Showing posts with label kita. Show all posts
Showing posts with label kita. Show all posts

Thursday, 22 October 2015

Gue Dan Sheila On 7


Gue dulu, setengah dari usia gue yang sekarang adalah fans garis keras dan penikmat lirik-lirik indahnya Sheila On7 yang fanatik. Di tela'ah dari sudut manapun gue merasa semua lagu-lagu Sheila on7 itu cocok banget jadi backsound hidup gue, sebut saja beberapa judul lagu yang fenomenal seperti Dan, Shepia, Berhenti Berharap, Yang Terlewatkan, Kisah Klasik, Anugrah Terindah Yang Pernah Kumiliki, Pemuja Rahasia dan masih banyak yang lainnya. Semua lagu sangat memorable Banget menurut gue karena sangat dekat dengan keseharian anak-anak muda seumuran gue kala itu. Dengan kemunculan mereka langsung memunculkan cap "gue banget".

Perkenalan pertama gue tahun 1999 sejak pertama kemunculannya hingga sekarang cinta gue tak pernah berubah atau berpaling arah ke band-band yang lain. Sheila On 7 memiliki tempat tersendiri dalam hidup gue. Saat itu gue baru kelas 3 SMP pertama kali gue langsung jatuh hati pada mereka ketika melihat video klip lagu Kita apalagi lagu itu bagus banget, musiknya easy listening pokoknya anak muda banget deh. Seumuran gue waktu itu pasti semua ngefans sheila on7. Di sekolahan yang di bahas waktu itu tentang vokalisnya yang berambut gondrong, iya Duta yang saat itu mulai mencuri hati gue, orangnya memang nggak seganteng Nicholas Saputra tapi sukses bikin gue tergila-gila.

Sampai berlanjut ke bangku SMU, gue makin tergila-gila dengan sheila on 7. Gue rela nyisihin uang jajan cuma buat beli kaset nya Sheila, gue inget waktu itu beli harga kasetnya masih Rp. 19.500,-. zaman itu uang segitu lumayan besar nilainya bisa buat uang SPP gue satu bulan. Dan gue nggak hanya beli satu kaset melainkan dua karena gue pikir kalo kaset satunya rusak masih ada cadangan yang satunya lagi. 

Dinding-dinding kamar gue pun di penuhi poster-poster nya Sheila On 7. Ayah gue sempet marah karena menurutnya gue mengotori dinding. Saking cintanya gue tetap tempel aja poster-poster itu. Sampai suatu hari ketika pulang sekolah nenek gue bilang ada surat buat gue, amplop coklat itu sangat bikin gue penasaran. Pas gue lihat di sudut amplop bertuliskan FC Sheila On7 hati gue mulai dag-dig dug gak beraturan, seperti mendapat surat cinta dari kekasih sebelum membuka amplop itu berkali-kali gue ciumi amplop itu sambil jejeritan gak karuan.

Dulu Sheila on 7 juga pernah menjadi salah satu alasan gue pengen banget kuliah di Jogja, namun karena sesuatu hal di penghujung masa SMU gue,  akhirnya impian gue nggak pernah terwujud. Di tahun ajaran berikutnya adik gue yang sukses dikirim untuk belajar di Jogja, bikin gue iri setengah mati. Dan kini pun ketika usia gue udah berkepala tiga, hari ini maupun 15 tahun yang lalu  hati gue masih klop dengan lagu-lagunya sheila On7. Kalau ditanya lagu mana yang paling di sukai dari semua lagu mereka jawabannya mungkin agak sulit karena menurut gue semuanya gue suka. 

Beberapa alasan mengapa gue suka Sheila On 7,  mereka sangat sederhana dari awal kemunculannya mereka tampil dengan sederhana dan apa adanya, benar-benar menjual karya dan bukan menjual tampang. Mereka juga sangat jujur dan nggak neko-neko dalam bermusik ini terbukti dari penjualan tiga album pertama mereka yang selalu laku terjual di atas 1 juta copy. Lirik-lirik lagunya sederhana namun sangat menyentuh dan yang selalu gue suka semua lirik lagu mereka sangat sederhana tapi memiliki arti yang mendalam.
Selain itu lagu-lagu mereka juga banyak berisi tentang kehidupan dan nggak melulu soal cinta dan yang terakhir mereka mengajarkan arti kesetiaan itu terbukti mereka tetap menjalin hubungan baik dengan dua personil (anton dan sakti) yang udah sejak lama keluar dari band.

Berikut ini beberapa lirik lagu sheila on 7 yang kata-katanya ajaib banget menurut gue.

Karena hanya dengan perasaan rinduku yang dalam padamu
ku pertahankan hidup
maka hanya dengan jejak-jejak hatimu
ada artiku telusuri hidup ini
selamanya hanya bisa ku memujamu
selamanya hanya bisa ku merindukanmu
(Pemuja Rahasia)

Genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
kupeluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
kita lawan bersama, dingin dan panas dunia
saat kaki telah lemah kita saling menopang
hingga nanti disuatu pagi salah satu dari kita mati
sampai jumpa di kehidupan yang lain
(Saat Aku Lanjut Usia) 


Jangan kau ungkit kesalahan yang kau buat sendiri
hanya perih hanya beban yang kan ada slamanya
telah kau tebang tempat kita biasa berteduh hapus peluh
semua kini terbilas balik dan berakhir
(Terlintas 2 Kata)


Ku akan pahami cinta
Dengan apa yang terjadi
Pastikan saja mimpimu tetap berarti

(Waktu Yang Tepat Untuk Berpisah)

Apa yang kan terjadi
pastinya kan terjadi
biar waktu yg menghakimi
dan aku akan terus bertahan
mengharapkannya, menantikannya
walau pedihnya tak tertahankan
melihatnya terjamah yang lain

(Terjamah)

Akhirnya aku menemukanmu
Saat ku bergelut dengan waktu
Beruntung aku menemukanmu
Jangan pernah berhennti memilikiku

(Hingga Ujung Waktu)
Aku pun tak ingin meninggalkan tempat ini
Apa yang kaurasakan aku juga merasakan
Bertahan sayang dengan do’a mu
Kucoba bertanya pada Tuhanku
Percayalah sayang ku tak ingin semuanya berakhir
Ku berusaha untuk s’lalu di sini
(Tentang Hidup)


Namun ada satu lagu yang liriknya pas banget dengan keadaan apa yang gue alami saat itu, berbarengan dengan  kemunculan lagu ini untuk yang pertama kalinya.

judulnya Yang Terlewatkan liriknya seperti ini:

Jika berulang kembali
kau takkan terlewati
segenap hati kucari
dimana kau berada

Walau ku terlambat
kau tetap yang terhebat
melihatmu... mendengarmu...
kaulah yang terhebat

Seperti emak gue yang di hari tua nya masih bisa menikmati lagu-lagu favourit di masanya, semoga kelak gue juga demikian menua bersama lirik-lirik manis lagu-lagunya Sheila On7 favourit gue. Gue bangga menjadi #SheilaGank




Wednesday, 17 June 2015

Tentang Cinta Pertama

Dari judul mungkin udah terlalu mainstream ya, tentang cinta pertama ada nggak ya orang yang nggak inget sama sekali dengan cinta pertama nya? gue rasa mungkin sedikit dibandingkan dengan yang selalu ingat. 

Cinta pertama bagi kebanyakan orang adalah cinta yang sulit dilupakan entah itu meninggalkan kesan indah atau nggak tetap saja cinta pertama adalah fase pertama seseorang mengenal asmara. Boleh jadi cinta pertama adalah cinta yang tak terlupakan dalam hidup seseorang namun tak menutup kemungkinan kalau cinta ke 2,3,4 dan seterusnya memiliki kisah yang lebih indah dari cinta pertama.

Terinspirasi dari serial drama Korea My Love Eundong yang sedang gue ikuti. Sampai episode 6 gue masih berdecak kagum dengan penulis naskah Baek Mi Kyeong yang punya ide cemerlang menulis cerita drama ini. Berkisah tentang seorang aktor terkenal yang bernama Ji Eun Ho yang tidak bisa melupakan cinta pertamanya Eun dong. 

Dalam drama ini Ji Eun Ho digambarkan sebagai sosok pria yang setia, selama 20 tahun ia masih berharap bisa bertemu lagi dengan cinta pertamanya yang tiba-tiba menghilang. Kemudian pada satu waktu ia bertemu kembali dengan Eundong cinta pertamanya itu namun dalam kondisi yang berbeda, Eundong hilang ingatan tentang masa lalunya bahkan ia sudah menikah dan memiliki seorang putra. Tapi Ji Eun Ho tak pernah menyerah ia bahkan masih berharap bisa merebut Eundong ke sisinya lagi. 

Sebenarnya gue agak-agak gregetan dengan sosok Ji Eun Ho ini. Saking setianya gue malah melihat ia sebagai seorang pria yang lemah dan menyedihkan. Kalau di kehidupan nyata ada sosok pria seperti Ji Eun Ho mungkin bisa jadi ia seorang pria langka yang wajib dilestarikan. Tapi ini hanya kisah dalam sebuah drama ya, sampai episode 6 gue bisa menarik kesimpulan bahwa:

"Cinta pertama adalah cinta yang paling indah tapi perpisahan pertamalah yang paling dalam".

Gue masih sedikit bingung beda cinta pertama dan cinta monyet, karena pengalaman gue cinta pertama adalah cinta monyet gue yaitu ketika pertama kali gue suka dengan seseorang yang setiap kali melihat dirinya jantung gue nggak bisa berhenti berdegup dan pandangan gue nggak pernah lepas dari dirinya. 

Pertama kali kenal cinta pertama waktu gue kelas 5 SD. Masih terlalu dini memang ya, gue suka dengan kakak kelas gue yang menurut kaca mata bocah kelas 5 SD kala itu sangat tampan, pintar dan menawan. Sampai duduk di bangku kelas 2 SMP gue masih mengejar cinta pertama gue itu. Namun setelah dia tau gue suka dia dan berbalik dia membalas perasaan gue, gue malah kabur ketakutan. 

Syukurlah gue termasuk salah satu orang yang bisa melepaskan indahnya kisah cinta pertama dan hingga detik ini sejak gue tamat SMP gue nggak pernah lagi bertemu atau sekedar tau tentang cinta pertama gue itu. Pernah sekali melihat akun facebooknya, ternyata ia kini tampak berbeda tak setampan pandangan mata gue kala itu ketika gue masih pakai seragam putih merah.

Setiap orang pasti punya pengalaman cinta pertama yang berbeda-beda, ada yang meninggalkan kenangan manis dan juga ada pula yang meninggalkan kenangan pahit. Menurut gue kenangan cinta pertama itu sangat berbahaya Manis, bila bisa move on dan menjadikan kisah cinta pertama sebagai pembuka jalan untuk menemukan cinta yang sebenar-benarnya. Pahit, bila nggak bisa keluar dari first love syndrome. Karena cinta pertama tak selamanya penuh bunga, patah hati dan trauma akibat cinta pertama yang kandas akan selalu mengikuti. Dan jeleknya Brokenheart syndrome ternyata bisa berpengaruh untuk hubungan asmara di masa mendatang. Akan sangat fatal akibatnya bila nggak bisa lepas dari jeratan kenangan cinta pertama apalagi untuk yang sudah berkeluarga. 

Pernah ada seorang teman lama gue curhat tentang gimana rasanya lelah disiksa rindu. Ia bilang masih sering menangis di tepi tempat tidur karena selalu ingat mantan cinta pertamanya. Perasaan bersalah selalu ia rasakan setiap kali melihat suami dan anaknya. Horor juga sih menurut gue, ternyata kenangan cinta pertama itu sama berbahayanya dengan kehadiran orang ketiga. 

Sejatinya setiap orang menginginkan hubungan rumah tangga yang aman yang nggak pernah ngomongin mantan, nggak pernah digangguin cabe-cabean, nggak ada perselingkuhan, dan nggak pernah baperan seperti istilah anak gaul zaman sekarang. Itulah alasan mengapa gue selalu ketar-ketir kalo suami udah minta izin pengen dateng ke acara reunian teman-teman lamanya. Bisa jadi toh disana ada cinta pertamanya, hehehe.... gue adalah istri yang paranoid, yup itu benar!.

Mereka yang bahagia meski nggak mendapatkan cinta pertamanya adalah mereka yang benar-benar bisa melepaskan dirinya dari kenangan cinta pertamanya. Sepenuhnya mereka menyadari sudah tidak ada tempat untuk cinta pertama namun bahagia karena dulu dirinya pernah merasakan cinta pertama. 

Jadi kesimpulannya, gue salut dengan orang yang yakin menunggu cinta pertamanya, meskipun selalu ada kemungkinan dimana ia berhenti meraih apa yang tak bisa ia raih lagi. Seseorang yang kita pikir adalah milik kita, bisa jadi ternyata bukan milik kita. Kita memiliki kenangan yang indah bersamanya, tapi kita nggak akan pernah memiliki jalan hidupnya. 

Mereka yang bisa hidup bersama dengan cinta pertamanya mungkin adalah orang yang beruntung. Namun fakta lain  banyak pula orang yang hidup berbahagia meski itu dengan cinta yang ke 2,3,4 dan bahkan seterusnya. Seperti yang dikatakan Mario Teguh, cinta pertama jarang sekali menjadi cinta terakhir yang terbaik. Sabar saja, tetaplah pelihara kemuliaan diri anda.

"Berbahagialah orang yang bisa meraih cinta pertamanya atau yang bisa melepaskan diri nya dari kenangan cinta pertamanya. Cinta pertama memang indah, tapi cinta yang terakhir lebih dari sempurna".

Ditulis dengan segenap cinta^^


Sunday, 2 March 2014

2nd wedding anniversary.

Jakarta, 23:30
Langit jakarta malam ini dibasahi rinai gerimis yang turun di malam minggu ini.Sambil ditemani merdunya alunan suara vina panduwinata suasana malam ini begitu hangat meski diluar dingin.
Saya sangat suka suasana begini, begitu sederhana, bersyukur sekali masih bisa menikmati suasana hening seperti malam ini.  saya bisa menulis apa saja yang ingin saya tulis. Rasanya sudah lama sekali saya tidak bercerita di laman putih ini, saya sangat merindukan ini semua ternyata.
Untuk bahagia itu ternyata simple sekali, Tuhan punya banyak cara menghadirkan kebahagiaan di hadapan saya. Melihat suami dan si kecil tidur pulas disamping saya adalah salah satu karunia yang tak henti-hentinya selalu saya syukuri.
Malam ini tak terasa 2 tahun sudah usia pernikahan kami, semoga kita selalu bersama yah.... menua bersama, dan menjaga Raheesa kecil kita hingga ia dewasa kelak.
Saya ingin mencintai dengan sederhana, bahagia selamanya.