Showing posts with label reply 1988. Show all posts
Showing posts with label reply 1988. Show all posts

Wednesday, 20 January 2016

Reply 1988: Catatan Hati Seorang Shipper



Jujur aja udah berhari-hari mau mengeluarkan unek-unek ini, sambil menulis postingan ini hati gue masih diliputi dengan kemarahan, yang akhirnya memaksa gue untuk memainkan playlist khusus ost drama Reply 1988 terutama yang judulnya Sad Fate biar emosi dalam menulis postingan ini lebih tersalurkan. Sebenernya gue agak gimana gitu ya nulis postingan ini masih dalam keadaan terguncang parah eaaa.... pret!!!

Hey... gue salah seorang team Jung Hwan yang ikut terluka hatinya karena ending drama Reply 1988 tak seperti yang di harapkan. Gue sangat mendalami peran Jung Hwan dalam drama ini dan masih nggak terima dengan keputusan writernim mengubah plot loveline nya, writernim merusak keseluruhan drama ini dengan mengakhiri masalah cinta segitiga yang nggak jelas juntrungannya.

Rasanya pengen nabrak rumah writter nim pake mobil teronton karena udah memperlakukan Jung Hwan secara gak adil di episode terakhir. Dari rata-rata komentar yang bermunculan setelah menonton episode 19 dan 20 para viewers bilang Jung Hwan diperlakukan gak lebih seperti seorang figuran. Meskipun belum nonton secara langsung dari berbagai spoiler yang bertebaran gue percaya kalau itu benar adanya. Karena gue yakin si writernim pasti mengorbankan Jung Hwan demi membangun Chemistry antara Duk Seon dan Taek di akhir episode. Gue kecewa dengan perubahan ending yang sangat signifikan ini dimana nggak ada kejelasan mengenai perasaan Jung Hwan terhadap Duk Seon seenggaknya pasca confession yang menyedihkan di episode 18, dan lagi gue kecewa berat dengan sikap Duk Seon yang plin-plan. Disini mungkin Duk Seon lah yang ternyata kebagian peran antagonis, terlalu kejammmm. 

Bayangin yang tadinya gue segitu yakinnya Jung Hwan bakal jadi suami Duk Seon di akhir episode dengan clue-clue yang sangat meyakinkan di awal-awal episode tiba-tiba harus terjerembab jatuh dan tak bisa bangkit lagi, lalu tenggelam dalam lautan luka dalam dengan beberapa kissing scene antara Duk Seon dan Taek di 3 episode terakhir yang membuat ephoria meledak-ledak di hati para team Taek, padahal jelas-jelas point of view drama ini sejak awal adalah Jung Hwan dan Duk Seon meskipun akhirnya pernyataan cintanya yang tulus menjadi sebuah lelucon. Sampai episode 18 writernim masih membuat harapan untuk para team Jung Hwan bahkan gue sendiri pun berekspetasi sendiri mengenai kelanjutan cerita setelah Jung Hwan menyatakan perasaannya dan menyerahkan cincin miliknya pada Duk Seon.

Ekspetasi gue:

Setelah mereka berempat meninggalkan cafe tersebut dan meninggalkan cincin kelulusan milik Jung Hwan di atas meja cafe, di parkiran tak lama Duk Seon kembali dengan alasan ada yang tertinggal di dalam cafe padahal Duk Seon mengambil cincin tersebut. Di dalam perjalanan pulang Duk Seon yang menumpang di mobil Jung Hwan lalu bertanya kepada Jung Hwan apa benar yang dikatakannya tadi di cafe hanyalah sebuah lelucon, lalu Jung Hwan menghentikan mobil nya dan mengakui semua perasaannya terhadap Duk Seon, lalu mereka pun berpelukan dan di akhiri kiss scene.

Ekspetasi gue selanjutnya setelah scene Duk Seon dan Taek berciuman di dalam kamar hotel Taek harusnya Duk Seon menyadari kalau yang ia sukai adalah Jung hwan dan mengakui kepada Taek kalau yang dia pikirkan selama ini adalah Jung Hwan dan menganggap Taek tak lebih hanya sebagai teman.

Kalaupun benar gosip yang beredar di tahun 1995 itu ada kecelakaan pesawat dan bila saja writternim  memasukan kejadian ini, sebagai couple on the air gue sangat berharap pasangan Jung Hwan dan Duk Seon memupuk cinta mereka di bandara, ada scene dimana Jung Hwan selamat dari kecelakaan tersebut dan Duk Seon menunggunya di bandara lalu di tutup dengan kissing scene.

Harusnya yang menikah di gedung angkatan udara itu adalah Jung Hwan dan Duk Seon, harusnya Taek si anak baik juga menemukan pasangan yang ideal tapi bukan Duk Seon, kasihan anak baik jadi dibenci oleh team Jung hwan. Padahal tadinya gue berharap Taek pun tak tersakiti kalau akhirnya Duk Seon bersama Jung Hwan.


Tapi toh, jodoh di tangan writernim dia yang berkehendak mau diapain ending nya, walaupun telah melukai banyak hati para team Jung Hwan. Hanya writernim yang tega membuat Jung Hwan menjadi bujang lapuk dan berakhir di Sacheon, hanya writernim yang tega membuang Jung Hwan di akhir episode bahkan nggak diperlihatkan sama sekali Jung Hwan versi 2016 nya.

Gue yakin dengan syuting yang kejar tayang dan dengan kebocoran spoiler kemaren mungkin writernim merombak semua script episode 19 dan 20, kalau kemaren ada spoiler yang beredar mengenai kiss scene Jung Hwan dan Duk Seon di bandara gue yakin mungkin itulah script aslinya sebelum di ubah si  writernim yang berjiwa masokis Tadinya mungkin bukan pernikahan Sun Woo dan Bo Ra tapi sedang menyiapkan scene untuk pernikahan Duk Seon dan Jung Hwan tapi gara-gara spoiler adegan pernikahan bocor ke media akhirnya writernim banting setir merubah semua adegan untuk ending episode terakhir.

Gak rela.... gue bahkan gak nonton episode 19 dan episode 20 nya sampai sekarang sepintas hanya melihat potongan-potongan scene yang di posting viewers di instagram. Padahal kata temen gue yang notabene nya team Taek garis keras episode 19, 20 gak sedih-sedih amat kok bahkan muka nya Jung Hwan lempeng banget ngeliat Taek. Hmmm... sebenarnya bukan masalah muka Jung Hwan lempeng apa nggak nya dari awal episode juga muka nya lempeng-lempeng aja ngeliat Duk Seon di deketin si Taek papan baduk.

Masalahnya kenapa di akhir episode Jung Hwan jadi di gituin karakternya, dibikin nerimo aja  meskipun dia harus patah hati dan dibikin nggak bisa bersatu dengan Duk Seon, harusnya ada penyelesaian meskipun hanya scene sekali lewat yang menyatakan Jung Hwan akan mundur dari pertaruangan ini. Tapi apa? Nggak ada sama sekali. Jung Hwan bahkan hanya mendapat screentime nggak kalah sedikit sama si Jin Joo.

What!!! Jung Hwan gue yang di awal-awal di pepet-pepetin di tembok sama Duk Seon, terus melindungi Duk Seon di dalam bus sampe urat-urat tangannya keluar dan sederetan adegan manis lainnya tiba-tiba di akhir episode cuma di arahin pasang muka lempeng sama sutradara?? Ahhh... pembunuhan karakter ini namanya.... terbang kemana kharisma Jung Hwan yang bikin banyak hati kelepek... kelepekkk di awal-awal episode kemaren. Intinya writernim merusak semua moment bahagia Jung hwan terhadap Duk Seon di episode-episode awal hanya dengan suguhan scene membuka kaleng monde embhekkkkkk...... buyar udah semua keyakinan, itu jelas BUKAN JUNG HWAN KAMI!!


Oke gak apa-apa Jung Hwan gak jadi suaminya Duk Seon tapi seenggaknya writternim bisa menemukan ending yang menunjukkan kalau Jung Hwan merelakan Duk Seon bersama Taek, mbok ya.... kasih kesempatan Jung Hwan kiss scene kek sekali aja sama Duk Seon meskipun di lima menit terakhir episode 20, ini si Taek mulu yang nyosor sampe tiga kali masa?? Kecewa...!!

Bahkan jika pun ada flashback masa kecil Duk Seon dan Taek di episode 20 sebagai bukti untuk memperjelas kalo Duk Seon memang menyukai Taek lebih dahulu sebelum ia menyukai Sun Woo harusnya ada dong perkembangan karakternya? Tapi mana? Nggak ada sama sekali bahkan kita hanya disuguhin dengan adegan dimana Duk Seon hanya menganggap Taek  seperti  aset berharga Korea dan adik kecil yang musti dilindungi alias babying him seperti julukan di forum Soompi.

Pasca nonton episode 18 "good bye first love" yang menurut gue ini episode terakhirnya dari series Reply 1988 gue sebenernya mulai apatis dengan kelanjutan episode 19 dan 20, meski preview episode 19 mulai bertebaran di mana-mana gue rada agak sulit percaya karena teaser episode-episode sebelumnya menipu banget. Masih dalam rasa frustasi yang mendalam ketika banyak orang memposting kiss scene antara Duk Seon dan Taek di episode 19 yang menurut gue agak sedikit memaksa karena jelas-jelas disini writternim mau membelokkan cerita dan ngotot membangun hubungan Taek dan Duk Seon hanya dalam 3 episode terakhir. Dari episode awal kita tau kalau writternim merefleksikan suami duk seon sangat jelas mengarah kepada Jung Hwan mulai dari gesture tubuh nya dan cara ia berbicara. Tapi ternyata semua itu adalah jebakan batman belaka. Seandainya writernim lebih cepat menumbuhkan perasaan antara Duk Seon dan Taek  di pertengahan episode, mungkin team Jung Hwan lebih bisa legowo menerima kekalahan.

Dan beberapa hal yang masih mengganjal di kepala gue tentang beberapa scene di drama Reply 1988 ini. Apa gunanya writernim membuat Jung Hwan menjadi pilot dan Duk Seon menjadi pramugari kalau akhirnya mereka bukan couple on the air. Nggak ada korelasinya toh. Bahkan nggak ada penjelsan mengenai sarung tangan pink dan tentang kesalah pahaman kemeja pink.

Lalu untuk apa Jung Hwan membuat permohonan ketika melihat bintang jatuh toh nggak dikabulkan kan? Si Taek akhirnya bukan menjadi seorang bajingan tapi seorang pemenang.

Saking keselnya dengan ending yang menurut gue sangat absurd gue sampai menghibur diri dengan membuat beberapa meme untuk menghibur hati para team Jung Hwan yang sedang berduka lara, tepatnya menghibur diri gue sendiri.






Dan meme terakhir ini harusnya gue edit Jung Hwan nabrak si writernim aja, tapi ya sudahlahhh! !

Mungkin suatu saat nanti kalau ada reply series selanjutnya gue berharap bukan si writernim Lee Woo Jung ini yang menulis ceritanya. 

Gue hanya bisa bilang gue broken heart hancur berkeping-keping,  tapi drama ini tetep jadi yang terfavorit bagi gue, dan Reply 1988 adalah drama pertama yang bikin gue termehek-mehek seharian memikirkan nasib tokoh didalamnya. Mungkin suatu saat gue tergerak untuk melihat eps 19 dan 20 karena merindukan Jung Hwan dan Ssangmundong gang walaupun masih harus menahan getir, semua itu mungkin demi Ryu Joon Yeol. Gara-gara Ryu juga mungkin ini pertama kali nya gue fallin in love beneran sama karakter di dalam drama Korea dan untuk pertama kalinya juga gue patah hati pada seorang second lead, tapi percayalah Jung hwan tetap menjadi first lead di hati gue inih.

Paling nggak gue jadi ngerasain gimana  sakitnya uttie menjadi tim chillbong di Reply 1994 dan gimana hancurnya si nok ense karena ini yang kedua kalinya ia patah hati karena salah ngeship. Emang bener Taek win the game dan si Jung Hwan nggak mendapatkan cinta pertamanya tapi percayalah Jung Hwan mendapatkan banyak cinta dari para penggemarnya. Ryu Joon Yeol tetap  menjadi Rissing Star di hati gue 



"Kamu akan kembali ke sisiku
Tapi, jika aku melihatmu lagi
Bisakah kita saling mencintai lagi?
Selama berjalannya waktu
Berapa banyak air mata yang akan ku teteskan?"
            - Nami: Sad Fate -










Thursday, 10 December 2015

Reply 1988: Antara Teori & Spekulasi






Penghujung tahun 2015 ini banyak drama-drama Korea baru yang menggoda banget untuk di tonton. Sebagai seorang yang mengaku kdramalovers sejati tentunya  gue nggak mau ketinggalan perkembangan drama-drama apa yang lagi tayang dan lagi booming di Korea sana, meskipun dompet gue jebol dan celengan ayam-ayam nya raheesa juga ikutan jebol karena keegoisan seorang  emak yang harus ngisi kuota internet demi ngikutin serial drama-drama favourit *sungguh ini perbuatan emak-emak yang kurang terpuji jadi jangan diikutin.

Biasanya gue bisa streaming ngikutin sampe tiga judul sekaligus setiap drama yang gue suka, tapi demi menghemat kuota akhirnya gue harus menahan diri dari kharisma So Ji Sub, ahjussi tampan yang minta di puk-puk sayang. Oh My Venus jadi gue skip demi melihat Ko kyung Pyo di drama Reply 1988 yang sekarang lagi tayang sampe 10 episode. 


Iya gue lagi tergila-gila Reply 1988. jujur aja gue dibikin terkagum-kagum dengan jalan cerita drama ini. Sial nya writer nim nya bisa banget membuat emosi penontonnya jadi campur aduk, sesaat gue bisa ngakak sekeras-kerasnya lalu tiba-tiba bisa sedih karena terharu. Saking gatelnya pengen nulis di blog tentang drama ini gue bela-belain ngereview meski drama nya belom tamat. Sepertinya ini bakal jadi postingan yang panjang dan berkelanjutan karena gue bakal nulis review dengan gaya bahasa gue sendiri dari episode pertama sampai episode 10 dari keseluruhan 20 episode.


Yang belum nonton reply 1988 bisa baca sneek peak nya di blog mykoreandrama.com jadi disini gue hanya menulis  tentang sinopsis awal drama Reply 1988 ini. Setingan cerita di tahun 1988, tahun itu adalah tahun yang besar di Korea Selatan karena pada tahun 1988 adalah tahun dimana Olimpiade Seoul dan College Festival 1988 diadakan untuk pertama kalinya. Nggak hanya itu tahun 1988 adalah tahun yang besar untuk dunia berita, pendidikan dan olahraga termasuk juga tahun yang gemilang untuk industri musik Korea selatan khususnya K-POP. 


Drama ini bercerita tentang sebuah komplek di Ssangmundong yang ditempati beberapa keluarga. Masing-masing dari keluarga ini memiliki anak-anak remaja yang seumuran, mereka adalah Duk Seon, Sun Woo, Jung Hwan, Taek dan Dong Ryong. mereka bersahabat dari kecil hingga dewasa. Di lingkungan ini mereka hidup sangat rukun antar keluarga saling membantu dan suka berkumpul atau sekedar makan bersama. 



Ketika anak-anak mulai beranjak dewasa, merekapun mulai merasakan getaran cinta pertama disaat usia mereka beranjak 18 tahun. Cinta pertama pada teman kecil sendiri awalnya di rasakan Duk Seon terhadap Sun Woo, namun sayangnya ternyata Sun Woo mencintai Bo Ra kakak kandung Duk Seon. Di sisi lain Jung Hwan dan Taek diam-diam menyukai Duk Seon.  Lalu siapakah yang nantinya dipilih Duk Seon menjadi suami? Taek or Jung Hwan.


Nggak hanya di warnai kisah percintaan anak remaja aja, cerita dalam drama ini juga mengisahkan bagaimana hubungan antara orang tua dan anak, adik dan kakak, hubungan pertemanan dan juga kehidupan bertetangga yang harmonis.




Berikut ini beberapa alasan mengapa gue suka reply 1988. Karena settingan ceritanya mundur ke tahun 1988 gue jadi bisa sekalian nostalgia dengan keseharian masa kecil gue meskipun tahun 1988 itu usia gue baru 4 tahun tapi sedikit banyak gue ingat betul apa yang lagi ngetrend di masa itu seperti model rambut dan  model pakaian.





Cerita persahabatan dalam drama ini seru banget, tentunya semua orang pernah merasakan hangatnya persahabatan, dan tema-tema cerita tentang persahabatan ini selalu menyenangkan untuk diikuti. Gue iri banget dengan jalinan persahabatan antara Duk seon, Kim Jung Hwan, Sun Woo, Taek dan Dong Ryong. Lihatlah scene dimana mereka makan ramen, atau sekedar nonton tv bersama.

Setiap scene yang ada di drama ini memorable banget sekali liat langsung bikin gue inget kejadian masa kecil yang pastinya di alami banyak orang, misalnya ketika para ibu memanggil anak-anaknya untuk pulang makan atau ketika mereka saling berbagi makanan sesama tetangga. So sweet banget... kebersamaan yang sepertinya telah hilang lenyap ditengah-tengah masyarakat perkotaan seperti jakarta yang oportunis ini.


Banyak pesan yang tersirat dari setiap episode di drama ini, pesan-pesan moral yang di sajikan secara gamblang  di setiap episode seperti salah satunya scene dimana ayah Duk Seon selalu membantu orang yang sedang kesusahan dengan cara membeli barang-barang yang meski tidak ia butuhkan walaupun sebenarnya ia dalam keadaan tak memiliki uang, yang artinya kita harus selalu membantu orang lain. Scene lain yang juga menyentuh adalah ketika ibu Jung Hwan mengantar buah jeruk ke rumah ibu Duk Seon dan di dalam keranjang jeruk tersebut di selipin amplop yang berisi uang. Ibunya Jung Hwan tau banget kalo keluarga Duk Seon sedang memiliki masalah keuangan.






Kisah percintaan dalam drama ini manis banget, kisah cinta yang khas banget dengan kehidupan anak muda di masa itu misalnya kencan yang manis sambil nonton pertunjukan musik atau nonton bioskop. Jadi tak perlu adegan romantis atau mesra, ungkapan sayang dan suka secara sederhana di sampaikan lewat beberapa potongan adegan yang nggak bikin eneg di lihat.




Drama ini juga mengajarkan bagaimana harus hidup rukun dengan tetangga, saling kompak, berbagi dan membantu. Lihatlah scene dimana mereka sangat kompak menyiapkan hadiah natal untuk si kecil Jin Joo.


Dan yang terpenting ketika mulai menonton drama ini hati gue bahagia dan selalu nggak sabar untuk menantikan episode berikutnya. Semua karakter-karakter yang gue sukai di drama ini pas banget dan nggak ada yang bikin gue sampe benci seubun-ubun. Seperti tokoh-tokoh antagonis dalam drama kebanyakan.  Dan karakter favorit gue yang sebelumnya sangat suka sama si ganteng Sun Woo, gue juga jatuh hati sama Jung Hwan tipikal cowok idola gue bangetlah ini. Terkesan cuek dan sulit mengungkapkan perasaan, tak banyak kata-kata tapi lebih ke perbuatan. 

Dan ini bagian favorit gue dari eps 1 sampai dengan eps 10.




"Dengan kepalamu ini, pikirkanlah dengan baik kenapa aku seperti ini. Mengerti?"


Sebagai penganut happy ending garis keras gue sangat berharap drama Reply 1988 ini sukses di akhir episode. Selama drama ini tayang memang banyak komentar bernada spekulasi. Penonton di ajak berteori siapakah yang akan menjadi suami Duk Seon nantinya. Sialnya Writernim seenak udelnya aja bikin alur cerita yang memporak porandakan keyakinan gue ini yang tadinya gue adalah #team Sun Woo dan berharap Duk Seon jadian sama Sun Woo, eh... di belokin ceritanya jadi Sun Woo pacaran sama Bo Ra. Lalu hilanglah kesempatan Sun Woo menjadi second lead. Tapi memasuki episode 3 dan 4 udah kelihatan jelas sih kalau Sun Woo suka sama Bo Ra, dan mau nggak mau gue harus ngeship Sun Woo - Bo Ra karena memang cerita percintaan pasangan ini so sweet banget di awali dengan sikap galaknya Bo Ra yang mampu di luluhkan oleh Sun Woo dengan hal-hal kecil yang membuat Bo Ra jadi menyerah dan menerima cinta Sun Woo. Tapi nggak apa-apalah toh mereka juga jadi couple favorit gue. 





Lalu siapakah first lead dan second lead di drama ini? Memasuki episode ke 6 semua terjawab sudah, ketika gue mulai jatuh hati sama Jung Hwan yang nggak ganteng tapi ngangenin, gue mulai berharap Jung Hwan lah yang menjadi suami Duk Seon tapi kemudian malah muncul si Taek yang di awal-awal episode cuma dapet peran sedikit. Siapa yang menyangka Taek akan menjadi saingan selanjutnya, hanya dalam satu tembakan akhirnya Taek memproklamirkan diri menjadi saingan kuat Jung Hwan, tapi selalu ada kemungkinan besar Taek akan menjadi chilbong kedua (suara hati #team jung hwan).





Jujur aja baru kali ini gue nonton drama sambil berteori, ikut berpikir keras, berspekluasi, dan baper akut. 

Salah satu teori yang nggak mau masuk ke akal gue, masa ada yang komentar kalau yang jadi suami Duk Seon adalah Dong Ryong karena ada dugaan Jung Hwan di akhir cerita meninggal dunia karena sakit.  Lalu tak sedikit juga yang berkeyakinan kalau suami Duk Seon di akhir cerita adalah si Taek. Tapi gue nggak yakin apakah Duk Seon memandang Taek sebagai seorang pria atau nggak. 


Kalau dilihat dari gesture tubuh suami Duk Seon versi tahun 2015 mendekati Jung Hwan. tapi yang disebutkan di episode 9 mendekati ke ciri-ciri nya Taek, ahh sungguh dilema ... disebutkan oleh Duk Seon versi masa kininya kalo suaminya dulu adalah seorang perokok, suka gonta ganti pacar dan memiliki poto berdua bersamanya. 

Tentu saja sebagai #Team Jung Hwan gue masih yakin kalau Jung Hwan adalah suami Duk Seon, apalagi saat suami Duk Seon versi 2015 sangat jelas menjelaskan kalau ia tau kejadian saat Duk Seon di tolak Sun Woo saat hari pertama salju turun dan juga ia pernah membaca kartu pos milik Duk Seon yang dikirimkan ke radio. Kecuali ceritanya sengaja dibelokin sang Writernim yang berkonspirasi dengan setan untuk membuat semua #Team Jung Hwan broken heart berjamaah.






Meski begitu gue tetap meyakini Jung Hwan juaranya. Sebagai #Team Jung Hwan meski pun dengan keyakinan yang byarrrr petttt... ini gue tetap ngeship Jung Hwan - Duk Seon.


Banyak hal unik di drama Reply 1988  ini salah satunya scene ini. Seperti di parodikan ulang scene ini sebelumnya ada di drama Temptation Wolves yang di perankan Kang Dong Wook. 





Begitu juga dengan barang-barang perabotan yang ada di drama ini semuanya mengingatkan gue dengan perabotan di rumah gue waktu kecil dulu seperti kompor, radio, sepeda, televisi dan tape deck. 









Dan cuma di drama ini gue bisa lihat gaya menyapa dan tarian-tarian aneh tapi lucu yang sering dilakukan oleh ayahnya Jung Hwan dan Duk Seon. Ajibnya lagi cuma di drama ini penonton di ajak ikut main tebak-tebakan suami hahahah.... antimaenstream bangetlah.


Oiya gue nulis review ini sambil dengerin semua Ost nya Reply 1988 loh, daebak.... original soundtrack nya banyak banget, baru masuk episode 10 aja udah puluhan lagu yang bisa di download. Ini video soundtrack drama reply 1988 yang paling gue suka. soundtrack nya khas banget dengan aransement musik tahun 80 an.






Karena gue ngelewatin sekuel Reply sebelumnya yakni Reply 1997 dan Reply 1994. ketika nonton Reply 1988 ini gue merasa seperti jatuh cinta pada pandangan pertama dan akhirnya gue nemu juga drama yang mungkin bakalan selalu gue inget sambil tersenyum dengan hati bahagia. *biarin dikata lebay ini FAKTA... FAKTA....

Pesan gue buat yang  terhormat Writernim, janganlah kau belok-belokan alur cerita drama ini seperti engkau membelok-belokan hati gue ini, janganlah kau patahkan hati gue ini seperti kau patahkan hati jung hwan di eps 10 yang lalu. Dan janganlah kau membalas kelelahan gue ini (baca: lelah berspekulasi) dengan ending cerita yang membuat gue mogok nonton drama.  Nantinya Jangan membuat permainan lain tentang mencari suami lagi, ini sangat menjengkelkan dan jangan membuat gue mengutuk dikau Writernim!. Gue yakin drama ini bisa menjadi luar biasa seenggaknya sampai batas waktu tertentu.  Tapi apa yang terjadi di Reply 1994 kenyataannya meninggalkan rasa frustasi pada kebanyakan yang menontonnya. 


Dilema lain yang kadang gue rasakan ingin terus menonton mungkin akan menyebalkan, tapi gue gak punya cara lain untuk menjauh meski harus terkena second lead syndrome, nangis sampe mimisan pun gue tetep bakal nonton sampe episode terakhir TITIK...!!!

Dan sebagai #teamjunghwan gue sangat berharap Duk Seon - Jung Hwan sah... sah... sah. 

Sekian review sementara gue mengenai drama Reply 1988... sampai jumpa di postingan berikutnya.


"Tidak perlu memaksakan  kebenaran yang sekeras-kerasnya untuk mendapatkan sedikit kebahagian yang kecil. meskipun begitu terkadang kita perlu sedikit ilusi untuk menjadi bahagia".