
Mendapat undangan dari Pakdhe Cholik, suatu kehormatan yang tiada taranya untuk saya yang masih sangat awam di dunia perbloggeran. Dan undangan kali ini membuat saya sangat tertarik untuk mengikuti, karena sebelum mendapat undangan inipun, sebetulnya saya sudah membuat resolusi sendiri untuk tahun 2011 mendatang.
Mengkoreksi kembali perjalanan saya selama satu tahun terakhir ini, Bisa di bilang tidak ada lonjakan yang berarti, namun semua itu harus saya syukuri sebagai salah satu pemberian kesempatan terbaik yang pernah Tuhan berikan untuk saya. Bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, perjalanan yang saya lewati terbilang sangat pelik, namun di tahun 2010 ini saya memasuki dunia baru yang tidak pernah saya kira sebelumnya. Meskipun pencapaian saya belum maksimal, tapi saya cukup lega melepas jalannya tahun ini. Mungkin “badai pasti berlalu” itu tema yang paling pas untuk jadi judul tulisan di catatan akhir tahun saya.
Menoleh ke belakang, melihat semua hal yang saya lakukan dan saya dapatkan di tahun 2010, semua lebih dari cukup untuk saya. Saya memiliki banyak kesempatan baik untuk masuk ke lingkungan yang sebelumnya tidak pernah saya kenal, saya mendapat kawan baru, dunia baru, pekerjaan baru dan tentunya semangat baru untuk melanjutkan semua impian yang sempat terhenti.
Di tahun 2011 mendatang, saya sudah menulis resolusi dan tentunya ada beberapa obsesi yang ingin saya wujudkan. Kalau sepupu saya meletakkan meried di urutan terakhir targetnya, saya justru meletakkannya di urutan pertama. Tanpa banyak penjelasan panjang lebar, intinya dengan menikah saya sudah siap mengarungi kehidupan baru dengan pasangan saya.
Yang kedua, karir tentunya, saya sudah sangat mencintai pekerjaan saya. Saya merasa sudah menemukan passion dalam pekerjaan saya. Namun ada satu impian yang ingin saya capai, keingin untuk menjadi karyawan tetap dengan surat pengangkatan dan kenaikan gaji yang sesuai dengan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok sekarang ini.
keinginan yang ketiga yang juga ingin saya wujudkan di tahun 2011 mendatang adalah bisa nyicil beli tanah sekaligus kebun untuk ayah saya, ayah saya sangat suka bercocok tanam, semoga di tahun depan harapannya bisa saya wujudkan.
Keempat, mengunjungi Kota Jogjakarta lagi bersama kedua orang tua saya, terakhir kesana tahun 2008, ingin tau kondisi Jogja sekarang ini pasca erupsi merapi. Di point ke empat ini ada impian-impian kecil juga yang saya masukan di sini, kalau jalan-jalan ke jogja lagi, saya ingin punya kamera dan tas ransel sendiri.
Ke empat point diatas, saya masukan dalam impian jangka pendek, sementara saya punya impian jangka panjang menurut versi saya, mungkin bisa terwujud atau tidak. Entahlah… saya pun terus berusaha untuk bisa menjadikan impian saya itu menjadi kenyataan. Saya akan selalu berusaha tetap bersemangat dan tentunya selalu berdoa memohon jalan yang terbaik dari Allah.
Impian sederhana saya hanya ingin bahagia dalam kesederhanaan.
Mewujudkan kehidupan yang bahagia untuk masa yang akan datang, meskipun belum tau akan kearah mana, namun apa salahnya bermimpi, “
Untuk mewujudkan impian ini, mungkin tidak lah mudah…akan banyak sekali cobaan-cobaan yang akan saya lewati…
Saya selalu punya impian memiliki keluarga kecil bahagia dalam bingkai foto, menghabiskan sebagian hidup saya dengan orang-orang yang saya cintai. Bertemu dengan belahan jiwa saya yang akan menemani saya hingga Tua, menjadi istri yang baik untuk suami saya dan menjadi ibu teladan bagi anak-anak saya kelak. Menghabiskan hari tua saya di kota kelahiran saya, memiliki rumah sederhana dengan pekarangan yang luas dan menikmati hari tua saya dengan mendengarkan lagu-lagu oldies kesukaan saya.
Inilah impian jangka panjang saya, yang mungkin akan membutuhkan proses panjang juga untuk mewujudkannya namun saya sangat yakin, saya mengibaratkan hidup seperti menyusun pecahan-pecahan puzzle, dimana satu kepingan puzzle saya ibaratkan sebagai satu impian. untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu menjadi kenyataan, saya harus berjuang menyusun puzzle-puzzle tersebut agar utuh. Udara pagi yang setiap hari saya hirup menghembuskan satu puzzle baru yang harus saya tata agar menjadi mimpi utuh. Walaupun mimpi itu belum menjadi kenyataan, tapi dengan membuat keeping-keping puzzle paling tidak saya punya semangat untuk menyusunnya.
Menjalin mimpi sambil terus menjalin serpihan usaha agar semua jadi nyata akan terus saya lakukan. Karena, semuanya tak akan termulai tanpa ada impian. Karena, hidup ini ternyata adalah impian dan semangat. Let`s share our dream. Let`s share our ideals.
Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp.