Demam Scarlet Heart Ryeo tampaknya masih berlangsung cukup lama, gue adalah salah satu korban baper akibat nonton drama ini. 12 episode udah kita lalui bersama-sama dengan perasaan yang campur aduk, bahagia, sedih, tertawa, bahkan menangis bersama. Rasa luka, perih, pedih dan patah hati yang mendalam bahkan jadi pengalaman yang menyenangkan untuk dibahas bersama-sama dengan orang yang juga mengikuti jalan cerita Scarlet Heart Ryeo.
Gue memang terlalu emosional kalau bicara tentang drama ini. Terlihat lebay atau mungkin nggak penting bangetlah bagi orang yang nggak suka kdrama. You know me so well, gue nggak akan membahas tentang perbedaan dan pendapat orang-orang itu di sini!.
Sepanjang nonton drama ini, mata gue bahkan hati dan perasan gue langsung tercurah buat pangeran ke-4 Wang So. Segala apapun yang berhubungan dengan dia dalam cerita drama ini menjadi hal-hal yang nggak luput di pandang mata dan di rasakan. Ketika ia bahagia gue pun ikut merasakan kebahagiannya seperti sedang berada di taman bunga yang penuh warna, sebaliknya ketika ia terluka dan berdarah-darah hati gue juga serasa perih di cambuk-cambuk *bagian ini terlihat lebay* tapi memang itu kenyataannya, mungkin karena gue adalah penonton yang baik yang menghayati setiap adegan dan kata-kata dalam drama ini jadi feel nya merasuk ke ubun-ubun.
Kali ini gue pengen bicara tentang kepribadian Wang So mulai dari awal kemunculannya. Wang So mengenakan topeng untuk menutupi sebagian wajahnya. Seperti topeng yang menutupi bekas luka di wajahnya ia juga menutup diri dan memiliki kepribadian yang dingin. Bukan hanya orang asing bahkan keluarganya melihat ia sebagai binatang yang buas dan mengerikan.
Gue memang terlalu emosional kalau bicara tentang drama ini. Terlihat lebay atau mungkin nggak penting bangetlah bagi orang yang nggak suka kdrama. You know me so well, gue nggak akan membahas tentang perbedaan dan pendapat orang-orang itu di sini!.
Sepanjang nonton drama ini, mata gue bahkan hati dan perasan gue langsung tercurah buat pangeran ke-4 Wang So. Segala apapun yang berhubungan dengan dia dalam cerita drama ini menjadi hal-hal yang nggak luput di pandang mata dan di rasakan. Ketika ia bahagia gue pun ikut merasakan kebahagiannya seperti sedang berada di taman bunga yang penuh warna, sebaliknya ketika ia terluka dan berdarah-darah hati gue juga serasa perih di cambuk-cambuk *bagian ini terlihat lebay* tapi memang itu kenyataannya, mungkin karena gue adalah penonton yang baik yang menghayati setiap adegan dan kata-kata dalam drama ini jadi feel nya merasuk ke ubun-ubun.
Kali ini gue pengen bicara tentang kepribadian Wang So mulai dari awal kemunculannya. Wang So mengenakan topeng untuk menutupi sebagian wajahnya. Seperti topeng yang menutupi bekas luka di wajahnya ia juga menutup diri dan memiliki kepribadian yang dingin. Bukan hanya orang asing bahkan keluarganya melihat ia sebagai binatang yang buas dan mengerikan.
Ia selalu merasa orang lain melihat dirinya menyeramkan sampai saat ia bertemu Hae Soo yang bisa mencairkan hatinya yang beku. Hae Soo dengan keberanian dan ketulusan yang dimilikinya telah benar-benar merubah Wang So menjadi sosok yang hangat. Tanpa rasa takut ia terus menemui Wang So yang sebelumnya bahkan berniat mengambil nyawanya. Wang So memang telah banyak menggunakan tangannya untuk menyakiti dan membunuh orang lain, ia bahkan tidak tau apa artinya disentuh sampai ia bertemu Hae Soo.
Hae Soo tanpa rasa takut terus mengatakan hal-hal yang baik kepada Wang So, Perlahan ia mulai menyadari bahwa ia menyukai gadis itu, ia mulai tersenyum dan memikirkan Hae Soo. Kita bisa merasakan banyak cinta di matanya. Walaupun ia membuat begitu banyak kesalahan ketika ia mencium paksa Hae Soo, gue bahagia karena kemudian ia menyadari kesalahannya dan tidak akan melakukan hal itu lagi tanpa persetujuan Hae Soo.
Hae Soo yang di dalam hatinya ada orang lain menempatkan hubungan mereka dalam status pertemanan dan mencoba menjelaskan perbedaan hubungan pertemanan dan percintaan, yang mengejutkan dari bagian ini Wang So tak lantas berkecil hati dengan apa yang dikatakan Hae Soo, gue senang karena Wang So sangat percaya diri dan bermuka tembok. Ia memperlakukan dengan baik segala hal yang ia anggap menjadi miliknya. Memang benar dia posesif selama Hae Soo tidak tertarik sama Baek Ah itu bukan masalah besar bagianya, karena Hae Soo dan Baek Ah adalah orang yang sangat penting dalam hidupnya. Dari sini jelas terlihat bahwa jenis cinta yang terbaik adalah cinta yang bisa membangkitkan jiwa dan membuat kita merasa lebih dicintai, gue percaya cuma Wang So yang bisa melakukan itu.
Wang So memang kasar, nggak peduli bagaimana kita melihat karakternya yang kasar itu karena sebenarnya itu bagian dari perkembangan karakternya. Ia telah mengalami banyak kesulitan dan tanpa di sadari ia tumbuh menjadi seorang lelaki sejati yang tidak hanya lihai bermain pedang tetapi ia juga membuktikan bahwa ia lelaki sejati yang siap melindungi wanitanya. Ia menunjukkan cintanya dengan tindakan, semuanya datang secara alami dari dalam dirinya tanpa petunjuk atau arahan dari orang lain. Ia ingin menjadi kuat untuk melindungi Hae Soo karena dari Hae Soo ia belajar kehangatan manusia lainnya.
"Kau hanya harus mempersiapkan dirimu Hae Soo , karena kau adalah milikku".
"Whenever they're together it'so adorable and romantis. every moment they spend together is so beautiful and meaningful".
Fakta bahwa Wang So minum tiga cangkir teh beracun dan merasakan rasa sakit hanya untuk memastikan Hae Soo tidak akan dituduh mencoba membunuh putra mahkota. Dalam situasi ini kehidupannya sangat beresiko tapi Wang So bersedia menyerahkan hidupnya untuk melindungi orang yang ia cintai. Itu cukup membuktikan Wang So adalah orang yang percaya diri, kuat dan peduli terhadap orang-orang yang ingin ia lindungi. Ia bahkan melupakan penderitaannya yang bertahun-tahun itu dan melupakan perasaanya sendiri ketika ia dibenci oleh semua orang.
Wang Soo memiliki jiwa yang besar ia selalu siap melindungi. Wang So adalah orang yang bisa diandalkan karena dia sangat setia. Ia adalah orang yang tak mengenal rasa takut. Ketakutan terbesar nya adalah melihat Hae Soo menderita.
Wang So tidak akan membiarkan Hae Soo menderita sendirian karena ia tau bagaimana rasanya sendirian tanpa harapan. Mereka saling peduli satu sama lain dan sangat jelas mereka berjuang keras untuk tidak membiarkan orang lain tau berapa banyak mereka menderita.
Meskipun ia tau dihati Hae Soo ada orang lain, dalam keadaan lemah ia masih datang menghampiri Hae Soo melakukan semua hal yang ia bisa lakukan untuk menghentikan eksekusi.
"that's nonsense, i'm not a pathetic man who drinks poison because of a girl".
*He's not a good liar
Hae Soo mungkin berpikir ia jatuh cinta sama Wang Wook, tapi kita bisa lihat dalam scene ini dia telah benar-benar jatuh cinta sama Wang So. Gue sangat bahagia karena setelah Wang Wook berbalik arah Wang So muncul tepat berada di sisinya. Dan adegan di bawah hujan ini jelas terlihat ada begitu banyak cinta dan kepedulian Wang So terhadap Hae Soo. Yes, he's a real man!
Gue berharap writter nim nggak merubah Wang So menjadi karakter raja yang jahat di episode-episode berikutnya. Walaupun telah tertulis dalam sejarah kalau raja Gwangjong adalah raja yang kejam. Gue percaya aja sih kalau pun akhirnya ia berubah menjadi jahat dan ambisius semua itu ia lakukan untuk melindungi orang-orang yang ia sayangi. Entah seperti apa nanti endingnya gue nggak berani berspekulasi terlalu jauh, tapi paling nggak dari keseluruhan episode yang tersisa semoga aja ada episode untuk Wang Soo dan Hae Soo merayakan kisah cinta mereka. (\^O^/)
*Semua poto diambil dari google





























































