Showing posts with label dear honey. Show all posts
Showing posts with label dear honey. Show all posts

Friday, 26 February 2016

4th Wedding Anniversary




"Only God can give you the love you're looking for. And only God can give you the person that loves him enough to deserve you".
-Christian Apparel-

Sebelum keburu basi dan hari istimewa ini lewat begitu saja dalam beberapa jam kedepan gue mau cerita tentang wedding anniversary gue sama suami yang jatuh pada hari ini tepatnya tanggal 26 Februari. 4 tahun yang lalu lewat cinta kilat selama dua bulan akhirnya gue yakin kalo orang ini adalah jodoh yang terbaik buat gue. Kenapa yakin? kan cuma kenal di dunia maya? nggak takut beli kucing di dalem karung tuh? beragam komentar dari orang-orang termasuk saudara gue sendiri pun ikut sanksi dengan pilihan gue ini. Bersyukurnya Tuhan memberi petunjuk yang nggak salah untuk hidup gue dan ajaibnya gue memiliki orang tua yang selalu percaya pada pilihan anaknya, hingga gue pun yakin kalo orang ini adalah orang yang tepat buat gue.

Suami gue nggak tampan, tapi dia menarik seenggaknya di mata gue hingga detik ini, dia bukan anak orang kaya dan juga bukan pengusaha yang memiliki banyak asset namun selalu mampu mengabulkan apa yang istri dan anaknya inginkan. Dia hanya karyawan biasa yang nggak pernah mengeluh harus bangun pagi dan pulang malam demi memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya. Lebih dari segalanya dia adalah orang yang paling sabar yang pernah gue temui dalam hidup gue, dia nggak pernah marah ketika gue bangun kesiangan dan lupa membuatkan kopi untuknya, bahkan ketika gue lupa menggosok kemeja kerjanya atau lupa mencuci kaos kakinya. Dia adalah orang yang nggak pernah komplain dengan rasa makanan yang gue masak, entah itu keasinan atau kemanisan. Suami gue adalah laki-laki portable, ibarat balutan wol dia selalu melindungi, meredam dingin dan menyelimuti.

To my husband, my best partner in my life, my soulmate, my best enemy, my lover, my past-future-present and forever tetaplah jadi lelaki sederhana yang selalu tampan di mata istrimu ini, tetaplah jadi lelaki yang kuat yang bisa menahan godaan yang ada di sekelilingmu dan tetaplah jadi lelaki yang hebat untuk keluarga. After all this time, you're still amazing to me.

Happy anniversary yank.


Sunday, 16 August 2015

Mr. Handkerchief : Cerita Tentang Seorang Pemuja Rahasia



Ilustrasi:

"Aku selalu menyebutnya pertemuan tanpa takdir karena begitu banyak Hal-hal yang tak terduga yang terjadi begitu cepat diluar kuasaku, khususnya pada hatiku sendiri." 

Aku memanggilnya Mr. Handkerchief, karena saat itu ia bersikap layaknya laki-laki dewasa yang ada didalam komik atau drama yang ku tonton. Mr. Handkerchief adalah laki-laki yang siap memberikan saputangan di saat yang dibutuhkan, laki-laki yang datang untuk menghapus airmata, membalut luka, dan bersedia meminjamkan pundaknya untukku bersandar. Dialah laki-laki yang kupuja dalam diam.

Aku masih ingat perjumpaan pertama kita, tadinya yang ada dalam pikiranku kamu adalah seorang laki-laki tua pendek dengan perut gendut yang membosankan, namun ternyata semua ekspetasi ku salah. Kamu laki-laki dewasa dengan senyum yang menawan, setidaknya itulah kesan pertamaku waktu melihatmu.

Masih terekam jelas di memory ku, kala itu kamu datang mengenakan kemeja kotak-kotak berwarna ungu muda, warna kesukaanku. Dengan ramah dan sopan kamu mulai memperkenalkan dirimu, namamu dan usiamu. Sungguh penampilanmu lebih muda dari usiamu yang hampir 40.

Dulu kita lebih banyak melewatkan hari bersama, ditempat yang sama dalam waktu yang sama. Kau dengan segala tugas dan tanggung jawabmu sebagai pemimpin yang baru dan aku dengan segala rutinitasku bercumbu dengan file-file yang menjemukan.

Waktu pun bergulir dengan cepat kita pun sudah terbiasa dengan kebersamaan disetiap moment, siang itu hujan turun sangat deras kamu datang menantangku dengan sebuah rubik kubus warna warni ditanganmu. Kamu bilang hidup itu seperti rubik yang ketika di  buka plastik pembungkusnya masih tersusun warna yang utuh dengan 6 warna berbeda antara sisi satu dengan yang lainnya. Sama halnya bayi yang baru dilahirkan kedunia masih suci belum teracak hal-hal duniawi.

Begitu pula hidup lama-lama akan semakin banyak warnanya dengan segala macam permasalahan yang membelitnya. Seperti rubik yang telah teracak, 6 warna itu tak lagi menyatu, masing-masing berpencar tak sempurna. kamu bilang  Perlu sentuhan untuk menyempurnakannya kembali ke dalam masing-masing warna pada setiap sisinya. Seperti sebuah perjalanan hidup, sisi-sisi kehidupan yang teracak membutuhkan rumus untuk menyelesaikannya. Rumusnya adalah kesabaran dan pengertian.

Gambar dari google

Aku suka, diam-diam aku mulai mengagumi cara bertuturmu dan bagaimana caramu memandang hidup. Rubik warna warni itu mungkin menjadi perantara akhirnya aku bisa menyentuhmu. Dengan sabar kamu mulai menuntun ku menyusun warna-warna yang tercecar hingga tersusun rapi. Berulang-ulang kali kau mengajarkanku tanpa bosan. Seperti sedang mencipta keajaiban saja, aku terhanyut dalam sebuah permainan rubik kubus yang kau cecar. 

Kamu begitu perhatian, tak hanya padaku tapi kepada semua staf yang ada di kantor ini, setiap saat ada saja hal-hal yang membuat kami merasa dibutuhkan dan juga berarti buatmu, terkhusus hatiku. Ah... entahlah aku  menjadi tak tau malu dan merasa mulai gede rasa. Namun taukah kamu, semenjak kejadian sore itu aku benar-benar tak bisa menguasai hatiku. Sore itu aku berdarah, ada sayatan kecil di jari telunjukku. Lalu kamu, dengan sapu tanganmu membalut luka kecil di jariku, Kita hanya berjarak satu jengkal saat itu, dan tanpa sadar akhirnya aku menyentuhmu, kau nyata dihadapanku meski sulit kupercaya tapi aroma aftershave mu menyadarkan ku bahwa itu bukanlah mimpi.

Kamu bilang aku ceroboh, dan tanpa sadar aku mulai memainkan hati ku sendiri. Aku menyukai semua kecerobohan itu. Iya aku ceroboh karena tak mampu meredam gejolak hatiku setiap melihatmu, aku ceroboh karena tak tau diri mengidolakanmu dan aku sangat ceroboh diam-diam berharap menjadi bagian dari takdirmu.

Namun.., siapa aku?

Aku mungkin adalah pungguk yang merindukan bulan, 
Aku adalah orang yang berada dalam gelap. Dan aku hanyalah si pengecut yang hanya mampu bersembunyi menikmati sisi indahmu dari kegelapan. Pengecut yang hanya berani melihat punggungmu tanpa mampu menatap matamu.

Karena kamu tak akan pernah tau Mr. Handkerchief? 

Saat itu Aku takut sekali. Sangat takut. Takut pikiranku terbaca olehmu. Takut detak jantungku terdengar olehmu dan takut sorot mataku tertangkap matamu ketika aku berusaha menatapmu.

Seperti permainan rubik mu, jiwa, hati, pikiran,perasaan dan hidupku saat itu mulai tercecar tak lagi utuh dengan 6 warna yang tersusun sempurna. Kotak-kotak yang berwarna dalam hatiku mulai bercecaran, aku mulai bertanya-tanya apakah kau tak berniat untuk menyentuh dan menyusunnya Mr. Handkerchief?  Ah...  Sulit sekali menebak pikiran dan perasaanmu, ada satu waktu dimana kita hanya berjarak sejengkal tetapi terasa terpisah seluas benua.

Mr. Handkerchief,  saat itu aku Hanya ingin selalu ada di dekatmu walau tak pernah terlihat oleh ujung matamu sekalipun. Karena aku hanya mampu berdiri di kegelapan diam-diam memperhatikanmu dan sekali waktu mencuri pandang dalam-dalam ke wajahmu yang memang sejuk dipandang. Aku tak mampu menutup mataku untuk tidak melihatmu.

Aku tak pernah berharap kau tau keberadaanku, yang ku mau saat itu hanyalah melihatmu kapanpun dan dimanapun dirimu.
Meskipun pada akhirnya aku hanya memilih untuk diam, menyimpanmu dalam sudut hatiku dan menguncinya rapat-rapat agar tak ada yang tau, tidak mereka dan tidak juga kau. Karena aku hanya akan selamanya memilih berdiri dalam gelap dan memujamu dalam diam.

2010 yang lampau

***
Mr. Handkerchief karena tuhan kita berbeda, mungkin Tuhan ku tak bisa bertoleran untuk menyatukan takdir kita. Hingga aku diberi rasa sakit dulu untuk bisa menyadari ketidakmungkinan yang tak bisa dipaksakan oleh manusia. Semua pupus sebelum kau tau isi hatiku. Kini kau hanyalah kenangan, Sekumpulan kebahagiaan, luka dan mimpiku.


Pernah ngalamin jadi secret admirer?

Belom?

Bagus deh kalo belom. Jangan sampe ya.... gak enak cyinnn. Mencintai seseorang secara diam-diam bukanlah hal yang mudah, capek dan sangat menguras perasaan. Selalu saja ada kemungkinan cinta kita tak terbalas alis cinta dewe'.

Saran gue:

Coba tanya sama diri loe sendiri, apa yang bisa loe dapetin dengan bersikap dan mengambil keputusan menjadi seorang secret admirer. Kalau belum menemukan jawabannya atau loe gak pernah menemukan jawabannya inget-inget aja kata Om Mario Teguh :

"Ayo tingkatkan level hidupmu, jangan mau jadi pecundang tapi jadilah pemenang untuk kebahagian mu sendiri."


Sekian.


Tuesday, 11 August 2015

Ranu : Cerita Hati Yang Menggantung


Gambar dari Google


Pertemuan kita memang sangat istimewa, setidaknya itulah yang aku rasa. Berawal dari kuliah pagi yang mata kuliah berikut ibu dosen nya sangat gak aku suka. Saat sang dosen mulai khusuk menjabarkan apa itu Statistik Probabilitas tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang membuyarkan konsentrasi seisi kelas. Tiga orang laki-laki tampak gusar karena terlambat mengikuti mata kuliah dosen yang terkenal judesnya. Saat itu juga mataku langsung terperangah pada salah satu dari mereka,  lelaki berkemeja kotak-kotak berwarna merah marun yang belakangan baru aku tau namanya Ranu...

Waktu berlalu, kian hari kita semakin dekat. Kita menjadi kawan sepermainan yang tak sungkan berbagi cerita dan membagi rahasia. Ya aku dan kamu memiliki kesamaan yang banyak sekali, sama-sama suka pantai, suka puisi dan suka memancing. Kita pun sering meluangkan waktu bersama entah itu sekedar duduk diteras rumahmu sembari menyeruput teh hangat buatan ibumu atau bahkan berburu komik diskonan di toko buku.

Aku sangat senang mendengar ceritamu, cerita tentang adik perempuan kesayanganmu juga cerita tentang mimpi-mimpimu. Kamu ingin menjadi seorang Arsitek seperti katamu yang sukses membangun sebuah rumah impian untuk anak istrimu sebelum usiamu 30. Lalu kita terus berkhayal sambil tersenyum seperti apa kita dihari tua kita nanti.

Saat kita bersama dengan yang lainnya, kamu tak segan menarikku untuk selalu duduk bersebelahan denganmu, bahkan kau tak segan untuk selalu mengajakku pergi berdua selepas jam kuliah, naik motor vespa kesayanganmu lalu kita menikmati suasana malam sambil mengitari kota. Dalam hatiku aku sangat bahagia menikmati tiap menit kebersamaan denganmu.

Aku tau semua sisi burukmu, begitupun kamu tau semua kuncianku, dan hal-hal yang membuatku selalu memaafkan semua salahmu.

Kamu ingat pertengkaran pertama kita?

drama korea...

Karena drama korea kita sempat seminggu tak bertemu.
Waktu itu serial drama korea Full House sedang tayang di televisi. Gara-gara motor mu mogok ketika mengantarku pulang kerumah akhirnya aku melewatkan satu episode dari drama kesayanganku itu, aku marah dan kamu bilang sangat cemburu aku lebih mementingkan nonton drama dibandingkan dirimu.

Lucu sekali, saat itu kita sangat kekanakan. Gara-gara drama Full House itulah akhirnya aku memanggilmu dengan sebutan  Lee Young Jae dan kamu memanggilku Han Ji Eun, kedua tokoh yang ada di drama tersebut.

Aneh nya aku tak pernah marah dengan guyonanmu, Kau pun akan terbahak-bahak mendengarkan lelucon yang ku lontarkan, karena bagimu aku adalah gadis portable mu yang baik hati yang sulit kau temukan diluaran sana.

Aku senang mendengarkanmu bermain gitar, menyanyikan lagu-lagu yang kita suka. Kamu ingat kan lagu lama yang suka kita nyanyikan?

Feel Like Home - Chantal Kreviazuk

yeah... kamu sangat suka lagu itu.

Kamu sangat pandai memainkan senar-senar gitar dengan jari jemarimu dan kamu akan menutup kedua telingamu ketika aku mulai bernyanyi, katamu suaraku tak lebih baik dari suara mesin potocopy. Taukah kamu, petikan gitarmu membuatku menyadari bahwa ternyata kamu sedikit demi sedikit mulai mengisi gurat-gurat di hatiku.

Argh... taukah kamu bahwa hatiku kini bukan lagi menjadi milikku seutuhnya.

Ada kamu disana....

Melekat erat hingga aku bingung menamainya ini cinta atau apa?

Hingga kemudian pertanyaan-pertanyaan ingin tahu mulai banyak terlontar dari temanmu, temanku, kakakmu, sepupuku, adikmu bahkan ibuku....

Hubungan kalian apa?

Teman ?

Pacar ?

Atau

Teman tapi mesra?

Kedekatan kita memang sepertinya sudah banyak menimbulkan spekulasi, aku hanya bisa diam dan menunggu jawaban apa yang akan kau berikan. Tapi yang aku lihat sedikit sekali usahamu untuk membuat semuanya menjadi jelas. Apalah aku... sampai kapan aku mampu menunggu kepastian dari status hubungan kita.

Hingga musim berganti. September ditahun berikutnya, kita masih tak jelas.

Bye....

***

Pernah ngalamin hubungan seperti ini? Semacam tidak memiliki namun takut kehilangan, semacam tak punya status tapi merasakan kecemburuan. Digantungin tentu gak enak ya. Satu sisi doi memperlakukan kita sangat spesial tapi kita gak punya hubungan dengan status yang jelas. Kalo udah begini pasti hubungan ini berjalan tanpa arah yang jelas, ibarat kata lirik sebuah lagu

" mau di bawa kemana hubungan kitaaa..... bila kau terus menunda-nunda tanpa harus katakan cinta..."

Saran gue:

berhenti!! 

Sampai kapan mau jadi "sebastian" sebatas teman tanpa kepastian. jangan sampai terlalu banyak korban perasaan untuk hubungan yang tak ada dermaga untuk berlabuh.

Mengetuk hati seseorang tanpa berniat untuk masuk ke dalamnya adalah perbuatan tidak terpuji.

"Dalam hal apapun pengorbanan hanya akan sepadan jika tidak kelewatan batas. Karena sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik. Katakan pada mereka yang suka memberi harapan, kalau tak bisa bersama jangan dibikin nyaman dan terbiasa. Karena jelas-jelas temenan rasa pacaran itu tidak sehat". 


Friday, 7 August 2015

Mantan

Barusan lihat iklan baru sebuah provider kartu seluler, kayaknya iklan ini baru tayang hari ini deh dan langsung jadi trending topic. Keseluruhan iklannya bagus sih menurut gue, kreatif gitu apalagi  dibuatnya kayak MV gitu. Tadinya gue pikir trailer film, eh gak taunya iklan. Tapi pesan yang tertulis di akhir iklan itu yang agak-agak bikin gue melotot.

"Dengan bicara ubah mantan menjadi shoulmate"

What??

Hellow..... are you kidding us?

Merubah jadi apa?

Shoulmate?

Mantan yang kayak gimana dulu neh?

Mantan yang ninggalin loe ketika dia udah sukses?

Atau

Mantan yang ninggalin loe untuk nikah sama orang lain?

Wait..., gue gagal paham dengan pesan iklan ini.

Seinget gue, gue cuma punya beberapa orang mantan, dalam deretan nama mantan-mantan gue gak ada yang layak dijadikan shoulmate.
Jangan tanya mengapa? Karena itu merupakan hal-hal yang sangat impossible banget buat gue.


Tapi kalo mantan yang ini bolehkan gue jadiin manten.

Gue adalah orang yang mungkin nggak pernah bisa punya hubungan baik dengan para mantan. Entah kenapa menurut gue begitu hubungan berakhir semuanya emang udah harus berhenti sampai disitu karena gue orang yang gak suka basa basi. Apalagi yang setelah putus pacaran malah legowo mau diajak jadi kakak adik ahhh .... bulshit lah itu.

Namun ada satu nama yang selalu gue pinta ke Tuhan, dalam kondisi apapun dan dimanapun jangan pernah pertemukan lagi gue dengan orang ini. Biarlah dia menjadi butiran debu yang terbang tertiup angin (mulai hiperbola).

Jadi ceritanya ketika gue pulang ke bangka dan menginjakkan kaki lagi di kota ini gue masih aja terganggu dengan pikiran gue yang membawa gue flashback ke masa lalu. Apalagi kalo lagi berada di suatu tempat yang ada kenangannya disitu.

Sebel sih sebenernya!

Seperti kejadian beberapa waktu yang lalu di jalan yang sama, serasa menghirup udara yang sama seperti 6 tahun yang lalu, mengingatkan gue tentang seseorang yang pernah bikin hati gue patah krekk... krekk... jatoh keinjek-injek, pecah dan meninggalkan lobang besar yang dalam.

Siapa dia?

Mantan

Orang yang mungkin tercipta memang untuk menciptakan lubang yang besar di hati gue.  Ecieee.... dalem banget yak!

Iyain aja -

Jadilah ceritanya kemarin tanpa sengaja gue ngelewatin sebuah tempat, seperti adegan-adegan didalam drama korea tiba-tiba ingatan gue kembali  ke masa-masa itu disebuah jalanan komplek dekat sebuah lapangan bola jalanan yang basah dengan sedikit sisa-sisa hujan, dingin dan kebekuan antara gue dan dia semakin kentara saat itu. Tanah tempat gue berpijak masih terasa bergetar saat tiba-tiba sebuah kalimat terlontar dari mulutnya

"Kita putus aja"

Lalu kemudian hening ...

"Aku bosan hidup susah"

Hening lagi beberapa saat

Udara malam itu menampar gue berkali-kali dari tempat gue berdiri. Semua kalimat pertanyaan
Apa?

Kenapa?

Bagaimana?

Seolah-olah tercekat di tenggorokan, tiba-tiba gue merasa kehilangan oksigen untuk bernafas seakan-akan berada dalam ruang kosong yang teramat gelap, sedangkan wajahnya terus menerus menggantung di kelopak mata gue, lalu dengan bibir bergetar gue hanya mampu berkata lirih.

"Pergilah....!"
.
$#@%^&**(()₩;&^/$:&! ( memaki dalam hati )

Hanya sepatah kata itu yang mampu terucap, sedangkan kalimat makian nyangkut ditenggorokan gue.

Dengan bahasanya yang seolah tanpa beban, tanpa rasa bersalah ia terus bergumam dengan kalimat yang sulit gue mengerti maknanya.

Lalu sebuah kalimat terdengar dan langsung menohok ke jantung gue yang hingga kini masih gue ingat setiap pulang ke kota ini.

"Berharap semua akan baik-baik saja. Kamu pasti akan menjadi seorang yang hebat dan aku berharap menjadi seorang abdi negara yang sukses. Pada akhirnya kita akan menjalani kehidupan kita masing-masing, tentunya dengan kenangan indah yang akan selalu menghiasi langkah kita ke depan. Terima kasih sudah menjadi cinta pertamaku. You are the best!"

Entah itu sepenggal alibi atau hanya kalimat penghibur gue masih gagal paham, namun belakangan gue baru mengerti itu adalah doa.

karena setidaknya gue berhasil jadi orang hebat seperti katanya.


Pangkalpinang (sekian waktu yang lampau).


Wednesday, 17 June 2015

Tentang Cinta Pertama

Dari judul mungkin udah terlalu mainstream ya, tentang cinta pertama ada nggak ya orang yang nggak inget sama sekali dengan cinta pertama nya? gue rasa mungkin sedikit dibandingkan dengan yang selalu ingat. 

Cinta pertama bagi kebanyakan orang adalah cinta yang sulit dilupakan entah itu meninggalkan kesan indah atau nggak tetap saja cinta pertama adalah fase pertama seseorang mengenal asmara. Boleh jadi cinta pertama adalah cinta yang tak terlupakan dalam hidup seseorang namun tak menutup kemungkinan kalau cinta ke 2,3,4 dan seterusnya memiliki kisah yang lebih indah dari cinta pertama.

Terinspirasi dari serial drama Korea My Love Eundong yang sedang gue ikuti. Sampai episode 6 gue masih berdecak kagum dengan penulis naskah Baek Mi Kyeong yang punya ide cemerlang menulis cerita drama ini. Berkisah tentang seorang aktor terkenal yang bernama Ji Eun Ho yang tidak bisa melupakan cinta pertamanya Eun dong. 

Dalam drama ini Ji Eun Ho digambarkan sebagai sosok pria yang setia, selama 20 tahun ia masih berharap bisa bertemu lagi dengan cinta pertamanya yang tiba-tiba menghilang. Kemudian pada satu waktu ia bertemu kembali dengan Eundong cinta pertamanya itu namun dalam kondisi yang berbeda, Eundong hilang ingatan tentang masa lalunya bahkan ia sudah menikah dan memiliki seorang putra. Tapi Ji Eun Ho tak pernah menyerah ia bahkan masih berharap bisa merebut Eundong ke sisinya lagi. 

Sebenarnya gue agak-agak gregetan dengan sosok Ji Eun Ho ini. Saking setianya gue malah melihat ia sebagai seorang pria yang lemah dan menyedihkan. Kalau di kehidupan nyata ada sosok pria seperti Ji Eun Ho mungkin bisa jadi ia seorang pria langka yang wajib dilestarikan. Tapi ini hanya kisah dalam sebuah drama ya, sampai episode 6 gue bisa menarik kesimpulan bahwa:

"Cinta pertama adalah cinta yang paling indah tapi perpisahan pertamalah yang paling dalam".

Gue masih sedikit bingung beda cinta pertama dan cinta monyet, karena pengalaman gue cinta pertama adalah cinta monyet gue yaitu ketika pertama kali gue suka dengan seseorang yang setiap kali melihat dirinya jantung gue nggak bisa berhenti berdegup dan pandangan gue nggak pernah lepas dari dirinya. 

Pertama kali kenal cinta pertama waktu gue kelas 5 SD. Masih terlalu dini memang ya, gue suka dengan kakak kelas gue yang menurut kaca mata bocah kelas 5 SD kala itu sangat tampan, pintar dan menawan. Sampai duduk di bangku kelas 2 SMP gue masih mengejar cinta pertama gue itu. Namun setelah dia tau gue suka dia dan berbalik dia membalas perasaan gue, gue malah kabur ketakutan. 

Syukurlah gue termasuk salah satu orang yang bisa melepaskan indahnya kisah cinta pertama dan hingga detik ini sejak gue tamat SMP gue nggak pernah lagi bertemu atau sekedar tau tentang cinta pertama gue itu. Pernah sekali melihat akun facebooknya, ternyata ia kini tampak berbeda tak setampan pandangan mata gue kala itu ketika gue masih pakai seragam putih merah.

Setiap orang pasti punya pengalaman cinta pertama yang berbeda-beda, ada yang meninggalkan kenangan manis dan juga ada pula yang meninggalkan kenangan pahit. Menurut gue kenangan cinta pertama itu sangat berbahaya Manis, bila bisa move on dan menjadikan kisah cinta pertama sebagai pembuka jalan untuk menemukan cinta yang sebenar-benarnya. Pahit, bila nggak bisa keluar dari first love syndrome. Karena cinta pertama tak selamanya penuh bunga, patah hati dan trauma akibat cinta pertama yang kandas akan selalu mengikuti. Dan jeleknya Brokenheart syndrome ternyata bisa berpengaruh untuk hubungan asmara di masa mendatang. Akan sangat fatal akibatnya bila nggak bisa lepas dari jeratan kenangan cinta pertama apalagi untuk yang sudah berkeluarga. 

Pernah ada seorang teman lama gue curhat tentang gimana rasanya lelah disiksa rindu. Ia bilang masih sering menangis di tepi tempat tidur karena selalu ingat mantan cinta pertamanya. Perasaan bersalah selalu ia rasakan setiap kali melihat suami dan anaknya. Horor juga sih menurut gue, ternyata kenangan cinta pertama itu sama berbahayanya dengan kehadiran orang ketiga. 

Sejatinya setiap orang menginginkan hubungan rumah tangga yang aman yang nggak pernah ngomongin mantan, nggak pernah digangguin cabe-cabean, nggak ada perselingkuhan, dan nggak pernah baperan seperti istilah anak gaul zaman sekarang. Itulah alasan mengapa gue selalu ketar-ketir kalo suami udah minta izin pengen dateng ke acara reunian teman-teman lamanya. Bisa jadi toh disana ada cinta pertamanya, hehehe.... gue adalah istri yang paranoid, yup itu benar!.

Mereka yang bahagia meski nggak mendapatkan cinta pertamanya adalah mereka yang benar-benar bisa melepaskan dirinya dari kenangan cinta pertamanya. Sepenuhnya mereka menyadari sudah tidak ada tempat untuk cinta pertama namun bahagia karena dulu dirinya pernah merasakan cinta pertama. 

Jadi kesimpulannya, gue salut dengan orang yang yakin menunggu cinta pertamanya, meskipun selalu ada kemungkinan dimana ia berhenti meraih apa yang tak bisa ia raih lagi. Seseorang yang kita pikir adalah milik kita, bisa jadi ternyata bukan milik kita. Kita memiliki kenangan yang indah bersamanya, tapi kita nggak akan pernah memiliki jalan hidupnya. 

Mereka yang bisa hidup bersama dengan cinta pertamanya mungkin adalah orang yang beruntung. Namun fakta lain  banyak pula orang yang hidup berbahagia meski itu dengan cinta yang ke 2,3,4 dan bahkan seterusnya. Seperti yang dikatakan Mario Teguh, cinta pertama jarang sekali menjadi cinta terakhir yang terbaik. Sabar saja, tetaplah pelihara kemuliaan diri anda.

"Berbahagialah orang yang bisa meraih cinta pertamanya atau yang bisa melepaskan diri nya dari kenangan cinta pertamanya. Cinta pertama memang indah, tapi cinta yang terakhir lebih dari sempurna".

Ditulis dengan segenap cinta^^


Wednesday, 10 June 2015

Cerita Gue: Antara Berdandan dan Memasak

Dalam hidup gue, gue sering merasa gak berbakat dalam dua hal yaitu berdandan dan memasak. Layaknya wanita dewasa masa kini yang sudah berkeluarga dan tinggal di ibukota yang WOW... ini setidaknya kemampuan dasar seperti itu harus sudah dikuasai sebelum menikah. Jadi kali ini gue mau ngebahas kedua point yang selalu masih menjadi ajang coba-coba dalam hidup gue.

Dandan



Mungkin ada sebagian yang persis seperti gue merasa jadi Cinta dalam film AADC. Di depan kaca dengan seperangkat kosmetik itupun kosmetik hantaran waktu nikah yang masih utuh karena jarang dipakai meskipun udah 3 tahun. Coba-coba pake lipstick terus hapus, coba lagi pake eyeliner terus hapus, dan begitu seterusnya tanpa hasil malah lebih mirip ke ondel-ondel khas Betawi. 

Bukan tanpa alasan temen gue ngasih julukan ke gue "wanita hampa tanpa lipstick dan pensil alis" tampaknya julukan ini memang sudah melekat pada diri gue. Dari dulu gue hanya mengandalkan bedak baby yang serba praktis tinggal tabur ditelapak tangan gosok-gosok dan usap kemuka. Sampai gue tamat kuliah dan terjun ke dunia kerja kebiasaan itu masih berlangsung. Pernah suatu hari gue ditegur Pimpred gue di tempat kerja, dia bilang kenapa jadi perempuan mukanya polos sekali bahkan istrinya turun tangan ngasih tips biar muka gue kinclong. Gue disuruh bikin masker dari beras ketan hitam yang direndam 3 hari lalu ditumbuk sampai halus. Gue lakonin nggak? tentu nggak. Dan istri bos gue pun nggak pernah tau kalau nasehatnya hanya masuk kuping kanan terus keluar lagi kuping kiri. 

Dulu gue punya masalah alergi kulit, jerawat bernanah yang menghancurkan fisik dan psikis gue secari membabi buta. Gue udah pasrah aja berbagai cream, salep, lotion dan resep dari mulut ke mulut udah gue lakonin. Hingga akhirnya gue masuk ke ruang praktek Dokter kecantikan yang katanya udah bersertifikasi. Bukannya sembuh malah gue jadi anti banget ke Dokter kecantikan. Kenapa? karena terlalu sadis dan gue ngerasa itu hal terhoror yang gue lakukan dalam hidup gue saat itu. Muka gue yang penuh motif polkadot nya di sedot sampe meninggalkan bekas parutan di pipi gue yang sampe sekarang masih membekas. Dalam hidup gue itu adalah pengalaman pertama sekaligus terakhir gue masuk ke ruang prakter dokter kecantikan.

Jadi kalau sekarang gue udah bisa dandan dikit-dikit itu bukan karena keharusan melainkan masih ajang coba-coba. Gue selalu inget nasehat emak dulu ketika gue belom menikah.

Emak bilang: 

"Jadi orang jangan males, coba belajar ngurusin badan, muka dipakein bedak, jerawat jangan dipites terus-terusan. Itu rambut disisir, bibir dikasih lipstick jangan balu kek gitu. Trus kalo gajian jangan cuma jajan beli makanan belilah parfum yang botol gede jangan minta punya emak terus-terusan". 

Dulu, mungkin emak gue nggak tau kalo anaknya ini bukanlah tipe cewek-cewek pada umumnya yang punya koleksi aksesoris, tas dan sepatu hak tinggi. Emak bahkan nggak tau kalau gue bukanlah tipe cewek girly yang suka dandan. Bahkan gue nggak suka dipusingin dengan UV protection yang tertera di compact powder atau lipstick seri berapa yang lagi ngetrend.

Yah, gue rasa emak gue dulunya memang nggak tau segalanya kalau anak perempuannya ini adalah seorang yang nggak pernah sekalipun nyentuh bedak atau lipcare atau bahkan sekedar body lotion. Dan satu hal lagi yang emak gue nggak pernah tau, dulu itu parfumnya bukan habis karena gue yang pakai. Itu parfum habis karena ketumpahan sama gue. 

Kalau dulu nasehat emak bisa gue counter attack dan gue bantah 100 %, tapi sekarang emak gue lebih hebat ngasih nasehat sekaligus ancaman. Setiap pulang ke Bangka setahun sekali gue nggak pernah ada perubahan di mata emak gue.

Emak selalu bilang:

"Itu badan kapan mau kurusnya, muka masih polos aja gak pernah make up. Tinggal di kota besar tapi kayak orang kampung, ntar dikira ahjumma loh? awas, suami tiap hari kerja diluar sana ngeliat orang-orang pada klimis dandan yang rapi eh, pulang kerumah liat bini awut-awutan".

Ekstrim banget kan emak gue, terus gue bisa apah kalo udah diceramahin gitu. Hanya bisa merenungi diri di depan cermin berharap tiba-tiba keajaiban terjadi cermin bisa ngomong bimsalabim jadi apa prok... prok...prok... dan gue berubah jadi Ha Ji Won. #terpaktarno



Masak




Dalam hal masak dulu gue sama sekali nggak pernah belajar dari emak gue yang emang pinter masak. Paling gue hanya bantu-bantu motong sayuran dan bumbu di dapur. Kalau teman gue selalu penasaran dengan resep dan cara masak makanan baru yang di makannya, gue malah nggak minat sama sekali boro-boro ngambil pena dan buku untuk mencatat resep tersebut. Tapi semenjak menikah gue emang getol banget belajar agar bisa masak dan masakan gue layak dimakan oleh suami, istilahnya gue pengen kayak iklan bikin sejarah dalam keluarga gue dengan masakan gue. Karena ada yang bilang "ibu yang hebat adalah ibu yang pandai memasak". Gue akui gue memang masih jauh dari sosok istri dan ibu yang sempurna, masakan gue masih sering labil kadang bisa enak kadang bisa ancur. Kalo dilihat dari bakat turun temurun keluarga gue almarhum nenek, budhe, nyokap dan tante-tante gue semuanya bisa masak apalagi bikin kue semuanya bisa.

Kalau kata emak gue, itu semua proses dan belajar aja dari pengalaman. Bikin kue pun gitu sekali dua kali masih bantet yang ketiga kali pasti ada kemungkinan sukses. Pokoknya terus mencoba jangan putus asa. 

Dari semua yang dikatakan emak, gue belajar hal-hal penting lain yang lebih dari sekedar tau cara memasak yang enak. Dari memasak gue mulai belajar mengasah "feelings" karena memasak bukan cuma sekedar takaran yang sifatnya pasti dan tepat seperti yang ada di buku resep. Seperti contoh ketika gue bikin pancake di resep tertera di campurin mentega sebanyak 50 gram ketika gue cetak ternyata pancake gue melempem dan gue baru merasakan pancakenya lembut dan mengembang setelah gue kurangin mentega nya hanya seukuran 1 sendok makan. Gue biasanya emang terlalu pede dalam hal memasak, gue nggak terlalu terpaku pada resep atau tutorial cara memasaknya. Gue pernah punya pengalaman gagal bikin donat sampai tiga kali karena terpaku sama resep dan tutorialnya. Eh, donat gue bukannya empuk malah bantet karena adonannya nggak ngembang dan ternyata cara nyampurin ragi nya salah.

Dan yang terakhir pesan emak gue:

"Memasaklah dengan hati, niatin kita memasak untuk membahagiakan orang yang makan makanan yang kita masak".

Kuncinya "Just keep it simple" buatlah sesederhana mungkin jangan berpikir terlalu jauh dan rumit. Dengan begitu hati, otak dan tangan akan sinkron dengan sendirinya hingga hasil yang di dapat benar-benar layak untuk dinikmati.

Oke itu sekilas mengenai dilema emak-emak rumah tangga yang kesehariannya nggak jauh-jauh dari eksperimen dan hal coba-coba.  Gue cantumin juga resep Mie Kuah Ikan Khas Bangka dan Lava Cake yang pernah gue posting di Instagram gue beberapa waktu lalu.

Resep Mie Kuah Ikan Bangka

A photo posted by Tary Onnie (@taryonnie) on

Bahan:
Kalau di Bangka biasanya pakai mie basah, tapi mie telur juga gak apa-apa
Mie telur 1 bks
Tauge 100 gr
500 gr daging ikan tenggiri/selar
Daun bawang, seledri
Tomchoy (sejenis sawi putih asin)
Air kurang lebih 2 ltr

Bumbu:
Bawang merah 10 siung
Bawang putih 6 siung
Jahe setengah ruas jari
Gula merah secukupnya
Lada 1 sdt teh
Kecap manis 2 sendok makan
Minyak goreng untuk menumis
Garam, gula dan penyedap rasa secukupnya

Cara masak:
Daging ikan direbus sampai empuk, sisihkan air kaldunya (kalau gak suka amis ikan, airnya boleh dibuang dan ganti air baru) kemudian daging ikannya dihaluskan. Tumis bawang merah, bawang putih, dan jahe yang sudah dihaluskan sampai harum, sisihkan. Masak air untuk kuah setelah mendidih masukan bumbu yang sudah ditumis beserta daging ikan yang sudah dihaluskan tadi, aduk rata dan masak dengan api sedang. Setelah mendidih masukan gula merah, kecap manis, lada bubuk, garam, gula dan penyedap rasa. seimbangkan rasa.

Penyajian:
Tata mie, tauge, daun bawang, seledri, dan tomchoy dalam mangkok, tambahkan kuah lalu tabur bawang goreng lengkapi juga dengan cabe rawit, cuka atau jeruk kunci.


Resep Lava Cake

A photo posted by Tary Onnie (@taryonnie) on

Bahan:
2 butir telur
1 sdm gula pasir
20 gram susu bubuk coklat (bisa pake milo)
2 sdm penuh margarine
3 sdm terigu segitiga biru
80 gr dark chocolate

Cara masak:
Lelehkan coklat dan margarine, setelah meleleh masukan susu bubuk coklat aduk rata. Dimangkok terpisah kocok telur dan gula dengan garpu sampai gula larut, masukan terigu aduk rata, masukan adonan coklat aduk rata. Setelah itu masukan ke cetakan yang sudah di oles margarine. Kukus pakai api besar selama 7-10 menit. Angkat dan sajikan.

Note:
Gue pernah nyoba kukus selama 7 menit, pas di cetak bagian atasnya belom mateng dan terlalu meleleh. Terus gue coba lagi kukus sekitar 8-9 menit barulah hasilnya memuaskan pas di belah lavanya keluar. Total semua persiapan sekitar 15 menitan. Pake timer hape jadi pas di 8-9 menit langsung angkat. Satu resep jadinya 4 porsi ukuran cetakan diameter 7 cm dan tinggi cetakan 3 cm.

selamat mencoba ya^^


Tuesday, 21 April 2015

Nenek Dengan Sejuta Kenangan Dan Cerita

Di moment hari Kartini ini gue pengen nulis spesial tentang nenek gue. Hari ini 3 hari sudah nenek berpulang ke sisi Allah, sedih banget pagi Minggu yang cerah gue dapet telpon dari sepupu yang ngabarin kalo nenek udah nggak ada lagi. Nenek udah beberapa tahun ini sakit kondisinya kadang membaik kadang ngedrop, sakitnya udah macem-macem mulai dari gondok mata, maag, jantung dan darah tinggi, udah segala macem pengobatan di jalanin sampe akhirnya nenek menyerah dan ikhlas pada takdir, minggu pagi yang cerah dihadapan sebagian anak-anaknya nenek menghembuskan nafas terakhir dengan menyisakan kelembutan di wajahnya.




Gue nggak bisa melihat  nenek untuk yang terakhir kalinya, gue dapet tiket pesawat jam 15.50 sedangkan ba'da ashar nenek udah dikebumikan. Keesokan harinya gue baru bisa nyekar ke kuburan nenek. Sedih banget tahun baru kemaren pas pulang liburan gue masih ketemu dan nenek sempet minta dipotoin bareng Raheesa cicitnya namun kali ini gue pulang yang gue temuin hanya tanah kuburannya.


Dalam sejarah hidup gue nenek banyak banget jasanya sama gue. Katanya gue adalah cucu kesayangan nenek, mungkin karena gue cucu pertama jadi kenangan gue bersama nenek lebih banyak dibanding cucu lainnya. Gue masih inget dulu waktu kecil gue sering diajak nenek pargi ke kampung halamannya nginep dirumah saudaranya yang tinggal di kampung. Nenek sering masakin makanan kesukaan gue, setiap lebaran yang nggak bakal dilupain adalah lontong kuah sayur khas nenek banget. Naggak ada yang bisa nandingin rasa kuah lontong sayur bikinan nenek bahkan anak-anak nya pun nggak bisa masak yang sama persis rasanya seperti nenek. Lebaran kali ini sayangnya udah nggak bisa lagi makan lontong kuah sayur bikinan nenek, dan lebaran ini bakal beda banget rasanya tanpa nenek.

Nenek adalah seorang Single Parent yang sangat tangguh di usia muda ia sudah ditinggal suaminya meninggal dunia dengan anak yang banyak dan masih kecil-kecil. Seorang diri nenek menghidupi 7 orang anaknya sampai besar dan mampu berdiri sendiri. Walaupun dulu hidup dengan kondisi yang pas-pasan namun nenek cukup berhasil mendidik anak-anaknya dengan nilai-nilai hidup yang sangat baik bahkan nilai-nilai hidup ini juga diajarkan kepada cucu-cucunya. Nenek selalu mengajarkan agar selalu akur dan rukun sesama saudara, dan yang paling gue inget nenek emang paling cerewet sama gue kalo gue telat mandi pagi.

Sekarang nenek udah pergi dengan tenang, meninggalkan kami dengan sejuta kenangan dan cerita, baik itu cerita sedih ataupun senang nenek selalu ada mendampingi kami dengan ikhlas dan sabar. Selamat jalan nenek tersayang semoga Allah mengampuni segala dosa, semua amal ibadah nenek diterima disisi Allah dan ditempatkan di Syurga terindah. Tunggu hantaran doa dari anak-anak dan cucu-cucumu. Kami semua merindukanmu.

Karena sesungguhnya

Begitu kita dilahirkan, kita berjalan selangkah demi selangkah menuju kematian. 



Thursday, 26 January 2012

Kamu dan Secangkir Kopi Hitam Manis

                                              gambar diunduh dari Sini

 Morning Dear...

Kopi pertama pagi ini manis,harum, hangat sehangat ungkapan sayangmu yang kau ucapkan di pagi ini. Aroma pagimu selalu segar untukku nikmati, seperti menikmati semburat cahaya emas matahari pagi yang muncul dari celah-celah jendela.

Pagi selalu mengisyaratkan cinta. Seperti kopi dalam gelas keramik yang selalu aku suguhkan. Tak perlu menambahkan banyak gula agar kopi kesukaanmu terasa manis, sesendok gula sudah cukup melengkapi kebersamaan kita di pagi hari. Karena bagiku tak ada yang lebih manis melebihi dirimu.

Aku memang tak suka kopi, namun aku sangat suka membuatkannya untukmu, dari secangkir kopi kau banyak mengajarkan aku tentang hidup. Bahkan ketika dulu aku belum bisa memberi takaran yang pas untuk secangkir kopi yang nikmat, kau dengan sabar mengajariku, setiap pagi kau tetap minum kopi buatanku meskipun rasanya tak pernah pas di hatimu. Sembari tersenyum kau selalu berkata kopi buatanku adalah yang paling kau sukai.

Dari situ aku tau, kau selalu berusaha membuat kehidupan kita manis. Ibarat gula kau adalah pemanis hidup yang akan selalu memberi rasa, menawarkan segala rasa pahit dalam kehidupan.

Itulah mengapa aku selalu tak sabar menunggu pagi, karena pagi selalu punya banyak makna, pagi adalah pembawa semangat, penguat bagi yang asa, dan pagi bagiku adalah waktu yang tepat untuk membalas cinta, melalui secangkir kopi manis kesukaanmu, dan selamanya aku berharap kau selalu suka kopi buatanku.



      Salam