Showing posts with label about me. Show all posts
Showing posts with label about me. Show all posts

Friday, 26 February 2016

4th Wedding Anniversary




"Only God can give you the love you're looking for. And only God can give you the person that loves him enough to deserve you".
-Christian Apparel-

Sebelum keburu basi dan hari istimewa ini lewat begitu saja dalam beberapa jam kedepan gue mau cerita tentang wedding anniversary gue sama suami yang jatuh pada hari ini tepatnya tanggal 26 Februari. 4 tahun yang lalu lewat cinta kilat selama dua bulan akhirnya gue yakin kalo orang ini adalah jodoh yang terbaik buat gue. Kenapa yakin? kan cuma kenal di dunia maya? nggak takut beli kucing di dalem karung tuh? beragam komentar dari orang-orang termasuk saudara gue sendiri pun ikut sanksi dengan pilihan gue ini. Bersyukurnya Tuhan memberi petunjuk yang nggak salah untuk hidup gue dan ajaibnya gue memiliki orang tua yang selalu percaya pada pilihan anaknya, hingga gue pun yakin kalo orang ini adalah orang yang tepat buat gue.

Suami gue nggak tampan, tapi dia menarik seenggaknya di mata gue hingga detik ini, dia bukan anak orang kaya dan juga bukan pengusaha yang memiliki banyak asset namun selalu mampu mengabulkan apa yang istri dan anaknya inginkan. Dia hanya karyawan biasa yang nggak pernah mengeluh harus bangun pagi dan pulang malam demi memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya. Lebih dari segalanya dia adalah orang yang paling sabar yang pernah gue temui dalam hidup gue, dia nggak pernah marah ketika gue bangun kesiangan dan lupa membuatkan kopi untuknya, bahkan ketika gue lupa menggosok kemeja kerjanya atau lupa mencuci kaos kakinya. Dia adalah orang yang nggak pernah komplain dengan rasa makanan yang gue masak, entah itu keasinan atau kemanisan. Suami gue adalah laki-laki portable, ibarat balutan wol dia selalu melindungi, meredam dingin dan menyelimuti.

To my husband, my best partner in my life, my soulmate, my best enemy, my lover, my past-future-present and forever tetaplah jadi lelaki sederhana yang selalu tampan di mata istrimu ini, tetaplah jadi lelaki yang kuat yang bisa menahan godaan yang ada di sekelilingmu dan tetaplah jadi lelaki yang hebat untuk keluarga. After all this time, you're still amazing to me.

Happy anniversary yank.


Monday, 2 November 2015

Malam, Hujan Dan Hening



Rintik hujan pertama di Jakarta malam ini terasa sangat membahagiakan.  Ditemani frekuensi radio favourit yang memutar lagu-lagu manis pengantar tidur, sungguh terlalu sayang melewatkan bunyi denting air hujan yang jatuh ke genting rumah dengan pergi beranjak tidur terlalu cepat. Bulan November dan musim penghujan yang gue yakin semua orang sangat merindukannya, termasuk gue yang sudah merasa kering kerontang jiwa dan raga di musim kemarau panjang ini.

Oke gue udah cukup merasa fix dengan kondisi yang gue rasakan malam ini. Sempurna!! coklat panas, malam yang dingin, aroma tanah basah, dan suara rinai hujan yang selalu jadi favourit gue.

Dan satu lagi suara penyiar radio idola gue yang setiap perkataannya selalu nancep di hati gue meski gue nggak pernah tau seperti apa rupanya.

Lengkap sudah, sesederhana ini gue bisa merasa sangat bahagia malam ini.

Diantara rasa bahagia dalam suasana hening  ini, tiba-tiba gue  pengen nulis tentang keheningan, apa itu hening? dan dimana mendapatkan hening itu? pertanyaan yang dulu selalu ada dalam benak gue ketika gue mulai dilingkupi rasa jenuh.

Gue selalu suka suasana hening. Biasanya hening selalu gue rasakan di malam hari ketika hujan, Seperti malam ini meskipun hujan hanya rintik saja. Dalam hening pikiran gue bebas berkeliaran ke mana saja ia mau, salah satunya tertuju ke dapur emak gue. Dulu, pertama kali gue merasa hening itu indah ketika  berada di belakang rumah tepatnya di dapur emak. Hanya ada suara gemericik air dari kran kamar mandi yang beradu bunyi dengan suitan burung gereja di atas pohon nangka. Saat itu bunga-bunga anggrek bulan kesayangan ayah mulai bermekaran. Ayah memang sangat suka memelihara tanaman, dan bunga anggrek salah satu tanaman favouritnya. Sedangkan emak sibuk dengan aktifitasnya memasak di pagi hari, kebulan asap dari tungku kayu dan bunyi gemercik minyak panas dari wajan penggorengan menambah suasana semakin ajaib saja saat itu.

Gue juga kurang paham seperti apa definisi hening, seperti yang gue kutip dari buku Gede Prama hening adalah,

"Berbeda dengan kesombongan dan keberhasilan yang lapar dengan sebutan positif, keheningan tidak lagi terlalu hirau dengan sebutan. Hening bukan lawannya riuh, hening bukan musuhnya ribut. Hening bukan juga atribut yang haus pujian. Hening adalah hening, ia tidak berlawankan apa-apa".

Tuhan selalu menghadirkan hal-hal yang indah, meski sulit mengartikan hening dalam kata-kata namun ditunjukkan melalui penglihatan dan indra perasa. Malam ini segalanya tampak indah, seperti perasaan yang gue rasakan beberapa waktu lalu di dapur milik emak. 

Tak perlu riuh, tak perlu ramai, tak perlu mahal, bahkan sepi pun sangat menyenangkan. Sang Pencipta  telah menganugerahkan dan menjadikan jiwa ini hening untuk mengingatkan gue betapa gue harus mensyukuri dan mencintai kehidupan ini. Dan pertanyaan-pertanyaan tentang hening sepertinya tak perlu di jawab lagi, karena pikiran yang bergerak dengan sendirinya menemukan jawaban itu, dan sekali lagi gue menemukan hening malam ini.

Jadi demikianlah hening, hanya bisa dirasa. 



Thursday, 22 October 2015

Gue Dan Sheila On 7


Gue dulu, setengah dari usia gue yang sekarang adalah fans garis keras dan penikmat lirik-lirik indahnya Sheila On7 yang fanatik. Di tela'ah dari sudut manapun gue merasa semua lagu-lagu Sheila on7 itu cocok banget jadi backsound hidup gue, sebut saja beberapa judul lagu yang fenomenal seperti Dan, Shepia, Berhenti Berharap, Yang Terlewatkan, Kisah Klasik, Anugrah Terindah Yang Pernah Kumiliki, Pemuja Rahasia dan masih banyak yang lainnya. Semua lagu sangat memorable Banget menurut gue karena sangat dekat dengan keseharian anak-anak muda seumuran gue kala itu. Dengan kemunculan mereka langsung memunculkan cap "gue banget".

Perkenalan pertama gue tahun 1999 sejak pertama kemunculannya hingga sekarang cinta gue tak pernah berubah atau berpaling arah ke band-band yang lain. Sheila On 7 memiliki tempat tersendiri dalam hidup gue. Saat itu gue baru kelas 3 SMP pertama kali gue langsung jatuh hati pada mereka ketika melihat video klip lagu Kita apalagi lagu itu bagus banget, musiknya easy listening pokoknya anak muda banget deh. Seumuran gue waktu itu pasti semua ngefans sheila on7. Di sekolahan yang di bahas waktu itu tentang vokalisnya yang berambut gondrong, iya Duta yang saat itu mulai mencuri hati gue, orangnya memang nggak seganteng Nicholas Saputra tapi sukses bikin gue tergila-gila.

Sampai berlanjut ke bangku SMU, gue makin tergila-gila dengan sheila on 7. Gue rela nyisihin uang jajan cuma buat beli kaset nya Sheila, gue inget waktu itu beli harga kasetnya masih Rp. 19.500,-. zaman itu uang segitu lumayan besar nilainya bisa buat uang SPP gue satu bulan. Dan gue nggak hanya beli satu kaset melainkan dua karena gue pikir kalo kaset satunya rusak masih ada cadangan yang satunya lagi. 

Dinding-dinding kamar gue pun di penuhi poster-poster nya Sheila On 7. Ayah gue sempet marah karena menurutnya gue mengotori dinding. Saking cintanya gue tetap tempel aja poster-poster itu. Sampai suatu hari ketika pulang sekolah nenek gue bilang ada surat buat gue, amplop coklat itu sangat bikin gue penasaran. Pas gue lihat di sudut amplop bertuliskan FC Sheila On7 hati gue mulai dag-dig dug gak beraturan, seperti mendapat surat cinta dari kekasih sebelum membuka amplop itu berkali-kali gue ciumi amplop itu sambil jejeritan gak karuan.

Dulu Sheila on 7 juga pernah menjadi salah satu alasan gue pengen banget kuliah di Jogja, namun karena sesuatu hal di penghujung masa SMU gue,  akhirnya impian gue nggak pernah terwujud. Di tahun ajaran berikutnya adik gue yang sukses dikirim untuk belajar di Jogja, bikin gue iri setengah mati. Dan kini pun ketika usia gue udah berkepala tiga, hari ini maupun 15 tahun yang lalu  hati gue masih klop dengan lagu-lagunya sheila On7. Kalau ditanya lagu mana yang paling di sukai dari semua lagu mereka jawabannya mungkin agak sulit karena menurut gue semuanya gue suka. 

Beberapa alasan mengapa gue suka Sheila On 7,  mereka sangat sederhana dari awal kemunculannya mereka tampil dengan sederhana dan apa adanya, benar-benar menjual karya dan bukan menjual tampang. Mereka juga sangat jujur dan nggak neko-neko dalam bermusik ini terbukti dari penjualan tiga album pertama mereka yang selalu laku terjual di atas 1 juta copy. Lirik-lirik lagunya sederhana namun sangat menyentuh dan yang selalu gue suka semua lirik lagu mereka sangat sederhana tapi memiliki arti yang mendalam.
Selain itu lagu-lagu mereka juga banyak berisi tentang kehidupan dan nggak melulu soal cinta dan yang terakhir mereka mengajarkan arti kesetiaan itu terbukti mereka tetap menjalin hubungan baik dengan dua personil (anton dan sakti) yang udah sejak lama keluar dari band.

Berikut ini beberapa lirik lagu sheila on 7 yang kata-katanya ajaib banget menurut gue.

Karena hanya dengan perasaan rinduku yang dalam padamu
ku pertahankan hidup
maka hanya dengan jejak-jejak hatimu
ada artiku telusuri hidup ini
selamanya hanya bisa ku memujamu
selamanya hanya bisa ku merindukanmu
(Pemuja Rahasia)

Genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
kupeluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
kita lawan bersama, dingin dan panas dunia
saat kaki telah lemah kita saling menopang
hingga nanti disuatu pagi salah satu dari kita mati
sampai jumpa di kehidupan yang lain
(Saat Aku Lanjut Usia) 


Jangan kau ungkit kesalahan yang kau buat sendiri
hanya perih hanya beban yang kan ada slamanya
telah kau tebang tempat kita biasa berteduh hapus peluh
semua kini terbilas balik dan berakhir
(Terlintas 2 Kata)


Ku akan pahami cinta
Dengan apa yang terjadi
Pastikan saja mimpimu tetap berarti

(Waktu Yang Tepat Untuk Berpisah)

Apa yang kan terjadi
pastinya kan terjadi
biar waktu yg menghakimi
dan aku akan terus bertahan
mengharapkannya, menantikannya
walau pedihnya tak tertahankan
melihatnya terjamah yang lain

(Terjamah)

Akhirnya aku menemukanmu
Saat ku bergelut dengan waktu
Beruntung aku menemukanmu
Jangan pernah berhennti memilikiku

(Hingga Ujung Waktu)
Aku pun tak ingin meninggalkan tempat ini
Apa yang kaurasakan aku juga merasakan
Bertahan sayang dengan do’a mu
Kucoba bertanya pada Tuhanku
Percayalah sayang ku tak ingin semuanya berakhir
Ku berusaha untuk s’lalu di sini
(Tentang Hidup)


Namun ada satu lagu yang liriknya pas banget dengan keadaan apa yang gue alami saat itu, berbarengan dengan  kemunculan lagu ini untuk yang pertama kalinya.

judulnya Yang Terlewatkan liriknya seperti ini:

Jika berulang kembali
kau takkan terlewati
segenap hati kucari
dimana kau berada

Walau ku terlambat
kau tetap yang terhebat
melihatmu... mendengarmu...
kaulah yang terhebat

Seperti emak gue yang di hari tua nya masih bisa menikmati lagu-lagu favourit di masanya, semoga kelak gue juga demikian menua bersama lirik-lirik manis lagu-lagunya Sheila On7 favourit gue. Gue bangga menjadi #SheilaGank




Sunday, 18 October 2015

Keyakinan Palsu alias Halusinasib

Pernah nggak sih ngalamin keyakinan palsu? entahlah.... gue hanya menebak-nebak mungkin memang ini yang dinamakan keyakinan palsu. 

Bingung kan? 

Sama gue juga bingung. Tapi yang jelas keyakinan mengada-ada gue ini sempet bikin gue di cap alay sama laki gue. Dan selama menikah baru pertama kali ini gue denger suami gue ngucapin kalimat  alay sama gue. *coba-cobaaa.... cek status FB bini lu ini bang... yang sering merayu-rayu para lelaki ganteng Korea ituh...* bisa pingsan kamu bang ...

Oya.... gue lupa laki gue gak punya lagi akun FB.

Back to topic

Mengapa keyakinan palsu gue ini bikin gue jadi orang alay di mata suami gue tercintah?? 

Karena ketika gue meyakini sesuatu terus bicara ke suami selalu berakhir dengan perdebatan panjang yang berakhir dengan kalimat ALAY!!


Contoh:  Ketika gue jalan-jalan bareng suami ke Ragunan terus gue ngeliat ada sosok laki-laki yang menurut gue perawakannya mirip banget sama Nicholas Saputra, rambutnya keriting, kulit putih bersih, tinggi jangkung dan bermata elang terus gue ngomong ke suami:


"Yah, itu si Nico ya"

"Nico mana?"
"itu Nico AADC"
"Nggak ah..., jauhhh"
"Iya mirip banget"
"Enggak!!"
"Yee... dibilangin mirip juga!"
"ENGGAK!! ngapain si bund si Nico bersiin kandang monyet?"
Bla...bla...bla... tiiittt....titttt.... tuuttt....
Alay...

Gue nggak tau ini mata gue yang siler atau memang suami gue yang suka menampikkan perkataan gue. Ah nggak tau lahh... yang jelas suami gue bukan partner berkhayal yang baik. Iya sih gue terlalu mengada-ada, sadar nggak mungkin lah si Nico maen sama monyet-monyet di Ragunan. Tapi boleh kan gue berkhayal tiba-tiba aja bertatap muka langsung sama idola gue ituh *bolehin aja.

Dulu gue punya temen cewek akrab banget. Rumah kita berdekatan dari kecil kita udah akrab. Sekolah, main, makan, manjat pohon, mandi, ngubek kolong sampe tidur pun sering bareng karena terkadang gue nginep di rumah dia begitupun sebaliknya. Bahkan gue merasa sebagian dari diri gue itu adalah dirinya, begitupun juga dia. Meski kita sering berantem trus baikan berantem lagi baikan lagi tapi mengenai selera kita banyak yang sama mulai dari pakaian, model rambut sampe kriteria cowok meski pada akhirnya kita mendapatkan jodoh jauh dari ekspetasi kita sewaktu remaja dulu.


Temen gue ini adalah partner berkhayal yang sangat sepadan, kalo udah berkhayal bisa berjam-jam mulai dari ngayal punya cowok sekeren aktor Korea sampai berkhayal dalam hal-hal diluar nalar. Tapi yang jelas ada perbedaan yang paling nyata yang bikin kami nggak mau mengalah satu sama lain, dia kekeuh banget bilang kalo Roger Danuarta  lebih ganteng di banding Nicholas Saputra. JELAS!!! gue PROTES gak terima dong. 


Dari sejak jaman SMA gue dan temen gue ini emang mengidolakan pria-pria bermata sipit, berkulit putih dan punya body oke dengan kaki jenjang, dada bidang dan bahu lebar ala-ala aktor korea zaman sekarang. Dulu kami terobsesi banget sama cowok yang berwajah oriental itu semua karena kami sama-sama kecanduan drama Taiwan "Meteor Garden" dimana gue dan temen gue ini sangat tergila-gila dengan Tau Ming Tse pada saat itu. Sampai ketika gue dan sahabat karib gue ini mulai terkena syndrome keyakinan palsu (istilah keren kami menyebutnya) sehingga dimana pun kami berada pada saat itu kami selalu berharap bisa melihat orang-orang yang mirip idola kami.


Awal mula terkena keyakinan palsu itu adalah semenjak tau ada cowok ganteng ala-ala Tau Ming Tse di tempat rental VCD langganan kami. Namanya Akong Tainam cowok keturunan Tionghoa yang berwajah ganteng, rambut ala-ala Tau Ming Tse, mata tentulah sipit, kulit kuning langsat walaupun body nya  kurang berisi tapi nggak apa-apalah demi memenuhi hasrat kecintaan kami terhadap Tau Ming Tse jadilah si Akong Tainam ini jadi objek incaran kami tiap nyewa Vcd. 

Nggak tau ini namanya Delusional Disorder atau halusinasip dengan level parah sampe sekarang pun gue masih sering kerasa-rasa ada Ju Ji Hoon di sekitaran gue. Waktu itu lagi main ke Roxy sama suami lihat-lihat cover buat tablet, tiba-tiba gue melihat sosok laki-laki bermata sipit, kulit putih dan tubuh yang semampai di parkiran. Gue langsung deh kepikiran dan berharap itu ju Ji Hoon yang lagi di dalam mobil. Padahal wajah si koko itu jauh banget dari Ju Ji Hoon. Kejadian seperti ini terulang lagi kemarin pas ke Lottemart niat beli lemon gue malah dibuat terpesona oleh salah seorang karyawan Lotte bagian yang jagain buah-buahan, ihhh kok mirip Park Seo Joon sih???? matanya doang, iya padahal yang mirip cuma matanya doang yang sipit. 

Sebenernya seperti apa sih Delusional Disorder itu?  gue penasaran akhirnya search di google mengenai gangguan-gangguan kepribadian. 


Delusi merupakan suatu kondisi dimana pikiran terdiri dari satu atau lebih. Delusi disebut juga ekspresi kepercayaan yang dimunculkan kedalam kehidupan nyata seperti merasa dirinya diracun oleh orang lain, dicintai, ditipu, merasa dirinya sakit atau disakiti. Gangguan delusi dapat terjadi pada siapa saja dengan beberapa kondisi tertentu.

Oke, fix gue jadi yakin kalo dulu gue sama temen gue itu hanya sekedar cinta sesaat, suka mengada-ada yang nggak ada dan bukan karena gangguan delusi. Karena kalau dilihat dari gejala-gejalanya masih jauh masuk dalam kategori gangguan delusi. Gue yakin ini hanya kealayan yang terpendam aja dan tiba-tiba aja keluar mendadak di hadapan suami yang nggak tau sisi lain dari isitrinya ini. 

Ah... seandainya kamu mengerti bang? istrimu ini lelahhh.... dan butuh liburan.



Monday, 5 October 2015

Olahraga Mudah Di Rumah Dengan N+TC App



Olahraga? hah... kalau ditanya kapan terakhir melakukan olahraga  mungkin gue agak kesulitan untuk menjawab pertanyaan ini ketimbang pertanyaan lain semisal kapan terakhir makan? atau lagi nonton drama apa saat ini?. Yupss.... untuk ibu rumah tangga profesional seperti gue yang memiliki jadwal padat merayap  dari matahari terbit hingga terbenam lagi sepertinya olahraga menjadi salah satu kegiatan yang mustahil bisa dilakukan disela-sela tugas IRT yang menumpuk, mulai dari nyiapin bekal suami, buatin sarapan, mandiin anak, nyuci, nyapu, ngepel, belanja, memasak, nonton infotainment, ngejemur, ngegosok dan nonton drama. 

Jadi boro-boro mau ngegym ke tempat fitness atau ngikut mertua senam yoga bareng ibu-ibu komplek, semuanya sangat mustahil dilakukan mengingat jam terbang sebagai IRT sangat padat apalagi kalau disela-sela aktifitas tiba-tiba banyak iklan yang lewat, semisal Raheesa tiba-tiba pup, atau ketika ia lagi berkelakukan geje, ambekan minta ini minta itu sementara gue masih megang sodet di tangan sibuk berdansa dengan teflon diatas kompor. Arghhhh..... jadilah olahraga merupakan kegiatan nomor kesekian yang nggak gue prioritaskan dalam hidup gue.

Padahal kalo diingat dulu zaman SMP gue merupakan salah satu atlit senam di sekolah setiap ada lomba-lomba senam gue selau diikutsertakan dan selalu jadi instruktur senam setiap ada jam SKJ. Gue selalu aktif dalam setiap ekskul olahraga mulai dari basket sampai renang. waktu masih gadis pun selalu rajin ngikutin emak aerobik di sanggar senam atau sekedar joging sore-sore ngiderin bukit di lapangan golf. Semenjak menikah dan punya anak memang agak sulit mencuri-curi waktu untuk olahraga, paling setiap sabtu minggu aja suami ngajak lari pagi keliling komplek. Dan gue sadar itu nggak maksimal banget untuk membakar kalori yang ada dalam tubuh gue ini, mengingat gue  kesulitan banget untuk menurunkan berat badan ke angka semula setelah melahirkan. Aduhhh.... Raheesa udah mau 3 tahun tapi berat badan gue nggak turun-turun barang sekilo pun walaupun udah mencoba berbagai metode diet kalau nggak dibarengi sama olahraga tetap aja boong, ibarat elo pake sepatu yang logonya Nike tapi tulisannya Adidas heheheh *nggak nyambung.

Karena kebiasaan gue yang suka kepoin IG nya artis maka dapet lah gue informasi mengenai work out yang mudah dilakukan dirumah. Tadinya gue kepoin IG Dian Sastro, disalah satu postingannya mbak Dian kembaran gue ini posting photo doi lagi melakukan work out. Dalam akunnya mbak Dian nulis caption kalao work out yang ia lakukan ini hasilnya cepat terlihat bahkan hanya dalam waktu 3 minggu, sehari BB bisa turun sekitar 2 pound atau hampir sekilo gitu. Wuihhhh.... gue makin semangat dong pengen tau, masa Dian Sastro yang bodynya udah proporsional aja masih olahraga, nah gue yang hampir menyerupai karung gula masih males aja?? mau jadi sebesar kulkas lu?? *kemudian maki-maki kulkas.


semoga bisa selangsing Dian Sastro heheheh

Ternyata semua list latihan work out routines Dian Sastro dibuat oleh sahabat karibnya Adinia Wirasti yang merupakan Nike Training, gue kepoin lagi IG nya Adinia Wirasti. Ehm... ternyata bener si mbak Carmen dalam film AADC ini sekarang memiliki body yang oke banget, bikin ngiri deh.


Kapan body gue bisa seperti ini, tanpa tas pinggang di perut.


Akhirnya gue contohin gerakan-gerakan work out dari Adinia Wirasti ini. Yang pake Smartphone bisa unduh gratis di Google Play, aplikasinya bernama N+TC atau  Nike Training Club. Setelah di unduh kita bisa langsung bergabung dengan cara mendaftar akun dulu kemudian bisa memilih metode latihan dan mengunduhnya. Aplikasi ini oke banget karena udah ada program per minggu baik itu untuk perampingan, pengencangan, penguatan dan pemfokusan. Ada juga latihan untuk pemula, menengah dan latihan lanjutan. Jadi kita bisa memilih yang mana yang mau kita ikuti latihan work out nya, Gerakan-gerakannya mudah untuk diikuti. Karena semua gerakan memakai istilah-istilah yang mungkin belum kita pahami sebagai pemula, kita bisa memutar video untuk mengetahui seperti apa gerakan latihannya sebelum mulai berlatih.

Ini penampilan aplikasinya.











Gue suka banget aplikasi ini apalagi kita bisa menyetel musik favourit kita sendiri ketika latihan. Karena lagi keranjingan drama Korea She Was Pretty jadi gue pasang lagunya The Carpenters yang judulnya Close To You biar latihannya lebih fokus. Dalam program latihan ini kita juga bisa invite temen loh, jadi bisa dilakukan bersama-sama untuk saling menyemangati, di akhir sesi latihan juga akan di tutup dengan quote biar kita semakin termotivasi.



Pagi ini mumpung Raheesa masih tidur dan gue mulai lakukan latihan work out untuk pemula yaitu latihan Sweat+shape, sekitar 30 menit alhasil keringat membanjir. Rencananya gue bikin program latihan selama 4 minggu targetnya bisa nurunin berat badan syukur-syukur bisa turun 10 kiloan. Ternyata adanya aplikasi ini bisa membantu banget buat gue terutama yang sangat berat melangkahkan kaki untuk masuk ke tempat fitnes atau masuk ke sanggar senam, toh bisa dilakukan di dalam rumah di waktu-waktu senggang.  Jadi gak ada alasan untuk nggak olahraga lagi nih. Yang mau mencoba hayukkk... biar kita saling menyemangati. 



Saturday, 3 October 2015

Cerita Tentang Dapur Kami



"Setiap rumah tangga pasti punya cerita dan punya rahasia tentang dapur mereka. Dapur bukan hanya tempat untuk memasak dan mengolah makanan, bukan pula tempat untuk memajang perabotan yang hanya sekedar tau saja kegunaannya untuk apa. Lebih dari itu dapur adalah tempat yang penuh cerita. Ada suka, duka, pahit, asam, manis dan asin. Dari sanalah kreatifitas tercipta".


Dapur bagi gue merupakan ruangan yang paling nyaman untuk berekspresi. Dari sana biasanya sering muncul ide-ide yang tak terduga. Bercerita tentang dapur, gue ingat sekali dapur dirumah kami yang lama. Dulu dapur kami sangat luas berhadapan langsung dengan ruang makan dan taman belakang rumah yang dilengkapi dengan kolam ikan dan koleksi ikan-ikan Koi milik ayah. Dapur kami sangat adem karena terdapat ruang terbuka  hijau di sisi ruang makan jadi udara bisa dengan leluasa masuk. Tapi sayangnya dulu dapur kami sangat jarang digunakan untuk memasak dan ruang makan kami sangat jarang digunakan untuk makan bersama karena kesibukan ayah dan emak yang bekerja dari pagi sampai petang baru balik kerumah dan adik satu-satunya yang tidak tinggal bersama karena sedang kuliah di Jogja hingga terkadang gue hanya di temani alm. nenek yang memang sering menginap dirumah. 

Dapur di rumah kami yang sekarang sangat kecil, 7 tahun sudah kami sekeluarga pindah ke rumah yang baru yang letaknya dekat dengan kota karena rumah yang lama sengaja di jual ayah dengan alasan letak rumah yang kurang strategis untuk membangun usaha rumahan. Dapur rumah kami sangat minimalis, saking minimalisnya bahkan nggak bisa menampung banyak barang. Dapur kami hanya dilengkapi perabotan seadanya aja, Gak ada kitchen set atau meja batu keramik yang mewah disana hanya ada meja kayu, sebuah kompor gas dan dua tungku kayu yang memang sering dipakai ketika Emak memasak dalam jumlah banyak semisal ada acara keluarga ataupun acara di Masjid. 

Tungku kayu bagi sebagian masayakat memang sudah banyak ditinggalkan, masih ada yang pake tapi paling masyakat yang tinggalnya di daerah pedesaan. Tapi emak gue masih sering memakai tungku kayu dengan alasan sederhana "hemat gas" heheheh... .Sebenarnya kata orang tua jaman dahulu masakan yang dimasak dengan api kayu lebih enak dibandingkan makanan yang dimasak dengan kompor gas. Ah.... entahlah gue belum menemukan perbedaaan itu tapi yang jelas memakai tungku kayu ada kelebihan dan kekurangannya juga sih. 

Di dapur rumah kami yang sekarang, meskipun tak seluas dan sebagus dapur kami yang lama setiap hari selalu ada asap yang mengebul, selalu ada aroma dan bau masakan lezat, selalu ada canda tawa dan cerita di meja makan, dan selalu ramai dengan suara radio yang di putar emak untuk menemaninya memasak. Setelah memutuskan pensiun dari kegiatan sehari-harinya emak dan ayah lebih sering berada dirumah. Memasak, ngobrol, makan bersama, atau sekedar bersenda gurau lebih sering dilakukan di dapur dibanding ruang keluarga. Ada kerabat yang datang kerumah pun lebih sering berkumpul di dapur dibandingkan ruang lainnya.

Dari kecil gue sangat senang melihat kepiawaian emak di dapur, ada saja yang ia lakukan disana entah itu memasak lauk ataupun membuat berbagai macam cake dan cemilan enak lainnya. Gak lama kemudian tau-tau sudah ada aja makanan lezat yang di hidangkan di meja makan.


Setiap anak pasti setuju kalau masakan ibunya adalah masakan yang paling lezat sedunia, bahkan masakan Cheff yang paling handal pun tak bisa mengalahkan nikmatnya masakan ibu. Karena  sejauh apapun si anak melangkah pasti yang dirindukan ketika pulang adalah masakan ibu. Demikian juga gue, bagi gue masakan yang paling enak dan pas di hati  cuma masakan emak. Bahkan setiap pulang kampung gue selalu minta dimasakin macem-macem saking rindunya sama masakan rumah. Entah kenapa kalau emak yang masak telor ceplok pun terasa nikmat.


Hidup di perantauan dan jauh dari kampung halaman terkadang sering bikin gue rindu sekali dengan masakan rumah. Biasanya dalam seminggu gue selalu sempatkan memasak makanan asli dari daerah asal gue pulau Bangka, atau sesekali mencontek resep emak. 
Gue selalu cinta masakan rumah, di tangan emak semua jenis makanan, komposisi dan takaran selalu pas. Tangan emak begitu tulus menyajikan setiap makanan yang dimasak untuk dinikmati bersama, begitu ikhlas melakukan apa yang sudah menjadi kewajibannya. Dari emak gue ingin belajar banyak cara mengolah makanan, bahkan bukan hanya sekedar belajar memasak dari emak juga gue ingin belajar tentang apa itu ketulusan dan keikhlasan. Gue ingin nantinya anak dan suami gue selalu rindu dengan masakan gue, selalu pulang dan kembali ke gue hanya untuk menikmati masakan gue. Gue ingin menciptakan sejarah dalam keluarga kecil gue. keinginan yang sederhana bukan??

Semoga sesegera mungkin gue bisa memiliki dapur sendiri, heheh... maklum sekarang masih minjem dapur mertua. Punya dapur sendiri tentu lebih menyenangkan dengan begitu gue bisa berkreasi dengan beragam jenis makanan, yahhh... setidaknya gue harus berhasil menjadi Cheff bagi keluarga gue sendiri.

Bagaimana cerita dapur dirumah kalian??




Sunday, 20 September 2015

Oldies Song: Bicara Musik Bicara Selera



Suara The Beatles mengalun-alun merdu membawakan lagu lawasnya yang berjudul Michelle, sengaja gue putar malam ini di playlist gue untuk membantu gue mengingat-ingat kembali masa-masa kecil gue yang indah ketika pertama kali di cekokin lagu-lagu barat lawas kesukaan ayah. Seperti biasa gue hanya akan memutar satu lagu ini secara berulang-ulang dalam playlist gue untuk setiap lagu yang gue suka. Sejak dulu gue selalu suka mendengarkan musik-musik era tahun 80-an dan  90-an dibandingkan musik-musik jaman sekarang. Iya gue emang jadul dan kuno setidaknya itulah yang dikatakan sepupu gue ketika ia melihat koleksi MP3 milik gue. Banyak yang bilang selera gue payah karena lagu-lagu yang gue suka kebanyakan yang oldies. Padahal ketika lagu ini muncul gue bahkan belum lahir.

Waktu itu usia gue baru 7 tahun, seperti biasa rumah kami yang kecil selalu ramai dengan alunan-alunan musik dari Tape Deck milik ayah. Setiap hari yang diputar adalah lagu-lagu barat lama seperti lagu-lagunya Daniel Sahuleka, Lucifer, Glen Frey, Shakin Steven, Leo Sayer, Peter Cetera dan masih banyak lagi, sesekali juga di selingi lagu-lagu dangdut favorit ayah seperti lagu-lagu koleksinya Haji Rhoma Irama, Muchsin Alatas dan juga penyanyi dangdut lainnya.

Dulu rumah kami nggak memiliki televisi, entah karena alasan apa orang tua gue lebih senang mendengar radio atau memutar lagu dari kaset ketimbang nonton televisi, apa mungkin karena zaman dulu hanya ada satu stasiun televisi TVRI aja yang siarannya hanya sampai pukul 21.00 malam, setelah program Dunia Dalam Berita layar televisi langsung dipenuhi semut. Nggak seperti sekarang siaran televisi 24 jam dengan beragam acara dari banyak stasiun TV yang menghadirkan banyak pilihan. 

Ngomongin tentang musik atau lagu, gue sering semacam de javu gitu kalau tiba-tiba mendengarkan kembali lagu-lagu yang lama nggak gue dengerin lagi, kalau sudah begitu tiba-tiba rasa rindu pun meluap-meluap ingin kembali lagi menjadi penyiar radio seperti dulu. Menyapa pendengar dan memutar lagu-lagu permintaan pendengar. Dulu gue sangat bahagia banget serasa menemukan dunia sendiri ketika diterima bekerja di Radio Sonora yang memang memiliki program acara yang khusus memutar lagu-lagu oldies favorit gue. Walaupun harus menemani para pendengar yang rata-rata seangkatan ayah gue, tapi gue happy banget apalagi yang mereka request adalah juga termasuk lagu yang gue suka. Secara gak langsung pengetahuan gue tentang lagu dan penyanyi oldies juga bertambah karena dekat dengan pendengar oldies.

Percaya nggak kalau sebuah lagu juga ternyata mampu membangkitkan memori atau kenangan seseorang. Seperti sabtu kemarin pas lagi main ke pasar Taman Puring, tiba-tiba ada yang puterin lagu Father yang dinyanyiin sama penyanyi lama Peter, Sue and Marc. Lagu ini ngingetin gue sama emak gue yang pernah excited banget ketika gue muterin lagu ini waktu dulu masih jadi penyiar radio. Usut punya cerita ternyata lagu ini adalah lagu favorit dia banget ketika masih remaja, emak gue bilang udah lama banget gak dengerin lagu ini pas dia denger lagi matanya sampai beraer. Wow ternyata begitu  dahsyat kekuatan sebuah lagu yang bisa menjadi daya pengingat terhadap suatu hal yang jarang di pikirkan. 




Yang belum pernah mendengarkan lagi Father ini, ini gue kasih playlistnya. Lagunya sangat easy listening.

Gue dan suami memiliki selera yang beda soal musik favorit, suami lebih suka dengerin lagu-lagu tahun 90-an seperti Oasis tapi suami gak pernah komplain setiap gue muterin lagu-lagu favorit gue. Ada satu radio di Jakarta yang gue suka dengerin kalau malem-malem. Gue sering lupa nyebutin namanya dan ngingetin berapa frekuensinya. Kadang kalau sengaja putar tombol tuning untuk nyari malah nggak dapet. Radio ini sering muterin lagu-lagu lawas kalau malam hari dimulai sekitar pukul 22.00 malam. Gue suka banget lagu-lagu yang diputerin apalagi suara penyiarnya dan cara pembawaannya nancep banget di hati gue. 

Semenjak nggak jadi penyiar radio lagi, ingatan gue tentang lagu-lagu dan penyanyi barat era 80-an hanya sebatas koleksi MP3 yang gue punya aja. Kadang suka download atau sengaja googling nyari lagu apa aja yang bagus yang belum pernah gue dengerin. Seperti kemarin dapet judul lagu Starry Starry Night nya Don McLean yang jadi soundtrack drama Korea angel Eyes dari mbak Della Firayama. Langsung gue download karena emang suka. Dan ini beberapa list lagu lawas yang sering bikin gue CLBK. 

Ebony & Ivory - by Stevie Wonder & Paul Mccartney
Have You Ever Been In love - by Leo Sayer
My Love, My Love - by Jeri Logan
Hard To Say I'm Sorry - by Chicago
Fly Away - by Stevie Wood
All Iam - by Heatwave
I've Never Been To Me - by Charlene
One Day In Your Live - by Michael Jackson
House for Sale - by Lucifer
I Love You - by Sofie
Dont Sleep Away this Night My Baby - Daniel Sahuleka
Making Love - by Roberta Flack
Only You - by The Platters
What I Like About You - by The Romantics
Lady - by Kenny rogers
Mother How Are you Today - by Maywood

Lagu-lagu lawas seperti ini memang asyik didengarkan di malam hari sebagai musik pengantar tidur, atau di pagi hari menamani waktu sarapan meneyeruput teh hangat sambil menikmati sinar mentari pagi, lebih syahdu lagi didengarkan ketika ditemani hujan gerimis aihhh.... rasanya berguguran semua beban-beban di pundak yang dirasakan sepanjang hari kemarin. Lagu oldies, hujan dan cuaca dingin yang sangat gue suka selalu bisa bikin gue betah berlama-lama menikmatinya.


Musik adalah karya seni yang baik dan tinggi nilai estetikanya. Musik merupakan seni surgawi yang mampu menyentuh perasaan dan  musik adalah pedoman karena syairnya dapat berisi pesan, perintah dan isyarat tertentu. Keindahan dapat terjalin ketika ritme, melodi dan harmoni menyatu dalam keteraturan. Karena alam semesta pun merupakan keseluruhan yang teratur sesuatu yang harmonis seperti musik.

- Plato -

Friday, 4 September 2015

Gagal Move On Ala Pecinta Drakor

Udah lama banget sebenernya pengen nulis tentang meme yang sering gue buat dan upload di FB, tapi melihat draft tulisan yang ngantri untuk diselesaikan dan di publish terlalu banyak akhirnya topik yang satu ini terlewatkan begitu saja. Hingga akhirnya tadi pagi sebelum mandi gue kepikiran untuk bikin meme lagi. Biasanya kebiasaaan bikin meme ini muncul setiap gue gak bisa move on dari suatu drama. 

Jadi ceritanya gue lagi kesengsem banget sama Cheff ganteng Kang Sun Wo dalam drama korea Oh My Ghost. Gimana bagusnya drama ini gak usah gue review lah ya, toh udah banyak yang bilang dan ngebuktiin kalo drama ini recomended banget. Hmmm... kalo masih gak percaya boleh intip nih sneak peek nya di web bareng-bareng kita gankdrama di mykoreandrama.com atau baca review temen gue yang postingannya masih anget banget kayak kue putu abang-abang yang lewat depan rumah pokoknya lengkap deh, bisa baca di www.starleery.blogspot.co.id.

Yang lagi gak bisa move on dari Cheff ganteng Kang Sun Wo, kayaknya nasib kita sama ya. Tiap orang berbeda-beda cara mengekspresikan kegalauannya ketika drama favoritnya tamat. Ada yang spazing poto-poto idolanya sepanjang hari bahkan ada yang mengulang-ulang kembali episode-episode terakhir dari drama tersebut. Biasanya gue kalo gak bisa move on dari satu drama bisa berminggu-minggu gak punya semangat untuk nonton drama yang lain, apalagi kalo drama nya kurang nendang udah deh ilang mood nonton drama nya. Untuk ngilangin kegalauan gue biasanya gue suka bikin meme dan edit-edit poto gue sama idola gue tersebut. ketemu poto yang cocok sama poto gue langsung deh gue eksekusi dan kemudian langsung spazing-spazing tentang idola gue itu di FB atau IG gue. Yah, begitulah bentuk kecintaan emak-emak pecinta kdrama tiap ganti drama ganti juga idolanya dan beda-beda pula jenis maboknya.

Oya balik lagi ke cerita meme dan gimana awal mulanya gue bisa keranjingan bikin meme. Jadi ceritanya berawal dari guyonan dan becandaan kita gankdrama di grup WA, tentang idol korea yang mirip artis indo. Sampai akhirnya sang penebar racun mak Utie pertama kalinya menyandingkan poto Dong Hae sama Saipul Jamil yang jelas-jelas dapet kecaman keras dari noona nya Dong Hae (baca: mbak Della ) yang murka banget kalo idolanya dibilang mirip Saipul Jamil. Dari situ gue dapet ide untuk bikin meme padahal gue buta banget tentang edit-editan dan dunia photoshop. Berbekal aplikasi yang ada di smartphone gue akhirnya dikit-dikit gue berhasil belajar ngecrop poto dan ngedouble exposure antara satu poto sma poto yang lain dan mulai belajar bermain efect sama ngatur-ngatur contrast, brighten dan yang lain-lainnya sampe poto itu bisa nyambung.

Setiap meme yang gue buat punya cerita tersendiri, meskipun mungkin menurut sebagian orang norak, alay dan memblagu banget gak apalah ini toh cuma buat lucu-lucuan doang. 

Ini bukan meme pertama yang gue buat tapi kemunculan pertamanya di FB cukup bikin gue bahagia *halahhh....

Bersama si ganteng Lee Min Hoo



Jadi meme ini tercipta ketika pertama kali denger berita Lee Min Hoo pacaran sama Suzy Miss A. Sebagai fans fanatik laki-laki yang dicintai seribu umat ini jelas gue merasa patah hati dong, gak rela di bibir tapi dalem hati bilang ya sudahlah... nasi udah jadi kerak dan pak Jokowi udah terlanjur jadi presiden *mulai ngaco. Pertama kali mengunggah meme ini di FB lumayan rame sih komentarnya terutama dari emak-emak saudara perdrakoran dan juga emak-emak gankdrama ada yang bilang cocok untuk poto prewed dan sempet juga dapet komentar paling ajib dari emak gue sendiri ketika gue pasang meme ini sebagai profil pict di BBM gue. Tiba-tiba emak BBM bilang "itu poto kamu sama mantan pacar kamu yang mana?". hahahahha.... ah, emak masa lupa sih mak itu yang suka dateng malem minggu lewat mimpi.


Tapi....

Karena tangan jahil seseorang, meme gue di edit lagi jadi seperti ini. Hmm... kerjaan siapa lagi ini kalo bukan biang racun yang pertama kali menginspirasi gue untuk bikin meme. Sampai akhirnya perang meme pun terjadi. Temen yang satu ini memang kreatif banget deh, gue sengaja kalo bikin meme gak pakai caption. Tapi dengan kreatifitas yang dimilikinya temen gue ini berhasil bikin meme gue jadi seperti ini.


sampai masuk ke dalem postingan Blogger lain loh.





Bersama abang Healer


Hebohnya drama korea Healer sempet bikin gue #terhealer juga loh, sampai beberapa saat gak bisa move on dari abang Chang wook yang kece badai ini.

Dan ini beberapa kreatifitas temen-temen gue yang memang gue beri kesempatan untuk mengacak-acak meme dan hati gue yang lagi kasmaran berat sama abang healer ini.




Masih bersama Ji Chang Wook, kedatangannya ke Bali beberapa waktu yang lalu sempet bikin euphoria yang meletup-letup di hati gue yang merana ini karena gak bisa menyambut kedatangan doi di bandara. 

iya, kelihatan maksa banget kan editannnya....




Bersama si ganteng Lee Jong Suk

Ya, seenggaknya gue gak terlalu patah hati lah pas tau Jong Suk pacaran sama Park Shin Hye karena sebelum berita itu berhembus gue udah duluan gelendotan di punggungnya.

Pas pertama kali upload meme ini di FB langsung dapet beragam komentar, menurut para netizen (ecieee... prett!) ini meme yang paling alay bahkan ada temen yang dikirain gila karena ketawa sendiri di angkot sama anak-anak ABG yang kebetulan satu angkot sama dia. Tapi untungnya temen yang lagi hamil gak mendadak kontraksi ya gara-gara lihat meme ini.



Bersama Park Yoo Chun

Entah apa salah dan dosa gue, meme ini dibilang kayak poto khas tahun 70-an sampai ngingetin seseorang sama poto emak bapaknya waktu masih pacaran. Apakah muka gue sejadul itu??


Kebetulan nemu yang lagi pakai baju kotak-kotak juga akhirnya terjadilah cinta segitiga antara aku, kau dan dia.


Sampai datanglah seorang temen yang gatel kalo gak ngacak-ngacak kebahagian gue, hingga meme ini tak jelas arah dan tujuannya.




Bersama Yong Hwa

Meme ini tercipta karena tantangan seseorang. Emang enak sih berasa lagi pacaran di taman sambil nyabutin rumput yang bergoyang sama Yong Hwa.



Bersama Oppa Ju Ji Hoon






Huwaaa..... drama korea Mask emang sempet bikin gue kehilangan mood nonton drama yang lainnya. Terus terang aja gue gagal move on ketika drama ini tamat. Ju Ji Hoon cinta lama gue yang bersemi kembali muncul tiba-tiba dengan karakter yang berbeda. Gimana bisa berpaling coba kalo di tatap penuh cinta begitu *sakarepmu lah mbak.

Bersama Cheff ganteng pujaan hati gue Jo Jung Suk

Cheff ganteng yang penuh vitalitas ini memang berhasil membius gue untuk berlama-lama di dapur, ketika gue mulai delusional berharap ada yang meluk gue dari belakang waktu gue lagi ngiris bawang atau tiba-tiba dateng bawa semangkok bubur kubis atau pasta bayam buat gue makan bersama-sama. Oh... cheff apa aku harus kemasukan setan dulu biar bisa jadi pacar kamu?? *lanjutkan sendiri.







Ternyata gue cuma seketek nya Cheff




kerjaan siapa lagi ini kalo bukan??





Tadinya gue sempet ngeship Na Bong Sun sama si Joon ini, eh... ternyata si Joon bukan second lead, cuma sekedar pelengkap akhirnya cinta gue balik ke Cheff lagi.


Nah, yang ini bonus. banyak cerita sebenarnya dari awal mula meme-meme ini tercipta. Tapi bisa panjang kalo mau ditulis semuanya, takut bikin yang baca tambah eneg jadi gue cukupkan sampe disini.











Ps: ini nih penampakan sang penyebar racun dan juga sang penginspirasi gue belajar bikin meme. Thanks mak utie, meskipun loe gak suka Yoo Chun tapi kalian berdua serasi kok.