Showing posts with label review kdrama. Show all posts
Showing posts with label review kdrama. Show all posts

Thursday, 8 September 2016

Review: Drama Korea Dear My Friend


Berminggu-minggu setelah drama ini tamat, akhirnya gue memutuskan untuk nulis sedikit review tentang drama favorit gue ini. Bagi kdramalovers yang udah namatin drama Dear My Friend ini mungkin kita merasakan hal yang sama setelah nonton episode terakhir. Daebak?? campur aduk rasanya, terenyuh, sedih dan bahagia karena endingnya sangat-sangat berkesan. Berbeda dengan drama-drama lain yang pernah gue tonton drama ini mengangkat cerita yang luar biasa tentang  kehidupan, cinta dan persahabatan. Ceritanya bijaksana , realistis dan menyentuh dari awal sampai akhir.  Nonton drama ini mengingatkan kita bahwa persahabatan itu penting dan harus di hargai. Begitu juga keluarga yang sangat butuh perhatian ekstra. Namun yang lebih penting dari drama ini kita bisa belajar memiliki mimpi, berdamai dengan masa lalu dan mengubah kebiasaan buruk.


Buat yang belum nonton drama ini jangan buru-buru buang muka karena liat cast nya gak ada yang bening-bening kemilau gitu. Drama ini dibintangi para aktor dan aktris Korea yang udah senior banget dan beberapa additional cast member yang udah gak asing lagi. Seperti dalam kehidupan nyata beberapa karakter dalam drama ini memiliki masalah yang berbeda-beda, ada yang ditinggal selingkuh suaminya, ada yang hubungannya tak direstui orang tua, ada yang dianiaya mertua, ada yang kehilangan anak dan ada yang dilema karena mencintai suami orang lain. Berikut ini gue jabarin karakter-karakter yang ada di drama ini.


Park Wan (Ko Hyun Jung)
Adalah seorang kolumnis sebuah majalah, ia pernah menulis sebuah buku tentang kisah hidup neneknya. Dan kini ia pun di minta ibunya untuk menulis buku yang sama berdasarkan kisah hidup dan persahabatan ibunya dengan para sahabat-sahabatnya. Park Wan memiliki kisah cinta yang sulit bersama Seo Yeon Ha (Jo In Sung) karena ibunya tak menyetujui hubungan mereka.


Jang Nan Hee ( Ko Du Shim)
Jang Nan Hee adalah ibunya Park Wan, ia single mother yang tangguh setelah ditinggal suaminya berselingkuh dengan wanita lain ia bekerja keras membuka restoran untuk menghidupi putri satu-satunya beserta kedua orang tuanya yang sudah sepuh dan adik laki-lakinya yang cacat. Jang Nan Hee dan Park Wan memiliki hubungan yang kurang akrab, anak dan ibu ini selalu berbeda pandangan dalam setiap hal. Wan mengambil risiko untuk menghadapi ibunya Nan Hee tentang suatu kejadian di masa kecilnya , meskipun pada akhirnya kedua ibu dan anak yang cukup berani untuk mengakui kesalahan mereka dan mengatasi masa lalu bersama-sama . Itu sangat sulit bagi Nan Hee karena dia selama bertahun-tahun percaya bahwa semua yang dia lakukan adalah untuk kebaikan keluarganya. Jang Nan Hee juga awalnya memiliki hubungan yang buruk dengan sahabat lamanya Lee Young Won (Park Won Suk). Ia juga menderita penyakit kanker, namun di usia yang tak muda lagi akhirnya ia memutuskan untuk mulai berkencan dengan seorang pria.


Jo Hee Ja (Kim Hye Ja)
nenek Hee Ja memiliki trauma masa lalu karena kehilangan putra pertamanya nya yang meninggal dalam pangkuannya. Ia kesepian dan takut sekali setelah mendapati suaminya tewas di dalam lemari pakaian. di hari tua nya ia hidup sendiri karena anak-anaknya telah memiliki kehidupan masing-masing. Hanya putra bungsunya Yoo Min Hoo (Lee Kwang Soo) yang peduli terhadap dirinya. Nenek Hee Ja menderita penyakit demensia ia tak ingin menyusahkan anak-anaknya dengan penyakitnya akhirnya ia memutuskan untuk hidup di panti jompo.


Moon Jung A (Na Moon Hee)
Nenek Jung A memiliki 3 orang putri dan seorang suami yang sangat cerewet dan pelit sekali. di hari tuanya ia bercita-cita ingin pergi jalan-jalan ke luar negeri. Namun impiannya itu sangat mustahil sekali terwujud karena suaminya sangat perhitungan. Sehari-hari ia bekerja membersihkan rumah kedua orang  putrinya. Di hari tua nya yang sangat melelahkan ia memutuskan untuk bercerai dan kabur dari rumah.


Lee Young Won (Park Won Suk)
Young Won adalah seorang artis terkenal, namun di balik karirnya yang sukses ia menderita penyakit kanker. Selain itu ia juga sangat kesepian karena hubungan cinta di masa lalu yang tak pernah tuntas hingga ia tua. Namun ia adalah seorang yang berani,  dengan caranya sendiri ia tetap tersenyum meskipun didiagnosa menderita kanker dua kali. Ia menghadapi penyakitnya dengan berani , tapi ketika datang cinta pertamanya dia goyah dan menyesali keputusannya untuk menjadi dingin dan tidak memberikan kesempatan  untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan cinta pertamanya. Ia juga bisa  menjadi telinga dan mendengarkan setiap keluhan  teman-temannya.


Oh Choong Nam (Youn Yuh Jung)
Nenek Chong Nam memutuskan untuk melajang sampai ia tua, setelah perang dunia II kedua orang tuanya meninggal dan meninggalkan banyak anak. karena kehidupan keluarganya yang miskin ia bertekad untuk bekerja keras mengumpulkan uang untuk membantu saudara-saudaranya yang miskin dan menghidupi keponakan-keponakannya. Nenek Chong Nam tak mau sendiri dan hidup kesepian ia sangat peduli dengan sahabat-sahabatnya. Chong Nam juga menjadi orang pertama yang di datangi teman-temannya untuk menyelesaikan setiap masalah.


Lee Sung Jae (Joo Hyun)
Kakek Sung Jae adalah cinta pertama nenek Hee Ja. Meskipun sudah tua namun rasa cinta di masa lalu masih terus bersemi untuk nenek Hee Ja meskipun nenek Hee Ja menderita demensia ia sangat perhatian dan ingin menjaga cinta pertamanya itu.


Kim Seok Gyun (Shin Go)
kakek Seok Gyun adalah suami nenek Jung A, setelah ditinggal lari nenek Jung A, ia baru menyadari dan menyesali semua perbuatan buruknya di masa lalu terhadap istrinya.
karakter kakek ini sangat menyebalkan sih, tua dan cerewet tapi sempet sedih juga sih pas bagian ia minta istrinya untuk pulang kerumah lagi. Namun, sekilas tentang masa lalu Seok Gyun ia adalah seorang pria yang memiliki kehidupan yang keras karena ia memiliki begitu banyak beban keuangan yang harus ia tanggung sendiri. Seok  Gyun adalah satu-satunya pencari nafkah bagi keluarga dan orang tuanya . Kepahitan dan diskriminasi sering ia dapatkan di tempat kerja.


Oh Ssang Boon (Kim Young Ok)
nenek Ssang Bon adalah neneknya Park Wan dan ibu dari Kim Nan Hee. di usianya yang udah sepuh ia masih harus bkerja keras di ladang untuk menghidupi suaminya yang lanjut usia dan anak laki-lakinya yang cacat.


Seo Yoon Ha (Jo In Sung)
Meskipun sesekali muncul Jo In Sung lumayan mendapat perhatian khusus di drama ini. Ia berperan sebagai seorang laki-laki cacat yang masih setia menunggu cinta Park Wan. Terus terang aja gue gak suka karakter Jo In Sung dalam drama ini, ia terlalu lambat untuk bergerak dan hanya menungu dan menunggu Park Wan datang menemuinya.

Selain para aktor dan aktris diatas beberapa orang additional cast member dari drama ini sudah sering kita liat di drama-drama lain yang kita tonton. ada Lee Kwang Soo, Sung Dong Il, Jang Hyun Sung, Daniel Henney, Shin Sung Woo dan Yannie Kim tentunya.


Cuma dalam drama ini kita menjumpai nenek-nenek pake jeans, ransel dan sepatu kets. dan cuma dalam drama ini ada nenek-nenek sepuh yang kemana-mana naik motor. Tapi yang paling gue suka di drama ini liat style nya Kim Nan Hee koleksi topinya keren-keren banget. Drama ini juga dihiasi dengan kutipan-kutipan yang menyentuh banget. Apalagi ost dramanya bagus-bagus gue suka deh. Disini gue paling suka sama nenek Chong Nam, karena selain tegas ia juga sangat peduli dengan para sahabatnya. selain itu dalam drama ini kita juga bisa melihat lucunya nenek-nenek dan kakek yang keras kepala dan bertindak menurut apa yang mereka yakini.

Di drama ini banyak sekali scene-scene yang menyentuh di antaranya ketika ibu nenek Jung A meninggal dunia gue sampe nangis parah liat scene itu, sedihnya dapet banget, gimana sih rasanya melihat orang tua meninggal dalam pelukkan dalam keadaan sakit parah. Ada juga scene dimana Kim Nan Hee di vonis terkena kanker, disitu terlihat banget harunya gimana usaha Park Wan untuk berdamai dengan ibunya, rasa menyesal karena kurang memperhatikan ibunya jelas-jelas bikin perih hati nih menghayati scene ini. Dan di akhir-akhir episode yang jelas-jelas bikin mata bengkak dan hidung beraer adalah scene dimana nenek Hee Ja meminta nenek Chong Nam untuk mengantarnya jalan-jalan melihat kehidupan di panti jompo. Hingga akhirnya nenek Hee Ja memutuskan untuk tinggal disan. Aduhhh mak sedih banget gue jadi ngebayangin gimana gue ntar tuanya kalo mengalami hal serupa seperti nenek Hee Ja. Terkena demensia dan nggak bisa mengingat-ingat para sahabatnya.

Ada cerita sedih pasti ada cerita bahagia juga dong. Endingnya emang gak bisa ketebak dari awal tadinya gue pikir bakalan ada yang meninggal nih dari salah satu nenek-nenek ini. Dan Se Yoon Ha bisa mendapati kedua kakinya lagi setelah bersatu dengan Park Wan. Ternyata ekspetasi gue salah, dan gue lebih suka dan puas banget sama ending yang di buat oleh writer nim nya ini. Kim Nan Hee akhirnya berhasil melewati operasi penyekit kanker nya dan memutuskan untuk mulai berkencan dengan seorang pria. Nenek Hee Ja akhirnya kembali menemukan semangat hidupnya meskipun menderita demensia dan harus berakhir di panti jompo. Nenek Jung A akhirnya kembali kerumah setelah suaminya menyadari dan menyesali perbuatannya di masa lalu. Young Won bisa move on dari kisah cinta di masa lalunya. Dan Park Wan akhirnya menerbitkan buku yang berisi cerita hidup ibunya dan sahabat-sahabatnya yang di beri judul "teman tuaku" selain itu ia juga menemukan kembali cintanya setelah ibunya merestui hubungannya dengan Yoon Ha. Bahagia banget abis nonton drama ini apalagi liat endingnya semua nenek berbahagia dan berlibur bersama.

Drama ini menurut gue sempurna banget. Jarang-jarang ada drama yang mengisahkan bagaimana kehidupan orang tua setelah ditinggal anak-anaknya menikah, bagaimana bakti anak dan keharusan anak mengurusi orang tua mereka yang sakit,  Sama seperti orang tua merawat  kita ketika kita masih kecil. Berbakti adalah tentang merawat orang tua kita ketika mereka sedang sakit. Sebagai anak kita terkadang sering menganggap diri kita yang utama. Komitmen dan kehidupan pribadi kita yang paling penting, tanpa kita sadari kita menjadi orang yang egois. Tapi itu wajar saja, sebelum kita mulai panik dan bertanya-tanya bagaimana kita mengatasi masalah yang menghadang kita. Cerita dalam drama ini, mengingatkan kita bahwa kehidupan tidak bisa selalu dramatis, dan tidak ada yang perlu malu untuk memiliki kehidupan " normal" . Hidup ini bukan hanya tentang diri kita sendiri tapi teman-teman dan keluarga kita, dan kita harus menghargai mereka.

Jadi kesimpulannya:

"Bahkan jika kamu bukanlah penggemar Kdrama, tontonlah drama indah ini! Dear My Friend adalah drama yang hangat. Pemain, cerita dan original soundtracknya begitu sempurna. Drama ini memiliki segalanya dan menyentuh kehidupan nyata kita, mengajarkan kita banyak hal. Nonton drama ini membuat kita menyadari banyak hal betapa kurangnya kita sebagai seorang anak. Buatlah waktu yang berkualitas dengan keluarga karena kita tidak bisa kembali ke masa lalu".
The best kdrama i ever watched with tears and laughters (tears more than laughter).

Thursday, 10 December 2015

Reply 1988: Antara Teori & Spekulasi






Penghujung tahun 2015 ini banyak drama-drama Korea baru yang menggoda banget untuk di tonton. Sebagai seorang yang mengaku kdramalovers sejati tentunya  gue nggak mau ketinggalan perkembangan drama-drama apa yang lagi tayang dan lagi booming di Korea sana, meskipun dompet gue jebol dan celengan ayam-ayam nya raheesa juga ikutan jebol karena keegoisan seorang  emak yang harus ngisi kuota internet demi ngikutin serial drama-drama favourit *sungguh ini perbuatan emak-emak yang kurang terpuji jadi jangan diikutin.

Biasanya gue bisa streaming ngikutin sampe tiga judul sekaligus setiap drama yang gue suka, tapi demi menghemat kuota akhirnya gue harus menahan diri dari kharisma So Ji Sub, ahjussi tampan yang minta di puk-puk sayang. Oh My Venus jadi gue skip demi melihat Ko kyung Pyo di drama Reply 1988 yang sekarang lagi tayang sampe 10 episode. 


Iya gue lagi tergila-gila Reply 1988. jujur aja gue dibikin terkagum-kagum dengan jalan cerita drama ini. Sial nya writer nim nya bisa banget membuat emosi penontonnya jadi campur aduk, sesaat gue bisa ngakak sekeras-kerasnya lalu tiba-tiba bisa sedih karena terharu. Saking gatelnya pengen nulis di blog tentang drama ini gue bela-belain ngereview meski drama nya belom tamat. Sepertinya ini bakal jadi postingan yang panjang dan berkelanjutan karena gue bakal nulis review dengan gaya bahasa gue sendiri dari episode pertama sampai episode 10 dari keseluruhan 20 episode.


Yang belum nonton reply 1988 bisa baca sneek peak nya di blog mykoreandrama.com jadi disini gue hanya menulis  tentang sinopsis awal drama Reply 1988 ini. Setingan cerita di tahun 1988, tahun itu adalah tahun yang besar di Korea Selatan karena pada tahun 1988 adalah tahun dimana Olimpiade Seoul dan College Festival 1988 diadakan untuk pertama kalinya. Nggak hanya itu tahun 1988 adalah tahun yang besar untuk dunia berita, pendidikan dan olahraga termasuk juga tahun yang gemilang untuk industri musik Korea selatan khususnya K-POP. 


Drama ini bercerita tentang sebuah komplek di Ssangmundong yang ditempati beberapa keluarga. Masing-masing dari keluarga ini memiliki anak-anak remaja yang seumuran, mereka adalah Duk Seon, Sun Woo, Jung Hwan, Taek dan Dong Ryong. mereka bersahabat dari kecil hingga dewasa. Di lingkungan ini mereka hidup sangat rukun antar keluarga saling membantu dan suka berkumpul atau sekedar makan bersama. 



Ketika anak-anak mulai beranjak dewasa, merekapun mulai merasakan getaran cinta pertama disaat usia mereka beranjak 18 tahun. Cinta pertama pada teman kecil sendiri awalnya di rasakan Duk Seon terhadap Sun Woo, namun sayangnya ternyata Sun Woo mencintai Bo Ra kakak kandung Duk Seon. Di sisi lain Jung Hwan dan Taek diam-diam menyukai Duk Seon.  Lalu siapakah yang nantinya dipilih Duk Seon menjadi suami? Taek or Jung Hwan.


Nggak hanya di warnai kisah percintaan anak remaja aja, cerita dalam drama ini juga mengisahkan bagaimana hubungan antara orang tua dan anak, adik dan kakak, hubungan pertemanan dan juga kehidupan bertetangga yang harmonis.




Berikut ini beberapa alasan mengapa gue suka reply 1988. Karena settingan ceritanya mundur ke tahun 1988 gue jadi bisa sekalian nostalgia dengan keseharian masa kecil gue meskipun tahun 1988 itu usia gue baru 4 tahun tapi sedikit banyak gue ingat betul apa yang lagi ngetrend di masa itu seperti model rambut dan  model pakaian.





Cerita persahabatan dalam drama ini seru banget, tentunya semua orang pernah merasakan hangatnya persahabatan, dan tema-tema cerita tentang persahabatan ini selalu menyenangkan untuk diikuti. Gue iri banget dengan jalinan persahabatan antara Duk seon, Kim Jung Hwan, Sun Woo, Taek dan Dong Ryong. Lihatlah scene dimana mereka makan ramen, atau sekedar nonton tv bersama.

Setiap scene yang ada di drama ini memorable banget sekali liat langsung bikin gue inget kejadian masa kecil yang pastinya di alami banyak orang, misalnya ketika para ibu memanggil anak-anaknya untuk pulang makan atau ketika mereka saling berbagi makanan sesama tetangga. So sweet banget... kebersamaan yang sepertinya telah hilang lenyap ditengah-tengah masyarakat perkotaan seperti jakarta yang oportunis ini.


Banyak pesan yang tersirat dari setiap episode di drama ini, pesan-pesan moral yang di sajikan secara gamblang  di setiap episode seperti salah satunya scene dimana ayah Duk Seon selalu membantu orang yang sedang kesusahan dengan cara membeli barang-barang yang meski tidak ia butuhkan walaupun sebenarnya ia dalam keadaan tak memiliki uang, yang artinya kita harus selalu membantu orang lain. Scene lain yang juga menyentuh adalah ketika ibu Jung Hwan mengantar buah jeruk ke rumah ibu Duk Seon dan di dalam keranjang jeruk tersebut di selipin amplop yang berisi uang. Ibunya Jung Hwan tau banget kalo keluarga Duk Seon sedang memiliki masalah keuangan.






Kisah percintaan dalam drama ini manis banget, kisah cinta yang khas banget dengan kehidupan anak muda di masa itu misalnya kencan yang manis sambil nonton pertunjukan musik atau nonton bioskop. Jadi tak perlu adegan romantis atau mesra, ungkapan sayang dan suka secara sederhana di sampaikan lewat beberapa potongan adegan yang nggak bikin eneg di lihat.




Drama ini juga mengajarkan bagaimana harus hidup rukun dengan tetangga, saling kompak, berbagi dan membantu. Lihatlah scene dimana mereka sangat kompak menyiapkan hadiah natal untuk si kecil Jin Joo.


Dan yang terpenting ketika mulai menonton drama ini hati gue bahagia dan selalu nggak sabar untuk menantikan episode berikutnya. Semua karakter-karakter yang gue sukai di drama ini pas banget dan nggak ada yang bikin gue sampe benci seubun-ubun. Seperti tokoh-tokoh antagonis dalam drama kebanyakan.  Dan karakter favorit gue yang sebelumnya sangat suka sama si ganteng Sun Woo, gue juga jatuh hati sama Jung Hwan tipikal cowok idola gue bangetlah ini. Terkesan cuek dan sulit mengungkapkan perasaan, tak banyak kata-kata tapi lebih ke perbuatan. 

Dan ini bagian favorit gue dari eps 1 sampai dengan eps 10.




"Dengan kepalamu ini, pikirkanlah dengan baik kenapa aku seperti ini. Mengerti?"


Sebagai penganut happy ending garis keras gue sangat berharap drama Reply 1988 ini sukses di akhir episode. Selama drama ini tayang memang banyak komentar bernada spekulasi. Penonton di ajak berteori siapakah yang akan menjadi suami Duk Seon nantinya. Sialnya Writernim seenak udelnya aja bikin alur cerita yang memporak porandakan keyakinan gue ini yang tadinya gue adalah #team Sun Woo dan berharap Duk Seon jadian sama Sun Woo, eh... di belokin ceritanya jadi Sun Woo pacaran sama Bo Ra. Lalu hilanglah kesempatan Sun Woo menjadi second lead. Tapi memasuki episode 3 dan 4 udah kelihatan jelas sih kalau Sun Woo suka sama Bo Ra, dan mau nggak mau gue harus ngeship Sun Woo - Bo Ra karena memang cerita percintaan pasangan ini so sweet banget di awali dengan sikap galaknya Bo Ra yang mampu di luluhkan oleh Sun Woo dengan hal-hal kecil yang membuat Bo Ra jadi menyerah dan menerima cinta Sun Woo. Tapi nggak apa-apalah toh mereka juga jadi couple favorit gue. 





Lalu siapakah first lead dan second lead di drama ini? Memasuki episode ke 6 semua terjawab sudah, ketika gue mulai jatuh hati sama Jung Hwan yang nggak ganteng tapi ngangenin, gue mulai berharap Jung Hwan lah yang menjadi suami Duk Seon tapi kemudian malah muncul si Taek yang di awal-awal episode cuma dapet peran sedikit. Siapa yang menyangka Taek akan menjadi saingan selanjutnya, hanya dalam satu tembakan akhirnya Taek memproklamirkan diri menjadi saingan kuat Jung Hwan, tapi selalu ada kemungkinan besar Taek akan menjadi chilbong kedua (suara hati #team jung hwan).





Jujur aja baru kali ini gue nonton drama sambil berteori, ikut berpikir keras, berspekluasi, dan baper akut. 

Salah satu teori yang nggak mau masuk ke akal gue, masa ada yang komentar kalau yang jadi suami Duk Seon adalah Dong Ryong karena ada dugaan Jung Hwan di akhir cerita meninggal dunia karena sakit.  Lalu tak sedikit juga yang berkeyakinan kalau suami Duk Seon di akhir cerita adalah si Taek. Tapi gue nggak yakin apakah Duk Seon memandang Taek sebagai seorang pria atau nggak. 


Kalau dilihat dari gesture tubuh suami Duk Seon versi tahun 2015 mendekati Jung Hwan. tapi yang disebutkan di episode 9 mendekati ke ciri-ciri nya Taek, ahh sungguh dilema ... disebutkan oleh Duk Seon versi masa kininya kalo suaminya dulu adalah seorang perokok, suka gonta ganti pacar dan memiliki poto berdua bersamanya. 

Tentu saja sebagai #Team Jung Hwan gue masih yakin kalau Jung Hwan adalah suami Duk Seon, apalagi saat suami Duk Seon versi 2015 sangat jelas menjelaskan kalau ia tau kejadian saat Duk Seon di tolak Sun Woo saat hari pertama salju turun dan juga ia pernah membaca kartu pos milik Duk Seon yang dikirimkan ke radio. Kecuali ceritanya sengaja dibelokin sang Writernim yang berkonspirasi dengan setan untuk membuat semua #Team Jung Hwan broken heart berjamaah.






Meski begitu gue tetap meyakini Jung Hwan juaranya. Sebagai #Team Jung Hwan meski pun dengan keyakinan yang byarrrr petttt... ini gue tetap ngeship Jung Hwan - Duk Seon.


Banyak hal unik di drama Reply 1988  ini salah satunya scene ini. Seperti di parodikan ulang scene ini sebelumnya ada di drama Temptation Wolves yang di perankan Kang Dong Wook. 





Begitu juga dengan barang-barang perabotan yang ada di drama ini semuanya mengingatkan gue dengan perabotan di rumah gue waktu kecil dulu seperti kompor, radio, sepeda, televisi dan tape deck. 









Dan cuma di drama ini gue bisa lihat gaya menyapa dan tarian-tarian aneh tapi lucu yang sering dilakukan oleh ayahnya Jung Hwan dan Duk Seon. Ajibnya lagi cuma di drama ini penonton di ajak ikut main tebak-tebakan suami hahahah.... antimaenstream bangetlah.


Oiya gue nulis review ini sambil dengerin semua Ost nya Reply 1988 loh, daebak.... original soundtrack nya banyak banget, baru masuk episode 10 aja udah puluhan lagu yang bisa di download. Ini video soundtrack drama reply 1988 yang paling gue suka. soundtrack nya khas banget dengan aransement musik tahun 80 an.






Karena gue ngelewatin sekuel Reply sebelumnya yakni Reply 1997 dan Reply 1994. ketika nonton Reply 1988 ini gue merasa seperti jatuh cinta pada pandangan pertama dan akhirnya gue nemu juga drama yang mungkin bakalan selalu gue inget sambil tersenyum dengan hati bahagia. *biarin dikata lebay ini FAKTA... FAKTA....

Pesan gue buat yang  terhormat Writernim, janganlah kau belok-belokan alur cerita drama ini seperti engkau membelok-belokan hati gue ini, janganlah kau patahkan hati gue ini seperti kau patahkan hati jung hwan di eps 10 yang lalu. Dan janganlah kau membalas kelelahan gue ini (baca: lelah berspekulasi) dengan ending cerita yang membuat gue mogok nonton drama.  Nantinya Jangan membuat permainan lain tentang mencari suami lagi, ini sangat menjengkelkan dan jangan membuat gue mengutuk dikau Writernim!. Gue yakin drama ini bisa menjadi luar biasa seenggaknya sampai batas waktu tertentu.  Tapi apa yang terjadi di Reply 1994 kenyataannya meninggalkan rasa frustasi pada kebanyakan yang menontonnya. 


Dilema lain yang kadang gue rasakan ingin terus menonton mungkin akan menyebalkan, tapi gue gak punya cara lain untuk menjauh meski harus terkena second lead syndrome, nangis sampe mimisan pun gue tetep bakal nonton sampe episode terakhir TITIK...!!!

Dan sebagai #teamjunghwan gue sangat berharap Duk Seon - Jung Hwan sah... sah... sah. 

Sekian review sementara gue mengenai drama Reply 1988... sampai jumpa di postingan berikutnya.


"Tidak perlu memaksakan  kebenaran yang sekeras-kerasnya untuk mendapatkan sedikit kebahagian yang kecil. meskipun begitu terkadang kita perlu sedikit ilusi untuk menjadi bahagia".






Thursday, 1 October 2015

Review Drama Korea Witch's Romance


Tadinya gue sempet mikir-mikir ngambil kaset DVD ini ketika ditawari mbak-mbak penjaga toko langganan kaset bajakan gue. Yang pertama gue lihat ini lead female nya kok tuir banget terus si cowok dalam cover DVD nya nggak familiar wajahnya, nggak seperti Lee Min Hoo atau Kim Soo Hyun. Hingga akhirnya dengan beberapa pertimbangan dan bujuk rayu mbak penjaga toko gue lalu memutuskan untuk membawa pulang DVD ini. Daebakkk.... nggak nyesel, gue langsung jatuh cinta dari episode pertama.

Gue emang jarang nulis review tentang drama Korea yang gue tonton, yah... mungkin ini termasuk salah satu "dosa" gue sebagai penggila drama Korea yang sering mengaku-ngaku susah move on tapi gak pernah sekalipun membuat review. Kali ini gue pengen nulis tentang review drama Korea Witch's Romance, masih ingatkan? kisah cinta seorang ahjumma dan berondong muda yang so sweet abis ini. Dari sekian banyaknya alasan mengapa drama ini yang terpilih untuk gue jadiin bahan tulisan tidak lain tidak bukan karena si ganteng ini. Meskipun ini drama tahun 2014 yang lalu  gue baru kepikiran nulis review gara-gara CLBK lagi sama Park se Joon lewat drama terbarunya She Was Pretty yang lagi tayang.




Yeay.... Park Seo Joon, bisa dibilang gue jatuh cinta pada pandangan pertama sama si ganteng ini. Selain drama Witch's Romance sebelumnya gue belum pernah melihat penampilannya dalam drama atau film manapun, bahkan drama lain yang di bintanginya seperti Dream High dan drama One Warm Heart baru gue tonton setelah gue kenal doi di drama Witch's Romance.

Penampilan si ganteng kelahiran tahun 1988 ini di drama Witch'S Romance memang membuat gue tergila-gila, mata sayu dan senyumnya yang lebar itu membuat hati ahjumma seperti gue ini ikutan meleleh, ah... apalagi kalau dikejar-kejar cintanya ya? Sesaat biarkan gue berkhayal menjadi Ban Ji Yoen ahjumma beruntung yang mendapatkan cintanya.

Witch's Romance ini diadaptasi dari drama Taiwan yang berjudul My Queen yang dibintangi Ethan Ruan. Bercerita tentang dua orang yang pernah gagal di masa lalu sehingga meninggalkan bekas luka yang mendalam hingga akhirnya mereka saling menemukan dan terlibat asmara untuk menyembuhkan luka masing-masing. 

Dalam drama ini Park Seo Joon yang masih muda banget di pasangkan dengan artis senior Uhm Jung Hwa yang usianya hampir 20 tahun lebih tua dari dirinya. Tapi no problem toh si ahjumma ini masih fresh banget meski umurnya sudah kepala empat. Keterlaluan yah... mungkin mandinya pake anti aging gak ada kerutan sama sekali.

Park Seo Joon dalam drama ini berperan sebagai Yoon Dong Hwa, ia bersama seorang  temannya Yong Soo Chol (Yoon Heon Min) menjalankan perusahaan master of part time mereka berdua mengambil job apa saja mulai dari mengajar bela diri, berpura-pura menjadi pacar sesorang sampai membetulkan instalasi listrik. Padahal sebenarnya Dong Hwa adalah anak seorang Direktur Rumah Sakit ternama dan ia sendiri adalah seorang mahasiswa kedokteran. Namun setelah kekasihnya meninggal karena kecelakaan Dong Hwa menyalahkan dirinya sendiri dan membenci ayahnya yang tidak bisa menyelamatkan kekasihnya, dari situ ia mulai tidak percaya kalau dokter bisa menyelamatkan nyawa orang hingga akhirnya ia memutuskan berhenti kuliah dan pergi dari rumah.

Sedangkan Ban Ji Yeon seorang wanita karir yang sukses namun tidak beruntung dalam hal percintaan.  Ia memiliki luka dimasa lalu karena ditinggalkan kekasihnya No Shi Hoon (Han Jae Suk) tepat di hari pernikahannya. Ia bekerja untuk sebuah majalah gosip selebriti, ia sangat disiplin dalam pekerjaannya sehingga ia dijuluki penyihir oleh rekan-rekan kerjanya. Di usianya yang ke-39 tahun ia bertemu dengan Yoon Dong Ha (Park Seo Joon) yang baru berusia 25 tahun. 

Pertemuan pertama mereka terjadi gara-gara Ban Ji Yeon mencuri sepeda yang menjadi hadiah natal untuk anak-anak panti asuhan, adegan kejar-kejaran naik sepeda ini juga kocak banget Yoon Dong Hwa yang memakai kostum santa mengejar Ban Ji Yeon yang kala itu menyamar menjadi siswi SMU untuk meliput suatu berita. 




Pertemuan-pertemuan mereka memang terjadi diluar dugaan, seperti ketika Ban Ji Yeon dipaksa ibunya mendatangi rumah seorang dukun untuk di baca garis tangannya kebetulan saat itu Dong Hwa juga sedang bekerja paruh waktu membetulkan instalasi listrik yang rusak dirumah dukun tersebut. Hape mereka tertukar kala itu sehingga memungkinkan mereka bertemu kembali di kesempatan berikutnya.

Gue suka banget drama ini, karena disini penulis membuat alur cerita yang manis banget,  memang tak ada yang serba kebetulan di dunia ini tapi Penulis Lee sun Jung membuat kebetulan-kebetulan tersebut begitu manis. Bagaimana Dong Hwa dan Ji Yeon yang ternyata bisa sering bertemu karena Dong Hwa tiba-tiba menjadi karyawan magang di kantor Ji Yeon,  hingga akhirnya Ji Yeon mulai luluh dengan kegigihan Dong Hwa berondong manis yang sangat perhatian dalam memperlakukan dirinya. Namun hubungan mereka yang mulai dekat dan menumbuhkan bunga-bunga asmara tiba-tiba terusik dengan kehadiran mantan kekasih ban ji yeon di masa lalu. Disini gue suka banget kegigihan Dong Hwa untuk meyakinkan Ji Yeon kalau ia adalah laki-laki yang pantas bagi Ji Yeon, meski usianya masih muda tapi ia mampu melindungi Ji Yeon.


Tapi dari seluruh scene yang ada dalam drama ini, jujur aja gue sempet mengulang-ulang kembali scene favourit gue ini loh... hahahah, scene dimana Dong Hwa bertemu dengan Ji Yeon yang sedang mabuk berat. Maksud hati ingin menukar kembali hape yang tertukar Dong Hwa malah mengantar Ji Yeon ke apartemennya hingga kejadian yang diinginkan pun terjadi. 










Kisseu-kisseu panas pun terjadi sampai gegulingan di tempat tidur namun semuanya terhenti ketika Ji Yeon tak sengaja melihat kartu identitas Dong Hwa di dalam dompet, ternyata pemuda yang sedang bersamanya di tempat tidur baru berusia 25 tahun, 14 tahun lebih muda dari dirinya. Seketika Ban Ji Yeon pun langsung ketakutan, ia membayangkan dirinya berada dalam ruangan sidang di hadapan para hakim mendapat sanksi karena bercinta dengan pria di bawah umur, tersadar lalu kemudia Ban Ji Yeon menendang keras Dong Hwa hingga terjatuh dari tempat tidur.


Plot drama ini sangat manis menurut gue, lucunya dapet dan romantisnya juga dapet. Semua pemain dan karakter yang dimainkan dalam drama ini mengagumkan. Uhm Jung Hwa yang berperan sebagai Ban Ji Yeon memiliki karakter yang kuat sebagai seorang yang sangat pasrah akan datangnya jodoh diusianya yang tak lagi muda. Sedangkan Park Seo Joon sangat cocok dengan karakternya yang muda, sangat perhatian, tulus dan bersungguh-sungguh mengajar sang ahjumma. Chemistry mereka begitu nyata dan gamblang bikin gue ngiri setengah mati. Gue nonton drama ini ngebayangin pasangan Raffi Ahmad sama Yhuni Shara yang dulunya sempat bikin gue nyinyir karena merka pacaran dan terpaut usia yang lumayan jauh. Bayangkan seorang perawan yang usianya sudah hampir kepala empat di kejar-kejar berondong yang umurnya masih 20-an, apalagi kalau berondongnya setampan dan seagresif ini. 








Dan ini beberapa scene yang gue suka dari drama ini.

Gue suka semua bagian dalam drama ini, karena dari keseluruhan cerita ada scene dimana Dong Hwa selalu menunggu Ji Yeon pulang. Salah satunya ketika ia menunggu Ji Yeon pulang setelah melakukan kencan buta, seperti seorang pangeran yang menawan ia bahkan melepas sepatu high heels Ji Yeon dan menggantinya dengan sepatu kets. Benar-benar tipikal cowok yang sempurna kan???






Dong Hwa yang memiliki jiwa melindungi selalu bisa mencuri-curi kesempatan agar bisa skinship dengan Ji Yeon. wowww.... Daebak!! kalo ahjumma seperti gue jalan bergandengan seperti ini di jalan pastilah dikira tante sama ponaan *kemudian garuk-garuk trotoar.







Sekali lagi, Dong Hwa memang seperti sosok pangeran berkuda putih. Gue suka banget scene ini ketika Dong Hwa tiba-tiba muncul dalam acara reuni Ji Yeon dengan teman-teman SMU nya. Demi menyelamatkan Ji Yeon dari rasa tidak percaya diri karena belum juga memiliki kekasih akhirnya Dong Hwa datang dan mengaku sebagai kekasih Ji Yeon.









Tapi tiba-tiba kekasih masa lalu Ji Yeon yang bernama Noh Shi Hoon muncul kembali dalam kehidupan Ji Yeon , ia kembali ke Korea untuk bertemu Ban Ji Yeon. Noh Shi Hon adalah seorang Photograper terkenal, pada saat hari pernikahannya dengan Ji Yeon ia tidak muncul karena lebih memilih pekerjaannya. Kala itu ia mendapat tawaran pergi ke daerah konflik untuk meliput dan mendokumentasikan keadaan di sana, lalu kemudian ia tertembak di bagian kaki ketika berada di Somalia sehingga koma selama 3 bulan. Ahhh....  tapi gue benci banget, kenapa harus muncul kembali setelah 5 tahun berlalu kan koma nya cuma 3 bulan! terus kenapa gak nelpon... kenapa gak ngirim email... tiba-tiba ngilang aja kayak Bang Toyib. Bisa-bisanya sang penulis aja kan ngarang cerita si mantan pacar kembali muncul ketika sang cewek baru mau move on. Tapi gak apa-apalah meski banyak cerita sejenis tapi drama ini terlalu menarik untuk dilewatkan. Dari sini persaingan pun berlangsung bagaimana Dong Hwa berusaha mati-matian membuktikan kalau dirinya layak untuk Ban Ji Yeon.


Ini juga salah satu scene favorit gue. Dong Hwa ini benar-benar tipe ideal ya... doi kekeuh banget mengejar Ban Ji Yeon yang hatinya mulai ragu untuk memilih mantan kekasihnya atau Dong Hwa yang usianya lebih muda dari dirinya.





Yang paling membahagiakan di akhir-akhir episode ketika Shi Hoon menyadari kalau Ji Yeon tak lagi mencintainya hingga akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan Ji Yeon. Ji Yeon bisa menutup bab percintaan dalam hidupnya dengan memilih Dong Hwa dan dalam scene ini gue suka banget ketika Ji Yeon berkata 

"bahkan jika kau menyuruhku pergi, aku tidak akan pergi kemanapun"

So sweeettt... banget.






Yang paling penting di episode terakhir meskipun yang menikah bukan Dong Hwa dan Ji Yeon tapi gue puas banget karena Ji Yeon rela menunggu Dong Hwa menyelesaikan kuliah kedokterannya dulu baru kemudian mereka akan menikah.

"sekarang aku berkencan dengan orang ini"

"aku akan melindungi orang ini seumur hidupku..."

"sekarang aku tidak takut untuk mencintai"

"cinta tidak pernah malu untuk bermimpi"

"mungkin jalan kami masih jauh dari berakhir di pernikahan. Tapi itu tidak masalah, selama kami tetap saling mencintai, kami akan tetap bahagia"

"orang ini.... wanita yang kucintai"




Benar-benar akhir yang manis.


Dari episode awal hingga akhir secara keseluruhan gue puas dengan drama romantis ini. Sebagai pecinta genre komedi romantis dan penganut paham happy ending garis keras gue kasih bintang lima dan angka 95 untuk drama ini. Ceritanya nggak rumit semua adegan romantis dibungkus secara sempurna. Para pemain memiliki karakter yang menyenangkan. Salah satu drama adaptasi drama Taiwan yang menurut gue sukses daripada drama aslinya. Dan karena drama ini gue sedikit banyak bisa membayangkan manisnya kisah cinta dua orang manusia yang berbeda usia  yang mungkin dalam kehidupan nyata ada sebagian orang yang belum pernah merasakan pacaran sama brondong.  

Terakhir, yang pengen gue sampaikan, gue JATUH CINTA SAMA ORANG INI!!