Showing posts with label cerita gue. Show all posts
Showing posts with label cerita gue. Show all posts

Saturday, 2 April 2016

Tentang Kata Maaf


"Semua orang pernah disakiti, dan salah satu kebahagiaan langka dalam hidup ini adalah melihat orang yang menyakiti kita menyadari kesalahannya".
Ini berhubungan dengan maaf memaafkan, dan gue mungkin salah satu manusia yang beruntung karena memiliki sifat yang mudah memaafkan dan melupakan kekhilafan orang lain. Eh ini bukannya sombong atau memuji diri sendiri ya berdasarkan pengalaman dan perjalanan hidup gue sampai diusia sekarang 32 tahun baik itu dalam hubungan asmara ataupun pertemanan pernah lah ya gue ngerasain di sakiti entah itu di khianati atau di dzolimi sama orang yang kita kenal. Kalau gue memiliki sifat dendam dan susah memaafkan mungkin gue nggak memiliki teman hingga saat ini, dan yang paling penting mungkin gue nggak bisa bahagia hingga detik ini karena sifat dendam yang bersarang dalam hati.

Pastinya semua orang pernah mengalami sakit hati. Kalau udah sakit begitu sebenarnya apa sih obatnya? minum herbal? atau ke dokter minta di suntik antibiotik khusus buat hati. Kalo masih belum mempan gimana? apa perlu kita melihat orang yang menyakiti kita merangkak dan memohon maaf di kaki kita.

Jawabannya sederhana aja sebenernya cuma satu kata yaitu "maaf", namun kata maaf ini sangat berat untuk di ucapkan kebanyakan orang yang melakukan salah entah itu karena gengsi atau karena egonya. Dan gue pastikan dunia ini akan jauh lebih damai jika yang bersalah berani mengakui kesalahannya dengan kalimat sederhana yaitu "maaf" dan yang di dzolimi berani melupakan sakit hatinya dengan mengucapkan "iya gue maafin"

Biar nggak berlarut-larut sakit hati dan timbulah dendam cara sederhana  menjalani kehidupan ini adalah dengan memaafkan baik itu dengan mulai memaafkan diri sendiri lalu kemudian memaafkan kesalahan orang lain yang telah diperbuat kepada kita. Dengan kata "maaf' dan "iya saya memaafkan" akan menghemat waktu dan menghindari perdebatan yang sia-sia hanya untuk membuktikan siapa yang lebih benar diantara yang mungkin tidak ada yang benar.

Sudahkah kita meminta maaf dan memaafkan hari ini?


dan saya pastikan dunia akan jauh lebih damai jika yang bersalah berani mengakui kesalahannya, dan menyejukkan perasaan semua orang dalam tiga patah kata ini :...maaf, saya salah. Barangkali inilah tiga patah kata yang paling memiliki pengaruh paling kuat selain Aku Cinta Kamu.. Menemukan si Mr Right, bukan berarti Mr Right itu bernama depan Always (atas nama persamaan gender, hal ini juga berlaku bagi Miss Right). Bayangkan betapa menyebalkan melihat wanita cantik, atau pria tampan yang selalu merasa diri paling benar dan paling cakep. Justru ketika si tampan dan si cantik berani mengatakan dengan kerendahan hati dan ketulusan, "maaf, saya salah." akan menjadikan yang cantik dan yang tampan menjadi sempurna dalam ketidak sempurnaan. Artinya anda sedang melihat keindahan dari manusia yang hidup, dan bukan mannequin. Pengadilan kita mungkin tidak akan membuang banyak waktu dan mengumpulkan lebih banyak saksi dan bukti-butki seandainya para koruptor atau sang terdakwa dengan berani menyatakan, " Maaf, saya salah yang Mulia. Kata kata Maaf saya tidak tahu yang Mulia, menyebabkan KPK kita harus bekerja extra keras, dan memakan waktu dan biaya yang lebih banyak, padahal ujung ujungnya tetap terbukti bersalah. Yuk kita kembali kepada cara cara yang lebih sederhana menjalani hidup ini dengan berani mengakui kesalahan, dan meminta maaf. Tiga kata sederhana Maaf, saya salah akan banyak menghemat waktu dalam perdebatan yang sia sia dan kehilangan esensi debat yang sebenarnya, hanya untuk membuktikan siapa yang lebih benar diantara yang (mungkin) tidak ada yang benar. Berbuat salah itu berarti kita masih hidup dan bernapas, dan siap menghadapi masa depan dengan lebih bijaksana dari hari ke hari. Mengakui kesalahan itu mulia.., karena dengan mengakui kesalahan , kita menyatakan bahwa kita ini hanya manusia biasa yang bisa keliru, dan yang tidak pernah keliru itu hanya Tuhan. Bukankah itu tujuan kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang mulia ?. Memuliakan Tuhan lewat kehidupan nyata, dan mengakui bahwa kita bisa salah, dan yang selalu benar itu hanya Tuhan.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/benedict/berbuat-salah-itu-manusiawi-mengakui-kesalahan-itu-mulia_551b90afa33311f728b659d4

Lalu apa yang harus dilakukan jika sudah berbuat salah ?. Sederhana sekali, dan saya pastikan dunia akan jauh lebih damai jika yang bersalah berani mengakui kesalahannya, dan menyejukkan perasaan semua orang dalam tiga patah kata ini :...maaf, saya salah.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/benedict/berbuat-salah-itu-manusiawi-mengakui-kesalahan-itu-mulia_551b90afa33311f728b659d4
Lalu apa yang harus dilakukan jika sudah berbuat salah ?. Sederhana sekali, dan saya pastikan dunia akan jauh lebih damai jika yang bersalah berani mengakui kesalahannya, dan menyejukkan perasaan semua orang dalam tiga patah kata ini :...maaf, saya salah.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/benedict/berbuat-salah-itu-manusiawi-mengakui-kesalahan-itu-mulia_551b90afa33311f728b659d4

Friday, 26 February 2016

4th Wedding Anniversary




"Only God can give you the love you're looking for. And only God can give you the person that loves him enough to deserve you".
-Christian Apparel-

Sebelum keburu basi dan hari istimewa ini lewat begitu saja dalam beberapa jam kedepan gue mau cerita tentang wedding anniversary gue sama suami yang jatuh pada hari ini tepatnya tanggal 26 Februari. 4 tahun yang lalu lewat cinta kilat selama dua bulan akhirnya gue yakin kalo orang ini adalah jodoh yang terbaik buat gue. Kenapa yakin? kan cuma kenal di dunia maya? nggak takut beli kucing di dalem karung tuh? beragam komentar dari orang-orang termasuk saudara gue sendiri pun ikut sanksi dengan pilihan gue ini. Bersyukurnya Tuhan memberi petunjuk yang nggak salah untuk hidup gue dan ajaibnya gue memiliki orang tua yang selalu percaya pada pilihan anaknya, hingga gue pun yakin kalo orang ini adalah orang yang tepat buat gue.

Suami gue nggak tampan, tapi dia menarik seenggaknya di mata gue hingga detik ini, dia bukan anak orang kaya dan juga bukan pengusaha yang memiliki banyak asset namun selalu mampu mengabulkan apa yang istri dan anaknya inginkan. Dia hanya karyawan biasa yang nggak pernah mengeluh harus bangun pagi dan pulang malam demi memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya. Lebih dari segalanya dia adalah orang yang paling sabar yang pernah gue temui dalam hidup gue, dia nggak pernah marah ketika gue bangun kesiangan dan lupa membuatkan kopi untuknya, bahkan ketika gue lupa menggosok kemeja kerjanya atau lupa mencuci kaos kakinya. Dia adalah orang yang nggak pernah komplain dengan rasa makanan yang gue masak, entah itu keasinan atau kemanisan. Suami gue adalah laki-laki portable, ibarat balutan wol dia selalu melindungi, meredam dingin dan menyelimuti.

To my husband, my best partner in my life, my soulmate, my best enemy, my lover, my past-future-present and forever tetaplah jadi lelaki sederhana yang selalu tampan di mata istrimu ini, tetaplah jadi lelaki yang kuat yang bisa menahan godaan yang ada di sekelilingmu dan tetaplah jadi lelaki yang hebat untuk keluarga. After all this time, you're still amazing to me.

Happy anniversary yank.


Friday, 1 January 2016

Catatan Akhir Tahun



Seperti biasa setiap menjelang akhir tahun gue suka nulis postingan tentang kilas balik hidup gue di tahun ini dan resolusi di tahun mendatang. Dalam hitungan beberapa jam lagi kita sudah memasuki tahun 2016 dan meninggalkan tahun 2015 yang telah dilalui dengan penuh suka cita.

Kilas balik perjalanan hidup gue selama satu tahun ini bisa dibilang ada sedikit kejutan-kejutan tak terduga. Kali ini gue ngerasa terjebak nostalgia ala-ala Raisa dengan banyaknya peristiwa yang terjadi di tahun 2015 ini, ada cerita bahagia dan juga cerita sedihnya.  Bahagia karena gue menemukan banyak teman baru, cerita baru dan pengalaman-pengalaman baru. Gue memiliki banyak kesempatan baik untuk masuk ke lingkungan yang sebelumnya nggak pernah gue kenal.

Dan sedihnya karena gue harus kehilangan nenek yang gue cintai di tahun ini. Namun apapun yang telah terjadi semua itu selalu gue syukuri dan gue  harus belajar ikhlas melepaskan. Karena ikhlas juga merupakan salah satu kesempatan untuk belajar menjadi lebih baik lagi. Gue selalu yakin mungkin ini adalah kesempatan terbaik yang pernah  Tuhan berikan buat gue, dan dari semua hal yang terjadi sepanjang tahun 2015 ini akhirnya gue merasa lega melepas jalannya tahun ini dengan rasa bahagia.

Malam pergantian tahun kali ini nggak banyak berbeda dengan tahun kemarin karena gue merayakan bareng family gue di Bangka tapi kali ini tanpa sang suami yang belom dapet cuti untuk pulang ke Bangka. Setiap pulang ke bangka gue sering ngejajal sendirian tempat-tempat yang menurut gue banyak history nya bagi gue. Sekolahan, kampus, tempat nongkrong dan kantor-kantor tempat gue bekerja dulunya Dan ketika gue sadar ini udah penghujung 2015 loh?? Dan sebentar lagi udah tahun 2016, berapa tahun sudah terlewati dan nggak terasa waktu begitu cepat berlalu detik berganti hari, hari berganti minggu dan minggu berganti bulan. Perasaan baru aja gue tamat kuliah, diwisuda dan kerja di radio tau-taunya itu udah berapa tahun terlewati dan semua kenangan itu pun masih melekat kuat di ingatan gue.

Seperti tahun-tahun kemarin gue selalu bikin resolusi hidup gue untuk tahun mendatang. Tahun ini gue  berharap bisa bikin sesuatu yang berarti entah itu belajar menulis atau belajar ngedesain baju dan menjahit. Gue juga terobsesi banget pengen merubah pola hidup gue agar lebih terbiasa hidup dan makan makanan yang sehat. Semoga di tahun ini juga gue bisa punya baby lagi dan berharap hari-hari gue bisa dilalui dengan indah, aman, damai dan tentram. Rumah tangga gue tetap harmonis, orang tua gue sehat selalu begitupun dengan anak dan suami gue semoga selalu sehat dan di jauhkan dari segala penyakit. Apapun itu semua hal sedih yang terjadi di tahun ini semoga nggak terjadi di tahun mendatang. 

Mungkin hanya ini keinginan yang gue harapkan bisa terwujud di tahun 2016 ini, agak sedikit berbeda dengan tahun-tahun kemarin dan yang masih tetep sama kayaknya Cuma satu , gue masih tetep memasukan diet sebagai salah satu agenda rutin dalam hidup gue di tahun 2016 ini.

Selamat tinggal 2015 selamat menyongsong hari baru, jiwa baru dan semangat baru di tahun 2016. Mari jalani hidup lebih baik lagi, tinggalkan semua yang buruk dan raihlah hidup yang baru.

"Udara pagi yang setiap hari kita hirup menghembuskan satu puzzle baru yang harus kita tata agar menjadi mimpi utuh. Walaupun mimpi itu belum menjadi kenyataan, tapi dengan membuat keeping-keping puzzle paling tidak kita punya semangat untuk menyusunnya.
Menjalin mimpi sambil terus menjalin serpihan usaha agar semua jadi nyata harus selalu kita lakukan. Karena, semuanya tak akan termulai tanpa ada impian. Karena, hidup ini ternyata adalah impian dan semangat. Let`s share our dream. Let`s share our ideals."

Monday, 2 November 2015

Malam, Hujan Dan Hening



Rintik hujan pertama di Jakarta malam ini terasa sangat membahagiakan.  Ditemani frekuensi radio favourit yang memutar lagu-lagu manis pengantar tidur, sungguh terlalu sayang melewatkan bunyi denting air hujan yang jatuh ke genting rumah dengan pergi beranjak tidur terlalu cepat. Bulan November dan musim penghujan yang gue yakin semua orang sangat merindukannya, termasuk gue yang sudah merasa kering kerontang jiwa dan raga di musim kemarau panjang ini.

Oke gue udah cukup merasa fix dengan kondisi yang gue rasakan malam ini. Sempurna!! coklat panas, malam yang dingin, aroma tanah basah, dan suara rinai hujan yang selalu jadi favourit gue.

Dan satu lagi suara penyiar radio idola gue yang setiap perkataannya selalu nancep di hati gue meski gue nggak pernah tau seperti apa rupanya.

Lengkap sudah, sesederhana ini gue bisa merasa sangat bahagia malam ini.

Diantara rasa bahagia dalam suasana hening  ini, tiba-tiba gue  pengen nulis tentang keheningan, apa itu hening? dan dimana mendapatkan hening itu? pertanyaan yang dulu selalu ada dalam benak gue ketika gue mulai dilingkupi rasa jenuh.

Gue selalu suka suasana hening. Biasanya hening selalu gue rasakan di malam hari ketika hujan, Seperti malam ini meskipun hujan hanya rintik saja. Dalam hening pikiran gue bebas berkeliaran ke mana saja ia mau, salah satunya tertuju ke dapur emak gue. Dulu, pertama kali gue merasa hening itu indah ketika  berada di belakang rumah tepatnya di dapur emak. Hanya ada suara gemericik air dari kran kamar mandi yang beradu bunyi dengan suitan burung gereja di atas pohon nangka. Saat itu bunga-bunga anggrek bulan kesayangan ayah mulai bermekaran. Ayah memang sangat suka memelihara tanaman, dan bunga anggrek salah satu tanaman favouritnya. Sedangkan emak sibuk dengan aktifitasnya memasak di pagi hari, kebulan asap dari tungku kayu dan bunyi gemercik minyak panas dari wajan penggorengan menambah suasana semakin ajaib saja saat itu.

Gue juga kurang paham seperti apa definisi hening, seperti yang gue kutip dari buku Gede Prama hening adalah,

"Berbeda dengan kesombongan dan keberhasilan yang lapar dengan sebutan positif, keheningan tidak lagi terlalu hirau dengan sebutan. Hening bukan lawannya riuh, hening bukan musuhnya ribut. Hening bukan juga atribut yang haus pujian. Hening adalah hening, ia tidak berlawankan apa-apa".

Tuhan selalu menghadirkan hal-hal yang indah, meski sulit mengartikan hening dalam kata-kata namun ditunjukkan melalui penglihatan dan indra perasa. Malam ini segalanya tampak indah, seperti perasaan yang gue rasakan beberapa waktu lalu di dapur milik emak. 

Tak perlu riuh, tak perlu ramai, tak perlu mahal, bahkan sepi pun sangat menyenangkan. Sang Pencipta  telah menganugerahkan dan menjadikan jiwa ini hening untuk mengingatkan gue betapa gue harus mensyukuri dan mencintai kehidupan ini. Dan pertanyaan-pertanyaan tentang hening sepertinya tak perlu di jawab lagi, karena pikiran yang bergerak dengan sendirinya menemukan jawaban itu, dan sekali lagi gue menemukan hening malam ini.

Jadi demikianlah hening, hanya bisa dirasa. 



Sunday, 18 October 2015

Keyakinan Palsu alias Halusinasib

Pernah nggak sih ngalamin keyakinan palsu? entahlah.... gue hanya menebak-nebak mungkin memang ini yang dinamakan keyakinan palsu. 

Bingung kan? 

Sama gue juga bingung. Tapi yang jelas keyakinan mengada-ada gue ini sempet bikin gue di cap alay sama laki gue. Dan selama menikah baru pertama kali ini gue denger suami gue ngucapin kalimat  alay sama gue. *coba-cobaaa.... cek status FB bini lu ini bang... yang sering merayu-rayu para lelaki ganteng Korea ituh...* bisa pingsan kamu bang ...

Oya.... gue lupa laki gue gak punya lagi akun FB.

Back to topic

Mengapa keyakinan palsu gue ini bikin gue jadi orang alay di mata suami gue tercintah?? 

Karena ketika gue meyakini sesuatu terus bicara ke suami selalu berakhir dengan perdebatan panjang yang berakhir dengan kalimat ALAY!!


Contoh:  Ketika gue jalan-jalan bareng suami ke Ragunan terus gue ngeliat ada sosok laki-laki yang menurut gue perawakannya mirip banget sama Nicholas Saputra, rambutnya keriting, kulit putih bersih, tinggi jangkung dan bermata elang terus gue ngomong ke suami:


"Yah, itu si Nico ya"

"Nico mana?"
"itu Nico AADC"
"Nggak ah..., jauhhh"
"Iya mirip banget"
"Enggak!!"
"Yee... dibilangin mirip juga!"
"ENGGAK!! ngapain si bund si Nico bersiin kandang monyet?"
Bla...bla...bla... tiiittt....titttt.... tuuttt....
Alay...

Gue nggak tau ini mata gue yang siler atau memang suami gue yang suka menampikkan perkataan gue. Ah nggak tau lahh... yang jelas suami gue bukan partner berkhayal yang baik. Iya sih gue terlalu mengada-ada, sadar nggak mungkin lah si Nico maen sama monyet-monyet di Ragunan. Tapi boleh kan gue berkhayal tiba-tiba aja bertatap muka langsung sama idola gue ituh *bolehin aja.

Dulu gue punya temen cewek akrab banget. Rumah kita berdekatan dari kecil kita udah akrab. Sekolah, main, makan, manjat pohon, mandi, ngubek kolong sampe tidur pun sering bareng karena terkadang gue nginep di rumah dia begitupun sebaliknya. Bahkan gue merasa sebagian dari diri gue itu adalah dirinya, begitupun juga dia. Meski kita sering berantem trus baikan berantem lagi baikan lagi tapi mengenai selera kita banyak yang sama mulai dari pakaian, model rambut sampe kriteria cowok meski pada akhirnya kita mendapatkan jodoh jauh dari ekspetasi kita sewaktu remaja dulu.


Temen gue ini adalah partner berkhayal yang sangat sepadan, kalo udah berkhayal bisa berjam-jam mulai dari ngayal punya cowok sekeren aktor Korea sampai berkhayal dalam hal-hal diluar nalar. Tapi yang jelas ada perbedaan yang paling nyata yang bikin kami nggak mau mengalah satu sama lain, dia kekeuh banget bilang kalo Roger Danuarta  lebih ganteng di banding Nicholas Saputra. JELAS!!! gue PROTES gak terima dong. 


Dari sejak jaman SMA gue dan temen gue ini emang mengidolakan pria-pria bermata sipit, berkulit putih dan punya body oke dengan kaki jenjang, dada bidang dan bahu lebar ala-ala aktor korea zaman sekarang. Dulu kami terobsesi banget sama cowok yang berwajah oriental itu semua karena kami sama-sama kecanduan drama Taiwan "Meteor Garden" dimana gue dan temen gue ini sangat tergila-gila dengan Tau Ming Tse pada saat itu. Sampai ketika gue dan sahabat karib gue ini mulai terkena syndrome keyakinan palsu (istilah keren kami menyebutnya) sehingga dimana pun kami berada pada saat itu kami selalu berharap bisa melihat orang-orang yang mirip idola kami.


Awal mula terkena keyakinan palsu itu adalah semenjak tau ada cowok ganteng ala-ala Tau Ming Tse di tempat rental VCD langganan kami. Namanya Akong Tainam cowok keturunan Tionghoa yang berwajah ganteng, rambut ala-ala Tau Ming Tse, mata tentulah sipit, kulit kuning langsat walaupun body nya  kurang berisi tapi nggak apa-apalah demi memenuhi hasrat kecintaan kami terhadap Tau Ming Tse jadilah si Akong Tainam ini jadi objek incaran kami tiap nyewa Vcd. 

Nggak tau ini namanya Delusional Disorder atau halusinasip dengan level parah sampe sekarang pun gue masih sering kerasa-rasa ada Ju Ji Hoon di sekitaran gue. Waktu itu lagi main ke Roxy sama suami lihat-lihat cover buat tablet, tiba-tiba gue melihat sosok laki-laki bermata sipit, kulit putih dan tubuh yang semampai di parkiran. Gue langsung deh kepikiran dan berharap itu ju Ji Hoon yang lagi di dalam mobil. Padahal wajah si koko itu jauh banget dari Ju Ji Hoon. Kejadian seperti ini terulang lagi kemarin pas ke Lottemart niat beli lemon gue malah dibuat terpesona oleh salah seorang karyawan Lotte bagian yang jagain buah-buahan, ihhh kok mirip Park Seo Joon sih???? matanya doang, iya padahal yang mirip cuma matanya doang yang sipit. 

Sebenernya seperti apa sih Delusional Disorder itu?  gue penasaran akhirnya search di google mengenai gangguan-gangguan kepribadian. 


Delusi merupakan suatu kondisi dimana pikiran terdiri dari satu atau lebih. Delusi disebut juga ekspresi kepercayaan yang dimunculkan kedalam kehidupan nyata seperti merasa dirinya diracun oleh orang lain, dicintai, ditipu, merasa dirinya sakit atau disakiti. Gangguan delusi dapat terjadi pada siapa saja dengan beberapa kondisi tertentu.

Oke, fix gue jadi yakin kalo dulu gue sama temen gue itu hanya sekedar cinta sesaat, suka mengada-ada yang nggak ada dan bukan karena gangguan delusi. Karena kalau dilihat dari gejala-gejalanya masih jauh masuk dalam kategori gangguan delusi. Gue yakin ini hanya kealayan yang terpendam aja dan tiba-tiba aja keluar mendadak di hadapan suami yang nggak tau sisi lain dari isitrinya ini. 

Ah... seandainya kamu mengerti bang? istrimu ini lelahhh.... dan butuh liburan.



Monday, 5 October 2015

Olahraga Mudah Di Rumah Dengan N+TC App



Olahraga? hah... kalau ditanya kapan terakhir melakukan olahraga  mungkin gue agak kesulitan untuk menjawab pertanyaan ini ketimbang pertanyaan lain semisal kapan terakhir makan? atau lagi nonton drama apa saat ini?. Yupss.... untuk ibu rumah tangga profesional seperti gue yang memiliki jadwal padat merayap  dari matahari terbit hingga terbenam lagi sepertinya olahraga menjadi salah satu kegiatan yang mustahil bisa dilakukan disela-sela tugas IRT yang menumpuk, mulai dari nyiapin bekal suami, buatin sarapan, mandiin anak, nyuci, nyapu, ngepel, belanja, memasak, nonton infotainment, ngejemur, ngegosok dan nonton drama. 

Jadi boro-boro mau ngegym ke tempat fitness atau ngikut mertua senam yoga bareng ibu-ibu komplek, semuanya sangat mustahil dilakukan mengingat jam terbang sebagai IRT sangat padat apalagi kalau disela-sela aktifitas tiba-tiba banyak iklan yang lewat, semisal Raheesa tiba-tiba pup, atau ketika ia lagi berkelakukan geje, ambekan minta ini minta itu sementara gue masih megang sodet di tangan sibuk berdansa dengan teflon diatas kompor. Arghhhh..... jadilah olahraga merupakan kegiatan nomor kesekian yang nggak gue prioritaskan dalam hidup gue.

Padahal kalo diingat dulu zaman SMP gue merupakan salah satu atlit senam di sekolah setiap ada lomba-lomba senam gue selau diikutsertakan dan selalu jadi instruktur senam setiap ada jam SKJ. Gue selalu aktif dalam setiap ekskul olahraga mulai dari basket sampai renang. waktu masih gadis pun selalu rajin ngikutin emak aerobik di sanggar senam atau sekedar joging sore-sore ngiderin bukit di lapangan golf. Semenjak menikah dan punya anak memang agak sulit mencuri-curi waktu untuk olahraga, paling setiap sabtu minggu aja suami ngajak lari pagi keliling komplek. Dan gue sadar itu nggak maksimal banget untuk membakar kalori yang ada dalam tubuh gue ini, mengingat gue  kesulitan banget untuk menurunkan berat badan ke angka semula setelah melahirkan. Aduhhh.... Raheesa udah mau 3 tahun tapi berat badan gue nggak turun-turun barang sekilo pun walaupun udah mencoba berbagai metode diet kalau nggak dibarengi sama olahraga tetap aja boong, ibarat elo pake sepatu yang logonya Nike tapi tulisannya Adidas heheheh *nggak nyambung.

Karena kebiasaan gue yang suka kepoin IG nya artis maka dapet lah gue informasi mengenai work out yang mudah dilakukan dirumah. Tadinya gue kepoin IG Dian Sastro, disalah satu postingannya mbak Dian kembaran gue ini posting photo doi lagi melakukan work out. Dalam akunnya mbak Dian nulis caption kalao work out yang ia lakukan ini hasilnya cepat terlihat bahkan hanya dalam waktu 3 minggu, sehari BB bisa turun sekitar 2 pound atau hampir sekilo gitu. Wuihhhh.... gue makin semangat dong pengen tau, masa Dian Sastro yang bodynya udah proporsional aja masih olahraga, nah gue yang hampir menyerupai karung gula masih males aja?? mau jadi sebesar kulkas lu?? *kemudian maki-maki kulkas.


semoga bisa selangsing Dian Sastro heheheh

Ternyata semua list latihan work out routines Dian Sastro dibuat oleh sahabat karibnya Adinia Wirasti yang merupakan Nike Training, gue kepoin lagi IG nya Adinia Wirasti. Ehm... ternyata bener si mbak Carmen dalam film AADC ini sekarang memiliki body yang oke banget, bikin ngiri deh.


Kapan body gue bisa seperti ini, tanpa tas pinggang di perut.


Akhirnya gue contohin gerakan-gerakan work out dari Adinia Wirasti ini. Yang pake Smartphone bisa unduh gratis di Google Play, aplikasinya bernama N+TC atau  Nike Training Club. Setelah di unduh kita bisa langsung bergabung dengan cara mendaftar akun dulu kemudian bisa memilih metode latihan dan mengunduhnya. Aplikasi ini oke banget karena udah ada program per minggu baik itu untuk perampingan, pengencangan, penguatan dan pemfokusan. Ada juga latihan untuk pemula, menengah dan latihan lanjutan. Jadi kita bisa memilih yang mana yang mau kita ikuti latihan work out nya, Gerakan-gerakannya mudah untuk diikuti. Karena semua gerakan memakai istilah-istilah yang mungkin belum kita pahami sebagai pemula, kita bisa memutar video untuk mengetahui seperti apa gerakan latihannya sebelum mulai berlatih.

Ini penampilan aplikasinya.











Gue suka banget aplikasi ini apalagi kita bisa menyetel musik favourit kita sendiri ketika latihan. Karena lagi keranjingan drama Korea She Was Pretty jadi gue pasang lagunya The Carpenters yang judulnya Close To You biar latihannya lebih fokus. Dalam program latihan ini kita juga bisa invite temen loh, jadi bisa dilakukan bersama-sama untuk saling menyemangati, di akhir sesi latihan juga akan di tutup dengan quote biar kita semakin termotivasi.



Pagi ini mumpung Raheesa masih tidur dan gue mulai lakukan latihan work out untuk pemula yaitu latihan Sweat+shape, sekitar 30 menit alhasil keringat membanjir. Rencananya gue bikin program latihan selama 4 minggu targetnya bisa nurunin berat badan syukur-syukur bisa turun 10 kiloan. Ternyata adanya aplikasi ini bisa membantu banget buat gue terutama yang sangat berat melangkahkan kaki untuk masuk ke tempat fitnes atau masuk ke sanggar senam, toh bisa dilakukan di dalam rumah di waktu-waktu senggang.  Jadi gak ada alasan untuk nggak olahraga lagi nih. Yang mau mencoba hayukkk... biar kita saling menyemangati. 



Saturday, 3 October 2015

Cerita Tentang Dapur Kami



"Setiap rumah tangga pasti punya cerita dan punya rahasia tentang dapur mereka. Dapur bukan hanya tempat untuk memasak dan mengolah makanan, bukan pula tempat untuk memajang perabotan yang hanya sekedar tau saja kegunaannya untuk apa. Lebih dari itu dapur adalah tempat yang penuh cerita. Ada suka, duka, pahit, asam, manis dan asin. Dari sanalah kreatifitas tercipta".


Dapur bagi gue merupakan ruangan yang paling nyaman untuk berekspresi. Dari sana biasanya sering muncul ide-ide yang tak terduga. Bercerita tentang dapur, gue ingat sekali dapur dirumah kami yang lama. Dulu dapur kami sangat luas berhadapan langsung dengan ruang makan dan taman belakang rumah yang dilengkapi dengan kolam ikan dan koleksi ikan-ikan Koi milik ayah. Dapur kami sangat adem karena terdapat ruang terbuka  hijau di sisi ruang makan jadi udara bisa dengan leluasa masuk. Tapi sayangnya dulu dapur kami sangat jarang digunakan untuk memasak dan ruang makan kami sangat jarang digunakan untuk makan bersama karena kesibukan ayah dan emak yang bekerja dari pagi sampai petang baru balik kerumah dan adik satu-satunya yang tidak tinggal bersama karena sedang kuliah di Jogja hingga terkadang gue hanya di temani alm. nenek yang memang sering menginap dirumah. 

Dapur di rumah kami yang sekarang sangat kecil, 7 tahun sudah kami sekeluarga pindah ke rumah yang baru yang letaknya dekat dengan kota karena rumah yang lama sengaja di jual ayah dengan alasan letak rumah yang kurang strategis untuk membangun usaha rumahan. Dapur rumah kami sangat minimalis, saking minimalisnya bahkan nggak bisa menampung banyak barang. Dapur kami hanya dilengkapi perabotan seadanya aja, Gak ada kitchen set atau meja batu keramik yang mewah disana hanya ada meja kayu, sebuah kompor gas dan dua tungku kayu yang memang sering dipakai ketika Emak memasak dalam jumlah banyak semisal ada acara keluarga ataupun acara di Masjid. 

Tungku kayu bagi sebagian masayakat memang sudah banyak ditinggalkan, masih ada yang pake tapi paling masyakat yang tinggalnya di daerah pedesaan. Tapi emak gue masih sering memakai tungku kayu dengan alasan sederhana "hemat gas" heheheh... .Sebenarnya kata orang tua jaman dahulu masakan yang dimasak dengan api kayu lebih enak dibandingkan makanan yang dimasak dengan kompor gas. Ah.... entahlah gue belum menemukan perbedaaan itu tapi yang jelas memakai tungku kayu ada kelebihan dan kekurangannya juga sih. 

Di dapur rumah kami yang sekarang, meskipun tak seluas dan sebagus dapur kami yang lama setiap hari selalu ada asap yang mengebul, selalu ada aroma dan bau masakan lezat, selalu ada canda tawa dan cerita di meja makan, dan selalu ramai dengan suara radio yang di putar emak untuk menemaninya memasak. Setelah memutuskan pensiun dari kegiatan sehari-harinya emak dan ayah lebih sering berada dirumah. Memasak, ngobrol, makan bersama, atau sekedar bersenda gurau lebih sering dilakukan di dapur dibanding ruang keluarga. Ada kerabat yang datang kerumah pun lebih sering berkumpul di dapur dibandingkan ruang lainnya.

Dari kecil gue sangat senang melihat kepiawaian emak di dapur, ada saja yang ia lakukan disana entah itu memasak lauk ataupun membuat berbagai macam cake dan cemilan enak lainnya. Gak lama kemudian tau-tau sudah ada aja makanan lezat yang di hidangkan di meja makan.


Setiap anak pasti setuju kalau masakan ibunya adalah masakan yang paling lezat sedunia, bahkan masakan Cheff yang paling handal pun tak bisa mengalahkan nikmatnya masakan ibu. Karena  sejauh apapun si anak melangkah pasti yang dirindukan ketika pulang adalah masakan ibu. Demikian juga gue, bagi gue masakan yang paling enak dan pas di hati  cuma masakan emak. Bahkan setiap pulang kampung gue selalu minta dimasakin macem-macem saking rindunya sama masakan rumah. Entah kenapa kalau emak yang masak telor ceplok pun terasa nikmat.


Hidup di perantauan dan jauh dari kampung halaman terkadang sering bikin gue rindu sekali dengan masakan rumah. Biasanya dalam seminggu gue selalu sempatkan memasak makanan asli dari daerah asal gue pulau Bangka, atau sesekali mencontek resep emak. 
Gue selalu cinta masakan rumah, di tangan emak semua jenis makanan, komposisi dan takaran selalu pas. Tangan emak begitu tulus menyajikan setiap makanan yang dimasak untuk dinikmati bersama, begitu ikhlas melakukan apa yang sudah menjadi kewajibannya. Dari emak gue ingin belajar banyak cara mengolah makanan, bahkan bukan hanya sekedar belajar memasak dari emak juga gue ingin belajar tentang apa itu ketulusan dan keikhlasan. Gue ingin nantinya anak dan suami gue selalu rindu dengan masakan gue, selalu pulang dan kembali ke gue hanya untuk menikmati masakan gue. Gue ingin menciptakan sejarah dalam keluarga kecil gue. keinginan yang sederhana bukan??

Semoga sesegera mungkin gue bisa memiliki dapur sendiri, heheh... maklum sekarang masih minjem dapur mertua. Punya dapur sendiri tentu lebih menyenangkan dengan begitu gue bisa berkreasi dengan beragam jenis makanan, yahhh... setidaknya gue harus berhasil menjadi Cheff bagi keluarga gue sendiri.

Bagaimana cerita dapur dirumah kalian??




Sunday, 20 September 2015

Oldies Song: Bicara Musik Bicara Selera



Suara The Beatles mengalun-alun merdu membawakan lagu lawasnya yang berjudul Michelle, sengaja gue putar malam ini di playlist gue untuk membantu gue mengingat-ingat kembali masa-masa kecil gue yang indah ketika pertama kali di cekokin lagu-lagu barat lawas kesukaan ayah. Seperti biasa gue hanya akan memutar satu lagu ini secara berulang-ulang dalam playlist gue untuk setiap lagu yang gue suka. Sejak dulu gue selalu suka mendengarkan musik-musik era tahun 80-an dan  90-an dibandingkan musik-musik jaman sekarang. Iya gue emang jadul dan kuno setidaknya itulah yang dikatakan sepupu gue ketika ia melihat koleksi MP3 milik gue. Banyak yang bilang selera gue payah karena lagu-lagu yang gue suka kebanyakan yang oldies. Padahal ketika lagu ini muncul gue bahkan belum lahir.

Waktu itu usia gue baru 7 tahun, seperti biasa rumah kami yang kecil selalu ramai dengan alunan-alunan musik dari Tape Deck milik ayah. Setiap hari yang diputar adalah lagu-lagu barat lama seperti lagu-lagunya Daniel Sahuleka, Lucifer, Glen Frey, Shakin Steven, Leo Sayer, Peter Cetera dan masih banyak lagi, sesekali juga di selingi lagu-lagu dangdut favorit ayah seperti lagu-lagu koleksinya Haji Rhoma Irama, Muchsin Alatas dan juga penyanyi dangdut lainnya.

Dulu rumah kami nggak memiliki televisi, entah karena alasan apa orang tua gue lebih senang mendengar radio atau memutar lagu dari kaset ketimbang nonton televisi, apa mungkin karena zaman dulu hanya ada satu stasiun televisi TVRI aja yang siarannya hanya sampai pukul 21.00 malam, setelah program Dunia Dalam Berita layar televisi langsung dipenuhi semut. Nggak seperti sekarang siaran televisi 24 jam dengan beragam acara dari banyak stasiun TV yang menghadirkan banyak pilihan. 

Ngomongin tentang musik atau lagu, gue sering semacam de javu gitu kalau tiba-tiba mendengarkan kembali lagu-lagu yang lama nggak gue dengerin lagi, kalau sudah begitu tiba-tiba rasa rindu pun meluap-meluap ingin kembali lagi menjadi penyiar radio seperti dulu. Menyapa pendengar dan memutar lagu-lagu permintaan pendengar. Dulu gue sangat bahagia banget serasa menemukan dunia sendiri ketika diterima bekerja di Radio Sonora yang memang memiliki program acara yang khusus memutar lagu-lagu oldies favorit gue. Walaupun harus menemani para pendengar yang rata-rata seangkatan ayah gue, tapi gue happy banget apalagi yang mereka request adalah juga termasuk lagu yang gue suka. Secara gak langsung pengetahuan gue tentang lagu dan penyanyi oldies juga bertambah karena dekat dengan pendengar oldies.

Percaya nggak kalau sebuah lagu juga ternyata mampu membangkitkan memori atau kenangan seseorang. Seperti sabtu kemarin pas lagi main ke pasar Taman Puring, tiba-tiba ada yang puterin lagu Father yang dinyanyiin sama penyanyi lama Peter, Sue and Marc. Lagu ini ngingetin gue sama emak gue yang pernah excited banget ketika gue muterin lagu ini waktu dulu masih jadi penyiar radio. Usut punya cerita ternyata lagu ini adalah lagu favorit dia banget ketika masih remaja, emak gue bilang udah lama banget gak dengerin lagu ini pas dia denger lagi matanya sampai beraer. Wow ternyata begitu  dahsyat kekuatan sebuah lagu yang bisa menjadi daya pengingat terhadap suatu hal yang jarang di pikirkan. 




Yang belum pernah mendengarkan lagi Father ini, ini gue kasih playlistnya. Lagunya sangat easy listening.

Gue dan suami memiliki selera yang beda soal musik favorit, suami lebih suka dengerin lagu-lagu tahun 90-an seperti Oasis tapi suami gak pernah komplain setiap gue muterin lagu-lagu favorit gue. Ada satu radio di Jakarta yang gue suka dengerin kalau malem-malem. Gue sering lupa nyebutin namanya dan ngingetin berapa frekuensinya. Kadang kalau sengaja putar tombol tuning untuk nyari malah nggak dapet. Radio ini sering muterin lagu-lagu lawas kalau malam hari dimulai sekitar pukul 22.00 malam. Gue suka banget lagu-lagu yang diputerin apalagi suara penyiarnya dan cara pembawaannya nancep banget di hati gue. 

Semenjak nggak jadi penyiar radio lagi, ingatan gue tentang lagu-lagu dan penyanyi barat era 80-an hanya sebatas koleksi MP3 yang gue punya aja. Kadang suka download atau sengaja googling nyari lagu apa aja yang bagus yang belum pernah gue dengerin. Seperti kemarin dapet judul lagu Starry Starry Night nya Don McLean yang jadi soundtrack drama Korea angel Eyes dari mbak Della Firayama. Langsung gue download karena emang suka. Dan ini beberapa list lagu lawas yang sering bikin gue CLBK. 

Ebony & Ivory - by Stevie Wonder & Paul Mccartney
Have You Ever Been In love - by Leo Sayer
My Love, My Love - by Jeri Logan
Hard To Say I'm Sorry - by Chicago
Fly Away - by Stevie Wood
All Iam - by Heatwave
I've Never Been To Me - by Charlene
One Day In Your Live - by Michael Jackson
House for Sale - by Lucifer
I Love You - by Sofie
Dont Sleep Away this Night My Baby - Daniel Sahuleka
Making Love - by Roberta Flack
Only You - by The Platters
What I Like About You - by The Romantics
Lady - by Kenny rogers
Mother How Are you Today - by Maywood

Lagu-lagu lawas seperti ini memang asyik didengarkan di malam hari sebagai musik pengantar tidur, atau di pagi hari menamani waktu sarapan meneyeruput teh hangat sambil menikmati sinar mentari pagi, lebih syahdu lagi didengarkan ketika ditemani hujan gerimis aihhh.... rasanya berguguran semua beban-beban di pundak yang dirasakan sepanjang hari kemarin. Lagu oldies, hujan dan cuaca dingin yang sangat gue suka selalu bisa bikin gue betah berlama-lama menikmatinya.


Musik adalah karya seni yang baik dan tinggi nilai estetikanya. Musik merupakan seni surgawi yang mampu menyentuh perasaan dan  musik adalah pedoman karena syairnya dapat berisi pesan, perintah dan isyarat tertentu. Keindahan dapat terjalin ketika ritme, melodi dan harmoni menyatu dalam keteraturan. Karena alam semesta pun merupakan keseluruhan yang teratur sesuatu yang harmonis seperti musik.

- Plato -

Sunday, 16 August 2015

Mr. Handkerchief : Cerita Tentang Seorang Pemuja Rahasia



Ilustrasi:

"Aku selalu menyebutnya pertemuan tanpa takdir karena begitu banyak Hal-hal yang tak terduga yang terjadi begitu cepat diluar kuasaku, khususnya pada hatiku sendiri." 

Aku memanggilnya Mr. Handkerchief, karena saat itu ia bersikap layaknya laki-laki dewasa yang ada didalam komik atau drama yang ku tonton. Mr. Handkerchief adalah laki-laki yang siap memberikan saputangan di saat yang dibutuhkan, laki-laki yang datang untuk menghapus airmata, membalut luka, dan bersedia meminjamkan pundaknya untukku bersandar. Dialah laki-laki yang kupuja dalam diam.

Aku masih ingat perjumpaan pertama kita, tadinya yang ada dalam pikiranku kamu adalah seorang laki-laki tua pendek dengan perut gendut yang membosankan, namun ternyata semua ekspetasi ku salah. Kamu laki-laki dewasa dengan senyum yang menawan, setidaknya itulah kesan pertamaku waktu melihatmu.

Masih terekam jelas di memory ku, kala itu kamu datang mengenakan kemeja kotak-kotak berwarna ungu muda, warna kesukaanku. Dengan ramah dan sopan kamu mulai memperkenalkan dirimu, namamu dan usiamu. Sungguh penampilanmu lebih muda dari usiamu yang hampir 40.

Dulu kita lebih banyak melewatkan hari bersama, ditempat yang sama dalam waktu yang sama. Kau dengan segala tugas dan tanggung jawabmu sebagai pemimpin yang baru dan aku dengan segala rutinitasku bercumbu dengan file-file yang menjemukan.

Waktu pun bergulir dengan cepat kita pun sudah terbiasa dengan kebersamaan disetiap moment, siang itu hujan turun sangat deras kamu datang menantangku dengan sebuah rubik kubus warna warni ditanganmu. Kamu bilang hidup itu seperti rubik yang ketika di  buka plastik pembungkusnya masih tersusun warna yang utuh dengan 6 warna berbeda antara sisi satu dengan yang lainnya. Sama halnya bayi yang baru dilahirkan kedunia masih suci belum teracak hal-hal duniawi.

Begitu pula hidup lama-lama akan semakin banyak warnanya dengan segala macam permasalahan yang membelitnya. Seperti rubik yang telah teracak, 6 warna itu tak lagi menyatu, masing-masing berpencar tak sempurna. kamu bilang  Perlu sentuhan untuk menyempurnakannya kembali ke dalam masing-masing warna pada setiap sisinya. Seperti sebuah perjalanan hidup, sisi-sisi kehidupan yang teracak membutuhkan rumus untuk menyelesaikannya. Rumusnya adalah kesabaran dan pengertian.

Gambar dari google

Aku suka, diam-diam aku mulai mengagumi cara bertuturmu dan bagaimana caramu memandang hidup. Rubik warna warni itu mungkin menjadi perantara akhirnya aku bisa menyentuhmu. Dengan sabar kamu mulai menuntun ku menyusun warna-warna yang tercecar hingga tersusun rapi. Berulang-ulang kali kau mengajarkanku tanpa bosan. Seperti sedang mencipta keajaiban saja, aku terhanyut dalam sebuah permainan rubik kubus yang kau cecar. 

Kamu begitu perhatian, tak hanya padaku tapi kepada semua staf yang ada di kantor ini, setiap saat ada saja hal-hal yang membuat kami merasa dibutuhkan dan juga berarti buatmu, terkhusus hatiku. Ah... entahlah aku  menjadi tak tau malu dan merasa mulai gede rasa. Namun taukah kamu, semenjak kejadian sore itu aku benar-benar tak bisa menguasai hatiku. Sore itu aku berdarah, ada sayatan kecil di jari telunjukku. Lalu kamu, dengan sapu tanganmu membalut luka kecil di jariku, Kita hanya berjarak satu jengkal saat itu, dan tanpa sadar akhirnya aku menyentuhmu, kau nyata dihadapanku meski sulit kupercaya tapi aroma aftershave mu menyadarkan ku bahwa itu bukanlah mimpi.

Kamu bilang aku ceroboh, dan tanpa sadar aku mulai memainkan hati ku sendiri. Aku menyukai semua kecerobohan itu. Iya aku ceroboh karena tak mampu meredam gejolak hatiku setiap melihatmu, aku ceroboh karena tak tau diri mengidolakanmu dan aku sangat ceroboh diam-diam berharap menjadi bagian dari takdirmu.

Namun.., siapa aku?

Aku mungkin adalah pungguk yang merindukan bulan, 
Aku adalah orang yang berada dalam gelap. Dan aku hanyalah si pengecut yang hanya mampu bersembunyi menikmati sisi indahmu dari kegelapan. Pengecut yang hanya berani melihat punggungmu tanpa mampu menatap matamu.

Karena kamu tak akan pernah tau Mr. Handkerchief? 

Saat itu Aku takut sekali. Sangat takut. Takut pikiranku terbaca olehmu. Takut detak jantungku terdengar olehmu dan takut sorot mataku tertangkap matamu ketika aku berusaha menatapmu.

Seperti permainan rubik mu, jiwa, hati, pikiran,perasaan dan hidupku saat itu mulai tercecar tak lagi utuh dengan 6 warna yang tersusun sempurna. Kotak-kotak yang berwarna dalam hatiku mulai bercecaran, aku mulai bertanya-tanya apakah kau tak berniat untuk menyentuh dan menyusunnya Mr. Handkerchief?  Ah...  Sulit sekali menebak pikiran dan perasaanmu, ada satu waktu dimana kita hanya berjarak sejengkal tetapi terasa terpisah seluas benua.

Mr. Handkerchief,  saat itu aku Hanya ingin selalu ada di dekatmu walau tak pernah terlihat oleh ujung matamu sekalipun. Karena aku hanya mampu berdiri di kegelapan diam-diam memperhatikanmu dan sekali waktu mencuri pandang dalam-dalam ke wajahmu yang memang sejuk dipandang. Aku tak mampu menutup mataku untuk tidak melihatmu.

Aku tak pernah berharap kau tau keberadaanku, yang ku mau saat itu hanyalah melihatmu kapanpun dan dimanapun dirimu.
Meskipun pada akhirnya aku hanya memilih untuk diam, menyimpanmu dalam sudut hatiku dan menguncinya rapat-rapat agar tak ada yang tau, tidak mereka dan tidak juga kau. Karena aku hanya akan selamanya memilih berdiri dalam gelap dan memujamu dalam diam.

2010 yang lampau

***
Mr. Handkerchief karena tuhan kita berbeda, mungkin Tuhan ku tak bisa bertoleran untuk menyatukan takdir kita. Hingga aku diberi rasa sakit dulu untuk bisa menyadari ketidakmungkinan yang tak bisa dipaksakan oleh manusia. Semua pupus sebelum kau tau isi hatiku. Kini kau hanyalah kenangan, Sekumpulan kebahagiaan, luka dan mimpiku.


Pernah ngalamin jadi secret admirer?

Belom?

Bagus deh kalo belom. Jangan sampe ya.... gak enak cyinnn. Mencintai seseorang secara diam-diam bukanlah hal yang mudah, capek dan sangat menguras perasaan. Selalu saja ada kemungkinan cinta kita tak terbalas alis cinta dewe'.

Saran gue:

Coba tanya sama diri loe sendiri, apa yang bisa loe dapetin dengan bersikap dan mengambil keputusan menjadi seorang secret admirer. Kalau belum menemukan jawabannya atau loe gak pernah menemukan jawabannya inget-inget aja kata Om Mario Teguh :

"Ayo tingkatkan level hidupmu, jangan mau jadi pecundang tapi jadilah pemenang untuk kebahagian mu sendiri."


Sekian.


Friday, 7 August 2015

Mantan

Barusan lihat iklan baru sebuah provider kartu seluler, kayaknya iklan ini baru tayang hari ini deh dan langsung jadi trending topic. Keseluruhan iklannya bagus sih menurut gue, kreatif gitu apalagi  dibuatnya kayak MV gitu. Tadinya gue pikir trailer film, eh gak taunya iklan. Tapi pesan yang tertulis di akhir iklan itu yang agak-agak bikin gue melotot.

"Dengan bicara ubah mantan menjadi shoulmate"

What??

Hellow..... are you kidding us?

Merubah jadi apa?

Shoulmate?

Mantan yang kayak gimana dulu neh?

Mantan yang ninggalin loe ketika dia udah sukses?

Atau

Mantan yang ninggalin loe untuk nikah sama orang lain?

Wait..., gue gagal paham dengan pesan iklan ini.

Seinget gue, gue cuma punya beberapa orang mantan, dalam deretan nama mantan-mantan gue gak ada yang layak dijadikan shoulmate.
Jangan tanya mengapa? Karena itu merupakan hal-hal yang sangat impossible banget buat gue.


Tapi kalo mantan yang ini bolehkan gue jadiin manten.

Gue adalah orang yang mungkin nggak pernah bisa punya hubungan baik dengan para mantan. Entah kenapa menurut gue begitu hubungan berakhir semuanya emang udah harus berhenti sampai disitu karena gue orang yang gak suka basa basi. Apalagi yang setelah putus pacaran malah legowo mau diajak jadi kakak adik ahhh .... bulshit lah itu.

Namun ada satu nama yang selalu gue pinta ke Tuhan, dalam kondisi apapun dan dimanapun jangan pernah pertemukan lagi gue dengan orang ini. Biarlah dia menjadi butiran debu yang terbang tertiup angin (mulai hiperbola).

Jadi ceritanya ketika gue pulang ke bangka dan menginjakkan kaki lagi di kota ini gue masih aja terganggu dengan pikiran gue yang membawa gue flashback ke masa lalu. Apalagi kalo lagi berada di suatu tempat yang ada kenangannya disitu.

Sebel sih sebenernya!

Seperti kejadian beberapa waktu yang lalu di jalan yang sama, serasa menghirup udara yang sama seperti 6 tahun yang lalu, mengingatkan gue tentang seseorang yang pernah bikin hati gue patah krekk... krekk... jatoh keinjek-injek, pecah dan meninggalkan lobang besar yang dalam.

Siapa dia?

Mantan

Orang yang mungkin tercipta memang untuk menciptakan lubang yang besar di hati gue.  Ecieee.... dalem banget yak!

Iyain aja -

Jadilah ceritanya kemarin tanpa sengaja gue ngelewatin sebuah tempat, seperti adegan-adegan didalam drama korea tiba-tiba ingatan gue kembali  ke masa-masa itu disebuah jalanan komplek dekat sebuah lapangan bola jalanan yang basah dengan sedikit sisa-sisa hujan, dingin dan kebekuan antara gue dan dia semakin kentara saat itu. Tanah tempat gue berpijak masih terasa bergetar saat tiba-tiba sebuah kalimat terlontar dari mulutnya

"Kita putus aja"

Lalu kemudian hening ...

"Aku bosan hidup susah"

Hening lagi beberapa saat

Udara malam itu menampar gue berkali-kali dari tempat gue berdiri. Semua kalimat pertanyaan
Apa?

Kenapa?

Bagaimana?

Seolah-olah tercekat di tenggorokan, tiba-tiba gue merasa kehilangan oksigen untuk bernafas seakan-akan berada dalam ruang kosong yang teramat gelap, sedangkan wajahnya terus menerus menggantung di kelopak mata gue, lalu dengan bibir bergetar gue hanya mampu berkata lirih.

"Pergilah....!"
.
$#@%^&**(()₩;&^/$:&! ( memaki dalam hati )

Hanya sepatah kata itu yang mampu terucap, sedangkan kalimat makian nyangkut ditenggorokan gue.

Dengan bahasanya yang seolah tanpa beban, tanpa rasa bersalah ia terus bergumam dengan kalimat yang sulit gue mengerti maknanya.

Lalu sebuah kalimat terdengar dan langsung menohok ke jantung gue yang hingga kini masih gue ingat setiap pulang ke kota ini.

"Berharap semua akan baik-baik saja. Kamu pasti akan menjadi seorang yang hebat dan aku berharap menjadi seorang abdi negara yang sukses. Pada akhirnya kita akan menjalani kehidupan kita masing-masing, tentunya dengan kenangan indah yang akan selalu menghiasi langkah kita ke depan. Terima kasih sudah menjadi cinta pertamaku. You are the best!"

Entah itu sepenggal alibi atau hanya kalimat penghibur gue masih gagal paham, namun belakangan gue baru mengerti itu adalah doa.

karena setidaknya gue berhasil jadi orang hebat seperti katanya.


Pangkalpinang (sekian waktu yang lampau).


Wednesday, 17 June 2015

Tentang Cinta Pertama

Dari judul mungkin udah terlalu mainstream ya, tentang cinta pertama ada nggak ya orang yang nggak inget sama sekali dengan cinta pertama nya? gue rasa mungkin sedikit dibandingkan dengan yang selalu ingat. 

Cinta pertama bagi kebanyakan orang adalah cinta yang sulit dilupakan entah itu meninggalkan kesan indah atau nggak tetap saja cinta pertama adalah fase pertama seseorang mengenal asmara. Boleh jadi cinta pertama adalah cinta yang tak terlupakan dalam hidup seseorang namun tak menutup kemungkinan kalau cinta ke 2,3,4 dan seterusnya memiliki kisah yang lebih indah dari cinta pertama.

Terinspirasi dari serial drama Korea My Love Eundong yang sedang gue ikuti. Sampai episode 6 gue masih berdecak kagum dengan penulis naskah Baek Mi Kyeong yang punya ide cemerlang menulis cerita drama ini. Berkisah tentang seorang aktor terkenal yang bernama Ji Eun Ho yang tidak bisa melupakan cinta pertamanya Eun dong. 

Dalam drama ini Ji Eun Ho digambarkan sebagai sosok pria yang setia, selama 20 tahun ia masih berharap bisa bertemu lagi dengan cinta pertamanya yang tiba-tiba menghilang. Kemudian pada satu waktu ia bertemu kembali dengan Eundong cinta pertamanya itu namun dalam kondisi yang berbeda, Eundong hilang ingatan tentang masa lalunya bahkan ia sudah menikah dan memiliki seorang putra. Tapi Ji Eun Ho tak pernah menyerah ia bahkan masih berharap bisa merebut Eundong ke sisinya lagi. 

Sebenarnya gue agak-agak gregetan dengan sosok Ji Eun Ho ini. Saking setianya gue malah melihat ia sebagai seorang pria yang lemah dan menyedihkan. Kalau di kehidupan nyata ada sosok pria seperti Ji Eun Ho mungkin bisa jadi ia seorang pria langka yang wajib dilestarikan. Tapi ini hanya kisah dalam sebuah drama ya, sampai episode 6 gue bisa menarik kesimpulan bahwa:

"Cinta pertama adalah cinta yang paling indah tapi perpisahan pertamalah yang paling dalam".

Gue masih sedikit bingung beda cinta pertama dan cinta monyet, karena pengalaman gue cinta pertama adalah cinta monyet gue yaitu ketika pertama kali gue suka dengan seseorang yang setiap kali melihat dirinya jantung gue nggak bisa berhenti berdegup dan pandangan gue nggak pernah lepas dari dirinya. 

Pertama kali kenal cinta pertama waktu gue kelas 5 SD. Masih terlalu dini memang ya, gue suka dengan kakak kelas gue yang menurut kaca mata bocah kelas 5 SD kala itu sangat tampan, pintar dan menawan. Sampai duduk di bangku kelas 2 SMP gue masih mengejar cinta pertama gue itu. Namun setelah dia tau gue suka dia dan berbalik dia membalas perasaan gue, gue malah kabur ketakutan. 

Syukurlah gue termasuk salah satu orang yang bisa melepaskan indahnya kisah cinta pertama dan hingga detik ini sejak gue tamat SMP gue nggak pernah lagi bertemu atau sekedar tau tentang cinta pertama gue itu. Pernah sekali melihat akun facebooknya, ternyata ia kini tampak berbeda tak setampan pandangan mata gue kala itu ketika gue masih pakai seragam putih merah.

Setiap orang pasti punya pengalaman cinta pertama yang berbeda-beda, ada yang meninggalkan kenangan manis dan juga ada pula yang meninggalkan kenangan pahit. Menurut gue kenangan cinta pertama itu sangat berbahaya Manis, bila bisa move on dan menjadikan kisah cinta pertama sebagai pembuka jalan untuk menemukan cinta yang sebenar-benarnya. Pahit, bila nggak bisa keluar dari first love syndrome. Karena cinta pertama tak selamanya penuh bunga, patah hati dan trauma akibat cinta pertama yang kandas akan selalu mengikuti. Dan jeleknya Brokenheart syndrome ternyata bisa berpengaruh untuk hubungan asmara di masa mendatang. Akan sangat fatal akibatnya bila nggak bisa lepas dari jeratan kenangan cinta pertama apalagi untuk yang sudah berkeluarga. 

Pernah ada seorang teman lama gue curhat tentang gimana rasanya lelah disiksa rindu. Ia bilang masih sering menangis di tepi tempat tidur karena selalu ingat mantan cinta pertamanya. Perasaan bersalah selalu ia rasakan setiap kali melihat suami dan anaknya. Horor juga sih menurut gue, ternyata kenangan cinta pertama itu sama berbahayanya dengan kehadiran orang ketiga. 

Sejatinya setiap orang menginginkan hubungan rumah tangga yang aman yang nggak pernah ngomongin mantan, nggak pernah digangguin cabe-cabean, nggak ada perselingkuhan, dan nggak pernah baperan seperti istilah anak gaul zaman sekarang. Itulah alasan mengapa gue selalu ketar-ketir kalo suami udah minta izin pengen dateng ke acara reunian teman-teman lamanya. Bisa jadi toh disana ada cinta pertamanya, hehehe.... gue adalah istri yang paranoid, yup itu benar!.

Mereka yang bahagia meski nggak mendapatkan cinta pertamanya adalah mereka yang benar-benar bisa melepaskan dirinya dari kenangan cinta pertamanya. Sepenuhnya mereka menyadari sudah tidak ada tempat untuk cinta pertama namun bahagia karena dulu dirinya pernah merasakan cinta pertama. 

Jadi kesimpulannya, gue salut dengan orang yang yakin menunggu cinta pertamanya, meskipun selalu ada kemungkinan dimana ia berhenti meraih apa yang tak bisa ia raih lagi. Seseorang yang kita pikir adalah milik kita, bisa jadi ternyata bukan milik kita. Kita memiliki kenangan yang indah bersamanya, tapi kita nggak akan pernah memiliki jalan hidupnya. 

Mereka yang bisa hidup bersama dengan cinta pertamanya mungkin adalah orang yang beruntung. Namun fakta lain  banyak pula orang yang hidup berbahagia meski itu dengan cinta yang ke 2,3,4 dan bahkan seterusnya. Seperti yang dikatakan Mario Teguh, cinta pertama jarang sekali menjadi cinta terakhir yang terbaik. Sabar saja, tetaplah pelihara kemuliaan diri anda.

"Berbahagialah orang yang bisa meraih cinta pertamanya atau yang bisa melepaskan diri nya dari kenangan cinta pertamanya. Cinta pertama memang indah, tapi cinta yang terakhir lebih dari sempurna".

Ditulis dengan segenap cinta^^


Wednesday, 10 June 2015

Cerita Gue: Antara Berdandan dan Memasak

Dalam hidup gue, gue sering merasa gak berbakat dalam dua hal yaitu berdandan dan memasak. Layaknya wanita dewasa masa kini yang sudah berkeluarga dan tinggal di ibukota yang WOW... ini setidaknya kemampuan dasar seperti itu harus sudah dikuasai sebelum menikah. Jadi kali ini gue mau ngebahas kedua point yang selalu masih menjadi ajang coba-coba dalam hidup gue.

Dandan



Mungkin ada sebagian yang persis seperti gue merasa jadi Cinta dalam film AADC. Di depan kaca dengan seperangkat kosmetik itupun kosmetik hantaran waktu nikah yang masih utuh karena jarang dipakai meskipun udah 3 tahun. Coba-coba pake lipstick terus hapus, coba lagi pake eyeliner terus hapus, dan begitu seterusnya tanpa hasil malah lebih mirip ke ondel-ondel khas Betawi. 

Bukan tanpa alasan temen gue ngasih julukan ke gue "wanita hampa tanpa lipstick dan pensil alis" tampaknya julukan ini memang sudah melekat pada diri gue. Dari dulu gue hanya mengandalkan bedak baby yang serba praktis tinggal tabur ditelapak tangan gosok-gosok dan usap kemuka. Sampai gue tamat kuliah dan terjun ke dunia kerja kebiasaan itu masih berlangsung. Pernah suatu hari gue ditegur Pimpred gue di tempat kerja, dia bilang kenapa jadi perempuan mukanya polos sekali bahkan istrinya turun tangan ngasih tips biar muka gue kinclong. Gue disuruh bikin masker dari beras ketan hitam yang direndam 3 hari lalu ditumbuk sampai halus. Gue lakonin nggak? tentu nggak. Dan istri bos gue pun nggak pernah tau kalau nasehatnya hanya masuk kuping kanan terus keluar lagi kuping kiri. 

Dulu gue punya masalah alergi kulit, jerawat bernanah yang menghancurkan fisik dan psikis gue secari membabi buta. Gue udah pasrah aja berbagai cream, salep, lotion dan resep dari mulut ke mulut udah gue lakonin. Hingga akhirnya gue masuk ke ruang praktek Dokter kecantikan yang katanya udah bersertifikasi. Bukannya sembuh malah gue jadi anti banget ke Dokter kecantikan. Kenapa? karena terlalu sadis dan gue ngerasa itu hal terhoror yang gue lakukan dalam hidup gue saat itu. Muka gue yang penuh motif polkadot nya di sedot sampe meninggalkan bekas parutan di pipi gue yang sampe sekarang masih membekas. Dalam hidup gue itu adalah pengalaman pertama sekaligus terakhir gue masuk ke ruang prakter dokter kecantikan.

Jadi kalau sekarang gue udah bisa dandan dikit-dikit itu bukan karena keharusan melainkan masih ajang coba-coba. Gue selalu inget nasehat emak dulu ketika gue belom menikah.

Emak bilang: 

"Jadi orang jangan males, coba belajar ngurusin badan, muka dipakein bedak, jerawat jangan dipites terus-terusan. Itu rambut disisir, bibir dikasih lipstick jangan balu kek gitu. Trus kalo gajian jangan cuma jajan beli makanan belilah parfum yang botol gede jangan minta punya emak terus-terusan". 

Dulu, mungkin emak gue nggak tau kalo anaknya ini bukanlah tipe cewek-cewek pada umumnya yang punya koleksi aksesoris, tas dan sepatu hak tinggi. Emak bahkan nggak tau kalau gue bukanlah tipe cewek girly yang suka dandan. Bahkan gue nggak suka dipusingin dengan UV protection yang tertera di compact powder atau lipstick seri berapa yang lagi ngetrend.

Yah, gue rasa emak gue dulunya memang nggak tau segalanya kalau anak perempuannya ini adalah seorang yang nggak pernah sekalipun nyentuh bedak atau lipcare atau bahkan sekedar body lotion. Dan satu hal lagi yang emak gue nggak pernah tau, dulu itu parfumnya bukan habis karena gue yang pakai. Itu parfum habis karena ketumpahan sama gue. 

Kalau dulu nasehat emak bisa gue counter attack dan gue bantah 100 %, tapi sekarang emak gue lebih hebat ngasih nasehat sekaligus ancaman. Setiap pulang ke Bangka setahun sekali gue nggak pernah ada perubahan di mata emak gue.

Emak selalu bilang:

"Itu badan kapan mau kurusnya, muka masih polos aja gak pernah make up. Tinggal di kota besar tapi kayak orang kampung, ntar dikira ahjumma loh? awas, suami tiap hari kerja diluar sana ngeliat orang-orang pada klimis dandan yang rapi eh, pulang kerumah liat bini awut-awutan".

Ekstrim banget kan emak gue, terus gue bisa apah kalo udah diceramahin gitu. Hanya bisa merenungi diri di depan cermin berharap tiba-tiba keajaiban terjadi cermin bisa ngomong bimsalabim jadi apa prok... prok...prok... dan gue berubah jadi Ha Ji Won. #terpaktarno



Masak




Dalam hal masak dulu gue sama sekali nggak pernah belajar dari emak gue yang emang pinter masak. Paling gue hanya bantu-bantu motong sayuran dan bumbu di dapur. Kalau teman gue selalu penasaran dengan resep dan cara masak makanan baru yang di makannya, gue malah nggak minat sama sekali boro-boro ngambil pena dan buku untuk mencatat resep tersebut. Tapi semenjak menikah gue emang getol banget belajar agar bisa masak dan masakan gue layak dimakan oleh suami, istilahnya gue pengen kayak iklan bikin sejarah dalam keluarga gue dengan masakan gue. Karena ada yang bilang "ibu yang hebat adalah ibu yang pandai memasak". Gue akui gue memang masih jauh dari sosok istri dan ibu yang sempurna, masakan gue masih sering labil kadang bisa enak kadang bisa ancur. Kalo dilihat dari bakat turun temurun keluarga gue almarhum nenek, budhe, nyokap dan tante-tante gue semuanya bisa masak apalagi bikin kue semuanya bisa.

Kalau kata emak gue, itu semua proses dan belajar aja dari pengalaman. Bikin kue pun gitu sekali dua kali masih bantet yang ketiga kali pasti ada kemungkinan sukses. Pokoknya terus mencoba jangan putus asa. 

Dari semua yang dikatakan emak, gue belajar hal-hal penting lain yang lebih dari sekedar tau cara memasak yang enak. Dari memasak gue mulai belajar mengasah "feelings" karena memasak bukan cuma sekedar takaran yang sifatnya pasti dan tepat seperti yang ada di buku resep. Seperti contoh ketika gue bikin pancake di resep tertera di campurin mentega sebanyak 50 gram ketika gue cetak ternyata pancake gue melempem dan gue baru merasakan pancakenya lembut dan mengembang setelah gue kurangin mentega nya hanya seukuran 1 sendok makan. Gue biasanya emang terlalu pede dalam hal memasak, gue nggak terlalu terpaku pada resep atau tutorial cara memasaknya. Gue pernah punya pengalaman gagal bikin donat sampai tiga kali karena terpaku sama resep dan tutorialnya. Eh, donat gue bukannya empuk malah bantet karena adonannya nggak ngembang dan ternyata cara nyampurin ragi nya salah.

Dan yang terakhir pesan emak gue:

"Memasaklah dengan hati, niatin kita memasak untuk membahagiakan orang yang makan makanan yang kita masak".

Kuncinya "Just keep it simple" buatlah sesederhana mungkin jangan berpikir terlalu jauh dan rumit. Dengan begitu hati, otak dan tangan akan sinkron dengan sendirinya hingga hasil yang di dapat benar-benar layak untuk dinikmati.

Oke itu sekilas mengenai dilema emak-emak rumah tangga yang kesehariannya nggak jauh-jauh dari eksperimen dan hal coba-coba.  Gue cantumin juga resep Mie Kuah Ikan Khas Bangka dan Lava Cake yang pernah gue posting di Instagram gue beberapa waktu lalu.

Resep Mie Kuah Ikan Bangka

A photo posted by Tary Onnie (@taryonnie) on

Bahan:
Kalau di Bangka biasanya pakai mie basah, tapi mie telur juga gak apa-apa
Mie telur 1 bks
Tauge 100 gr
500 gr daging ikan tenggiri/selar
Daun bawang, seledri
Tomchoy (sejenis sawi putih asin)
Air kurang lebih 2 ltr

Bumbu:
Bawang merah 10 siung
Bawang putih 6 siung
Jahe setengah ruas jari
Gula merah secukupnya
Lada 1 sdt teh
Kecap manis 2 sendok makan
Minyak goreng untuk menumis
Garam, gula dan penyedap rasa secukupnya

Cara masak:
Daging ikan direbus sampai empuk, sisihkan air kaldunya (kalau gak suka amis ikan, airnya boleh dibuang dan ganti air baru) kemudian daging ikannya dihaluskan. Tumis bawang merah, bawang putih, dan jahe yang sudah dihaluskan sampai harum, sisihkan. Masak air untuk kuah setelah mendidih masukan bumbu yang sudah ditumis beserta daging ikan yang sudah dihaluskan tadi, aduk rata dan masak dengan api sedang. Setelah mendidih masukan gula merah, kecap manis, lada bubuk, garam, gula dan penyedap rasa. seimbangkan rasa.

Penyajian:
Tata mie, tauge, daun bawang, seledri, dan tomchoy dalam mangkok, tambahkan kuah lalu tabur bawang goreng lengkapi juga dengan cabe rawit, cuka atau jeruk kunci.


Resep Lava Cake

A photo posted by Tary Onnie (@taryonnie) on

Bahan:
2 butir telur
1 sdm gula pasir
20 gram susu bubuk coklat (bisa pake milo)
2 sdm penuh margarine
3 sdm terigu segitiga biru
80 gr dark chocolate

Cara masak:
Lelehkan coklat dan margarine, setelah meleleh masukan susu bubuk coklat aduk rata. Dimangkok terpisah kocok telur dan gula dengan garpu sampai gula larut, masukan terigu aduk rata, masukan adonan coklat aduk rata. Setelah itu masukan ke cetakan yang sudah di oles margarine. Kukus pakai api besar selama 7-10 menit. Angkat dan sajikan.

Note:
Gue pernah nyoba kukus selama 7 menit, pas di cetak bagian atasnya belom mateng dan terlalu meleleh. Terus gue coba lagi kukus sekitar 8-9 menit barulah hasilnya memuaskan pas di belah lavanya keluar. Total semua persiapan sekitar 15 menitan. Pake timer hape jadi pas di 8-9 menit langsung angkat. Satu resep jadinya 4 porsi ukuran cetakan diameter 7 cm dan tinggi cetakan 3 cm.

selamat mencoba ya^^