh oleh bibirmu. Cangkir yang selalu aku simpan di tempat special dimana tak ada seorang pun yang boleh memakainya.

Dan kini aku cuma sendiri, duduk di beranda menikmati secangkir teh melati di sore ini. Menikmati hangat, manis, pahit dan getirnya, seperti menikmati kamu, yang sudah delapan tahun ini tak pulang ke hatiku.

Friday, 1 April 2011

Aku merindukanmu, sangat…

Untuk kesekian kalinya, aku Terjebak kembali pada satu memorabilia, tentang kebersamaan, tentang malam-malam penantian, tentang laman-laman semu yang berbicara tentang bait-bait hidup. Dengan beribu makna meski terkadang bias Masih aku belajar agar bisa setegar engkau, memagut kesendirian ataupun ketiadaan yang terserak seperti serpih cermin pecah, walaupun terkadang pecahan itu melukai tanganku ketika mencoba memunggutnya satu persatu.

Meski berat, terus kucoba untuk beranjak dari segala rasa sepi, meskipun belakangan terus kurasakan semua seperti racun yang perlahan membunuhku, menggerogoti hatiku perlahan hingga menahun menjadi kesakitan dalam buliran peluh rindu yang sudah entah dengan apalagi aku terjamahkan. Untuk apa, untuk siapa, dan mengapa rindu itu ada, semua begitu menyesakkan.

inginku memungut satu persatu repihan cermin pecah itu agar tersusun kembali menjadi memorabilia agar bisa kukembalikan lagi pada hidup yang telah memberikan tujuh keindahan warna pelangi dalam lengkung yang sempurna, sekaligus yang telah memberikan cabik terindah sebagai tanda mata. Dan di sisa detakan waktu yang kupunya izinkan aku mengatakan

Aku merindukanmu, sangat…