Saturday, 2 May 2015

Cerita Tentang Kebun Harapan


Masih dalam suasana weekend, sebelum jalan-jalan ke Kota Tua sore ini gue pengen cerita tentang kebun harapan. Kenapa gue sebut kebun harapan? karena di sebidang tanah ini bertumpu banyak harapan dari orang-orang terkasih gue, terutama Ayah yang disetiap jengkal tanah di kebun ini menetes keringatnya. Kebun ini memang bukan milik ayah, tanah ini dibeli sama Om gue 3 tahun yang lalu daripada kosong jadi Ayah dan Om gue mencoba peruntungan menanam pohon lada.

Bangka memang terkenal sebagai daerah penghasil lada, dulu sebelum orang-orang beralih ke bisnis pertambangan timah, lada merupakan salah satu sektor yang menghasilkan di Pulau Bangka. Lada putih Bangka kualitasnya adalah yang terbaik di dunia karena tingkat kepedasan, aroma dan kandungan minyaknya tertinggi dibanding yang lain. Zaman gue SMA sekitar tahun 2000 an, harga sekilo lada bisa mencapai 150 ribu rupiah/kilogram, saat itu dengan harga 150 ribu/kg dinilai sudah cukup mahal, dan dari tahun ke tahun harga lada selalu bergerak naik.

Sebelum mengenal bisnis pertambangan timah, dulu sebagian masyarakat Bangka mengandalkan lada sebagai sumber mata pencaharian. Tetangga gue dulunya adalah petani besar, mereka memiliki kebun lada yang banyak dan luas sampai-sampai mengambil pekerja dari Pulau Jawa untuk mengurus kebun dan memetik lada pada saat panen tiba. Setiap musim panen, mereka mengeruk keuntungan yang sangat banyak dari hasil berkebun lada. Saat itu banyak petani Bangka yang makmur karena lada namun ketika mereka beralih ke bisnis pertambangan timah banyak petani yang tergiur bahkan ada yang menjadikan lahan kebunnya sebagai tempat menggali timah. Setelah timah dikeruk menyisakan lahan yang hancur dan tanah yang berubah menjadi kolong-kolong berair menyerupai danau kecil, tanah yang sudah hancur itu butuh waktu berpuluh-puluh tahun untuk mereklamasinya untuk bisa ditanami lagi. Hal seperti ini sangat banyak terjadi di Bangka. Banyak petani beralih menjadi penambang, namun setelah pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap penambangan timah ilegal perlahan-lahan petani Bangka mulai menggarap kebun dan menanam lada lagi.

Ayah gue sebenarnya bukan petani, dulu ia berwiraswasta namun sudah beberapa tahun belakangan ini ia beralih profesi menjadi petani. Om gue ngemodalin membeli bibit, pupuk dan semua keperluan untuk menanam lada, Ayah gue yang menanam dan mengurus semua hal yang ada dikebun. Dulu sempat ada dua orang yang ikut bekerja menjaga kebun namun tahun kemarin balik ke kampungnya di Jawa dan sekarang kebun hanya di jaga oleh 2 ekor anjing. Ayah gue menanam 3000 pohon lada sekarang ada 1000 pohon yang sudah berbuah dan siap menunggu panen. Usai lebaran Idul Fitri ini lada yang 1000 pohon itu sudah bisa panen karena biji buahnya sudah besar dan utuh tinggal menunggu matang.

Ini suasana di kebun beberapa waktu yang lalu, poto diambil sama sepupu gue saat acara kumpul makan bareng di kebun. gue sempet iri banget karena gak bisa ikutan.



Pondok kebun



Hamparan pohon lada yang tumbuh subur



Pohonnya menjulang tinggi



Bulir-bulir buah lada siap menunggu matang


Proses menanam lada memang agak ribet dibanding menanam pohon lain, setelah pohonnya tinggi lada harus diberi kayu penyangga. Orang Bangka biasa menyebutnya kayu junjung. Kayu junjung ini juga dipilih dari kayu yang kuat dan tidak mudah lapuk, karena masa panen lada yang cukup lama minimal 3 tahun  kayu penyangga yang dipilih pun harus yang benar-benar kuat dan tahan dari rayap. Selain itu harus dipantau juga waktu memupuk dan menyemprot hama pohonnya.

Ayah dan Om gue menanam dan mengurus pohon ladanya sendiri, kemaren waktu pulang kampung gue sempat main ke kebun dan luar biasa semua pohon lada tumbuh dengan subur pohonnya tumbuh menjulang tinggi, daun-daunnya lebat dan mulai berbuah bahkan sebagian mulai matang dan siap panen. Semoga tangan ajaib Ayah membawa berkah panen yang banyak dan semoga harga lada bergerak naik menacapai level yang tinggi. Gue selalu berdoa semoga usaha dan kerja keras Ayah gak sia-sia. Setiap tetesan keringat yang jatuh dibalas Allah dengan beribu-ribu kebaikan. Seperti pohon lada yang rimbun daunnya dan lebat buahnya moga rezeki Ayah juga  seperti itu. Semua harapan, semua keinginan dan cita-cita bertumpu di sana, di kebun harapan.  Good job ayah.... 


"Setiap ada doa dan usaha, disana harapan niscaya akan jadi nyata".


Friday, 1 May 2015

Cerita Tentang Barbie Pertama Raheesa


Waktu kecil sebenarnya gue tumbuh menjadi anak perempuan yang girly, mainan favorit gue adalah boneka. Boneka beruang coklat berbaju motif kotak berwarna hijau adalah boneka pertama yang gue miliki. Dulu nyokap gue jarang beliin gue boneka, seingat gue setiap nyokap ke pasar gue selalu ngerengek minta dibeliin boneka cewek yang ada rambutnya, namun lagi-lagi gue harus kecewa karena setibanya dirumah boneka yang gue minta gak pernah ada, dan sebenarnya gue cukup paham dengan alasan  nyokap gak beliin boneka permintaan gue. Dulu setiap moment lebaran adalah hari yang paling membahagiakan bagi gue karena di hari itu gue bebas membeli apapun yang gue mau dengan uang THR pemberian orang tua, boneka adalah barang yang selalu gue beli setiap moment lebaran.

Boneka berambut emas dengan mata bulat adalah boneka favorit gue, biasanya gue rajin banget bikin baju-bajuan dari daster bekas nyokap. Waktu duduk di SD gue belum kenal boneka Barbie, pertama kali lihat Barbie adalah kepunyaan anak tetangga baru gue yang ngontrak di depan rumah, namanya Santi pindahan dari Jakarta orang tuanya berasal dari Irian Jaya. Bonekanya banyak banget mulai dari yang besar sampai yang kecil mulai dari boneka Teddy Bear sampai dengan Baby Doll lengkap dengan pernak-perniknya. Dari semua boneka yang ia miliki gue kepincut sama boneka Barbie miliknya, waktu itu di kampung gue sepertinya dia doang yang udah mainin Barbie. Saking banyaknya boneka yang ia miliki bikin gue iri banget, tapi gue masih kecil tetap tau diri. Sadar nyokap gue gak bakalan mau beliin dan di kota gue gak ada juga yang jualan Barbie gue memendam hasrat pengen punya boneka Barbie itu sampai gue gede.

Nyokap gue tau gue demen banget sama boneka, pernah suatu ketika diulang tahun gue yang ke 25 tahun 3 buah boneka Micky Mouse dan Donald Bebek jadi hadiah kejutan buat gue. Seperti halnya seorang anak kecil yang bahagia banget ketika mendapat boneka baru, rasa yang sama juga gue alami ketika gue ngelahirin Raheesa. Bagai mengulang kembali masa-masa membahagiakan di waktu kecil, melahirkan seorang anak perempuan adalah hal yang sungguh ajaib dalam hidup gue. Seperti halnya bermain boneka di waktu kecil, Raheesa ibarat boneka yang harus gue jaga dan lindungi dan gue rawat sebaik mungkin. Kehadiran Raheesa bikin hidup gue lebih lengkap dan gue gak pengen memiliki boneka berwujud apapun lagi di dunia ini.


Sebulan yang lalu gue sama adik laki-laki gue ngajakin Raheesa jalan-jalan ke Mall, masuk ke Toys Kingdom Raheesa mulai bingung memilih mainan. Raheesa juga suka boneka, ia antusias banget dengan boneka bayi berambut pirang yang lucu-lucu. Kebetulan adik gue mau beliin Raheesa mainan jadilah gue yang paling antusias ingin memilih yang mana yang hendak di beli. Gue ingat Barbie, boneka yang ingin gue miliki di waktu kecil, kalo dulu gue hanya bisa bermimpi ingin punya boneka Barbie, kali ini biarlah Raheesa yang merasakan bahagia memiliki Barbie.

Akhirnya pilihan tertuju pada Barbie hitam manis berambut coklat ini, jadilah ini Barbie pertama yang dimiliki Raheesa.


Pulang ke Bangka kemaren, di lemari nenek banyak boneka unyu ini, memang udah disiapin buat cucu tercinta katanya. 



Gue sepertinya yang paling antusias, melihat boneka yang lucu dan imut ini keinginan gue untuk membuat baju-bajuan dari daster bekas pun menggebu-gebu, gunting- menggunting, jahit-menjahit pun gue lakonin sampai jam 2 pagi, alhasil suami hanya bisa geleng-geleng kepala. Untung suami gak bilang #pusingpalabarbie hehehe...

Iyak.... gue masih demen main boneka #akumahgituorangnya.

"Seperti kebanyakan boneka Barbie, senyumnya selalu mengisyaratkan kepada kita bahwa dia bahagia, maka tersenyumlah dengan sendirinya bahagia akan tercipta".

Sekian quote dari gue.


Tuesday, 21 April 2015

Nenek Dengan Sejuta Kenangan Dan Cerita

Di moment hari Kartini ini gue pengen nulis spesial tentang nenek gue. Hari ini 3 hari sudah nenek berpulang ke sisi Allah, sedih banget pagi Minggu yang cerah gue dapet telpon dari sepupu yang ngabarin kalo nenek udah nggak ada lagi. Nenek udah beberapa tahun ini sakit kondisinya kadang membaik kadang ngedrop, sakitnya udah macem-macem mulai dari gondok mata, maag, jantung dan darah tinggi, udah segala macem pengobatan di jalanin sampe akhirnya nenek menyerah dan ikhlas pada takdir, minggu pagi yang cerah dihadapan sebagian anak-anaknya nenek menghembuskan nafas terakhir dengan menyisakan kelembutan di wajahnya.




Gue nggak bisa melihat  nenek untuk yang terakhir kalinya, gue dapet tiket pesawat jam 15.50 sedangkan ba'da ashar nenek udah dikebumikan. Keesokan harinya gue baru bisa nyekar ke kuburan nenek. Sedih banget tahun baru kemaren pas pulang liburan gue masih ketemu dan nenek sempet minta dipotoin bareng Raheesa cicitnya namun kali ini gue pulang yang gue temuin hanya tanah kuburannya.


Dalam sejarah hidup gue nenek banyak banget jasanya sama gue. Katanya gue adalah cucu kesayangan nenek, mungkin karena gue cucu pertama jadi kenangan gue bersama nenek lebih banyak dibanding cucu lainnya. Gue masih inget dulu waktu kecil gue sering diajak nenek pargi ke kampung halamannya nginep dirumah saudaranya yang tinggal di kampung. Nenek sering masakin makanan kesukaan gue, setiap lebaran yang nggak bakal dilupain adalah lontong kuah sayur khas nenek banget. Naggak ada yang bisa nandingin rasa kuah lontong sayur bikinan nenek bahkan anak-anak nya pun nggak bisa masak yang sama persis rasanya seperti nenek. Lebaran kali ini sayangnya udah nggak bisa lagi makan lontong kuah sayur bikinan nenek, dan lebaran ini bakal beda banget rasanya tanpa nenek.

Nenek adalah seorang Single Parent yang sangat tangguh di usia muda ia sudah ditinggal suaminya meninggal dunia dengan anak yang banyak dan masih kecil-kecil. Seorang diri nenek menghidupi 7 orang anaknya sampai besar dan mampu berdiri sendiri. Walaupun dulu hidup dengan kondisi yang pas-pasan namun nenek cukup berhasil mendidik anak-anaknya dengan nilai-nilai hidup yang sangat baik bahkan nilai-nilai hidup ini juga diajarkan kepada cucu-cucunya. Nenek selalu mengajarkan agar selalu akur dan rukun sesama saudara, dan yang paling gue inget nenek emang paling cerewet sama gue kalo gue telat mandi pagi.

Sekarang nenek udah pergi dengan tenang, meninggalkan kami dengan sejuta kenangan dan cerita, baik itu cerita sedih ataupun senang nenek selalu ada mendampingi kami dengan ikhlas dan sabar. Selamat jalan nenek tersayang semoga Allah mengampuni segala dosa, semua amal ibadah nenek diterima disisi Allah dan ditempatkan di Syurga terindah. Tunggu hantaran doa dari anak-anak dan cucu-cucumu. Kami semua merindukanmu.

Karena sesungguhnya

Begitu kita dilahirkan, kita berjalan selangkah demi selangkah menuju kematian. 



Thursday, 16 April 2015

Why Do I Love Kdrama

Banyak yang nanya ke gue kenapa sih suka nonton Drama Korea? emang apa bagusnya, bagusan mana sama serial dari barat sana, dan seabrek pertanyaan dengan nada meremehkan lainnya  yang kadang bikin gue males ngejawab dan gue lebih memilih untuk diam ketimbang beradu argumen. Untungnya pertanyaan-pertanyaan itu bukan datang dari emak gue, karena emak gue sama halnya dengan gue pecinta drama korea sejati.

Beberapa alasan kenapa gue jadi Kdrama addict dan lebih memilih Drama Korea sebagai daftar tontonan paling atas  tontonan favorit gue.

Gue suka Aktor dan Aktris Korea
Siapa sih yang nggak terbius dengan ketampanan dan kecantikan para Aktor dan Aktris dalam Drama Korea? sebut saja Rain Bi, Lee Min Hoo, Kang Ji Hwan, Park Seo Joon dan sederet nama beken lainnya. Bukan berarti aktor dan aktris dari indonesia nggak ada yang gue suka ya, gue masih menempatkan Nicholas Saputra dalam lubuk hati gue yang terdalam dan Dian Sastro sebagai inspirasi gue sedangkan yang aktris gue suka banget sama Song Hye kyo, Eun Hye dan Jang Nara. 

Gue suka ide cerita dalam Drama Korea
Yang suka Drama Korea pasti sepakat sama gue mengenai hal ini, kebanyakan ide cerita dalam Drama Korea yang gue tonton nggak pernah gue lihat di Sinetron Indonesia (nggak ada maksud ngebandingin ya). Sepertinya ide cerita dalam Drama Korea kadang diluar dugaan kita seperti serial My Heart From Another Star, masa iya sih ada alien yang hidup ratusan tahun bisa jatuh cinta sama seorang artis yang notabene nya manusia biasa, terus ada juga serial Blood yang bercerita tentang seorang vampire yang juga jatuh cinta sama seorang Dokter, atau yang masih ingat Drama Faith nya Lee Min Hoo, yang juga bercerita tentang seorang Dokter bedah yang bisa melewati lorong waktu. Kalau dipikir emang nggak masuk akal bisa-bisaan Writer nya lah mengkhayal dan menjadikan ide cerita, tapi nggak bisa dipungkiri gue suka genre Drama Korea yang seperti ini dan gue bisa terima ketidakmungkinan itu. Selain genre fantasi sepertinya gue suka semua genre Drama Korea apalagi yang romance comedy seperti Drama Witch Romance. Dari sekian banyak drama yang gue tonton walaupun kadang ending nya nggak seperti apa yang di harapkan, seperti drama Endless Love drama korea pertama yang gue tonton dimana endingnya berakhir sangat memilukan ditutup dengan kesedihan karena kematian dua tokoh sentralnya Eun Seuh dan Yoon Jun Suh, namun banyak banget kok drama korea favorit gue yang berakhir happy ending seperti  drama Lie To Me, Goong, Full House, Personal Taste, My Fair Lady, Pinocchio, Healer, My lovely girl  dan sederet judul keren lainnya. Selain yang gue tulis diatas gue juga suka Drama Korea saeguk yang ceritanya didasarkan pada sejarah seperti Dae Jang Geum misalnya.

Gue suka plot dan alur Drama Korea
Udah lumrah dan biasa kali ya kalau di sinetron-sinetron alur ceritanya berkisah tentang anak orang kaya yang jatuh cinta dengan anak pembantu atau kisah ibu tiri yang ingin menguasai harta kekayaan bahkan yang paling sering di jumpai adalah cerita rebutan suami atau pacar, begitupun di Drama Korea alur cerita seperti ini sering banget di jumpai di setiap drama, tapi yang bikin beda alur cerita di Drama Korea dan sinetron kita menurut pandangan gue adalah kalo di Drama Korea alur cerita biasa seperti itu bisa dikemas lebih menarik dan apik contohnya sederhana aja, misalnya cerita tentang orang paling kaya di Korea seperti di Boys Before Flowers disitu ditunjukin mulai dari hal-hal kecil dan faktor-faktor apa yang ikut menunjang dan menunjukkan kalo mereka benar-benar kaya seperti rumah tempat tinggal, mobil, dan  usaha yang digelutin. Begitupun tokoh antagonis di Drama Korea nggak perlu ngebentak dengan omongan kasar cukup dengan dialog yang santai tapi menikam udah cukup memperjelas kalau dia tokoh antagonis dalam drama tersebut.

Gue suka OST dalam Drama Korea
Sepertinya para Composer dan tim produksi sebuah drama di Korea sana sangat pintar ya dalam mengcombinasi antara drama dan original soundtracknya, yang gue temuin sepanjang sejarah gue nonton Drama Korea rata-rata ost nya sangat maching dengan drama tersebut, seperti ost drama Endless Love yang berjudul Reason, gimana nggak nangis bombay nonton dramanya yang sedih itu lha wong ost nya terdengar pilu sekali. Tapi yang paling gue suka adalah instrumen yang berjudul Paradiso dari drama Full House, dan sampe sekarang gue belum bisa move on dari semua original soundtrack drama It's Oke That's love yang semuanya catchy banget menurut gue.

Gue suka pesan moral dalam Drama Korea
Setiap selesai namatin Drama Korea gue kadang suka gagal move on, galau karena nggak puas sama ending ceritanya atau dilema karena endingnya terlalu bikin gue bahagia sehingga berniat untuk mengulang lagi dari episode pertama. Ada semacam kepuasan batin kalo abis nonton Drama Korea (bagian ini mungkin sedikit lebay) tapi ini beneran gue suka ngambil hikmah dari setiap cerita, sepertinya setiap habis nonton Drama Korea banyak hal baru yang gue dapet, seperti ketika gue nonton Drama Emergency Couple yang bergenre romance dan medical, setelah nonton drama itu gue jadi tau beberapa istilah dalam ilmu kedokteran, begitupun dalam drama My Lovely Girl yang menyelipkan sedikit cerita tentang industri musik di Korea. Tapi yang paling sering gue temuin di Drama Korea adalah teman masa kecil = jodoh di masa depan. Selain pesan moral yang gue dapet gue juga suka kutipan-kutipan yang ada di Drama Korea, contoh ini kutipan favorit gue dalam Drama Pinocchio.
“Sebuah kebenaran terjebak dalam dinding kebohongan mungkin terlihat damai seperti air yang tenang, tapi tanpa ada yang menyadarinya. Kebenaran itu akan menemukan celah terkecil di dinding dan akan keluar menuju dunia. Dan pada akhirnya dinding itu akan runtuh dan kebenaran mengalir keluar ke dunia.” (Choi Dal Po)

Gue suka scene-scene romantis dalam Drama Korea
Nggak bisa dipungkiri adegan romantis adalah saat-saat yang ditunggu saat nonton Drama Korea, nggak melulu harus adegan ciuman ataupun adegan hot di ranjang, berbagai potongan scene romantis dalam Drama Korea itu nggak monoton seperti di sinetron-sinetron, contohnya yang selalu gue temui di Sinetron Indonesia adegan lagi jalan trus ketabrak cowok ganteng, lalu bukunya jatoh dan sama-sama mungutin itu buku sambil pandang-pandangan abis itu  sadar trus berantem dengan dialog standar "loe buta nggak punya mata ya? atau bla...bla... bla.... . Scene romantis dalam Drama Korea yang gue temui kebanyakan sangat manis dan nggak pernah gue temuin di sinetron kita misalnya scene saat Lee Min Ho ngeringin rambut Son Ye Jin dalam drama Personal Taste.



Scene makan roti Lee Jong Suk dan Park Shin Hye di Drama Pinocchio.


Salah satu scene favorit gue ketika  Lee Min Ho melihat Park Shin Hye yang sedang tidur di The Heirs.


Scene romantis dalam drama Fated To Love You di episode terakhir.


Scene yang sepertinya setiap orang suka ya, basah-basahan seperti dalam adegan drama It's Oke That's Love ini.



Salah satu adegan yang gue suka di Drama Lie To Me, dan gue sempet berkhayal dulunya waktu masih pacaran duduk di bangku berdua sambil ngeliat bunga sakura berguguran, sayangnya hal itu nggak pernah kesampaian dan nggak ada bunga sakura juga di kampung gue.



Mau yang lebih romantis? nih adegan pandang-pandangan antara gue sama bang healer hihihi... tapi sayangnya adegan ini nggak pernah ada di drama, di sensor kali editor nya sentimen sama gue! .



Itu sebagian alasan kenapa gue suka banget sama Drama Korea, kalo ditulis secara detil bisa panjang banget kali, bagi yang nggak berminat atau belum pernah nonton Drama Korea coba deh sekali-sekali bersahabat dengan remote DVD nya kali aja jadi demen atau kalo emang nggak demen berarti memang kita nggak pernah sehati, dan kesukaan seseorang memang nggak bisa di paksakan. Masa gue mau maksain elo yang tadi nya demen nonton GGS jadi nonton Sensory Couple? ya sudahlah... gue sudah cukup  berbahagia dengan nonton Drama Korea sebagai pelipur lara dikala sedih dan obat anti badmood yang paling mujarab, diluar sana gue sudah menemukan teman-teman yang senasib dengan gue. Dan Kami bahagia dengan KEGILAAN ini!!



Saturday, 11 April 2015

Ngomongin Tentang Masa Depan


Seperti kebanyakan anak pada umumnya, waktu kecil kalo ditanya gue pengen jadi apa dengan sigap gue menjawab jadi Guru, kemudian seiring berjalannya waktu gue pernah berkeinginan menjadi Dokter, Pramugari, Polwan dan Penyiar Radio. Diantara semua keinginan yang pernah gue ucapin yang terakhir yang terealisasi dan jadi kenyataan.  Menjadi penyiar radio adalah cita-cita gue waktu masih duduk di bangku SMA gara-gara sering nongkrong di salah satu stasiun radio di deket sekolahan gue akhirnya terbersit keinginan agar dikenal lewat udara, dan pada masa itu profesi Penyiar Radio adalah profesi yang paling keren *itu menurut gue loh?.

Kini semenjak gue menikah dan resmi menjadi mantan Penyiar Radio gue agak sedikit menyesali keputusan gue dulu. Mulai dari tamat SMP, ketika gue bimbang memilih antara masuk SMU atau SMEA, gue sebenarnya pengen masuk SMU dan ngambil jurusan IPA atau Bahasa namun akhirnya gue terjebak dalam lingkungan yang bukan maunya gue. Karena nggak mengikuti kata hati gue akhirnya memilih masuk SMEA dan ngambil jurusan sekretaris. Begitupun ketika tamat SMEA dan masuk ke dunia perkuliahan, gue pengen banget kuliah dan ngambil jurusan Sastra namun lagi-lagi gue salah jalan dan terperangkap dalam jurusan Manajemen Informatika, begitupun akhirnya di dunia kerja lagi-lagi nggak nyambung dengan basic gue, tapi gue cukup berbangga hati bisa bekerja dalam dunia Broadcasting.

Mengenai berapa banyak salary yang dihasilkan dari bekerja sebagai pengorbit suara sepertinya sangat jauh dibandingkan profesi-profesi lainnya, apalagi itu radio milik swasta. tapi gak etis lah kalo gue sebutin disini ya... syukur alhamdulillah masih cukup buat nyicil motor tiap bulan. Gue selalu salut dengan orang-orang yang konsisten  dengan pekerjaannya, pekerjaan yang dilakoni selama bertahun-tahun dengan penuh keyakinan, meski jatuh bangun, maju mundur tapi tetap berpegang teguh pada prinsip. Gue contohin gak jauh-jauh orang tua gue sendiri, orang tua gue notabene nya adalah pedagang dan ibu gue memulai bisnis makanannya dari sejak gue SD, bisa dibilang dari bisnis itulah sampai gue dan adik gue bisa mengenyam pendidikan sampe bangku kuliah. Sudah belasan tahun meski kadang bosan dan jenuh namun ibu gue masih terus melkakoni pekerjaannya sampai sekarang. Dan yang bikin gue salut ibu gue pernah ngomong begini "rezeki kemaren, hari ini dan besok itu tentu berbeda, jadi walaupun kemarin dapet banyak dan hari ini sedikit berarti emang hanya segini yang dikasih Allah, jadi bersyukur aja". itu kata-kata penyemangat yang ampuh ketika dagangan lagi sepi atau tak habis terjual.

Gue masih jauh dari kata sukses, pencapaian gue baru sebatas itu, gue belum menjadi siapa-siapa yang patut di banggakan. Mungkin gue agak sedikit terlambat, bila dibandingkan dengan teman-teman gue yang sudah duluan sukses. tapi gue selalu mencoba mensyukuri semua pencapaian gue sampai detik ini. Kalo dulu dengan banyaknya cita-cita yang gue sebutin sampai salah satu nya jadi kenyataan, gak ada salahnya mungkin kalo bercita-cita lagi pengen jadi apa dan sukses dalam bidang apa. Akhir-akhir ini terlintas dalam pikiran gue pengen jadi Desainer, mungkin gue bisa kursus menjahit dan beli mesin jahit. Lalu terlintas juga gue pengen jadi seorang Chef dan yang terakhir gue pengen jadi Pengerajin Furniture. Wah... begitu banyaknya keinginan yang belakangan ini terlintas dalam benak gue, apa mungkin gue bisa mewujudkan salah satu nya. Akh... apa yang nggak mungkin di dunia ini kalo ada niat semoga ada jalan mewujudkan salah satunya.

Di era yang serba sulit ini emang kita dituntut untuk pinter-pinter membaca situasi dan sigap dalam mengambil kesempatan. Tuntutan hidup semakin hari semakin tingi gue sering bertanya-tanya didalam hati sebenernya profesi apa yang bisa menghasilkan pendapatan yang banyak, dalam artian menghasilkan uang yang cepat bukan ngidupin tuyul atau jin iprit ya, catet!. Dalam konteks pekerjaan yang punya prospek masa depan yang bagus. Gue agak sedikit khawatir nasib dan masa depan anak gue nanti nya, ketika ia mulai beranjak dewasa ketika ia dituntut agar bisa berdiri sendiri, profesi apa yang pas untuk anak gue lakoni agar bisa mencukupi kebutuhannya dan mendapat predikat "Orang Sukses". Sebagai orang tua gue pengen anak gue bisa lebih baik dibanding gue dulunya. Kalo dulu gue cuma bisa jadi Penyiar Radio mungkin next time anak gue bisa jadi Direktur atau pemilik stasiun radio, kalo dulu gue cuma kuliah cuma sampe D3 anak gue semoga bisa sampe S3 dan yang pasti gue pengen anak gue selalu survive dan gak berputus asa.

Gue selalu senang punya kesempatan ngobrol bareng suami tentang masa depan, dan gue paling antusias kalau di ajak berkhayal. Suami ingin si kecil Raheesa jadi Atlit Bulu Tangkis, sedangkan gue pengen Raheesa bisa jadi Dokter, lalu kenapa nggak jadi Atlit Bulu Tangkis yang berprofesi sebagai Dokter juga ya, mungkin itu ide yang bagus. Si kecil Raheesa baru berumur 2 tahun, kalo dilihat dari sekarang Raheesa suka nyanyi, hmmm... apa jadi penyanyi aja seperti Raisa ya?? tapi gue gak mau anak gue jadi Entertainer gue berharap Raheesa bisa sukses di bidang akademis dan berhasil menjadi apa yang dicita-citakannya nanti. PR gue dan suami sebagai orang tua cukup banyak ya, mulai sekarang gue harus menyiapkan masa depan yang baik untuk si kecil Raheesa, mulai dari biaya pendidikan dan pemilihan sekolah serta lingkungan yang baik untuk tempat belajarnya nanti. Gue nggak mau anak gue menyesal di kemudian hari, semoga nanti ia bisa memilih apa yang menjadi keinginannya.


Tuesday, 31 March 2015

Teman Baru Dunia Baru

Berhubung catatan ini udah berhari-hari di draft akhirnya gue memutuskan untuk meneruskan lagi cerita perkenalan gue dengan temen-temen baru gue di dunia maya. Friendship, kayaknya ini faktor  yang merubah hidup gue secara dramatis. Semua itu gue alamin karena persahabatan. Dari kecil gue tipe orang yang senang bergaul, pokoknya happy banget kalo punya sahabat karib. Semenjak menikah dan hijrah ke Jakarta jujur aja gue belum punya temen yang klop, dan gue bukan tipe-tipe orang yang suka maen kerumah tetangga atau ngerumpil bareng ibu-ibu di tukang sayur. 3 tahun di Jakarta hidup gue mendadak hampa sampai kemudian gue terjebak dalam dunia para pecinta Drama Korea ini.

Berawal dari hobi yang sama, keisengan yang sama dan juga kealayan bersama yang susah dikontrol akhirnya gue dapet temen-temen baru yang kegilaannya hampir-hampir mirip sama gue. Walaupun gue belum pernah sekalipun bertemu sama emak-emak ini tapi kalo ngobrol masalah Kdrama serasa udah tetanggan lama ajah. Berawal dari Facebook akhirnya pertemanan ini terjadi, dulu gue hanya ngebahas Kdrama bareng emak gue karena yang pertama banget ngeracunin gue nonton Drama Korea ya emak tercinta. Gak afdol rasanya kalo gue nggak nulis bagaimana ceritanya gue bisa jatuh cinta pada pandangan pertama sama Drama Korea.  Pertama kali nonton Drama Korea yaitu drama nya Song Hye Kyo yang Endless Love, gilakkk.... ini drama bener-bener bikin gue nangis bombay kesannya nggak bisa terlupakanlah sampai sekarang. Gimana nggak pesonanya Won Bin di situ bikin ekspetasi gue untuk nyari gebetan naik level, gue mulai suka sama koko-koko kakak kelas gue di sekolahan yang bermata sipit dan berkulit putih, dan gue ingat salah satu cowok yang sering nongkrong di rental VCD langganan gue namanya Akong Tainam bermata sipit dan berkulit putih, doi salah satu alasan gue sering mampir ke rental VCD karena mukanya kece mirip banget sama Won Bin.


Lupakan sejenak si Akong Tainam bagian dari masa remaja gue yang manis. Sebenernya perkenalan ini berawal dari comblangan Teh Erry si bibitititeliti, gak jelas kapan persisnya gue mulai temenan sama Teh Erry di Facebook. Setiap hari gue terhibur banget dengan status-status Teh Erry yang berbau-bau korea, gue pikir asyik juga kalo ikut-ikut nimbrung. Gue ngerasa ada temen buat bertukar informasi atau sekedar bahas tentang drama korea atau idol-idol dari korea. Emang dasar gue orang yang sok kenal sok deket kali ya, akhirnya gue menenggelamkan diri diantara mereka pecinta Kdrama. dari situ gue mulai kenal yang namanya,


Lia Nurmalasari, Yang pertama kali ngeracunin gue nonton si ganteng Lee jong Suk di Drama Pinocchio, gue ngerasa selera gue sama Lia sama dalam hal Drama Korea.

Della Firayama , gue langsung speechless pertama kali tau kalau yang gue add di Facebook adalah seorang penulis novel dan editor novel-novel yang pernah gue baca, mbak della ini menurut gue seperti orang yang paling dituakan lah di GenKdrama ini, itulah mengapa gue nggak berani nyolong-nyolong photonya buat di edit.

Vita Masliyang paling gue inget adalah komennya  ngenawain gue masih nonton TVRI disalah satu status FB *lupa status siapa. Tapi sebenernya yang bikin gue iri sama Vita  bukan karena obsesinya jadi emak tirinya Daehan Mingguk and Manse, gue iri aja dia masih sering ketemu meja siaran padahal gue bertahun-tahun memendam hasrat ingin masuk studio siaran lagi.

Empiee sumpahhh.... tadinya gue pikir ini anak SMA, gue tau empiee seliweran di setiap statusnya teh erry, jadi nggak gue add di FB sampai akhirnya si empiee nge add gue duluan, dan ternyata casingnya yang imut dan unyu adalah seorang pegawai Bank.

Ilmiy, gadis berjilbab pecinta Yong Hwa ini selalu mengambil kesimpulan di akhir percakapan di Whatsapp, suka kaget ketika sadar obrolan di Whatsapp udah 400 chat aja, luar biasa ya mi kelakuaan teman-temanmu ini. O iya mau ngedit potomu loh ndok tapi gak tega sama gadis baik berhijab.


Uttieini beneran racun, gara-gara loe ngedit poto Donghae combine sama Saipul Jamil, gue jadi  otodidak belajar photoshop. Emak yang satu ini emang paling jago ngacak-ngacak poto editan gue yang udah gue edit dengan segenap cinta. Tapi yang paling sukses bikin gue ngakak adalah editan  transformasi Andika Kangen Band menjadi si "L", parah.

Nufritayulita, ibu guru yang takut ketahuan muridnya kalo punya poto editan sama Parhat Abbas, ayoo... dong mak blog barunya di garap kalo bingung mulailah dengan kalimat " pada suatu hari....." *becanda ya mak, gue takut kualat ngajarin guru Bahasa Indonesia.

Mereka semua adalah kdrama holic dan juga seleb blog. Bangga dong, iyalah gue seneng banget bisa kenal dan temenan sama mereka, secara pengetahuan mereka tentang semua hal yang ada di Korea sana lebih banyak dari gue, karena sejauh ini gue agak-agak kesulitan mengingat wajah dan nama-nama bintang Korea kecuali yang gue suka aja. Dan jujur aja sih gue hanya ngepens sama drama korea dan bintang-bintangnya aja  dan belum merambah ke Kpop tapi makin kesini gak menutup kemungkinan gue perlahan-lahan keracunan Kpop juga.

Dari pertemanan ini akhirnya si Empie yang unyu nge add gue di grup WA mulai dari ngobrol masalah serius sampe becanda-becanda konyol yang bikin ngakak setiap hari.  Kelakuan emak-emak ini setiap harinya bikin gue berhenti ngejemur cucian cuma buat bales whatsapp.  Gue happy banget dengan adanya pertemanan ini,karena setiap hari gue punya temen ngobrol yang sama dan paling nggak HP gue nggak sepi-sepi amat. Terakhir gue punya genk jaman SMA dan nggak nyangka setelah jadi emak-emak pun gue masih seneng aja gabung di dalam genk.

Agar obrolan-obrolan kita ada manfaatnya, akhirnya tercetuslah ide untuk bikin website yang isinya sangat beragam mulai dari informasi, review drama bahkan gosip seleb korea dan juga Kpop. Ide ini datangnya dari si Empiee yang unyu, di bantu sang pacar yang setia untuk ikut mendesain, akhirnya tercetuslah sebuah web keroyokan bernama mykoreandrama.com  sesuai dengan tagline nya yaitu, tempat kumpulnya pecinta Drama Korea selain di blog keroyokan, kita juga ngerusuh di Twitter  @myKoreanDramaID juga di fanpage  Facebook My Korean Drama ID. Semoga website ini bisa menjadi sarana informasi bagi para Kdrama Lovers di luar sana dan menjadi sarana motivasi para member untuk selalu rajin menulis. Apalah gue yang blognya hanya berisi tulisan gak jelas tiba-tiba di ajak gabung menjadi member rasanya sesuatu banget lah, senang campur terharu. Tapi sebenernya yang paling gue harapkan dari pertemanan ini adalah gak hanya ketemu di dunia maya tapi ketemu di dunia nyata. Mungkin some day ya girls,  kita bisa ketemuan ngerumpi bareng, ketawa-ketiwi bareng sambil ngemil seblak hihih...






Wednesday, 18 March 2015

Hey... tukang ngeluh itu aku!

Gue baru inget pas ngedelete semua inbox di email gue, 1 bulan yang lalu gue dapet email dari seseorang yang namanya pakai inisial sepertinya di FB juga dia temenan sama gue. Isinya begini "holla ini tary si tukang ngeluh ya.... ?" Hmmm... gue mulai inget kalo bilang tukang ngeluh pasti orang ini dulu sering main ke blog gue yang lama yang udah gue hapus.

Ini buat yang gak inget sama gue, gue dulu yang punya blog www.mengeluh.wordpress.com karena sesuatu dan lain hal blog itu gue hapus dan gue impor semua postingannya ke blog yang sekarang. memang sih gue kurang ngetop di kalangan blogger, Karena pindah blog, jarang update, jarang blog walking, dan gak pernah ikut kopdar2an bareng blogger yang lain jadilah gue jauh dan semakin jauh dari atmosfer perbloggeran ini. tapi gak apalah, gue menulis cuma sekedar ingin bebas berekspresi aja.

Mengingat penting gak pentingnya gue memperkenalkan diri lagi di blog ini sepertinya gue akan tetep nulis siapa gue #narsis
 *tapi kalo ada yang beranggapan gak penting silakan di skip ajah ya... terus jangan ngaku dirimu orang yang humble yah... 😆😆 #becanda

Gue itu anak pertama dari 2 bersaudara. Punya adek cowok beda umur setahun doang, tapi kelihatan seperti gue adiknya secara doi lebih dewasa pembawaannya dibanding gue yang terkadang alay.

Gue itu keras kepala, sedikit sensitif dan cinta kebersihan. gue akan marah besar kalo liat puntung rokok di dalam kamar mandi.

Gue punya selera humor yang payah. Kata orang-orang gue terlalu serius itu juga dpt dilihat dari setiap postingan gue yg lebih banyak serius dibanding becandanya. Tapi setelah kenal gank kdrama selera humor gue ada kemajuan walaupun kadang humor gue garing.

Dari SD mata pelajaran bahasa indonesia adalah yang paling gue suka apalagi kalo disuruh mengarang cerita.

Gue paling antusias menulis kalo perasaan gue lagi galau. Agak kesulitan menulis kalo perasaan lagi bahagia, itu terlihat 3 tahun belakangan ini setelah merid dan punya anak gue jarang banget posting di blog. Ada sih cuma gak seberapa dan itu artinya 3 tahun ini gue happy bgt. Terima kasih ya Allah....

Kalo disuruh memilih gue lebih milih mendengarkan radio dibanding menonton tv, kenapa?? Dari kecil gue udah dikenalin musik sama ortu dan itu dari radio. Dan menjadi penyiar radio adalah bagian yg paling indah di sepanjang hidup gue... arhgg gue jadi rindu meja siaran lagi....

Tempat favorit gue selain toko buku di urutan paling atas adalah pantai dan sawah.

Gue suka warna oranye... gak tau kenapa suka aja pokoknya. Tapi seumur-umur gue cuma punya 1 kaos berwarna oranye dan itu ketika gue SMP.

pecinta pagi, dan suka banget hujan

Penggila drama korea sejati. Gak usah di tulis alasannya... bisa panjang, panjang banget.

Lebih banyak temen cowok dibanding temen cewek.

Suka banget minum jus dan smoothie, suka sayur-sayuran dan gue fruitarian holic. Gue akan sangat bahagia kalo di kulkas gue banyak stok buah-buahan biarpun gentong beras kosong hehehe....

Hal yang paling gue benci: semut, puntung rokok, pentolan korek api dan orang yang sombong bin songong.

Gue pecinta jeans, jacket, jam tangan, sandal/sepatu teplek, kaos oblong dan tas ransel, tapi gue gak pernah punya koleksi pribadi.

Gue suka orang yang lebih dewasa umurnya dari gue, dan jadi kenyataan suami gue 10 tahun lebih tua umurnya dibanding gue. Oya.... gue juga pernah di tembak brondong 😆😆

Selalu terobsesi berat badan gue di angka 50 kg. Gue gak inget ditahap pertumbuhan yang mana berat badan gue berada di titik 50 kg, sepertinya dari lahir udah berat aja 😆

Gak bisa menghilangkan kebiasaan mencet jerawat, gue dan kaca sangat erat keterikatannya baik itu kaca jendela  atau kaca spion.

Satu hal yang gw sesali dalam hidup gue hingga detik ini, beberapa tahun yang lalu gue pernah salah jalan melangkah ke dokter kecantikan hingga menimbulkan parutan kasar di muka gue. Padahal kata emak itu jerawat dipakein alkohol juga kering.

Gue itu suka banget berbenah di rumah, mindah-mindahin rak atau kulkas misalnya 😆 jadi jangan heran kalo minggu ini rak piring ada di sini terus minggu depannya lagi udah pindah di sudut mana gitu.

belakangan gue mulai suka photograpy dan masak, intip-intip resep di internet, celakanya gue suka memelintir itu resep ada yang gue tambahin, kurangin atau ngerubah bahan-bahannya, ya hasilnya kadang jadi kadang nggak sih.

Dan yang terakhir gue kepengen banget jadi seorang dubber, profesi terkeren setelah penyiar radio #versigue. Meskipun mungkin itu hanya sekedar keinginan

udah ah... 21 facts about me... aja. Gue bisa narsis tak terkendali kalo lebih dari 21. syukur-syukur ya kalo ada yang masih inget gue. Postingan ini cuma untuk mengisi kekosongan blog gue ini yang semakin tak bertuan.









Thursday, 22 January 2015

Haruskah Berpindah Blog


Jakarta, 12:22 wib

Kamis yang manis hujan turun tak henti-hentinya dari pagi hingga siang, suasana yang sangat pas untuk mulai berimajinasi didepan layar lappy sambil mendengarkan ost drama korea di playlist favorit gue. Sudah sangat lama blog ini gue hampain bagai seorang jomblo, kalo ingat dulu gue mulai ngeblog dari tahun 2008 waktu masih kerja. gue getol banget update blog, tiap hari bisa posting meskipun itu nyolong waktu ditengah-tengah jadwal siaran atau jadwal ngedit berita. Sekarang "aku mah apa" pengen nulis sebaris kalimat untuk memulai aja rasanya susssaaaahhhh..... udah nyangkut tema di kepala tiba-tiba buyyarrr... 

Gue masih ingat teman-teman seletingan gue waktu mulai ngeblog yang sudah meninggalkan jejak komentar mereka di setiap postingan gue, pengen rasanya seperti mereka yang tetap masih menulis hingga sekarang, tetap eksis dan tentunya tulisan mereka semakin tajam dengan tema-tema yang menarik, gak seperti gue yang kadang hilang kadang muncul gak jelas dengan ocehan yang makin gak jelas juga heheheh....

Oke...oke... kali ini gue lanjutin dengan cerita hari kemarin, tiba-tiba gue pengen ninggalin blog ini dan berpaling ke platform lain yang katanya menggiurkan. Karena selain blog kita cepat terindeks dan terexpose blog itu juga banyak program specialnya seperti lomba blog yang tentunya bertabur hadiah. Siapa sih yang gak tertarik? akhirnya gue mulai mendaftarkan diri, bikin email baru, isi formulir, nyari judul blog dan mulai mendesain tema yang gue suka, fiuhhhh.... selesai sudah gue punya blog baru lagi akhirnya. eh... tapi gue belum mulai posting seketika gue galau apakah harus gue ninggalin blog ini?

Berat juga ternyata, diusia yang segini gue belom bisa juga konsisten, itung-itung udah 3 kali gue berpindah-pindah blog sangat repot tentunya karena tak mau kehilangan postingan-postingan yang lama, gue harus bersusah payah ekspor impor postingan dari blog lama ke blog baru dan itu lumayan riweh.

Oya... adakah yang seperti gue, haruskah berpindah blog ?







Monday, 13 October 2014

Berebut Tempat Sama Batu Akik

Jakarta, 23:03
Selamat malam semesta.... tumben nongol jeung... iya saya lagi prihatin sama blog saya.... ternyata eh ternyata ini postingan pertama di bulan oktober dan ternyatanya lagi ini postingan ketiga di tahun 2014, wow.... jangan ngaku-ngaku blogger ya.... maluuuuu (janji dalem hati paling nggak bisa nulis dua postingan dalam satu bulan).

Dalam kondisi yang gak fit, bersin-bersin, hidung beraer, kepala cenat-cenut dan pinggang mau patah, saya pengen cerita tentang suami saya, eh... maksudnya hobby suami saya, 3 tahun hidup bersama sebagaimana dia spechless liat kebiasaan saya makan pake sumpit, atau kebiasaan saya yang bentar-bentar mau cuci kaki, bahkan hobby gila saya sama drama korea yang bikin dia ngelus dompet (baca:dibajakin beli kaset dvd), begitu juga saya kaget bukan kepalang,  ngelus dada sama ngelus dompet juga sekalian semenjak suami kena sindrom gila batu (batu cincin).

Dulu masih oke-oke aja liat suami hobby nya olahraga, jalan pagi sama badminton not bad lah... atau yang lebih aneh lagi hobby nonton film yang udah sering diputar berlang-ulang... iya masih belum terlalu buruklah... ini hobby batu akik udah satu toples malah.
Hobby batu akik emang lagi trend sekarang,  nggak tua nggak muda mulai ikut ngoleksi, termasuk suami saya yang mulai punya beberapa koleksi batu, yang saya tau diantaranya batu bacan, dan beberapa nama yang saya gak paham. Ada yang dari Garut, Kalimantan, Bangkabelitung dan Arab serta banyak dari daerah lain hasil barter atau nitip sama temennya.

Sebenernya gak masalah hobby batu cincin... masih lebih bagus lah daripada hobby peyempuan (jangan sampe), cuma nih... yang bikin bingung kalo udah ngeliat suami duduk berjam-jam sambil gosok batu yang konon katanya biar si batu bisa transparan kalo kena cahaya. Tambah bingung lagi kalo ketemu siapa aja pasti yang di bahas batu, misalnya ketemu tukang parkir di alfamart, liat tukang parkir pake batu cincin udah deh langsung kena ngebahas batu, nelpon mertuapun yang dibahas batu. Bikin gedeg itu batu di masukin di frezer kulkas berebut tempat sama es batu, katanya lagi di masukin kulkas biar itu batu lebih tua warnanya. Selain dimasukin kulkas batu juga direndem sama aer hujan juga minyak zaitun, dan yang anehnya lagi waktu liburan ke bandung sempet berenang di ciater, suami bela-belain bawa air kolam 1 botol, yang katanya ada belerangnya, pas ditanyain buat apaan... buat ngerendem batu katanya hiks....

Tapi dari semua kegilaan itu yang bikin saya ikutan gila sama hobby suami ini, kalo pulang kerja tiba-tiba ngeluarin batu cincin yang udah diiketin sama ring nya, gak cuma satu, bisa 3 sekaligus, bayangin ngiketin satu batu biayanya 70 ribu, dikali 3 udah 210 ribu, mendingan ngumpulin batu bata kan bisa bikin rumah. Ternyata ancaman saya gak ngaruh buat suami, mulai dari ngumpetin itu batu sampe diem-diem ngiklanin di berniaga.com, bikin keki jadi berebut tempat sama batu akik, ngelus batu jangan sampe lupa ngelus bini heheheh...  yang namanya hobby susah diilangin ya,  mungkin nanti bisa berhenti kalo udah nemu hobby baru, koleksi prangko misalnya hihihihi.....

Saturday, 21 June 2014

Green Smothies

Jakarta, 13.10 wib
Lama tak bersua, blog saya mungkin sudah dipenuhi sarang laba-laba. Yeay senang sekali rasanya beberapa minggu ini saya mulai menjalankan kembali kebiasaan lama yang saya sukai, saya mulai sering bereksperimen dengan resep - resep juice kesukaan saya yang baru dan Sudah menamatkan beberapa serial drama korea favorit saya (Makasih ayah meski sambil ngomel-ngomel tetep aja nemenin bunda ke toko dvd heheheheh......).
Ngomong - ngomongin juice saya adalah satu dari sekian banyaknya juiceholic, pokoknya cinta banget deh sama jenis minuman yang satu ini. Belakangan lagi gencarnya yang namanya green smothies, di sosmed bahkan banyak sekali yang memposting dan mengajak untuk mengkonsumsi green smoothie. Gak ada bedanya sama juice buah, green smoothie adalah juice hijau dari Sayur - sayuran, mungkin sebagian orang gak bisa ngebayangin bagaimana rasanya, dan ketika pertama kali saya posting poto green smoothie saya di sosmed, bahkan banyak teman yang langsung bbm, emang enak? Emang bisa nelen? Emang gak mabok? Dan bla.... bla..... bla. ...  Karena saya suka makan sayur, dan suka bingit minum juice bagi saya enak aja heheheheh........ kan di mix sama buah juga.
Saya biasanya mengganti menu sarapan dengan green smoothie, lumayan kenyang sampai nunggu waktu makan siang. Biasanya saya mencampur satu atau dua buah pisang, beberapa genggam sayur sawi ijo, timun jepang, dua sendok oat, satu buah jeruk lemon dan satu sendok teh bubuk kayu manis di blender sampai halus dan lembut, dan ajaib rasanya enak mirip-mirip juice alpukat. Dalam rangka gencar-gencarnya proses menurunkan berat badan saya biasanya mengganti menu sarapan dan makan malam dengan minum green smoothie Meskipun tak bisa dipungkiri banyak sekali godaan datang dikala malam ketika suami saya pulang kerja tiba-tiba ngajak makan ketoprak misalnya atau tiba-tiba pulang bawa martabak telor favorit nya Raheesa.
Nah, bagi yang berminat hidup sehat dengan green smoothie bisa ngikutin Ig nya Nadya Hutagalung atau Sophie Navita banyak tips mengenai hidup sehat dengan makan sayur atau yang Males makan sayur bisa konsumsi sayur dalam bentuk lain dijadikan green smoothie misalnya.
Jangan takut minum green smoothie, anda takkan berubah menjadi hijau seperti shrek setelah meminumnya Hahahahah....