Monday, 24 January 2011

I'm back



Yuhuuuuuuuuuuu...... akhirnya kembali menemukan semangat untuk menulis dan Blog Walking lagi. setelah sekian lama blog ini terbengkalai, dan hampir-hampir saja mati suri.

Kadang jika pikiran dan rasa sedang tidak ditempat, bawaannya selalu bosan terus.. Seperti frekwensi yg gelombangnya lagi tidak nyambung.. Musti harus di-Nol-kan dulu biar fresh kembali.. heheheh....

Nah, mumpung udah fresh, malam ini saya mulai dari awal lagi nih, mulai merangkai kata-kata yang sejak sebulan lalu tercekat di tenggorokan dan mulai malam ini saya janji bakal rajin udate dan Blog walking ke blog sahabat (sambil berdoa dalam hati, semoga inet gw lancar tiap malam kayak malem ini).

Hmmm.... setidaknya di awal tahun ini saya ingin memulai semua hal dengan niat baik, ada 2 kalimat ampuh yang saya dapet jelang peragantian tahun kemaren dan itu semua jadi motivasi buat saya untuk memulai semuanya dari awal lagi. Inget perkataan temen SMP saya si erma, "kalo kita baik sama orang InsyaAllah kita pun akan mendapatkan hal-hal yang baik pula". Ini kalimat ampuh yang bikin saya sadar, sederhana tapi dahsyat banget buat saya. Semua yang dikatakan temen saya ini benar, kebaikan akan selalu di balas kebaikan.

Sementara yang kedua, obrolan singkat dengan big bos gw yang baru, bos saya bilang, jangan pernah mengeluh.... karena mengeluh akan menghambat semua keberhasilan. Kesentil saya sama perkataan bos (sempet kepikiran mau ngapus blog mengeluh, dan ganti nama blog yang lain, tapi sayang nasi udah jadi bubur dan sapi udah jadi bakso, biarpun blognya mengeluh, mudah-mudahan untuk kedepan isinya bukan lagi keluhan heheheh). Alhamdulillah.... kalimat motivasi ini bisa jadi asupan spirit untuk terus berbenah agar bisa jadi lebih baik lagi.

SEMOGA!!!!

Monday, 17 January 2011

I lost all my life

Sebenarnya keluhan itu sudah lama tiada. Mungkin bareng dengan semakin jarangnya tulisanku keluar. Tary is not sleep deprived anymore.

Dan sekarang pengen mengajukan pertanyaan. Mana yang lebih buruk, kurang tidur atau kebanyakan tidur? karena sumpah sumpah... sumpah ... aku sedang tidak mengerti jawabannya.

Tapi yang jelas, saat ini aku terlalu banyak tidur. Terlalu... terlalu... dan itu juga sangat-sangat-sangat bikin repot.

Wednesday, 22 December 2010

Puisi Untuk Ibu

repost :
Puisi lama untuk ibu di tahun 2009 yang lalu, berhubung hari ini hari ibu saya persembahkan puisi ini lagi untuk bunda tercinta.

kamu adalah mata yang paling tulus..
3 detik
10 detik
hingga detik-detik tatapan seterusnya..

kamu adalah balutan wol terhangat..
melindungi
meredam dingin
menyelimuti

kamu yang menyalakan lilin tepat disudut yang nyaris membeku..

kamu adalah petunjuk jalan, pengingat waktu, agenda kegiatan tak tertulis, dan weker terampuh

kamu adalah obat penghilang nyeri tanpa efek samping, sumplemen energi tanpa kefein dan nicotinamide untuk tetap terjaga, minuman isotonik rendah gula penyeimbang konsentrasi, dan cemilan sehat nol kalori penyela kesibukan.

kamu adalah panggilan setara 911, berjaga-jaga, selalu ada, memasang mata, memberi perlindungan.

tidak ada ketimpangan, atau ketidak-seimbangan, tidak ada sesak yang menghalangi hirupan nafas, tidak ada pengorbanan yang sia-sia, karena kamu adalah tempat berbagi yang paling sepadan..

tidak ada kesabaran yang dituntut terlalu banyak, tidak ada jiwa yang menahan hati yang kelelahan, tidak ada resah untuk sekedar memejamkan mata, karena kamu adalah tempat paling tepat untuk mereduksi segala kepenatan..

Nulis lageee.....

Huffff…. Tu…wa….tu….wa….. berbagai usaha udah saya coba untuk mengembalikan semangat saya yang sempat kendur beberapa minggu ini, mulai dari berolahraga, bangun pagi, dan melakukan kembali hal-hal yang saya sukai, membaca komik, berexsprimen dengan jus-jus buah-buahan kesukaan saya sampai teriak-teriak nggak jelas di kamar mandi, hasilnya lumayan, perasaan saya plong dan urat-urat yang tegang disekitar kepala, pundak, lutut dan kaki mulai kendur. Jihaaa…… sebenernya satu hal juga sih yang bikin saya jadi bersemangat lagi, beberapa kali nonton liga pertandingan sepak bola Timnas di piala AFF 2010, bangga banget Timnas bisa masuk final, sepertinya saya lagi kebagian sedikit semangat dari Firman Utina, Irfan Bachdim, Bambang Pamungkas dan Octo Maniani juga idola baru saya Christian “el Loco” Gonzales. Chayooo….. hidup garuda di dadaku heheheheheh

berminggu-minggu lalu saya dilanda kebosanan tingkat tinggi. Perasaan yang seharusnya enyah di akhir tahun 2010 ini, setidaknya di penghujung tahun ini, saya harus punya semangat dan kepercayaan diri yang tinggi, apalagi resolusi 2011 sudah saya susun rapi untuk diwujudkan, dan untuk mewujudkan itu saya harus punya banyak energy.

Dan tanpa terasa juga, di awal tahun ini akan banyak yang berubah. Yang jelas pertama di kantor saya mendapat Bos baru, dengan suasana baru semoga saja semangat saya untuk tetep ngorbit suara di radio semakin besar. Dengan begitu nggak ada lagi kata jenuh, bosan dan ogah-ogahan bangun pagi buat berangkat siaran.

Yang kedua, dalam silsilah keluarga Djamalia…. Ada satu anggota keluarga baru… secara adik sepupu saya beberapa minggu lalu melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat lucu yang lalu diberi nama Asya. Mudah-mudahan jadi anak solehah dan jadi kebanggan keluarga.

Dan yang pastinya, tahun 2011, saya akan kehilangan salah satu partner menghayal yang paling sepadan buat saya. Dia adalah salah satu adik sepupu saya, tahun depan ini yang pasti dia akan menamatkan sekolahnya di SMU lalu berangkat ke Jakarta untuk masuk perguruan tinggi negeri yang sudah di impikannya. Wish u all the best sista, semoga apa yang kamu impikan bisa terwujud.

Untuk sementara ini dulu dech yang kerasa bakal berbeda banget di tahun 2011 mendatang, dan yang masih tetep sama kayaknya Cuma satu , gue masih tetep jomblo!!!!

Monday, 13 December 2010

M.A.L.A.S



Dari dulu kalo lagi males, aku tuh males banget *lah, mana ada kalo lagi males terus rajin ?. bahkan bisa cukup malas untuk bangun, makan, minum, buang air kecil, dan lain sebagainya, sekaligus.

Seperti saat ini nih, gak jelas juga mau nulis apa, duhhh...... kemampuan berpikir saya lemah banget belakangan ini, Blog ini seperti tak berpenghuni, cuma bisa nulis kalimat-kalimat gak jelas kek gini, biar gak dikirain mati suri. Udah dulu ya mau balik tidur kali aja dapet inspirasi dalam mimpi.

Friday, 26 November 2010

" Tary.... kamu mau masuk surga nggak?"



Hari ini dapet jadwal siaran pagi, sebelum subuh udah bangun, mandi terus berangkat ke studio, nggak biasanya diriku sesemangat seperti pagi ini, biasanya kalo dapet jadwal pagi, siaran jadi ogah-ogahan, mata ngantuk, perut laper terus loyo sepanjang hari, alhasil break siaran aku akan tepar di ruang recording, tidur berjam-jam sampe masuk jadwal on air lagi.

Pagi ini memang beda dari pagi-pagi hari kemarin, kenapa ya??? oya.... mungkin karena hari ini gajian kali yah....?? tapi kayaknya bukan itu dech, soalnya gaji bulan ini uangnya udah terprogram semua, setelah bayar ini itu, hampir gak ada sisa buat jajan.

Terus apa ya yang buat aku semangat??

Masih dengan usaha mencari jawabannya, ingatanku kembali ke peristiwa kemarin subuh, waktu ayah membangunkan ku untuk sholat subuh.

Karena aku seorang yang insomia (belum terlalu parah sih), tiap malem aku begadang sambil nunggu mata lelah dan akhirnya terpejam. karena kebiasaan tidur lambat ini, maka bangun tidurnya pun suka telat, dan setiap subuh ayah musti teriak-teriak membangunkanku untuk sholat. biasanya meski kepala keliyengan karena kaget dibangunin,aku akan mengambil wudhu dan langsung sholat subuh, tapi 2 hari kemaren... karena efek jogging di bukit plus pake acara nyasar segala, kaki-kaki ku keram, sangat ngilu seperti remuk di tindih seekor anak gajah (efek dramatisir) dibangunin ayah untuk subuh, aku nggak bangun-bangun.... berulang kali teriak sampe nyokap ikut-ikutan teriak dari dapur, aku nggak bangun-bangun juga. Sampai pada akhirya terdengar sayup-sayup suara ayah berkata " Tary.... kamu mau masuk surga nggak?"

jrenggggg!!! dahsyatnya.... lebih dahsyat dari suaranya bang haji Rhoma Irama.

Dan pagi ini, sebelum di bangunin, aku udah bangun duluan.... ternyata bangun pagi itu sangat indah ya, smua semangat terkumpul di pagi hari, optimisme, percaya diri dan keinginan yang kuat ada di pagi hari. ahhh ayah .... semoga setiap hari dan selamanya aku akan selalu mendengar suara ayah... dan teriakan ibu dari dapur.

Aku sudah menemukan jawabannya kini, ternyata ini yang membuat aku semangat pagi ini, suara ayah dan ibu yang masih bisa aku dengar hingga pagi ini.
My beloved Mom and Dad terimakasih buat doa yang nggak putus-putus dan cinta yang nggak habis-habisnya, beruntung banget rasanya jadi anak kalian berdua. Kalian adalah rindu abadi saya :-)

Masuk Gramedia, ku temukan : Orang Ketiga



Selasa kemaren, bangun tidur buka FB, dapet message kejutan dari PAKDHE CHOLIK, duhh senengnya Pakdhe ku yang guanteng tenan ini mau kasih hadiah novel buatku. Dan sekarang udah gak sabaran menunggu kedatangan hadiah dari pakdhe yang saat ini novelnya sedang otw dari Surabaya ke Bangka.

Sambil menunggu datangnya hadiah dari pakdhe, kakiku sudah gatal pengen masuk gramedia lagi padahal gaji bulan ini harus telat sehari karena alasan teknis dari kantor, dan memang setelah dirinci bayar utang sana sini, dana buat belanja buku memang hampir nggak ada. Berbekal uang 60 ribu rupiah, aku nekad ngajakin Mbak Riska masuk Gramedia hunting-hunting novel kali aja ada yang diskon. Sambil minjem ID Card nya mbak Riska,karena id card ku expired. Berharap bisa beli novel dapet potongan 20%. Karena Sonora sama Gramedia itu adik kakak alias satu group, maka karyawan Sonora yg beli buku di Gramed bisa dapet diskon 10-20 %, ya lumayanlah….

Tuesday, 23 November 2010

Puzzle-puzzle Kehidupanku



Mendapat undangan dari Pakdhe Cholik, suatu kehormatan yang tiada taranya untuk saya yang masih sangat awam di dunia perbloggeran. Dan undangan kali ini membuat saya sangat tertarik untuk mengikuti, karena sebelum mendapat undangan inipun, sebetulnya saya sudah membuat resolusi sendiri untuk tahun 2011 mendatang.

Mengkoreksi kembali perjalanan saya selama satu tahun terakhir ini, Bisa di bilang tidak ada lonjakan yang berarti, namun semua itu harus saya syukuri sebagai salah satu pemberian kesempatan terbaik yang pernah Tuhan berikan untuk saya. Bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, perjalanan yang saya lewati terbilang sangat pelik, namun di tahun 2010 ini saya memasuki dunia baru yang tidak pernah saya kira sebelumnya. Meskipun pencapaian saya belum maksimal, tapi saya cukup lega melepas jalannya tahun ini. Mungkin “badai pasti berlalu” itu tema yang paling pas untuk jadi judul tulisan di catatan akhir tahun saya.

Menoleh ke belakang, melihat semua hal yang saya lakukan dan saya dapatkan di tahun 2010, semua lebih dari cukup untuk saya. Saya memiliki banyak kesempatan baik untuk masuk ke lingkungan yang sebelumnya tidak pernah saya kenal, saya mendapat kawan baru, dunia baru, pekerjaan baru dan tentunya semangat baru untuk melanjutkan semua impian yang sempat terhenti.

Di tahun 2011 mendatang, saya sudah menulis resolusi dan tentunya ada beberapa obsesi yang ingin saya wujudkan. Kalau sepupu saya meletakkan meried di urutan terakhir targetnya, saya justru meletakkannya di urutan pertama. Tanpa banyak penjelasan panjang lebar, intinya dengan menikah saya sudah siap mengarungi kehidupan baru dengan pasangan saya.

Yang kedua, karir tentunya, saya sudah sangat mencintai pekerjaan saya. Saya merasa sudah menemukan passion dalam pekerjaan saya. Namun ada satu impian yang ingin saya capai, keingin untuk menjadi karyawan tetap dengan surat pengangkatan dan kenaikan gaji yang sesuai dengan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok sekarang ini.

keinginan yang ketiga yang juga ingin saya wujudkan di tahun 2011 mendatang adalah bisa nyicil beli tanah sekaligus kebun untuk ayah saya, ayah saya sangat suka bercocok tanam, semoga di tahun depan harapannya bisa saya wujudkan.

Keempat, mengunjungi Kota Jogjakarta lagi bersama kedua orang tua saya, terakhir kesana tahun 2008, ingin tau kondisi Jogja sekarang ini pasca erupsi merapi. Di point ke empat ini ada impian-impian kecil juga yang saya masukan di sini, kalau jalan-jalan ke jogja lagi, saya ingin punya kamera dan tas ransel sendiri.

Ke empat point diatas, saya masukan dalam impian jangka pendek, sementara saya punya impian jangka panjang menurut versi saya, mungkin bisa terwujud atau tidak. Entahlah… saya pun terus berusaha untuk bisa menjadikan impian saya itu menjadi kenyataan. Saya akan selalu berusaha tetap bersemangat dan tentunya selalu berdoa memohon jalan yang terbaik dari Allah.

Impian sederhana saya hanya ingin bahagia dalam kesederhanaan.
Mewujudkan kehidupan yang bahagia untuk masa yang akan datang, meskipun belum tau akan kearah mana, namun apa salahnya bermimpi, “
Untuk mewujudkan impian ini, mungkin tidak lah mudah…akan banyak sekali cobaan-cobaan yang akan saya lewati…

Saya selalu punya impian memiliki keluarga kecil bahagia dalam bingkai foto, menghabiskan sebagian hidup saya dengan orang-orang yang saya cintai. Bertemu dengan belahan jiwa saya yang akan menemani saya hingga Tua, menjadi istri yang baik untuk suami saya dan menjadi ibu teladan bagi anak-anak saya kelak. Menghabiskan hari tua saya di kota kelahiran saya, memiliki rumah sederhana dengan pekarangan yang luas dan menikmati hari tua saya dengan mendengarkan lagu-lagu oldies kesukaan saya.

Inilah impian jangka panjang saya, yang mungkin akan membutuhkan proses panjang juga untuk mewujudkannya namun saya sangat yakin, saya mengibaratkan hidup seperti menyusun pecahan-pecahan puzzle, dimana satu kepingan puzzle saya ibaratkan sebagai satu impian. untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu menjadi kenyataan, saya harus berjuang menyusun puzzle-puzzle tersebut agar utuh. Udara pagi yang setiap hari saya hirup menghembuskan satu puzzle baru yang harus saya tata agar menjadi mimpi utuh. Walaupun mimpi itu belum menjadi kenyataan, tapi dengan membuat keeping-keping puzzle paling tidak saya punya semangat untuk menyusunnya.

Menjalin mimpi sambil terus menjalin serpihan usaha agar semua jadi nyata akan terus saya lakukan. Karena, semuanya tak akan termulai tanpa ada impian. Karena, hidup ini ternyata adalah impian dan semangat. Let`s share our dream. Let`s share our ideals.

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp.

Sunday, 21 November 2010

Lelaki Dalam Inbox Ku



Lelaki dalam inboxku, laman biru menautkan hati kita. Dalam dunia yang yang kita sebut maya, ribuan kata-kata menyatukan kita hingga melebur menyatu dalam rasa yang sama.

Beribu hari kau menemaniku dengan bahasa khasmu yang mampu meyakinkan aku. Dan tanpa sadar aku memainkan hatiku sendiri pada akhirnya. Dilaman biru ini, aku selalu menanti dengan harap cemas setiap pertanda adanya pesan darimu.

Lelaki dalam inboxku, hanya kita berdua yang mampu mengeja dan menterjemahkan bahasa hati yang kita tulis di laman biru ini. Meski tak pernah bertemu, avatar dan kata-kata yang kau tabur di beranda rumahmu lah yang jadi pengobat rindu untukku.

Tapi mengapa dengan malam ini...??

Kepanikan melandaku dalam mencarimu. Di depan layar monitor berdebu aku menahan tetesan air yang tak terbendung dari sudut mataku, tapi tidak membuatku terlindung dari rasa sakit, pedih, perih yang masih tetap sama setelah ku tau kau hapus aku. Mengapa seperti ini?

Lelaki dalam inboxku, andai kau tahu, seketika saja aku ingin bertemu nyata denganmu. Lalu aku akan menulis sesuatu tentangmu di beranda rumahku melupakanmu dan menutup laman biru ini untuk sementara waktu.

Tapi itu hanya andai....

Aku takkan mampu. Karena segenggam rasaku ternyata masih tertinggal disitu.

Didalam inboxku.

Tuesday, 16 November 2010

Sepotong Mimpi Dalam Bingkai Foto



Senja sore ini sebait lirik selaras dengan melodi menyatu berbaur menciptakan simponi, membawaku pada satu romansa yang tercipta dari beribu-ribu hari yang lalu. Disuatu senja yang pernah menjadi saksi bisu, sebuah keinginan dan impian yang kini terpahat mati di tempat itu.

Dalam romansa lalu, bersama kita pernah merapal keinginan dan melukis kebahagiaan diatas kanvas yang sering kita sebut masa depan. Bermimpi memiliki keluarga bahagia dalam bingkai foto, dimana ada aku, kau dan dua malaikat kecil yang lalu akan melengkapi kebahagiaan kita. Impian bersama mengayuh biduk dan mengarungi kehidupan dalam ikatan suci sampai menua. Seperti yang selalu kau katakan...

"Sabar sayang, ini impian kita, doakan aku bisa mewujudkannya kelak".

***

Tapi kini....

Separuh mimpi itu telah pergi, mengikuti jejak kakimu yang juga mencari ruang untuk melabuhkan mimpi-mimpimu yang lain. Yang tertinggal padaku hanya sepotong mimpi yang hingga kini masih ku letakkan di bingkai hatiku. Berharap kelak bertemu lagi untuk menyatukan separuhnya yang masih tertinggal, lalu kemudian bersama-sama menggantungkan kembali bingkai tersebut di dinding hati kita masing-masing.

Adakah mimpi kita masih sama?? memiliki keluarga bahagia dalam sebuah bingkai foto.

Beri aku jawabannya.


*untuk sebuah memoar yang tak pernah kunjung padam dan tak pernah berakhir.