Showing posts with label healthylife. Show all posts
Showing posts with label healthylife. Show all posts

Monday, 5 October 2015

Olahraga Mudah Di Rumah Dengan N+TC App



Olahraga? hah... kalau ditanya kapan terakhir melakukan olahraga  mungkin gue agak kesulitan untuk menjawab pertanyaan ini ketimbang pertanyaan lain semisal kapan terakhir makan? atau lagi nonton drama apa saat ini?. Yupss.... untuk ibu rumah tangga profesional seperti gue yang memiliki jadwal padat merayap  dari matahari terbit hingga terbenam lagi sepertinya olahraga menjadi salah satu kegiatan yang mustahil bisa dilakukan disela-sela tugas IRT yang menumpuk, mulai dari nyiapin bekal suami, buatin sarapan, mandiin anak, nyuci, nyapu, ngepel, belanja, memasak, nonton infotainment, ngejemur, ngegosok dan nonton drama. 

Jadi boro-boro mau ngegym ke tempat fitness atau ngikut mertua senam yoga bareng ibu-ibu komplek, semuanya sangat mustahil dilakukan mengingat jam terbang sebagai IRT sangat padat apalagi kalau disela-sela aktifitas tiba-tiba banyak iklan yang lewat, semisal Raheesa tiba-tiba pup, atau ketika ia lagi berkelakukan geje, ambekan minta ini minta itu sementara gue masih megang sodet di tangan sibuk berdansa dengan teflon diatas kompor. Arghhhh..... jadilah olahraga merupakan kegiatan nomor kesekian yang nggak gue prioritaskan dalam hidup gue.

Padahal kalo diingat dulu zaman SMP gue merupakan salah satu atlit senam di sekolah setiap ada lomba-lomba senam gue selau diikutsertakan dan selalu jadi instruktur senam setiap ada jam SKJ. Gue selalu aktif dalam setiap ekskul olahraga mulai dari basket sampai renang. waktu masih gadis pun selalu rajin ngikutin emak aerobik di sanggar senam atau sekedar joging sore-sore ngiderin bukit di lapangan golf. Semenjak menikah dan punya anak memang agak sulit mencuri-curi waktu untuk olahraga, paling setiap sabtu minggu aja suami ngajak lari pagi keliling komplek. Dan gue sadar itu nggak maksimal banget untuk membakar kalori yang ada dalam tubuh gue ini, mengingat gue  kesulitan banget untuk menurunkan berat badan ke angka semula setelah melahirkan. Aduhhh.... Raheesa udah mau 3 tahun tapi berat badan gue nggak turun-turun barang sekilo pun walaupun udah mencoba berbagai metode diet kalau nggak dibarengi sama olahraga tetap aja boong, ibarat elo pake sepatu yang logonya Nike tapi tulisannya Adidas heheheh *nggak nyambung.

Karena kebiasaan gue yang suka kepoin IG nya artis maka dapet lah gue informasi mengenai work out yang mudah dilakukan dirumah. Tadinya gue kepoin IG Dian Sastro, disalah satu postingannya mbak Dian kembaran gue ini posting photo doi lagi melakukan work out. Dalam akunnya mbak Dian nulis caption kalao work out yang ia lakukan ini hasilnya cepat terlihat bahkan hanya dalam waktu 3 minggu, sehari BB bisa turun sekitar 2 pound atau hampir sekilo gitu. Wuihhhh.... gue makin semangat dong pengen tau, masa Dian Sastro yang bodynya udah proporsional aja masih olahraga, nah gue yang hampir menyerupai karung gula masih males aja?? mau jadi sebesar kulkas lu?? *kemudian maki-maki kulkas.


semoga bisa selangsing Dian Sastro heheheh

Ternyata semua list latihan work out routines Dian Sastro dibuat oleh sahabat karibnya Adinia Wirasti yang merupakan Nike Training, gue kepoin lagi IG nya Adinia Wirasti. Ehm... ternyata bener si mbak Carmen dalam film AADC ini sekarang memiliki body yang oke banget, bikin ngiri deh.


Kapan body gue bisa seperti ini, tanpa tas pinggang di perut.


Akhirnya gue contohin gerakan-gerakan work out dari Adinia Wirasti ini. Yang pake Smartphone bisa unduh gratis di Google Play, aplikasinya bernama N+TC atau  Nike Training Club. Setelah di unduh kita bisa langsung bergabung dengan cara mendaftar akun dulu kemudian bisa memilih metode latihan dan mengunduhnya. Aplikasi ini oke banget karena udah ada program per minggu baik itu untuk perampingan, pengencangan, penguatan dan pemfokusan. Ada juga latihan untuk pemula, menengah dan latihan lanjutan. Jadi kita bisa memilih yang mana yang mau kita ikuti latihan work out nya, Gerakan-gerakannya mudah untuk diikuti. Karena semua gerakan memakai istilah-istilah yang mungkin belum kita pahami sebagai pemula, kita bisa memutar video untuk mengetahui seperti apa gerakan latihannya sebelum mulai berlatih.

Ini penampilan aplikasinya.











Gue suka banget aplikasi ini apalagi kita bisa menyetel musik favourit kita sendiri ketika latihan. Karena lagi keranjingan drama Korea She Was Pretty jadi gue pasang lagunya The Carpenters yang judulnya Close To You biar latihannya lebih fokus. Dalam program latihan ini kita juga bisa invite temen loh, jadi bisa dilakukan bersama-sama untuk saling menyemangati, di akhir sesi latihan juga akan di tutup dengan quote biar kita semakin termotivasi.



Pagi ini mumpung Raheesa masih tidur dan gue mulai lakukan latihan work out untuk pemula yaitu latihan Sweat+shape, sekitar 30 menit alhasil keringat membanjir. Rencananya gue bikin program latihan selama 4 minggu targetnya bisa nurunin berat badan syukur-syukur bisa turun 10 kiloan. Ternyata adanya aplikasi ini bisa membantu banget buat gue terutama yang sangat berat melangkahkan kaki untuk masuk ke tempat fitnes atau masuk ke sanggar senam, toh bisa dilakukan di dalam rumah di waktu-waktu senggang.  Jadi gak ada alasan untuk nggak olahraga lagi nih. Yang mau mencoba hayukkk... biar kita saling menyemangati. 



Saturday, 3 October 2015

Cerita Tentang Dapur Kami



"Setiap rumah tangga pasti punya cerita dan punya rahasia tentang dapur mereka. Dapur bukan hanya tempat untuk memasak dan mengolah makanan, bukan pula tempat untuk memajang perabotan yang hanya sekedar tau saja kegunaannya untuk apa. Lebih dari itu dapur adalah tempat yang penuh cerita. Ada suka, duka, pahit, asam, manis dan asin. Dari sanalah kreatifitas tercipta".


Dapur bagi gue merupakan ruangan yang paling nyaman untuk berekspresi. Dari sana biasanya sering muncul ide-ide yang tak terduga. Bercerita tentang dapur, gue ingat sekali dapur dirumah kami yang lama. Dulu dapur kami sangat luas berhadapan langsung dengan ruang makan dan taman belakang rumah yang dilengkapi dengan kolam ikan dan koleksi ikan-ikan Koi milik ayah. Dapur kami sangat adem karena terdapat ruang terbuka  hijau di sisi ruang makan jadi udara bisa dengan leluasa masuk. Tapi sayangnya dulu dapur kami sangat jarang digunakan untuk memasak dan ruang makan kami sangat jarang digunakan untuk makan bersama karena kesibukan ayah dan emak yang bekerja dari pagi sampai petang baru balik kerumah dan adik satu-satunya yang tidak tinggal bersama karena sedang kuliah di Jogja hingga terkadang gue hanya di temani alm. nenek yang memang sering menginap dirumah. 

Dapur di rumah kami yang sekarang sangat kecil, 7 tahun sudah kami sekeluarga pindah ke rumah yang baru yang letaknya dekat dengan kota karena rumah yang lama sengaja di jual ayah dengan alasan letak rumah yang kurang strategis untuk membangun usaha rumahan. Dapur rumah kami sangat minimalis, saking minimalisnya bahkan nggak bisa menampung banyak barang. Dapur kami hanya dilengkapi perabotan seadanya aja, Gak ada kitchen set atau meja batu keramik yang mewah disana hanya ada meja kayu, sebuah kompor gas dan dua tungku kayu yang memang sering dipakai ketika Emak memasak dalam jumlah banyak semisal ada acara keluarga ataupun acara di Masjid. 

Tungku kayu bagi sebagian masayakat memang sudah banyak ditinggalkan, masih ada yang pake tapi paling masyakat yang tinggalnya di daerah pedesaan. Tapi emak gue masih sering memakai tungku kayu dengan alasan sederhana "hemat gas" heheheh... .Sebenarnya kata orang tua jaman dahulu masakan yang dimasak dengan api kayu lebih enak dibandingkan makanan yang dimasak dengan kompor gas. Ah.... entahlah gue belum menemukan perbedaaan itu tapi yang jelas memakai tungku kayu ada kelebihan dan kekurangannya juga sih. 

Di dapur rumah kami yang sekarang, meskipun tak seluas dan sebagus dapur kami yang lama setiap hari selalu ada asap yang mengebul, selalu ada aroma dan bau masakan lezat, selalu ada canda tawa dan cerita di meja makan, dan selalu ramai dengan suara radio yang di putar emak untuk menemaninya memasak. Setelah memutuskan pensiun dari kegiatan sehari-harinya emak dan ayah lebih sering berada dirumah. Memasak, ngobrol, makan bersama, atau sekedar bersenda gurau lebih sering dilakukan di dapur dibanding ruang keluarga. Ada kerabat yang datang kerumah pun lebih sering berkumpul di dapur dibandingkan ruang lainnya.

Dari kecil gue sangat senang melihat kepiawaian emak di dapur, ada saja yang ia lakukan disana entah itu memasak lauk ataupun membuat berbagai macam cake dan cemilan enak lainnya. Gak lama kemudian tau-tau sudah ada aja makanan lezat yang di hidangkan di meja makan.


Setiap anak pasti setuju kalau masakan ibunya adalah masakan yang paling lezat sedunia, bahkan masakan Cheff yang paling handal pun tak bisa mengalahkan nikmatnya masakan ibu. Karena  sejauh apapun si anak melangkah pasti yang dirindukan ketika pulang adalah masakan ibu. Demikian juga gue, bagi gue masakan yang paling enak dan pas di hati  cuma masakan emak. Bahkan setiap pulang kampung gue selalu minta dimasakin macem-macem saking rindunya sama masakan rumah. Entah kenapa kalau emak yang masak telor ceplok pun terasa nikmat.


Hidup di perantauan dan jauh dari kampung halaman terkadang sering bikin gue rindu sekali dengan masakan rumah. Biasanya dalam seminggu gue selalu sempatkan memasak makanan asli dari daerah asal gue pulau Bangka, atau sesekali mencontek resep emak. 
Gue selalu cinta masakan rumah, di tangan emak semua jenis makanan, komposisi dan takaran selalu pas. Tangan emak begitu tulus menyajikan setiap makanan yang dimasak untuk dinikmati bersama, begitu ikhlas melakukan apa yang sudah menjadi kewajibannya. Dari emak gue ingin belajar banyak cara mengolah makanan, bahkan bukan hanya sekedar belajar memasak dari emak juga gue ingin belajar tentang apa itu ketulusan dan keikhlasan. Gue ingin nantinya anak dan suami gue selalu rindu dengan masakan gue, selalu pulang dan kembali ke gue hanya untuk menikmati masakan gue. Gue ingin menciptakan sejarah dalam keluarga kecil gue. keinginan yang sederhana bukan??

Semoga sesegera mungkin gue bisa memiliki dapur sendiri, heheh... maklum sekarang masih minjem dapur mertua. Punya dapur sendiri tentu lebih menyenangkan dengan begitu gue bisa berkreasi dengan beragam jenis makanan, yahhh... setidaknya gue harus berhasil menjadi Cheff bagi keluarga gue sendiri.

Bagaimana cerita dapur dirumah kalian??




Saturday, 23 May 2015

Mengubah Gaya Hidup: Ketika Gue Menjajal Rawfood


Di tengah cuaca panas Jakarta yang tak bersahabat, tiba-tiba suami gue bilang kalo hari ini dia lagi belajar memulai hidup tanpa rokok. Wow.... gue kaget dong dengernya, antara percaya nggak percaya.
"Emang bisa"? langsung pertanyaan terlontar dari mulut gue. 
"Harus bisa bund, tapi kepala ayah pusing nih" sambungnya. 
"Harus bisa dong yah, kalo mulutnya terasa asem ngemut permen aja kalo nggak ngemut garam aja tuh" kata gue lagi sambil bercanda. 

Dari dulu gue udah sering cerewetin suami masalah rokok apalagi kalau dia ngerokok abis makan atau sebelum tidur sebel banget gue sama kebiasaannya itu. Pernah gue dengan sepenuh hati minta suami untuk ninggalin rokoknya ketika baru-baru menikah namun dengan perlahan suami bilang itu butuh proses dan dia bilang lebih duluan kenal rokok dibanding kenal sama gue. Gue sewot dong di jawab begitu, ibarat seseorang yang gak bisa melepas bayangan cinta pertama nya aja. 

Siapapun tau jeleknya rokok untuk kesehatan, nggak usah gue jelasin panjang lebarlah. Kalo inget dulunya gue ngarep banget dapet suami yang gak ngerokok karena gue nggak suka rokok dan orang yang merokok. Pendapat gue tentang rokok masih sama seperti dulu dan gue nggak akan terpengaruh cuman karena ngeliat sekeliling pada merokok. Gue udah hidup 30 tahun lebih di lingkungan "berkabut pekat" dan tetep gue nggak pernah kepikiran untuk merokok. Kadang orang punya alibi rokok bisa menjernihkan otak yang sedang kusut, stress bisa ilang hanya dengan sebatang rokok. Gue nggak pernah tau itu teori dari mana, semua berasal dari kebiasaan sih menurut gue. Untuk menggantikan fungsi pensieve yang paling mantep buat gue adalah Indomie super pedas dan segelas air es. Those two will help me clear my mind.

Hari ini kelihatan banget suami gue agak-agak gelisah gitu, mungkin dia galau mau ngerokok lagi apa nggak. Gue bilang ke suami begitulah yang juga gue rasakan kalau lagi diet antara mau makan apa nggak. Sulit banget untuk menahan nafsu. Jadi butuh banget support dari orang terdekat. Soalnya suami gue sangat nggak mendukung gue diet, dia masih suka godain gue ngajak makan Indomie di tengah malem buta. Tapi untuk ninggalin rokok gue selalu mensupport niat baiknya ini. Semoga aja suami gue bisa melalui hari-hari sulitnya lepas dari jeratan cinta pertama nya itu. 

Sama dengan suami yang sedang berusaha menghilangkan rokok dalam kehidupannya, gue pun demikian sedikit demi sedikit mulai belajar meninggalkan kebiasaan buruk gue. Semenjak menikah dan punya anak gue mulai belajar merubah pola makan, emang sih niat utama gue adalah mau menurunkan berat badan gue yang udah mencapai angka paling horor dalam hidup gue. Habis melahirkan dan sekarang Raheesa udah 2,5 tahun gue belum berhasil menurunkan berat badan ke angka semula. Biar dikatain pelit gue nggak akan membocorkan angka horor tersebut. Keturunan keluarga gue memang punya rangka badan yang gede jadi walaupun gue kurus kalau ditimbang angkanya pasti gede diatas 55 kg. Kalau ngewarisin emak gue mungkin gue nggak ada bakat gemuk karena keturunan dari Emak gue badannya langsing-langsing. Gue mungkin mewarisi bakat subur dari sebelah Ayah gue, punya paha lebar, lengan lebar dan belulang perut yang tebal.

Kalau dulu gue masih bisa makan sembarangan, gorengan, baso, somay dan semua jajanan diluar sana, tapi kali ini gue mulai belajar putus hubungan dengan semua makanan enak itu. Mau nggak mau gue harus mulai sebelum berat badan gue mencapai angka yang paling mengerikan. Apalagi sekarang gue sering ngeluh pusing setiap habis makan seafood. Gue takut kolestrol tinggi dan obesitas kalau gue terus-terusan makan tanpa sadar itu baik apa nggak untuk tubuh gue. Berbagai metode diet udah gue coba mulai dari Food Combining, diet golongan darah, OCD nya Dedy Corbusier, Diet mayo tanpa garam, diet detoks sampai diet ekstreem tanpa nasi dan gula. Namun metode diet yang berbeda-beda itu membingungkan gue sampai gue menemukan metode terbaik hingga akhirnya sampailah gue ke "Rawfood".

Salah satu yang menginspirasi gue adalah artis Sophie Navita, istrinya Pongki Baratha ini mengubah pola hidupnya menjadi pecinta Rawfood yaitu hanya makan buah dan sayuran mentah atau sayuran yang hanya dimasak dengan suhu rendah. Menurut mbak Sophie pola makan rawfood ini banyak banget manfaatnya untuk kesehatan. Sejak ia merubah pola makannya ia sekeluarga mengalami banyak perubahan mulai dari tubuh yang ramping juga bonus kulit yang sehat. Gue pernah nonton dia disalah satu acara dan mulai saat itu gue rajin banget ngintip Instagram nya dan baca blognya dari situ gue terinspirasi pengen hidup sehat dan menjajal Rawfood. Nggak usah gue jelasin disini ya apa itu Rawfood karena gue pun belum 100% Rawfood dan terkadang masih suka bablas makan sembarang. Kalau pengen tau bisa baca blognya mbak Sophie atau searching di Google.



Gue bisa beradaptasi dengan jenis makanan Rawfood karena pada dasarnya sejak kecil gue adalah Fruitarian addict dan pecinta sayur-sayuran. Dari kecil gue udah suka banget makan lalapan jadi gue nggak pernah masalah dengan makan sayuran mentah. Untuk sekarang mungkin gue menerapkan dulu ke diri gue sendiri karena kalau ingin mengajak keluarga harus punya komitmen yang kuat "everybody harus berubah" begitulah yang gue tanamkan dalam diri gue. Untunglah suami gue makannya nggak neko-neko, nggak punya makanan favorit selain jengkol, jadi masih bisa di ajak makan sehat. Dan untuk Raheesa dari pertama MPASI udah gue kenalin buah-buahan dan sayuran jadi sampai sekarang nggak ada masalah makan sayur dan buah semuanya di hajar. 

Sayuran favorit gue adalah brokoli dan mentimun, selain mudah diolah dua jenis sayuran ini cukup mengenyangkan. Cara mengolahnya pun sangat sederhana. Kalau timun biasanya gue bikin acar dan untuk brokoli cukup di rendam dengan air panas 1 menit terus ditaburin bawang putih yang digoreng dengan minyak zaitun. Kalau iseng pengen ngemil biasanya gue ngemil makanan olahan dari buah-buahan seperti alpukat dan tomat, minum smoothie campuran buah dan sayuran juga jadi favorit gue. Atau kalau lagi pengen yang legit-legit gue  bikin pisang bakar madu yang ditaburin bubuk kayu manis.

Beberapa contoh makanan olahan gue:
A photo posted by Tary Onnie (@taryonnie) on

A photo posted by Tary Onnie (@taryonnie) on

A photo posted by Tary Onnie (@taryonnie) on

Awal-awalnya agak sedikit susah menyesuikan diri dengan pola makan yang aneh begini. Kesulitannya ketika menghidangkannya untuk suami, dia selalu bertanya "ini apa" dan gue kalau males ngejelasin hanya bilang "udah makan aja". Dasar suami gue orangnya nggak pernah komplain dengan masakan istri jadi apapun yang gue kasih semua dimakan. Tapi setiap hari selain menghidangkan Rawfood gue masih masak makanan lain misalnya ayam opor, sop, sambel dan goreng-gorengan untuk suami. Masih belum bisa 100 % Rawfood, masih abal-abal lah tapi apa salahnya mencoba beralih ke pola makan sehat kalau sebenarnya itu yang dibutuhkan oleh tubuh. 

Sekarang kalau belanja daftar barang utama yang gue beli adalah sayuran dan buah-buahan. Gue bahagia banget kalau di kulkas gue banyak stok buah dan sayur. Memang pengeluaran bulanan agak sedikit membengkak karena dua hari sekali paling nggak gue harus belanja buah dan sayuran segar dan gue setiap hari juga harus masak yang berbeda-beda untuk suami dan Raheesa karena Rawfood tidak dianjurkan untuk anak-anak.

Hampir 2 bulan menjajal Rawfood, yang paling gue rasain banyak perubahannya adalah gue gak pernah ngeluh pusing dan BAB gue lancar. Masalah utama gue sebenarnya ada di sistem pencernaan karena dulu gue hanya bisa BAB setiap dua atau tiga hari sekali.

"masih tertarik sate padang sih sebenarnya, batagor di pertigaan komplek juga enak tuh, apalagi mpek-mpek kapal selam yang kuahnya sangat menggoda itu". Dan ajakan suami makan bakmi bangka terkadang masih sulit untuk di tolak. Begitu susahnya menepis nafsu, apalagi urusan perut. Namanya juga belajar harus bisa menahan diri. Ini bukan buat gaya-gayaan atau sekedar ngikutin trend biar disebut kekinian, lebih ke masalah pilihan dan keinginan untuk hidup lebih baik.


"Rawfood itu adalah pilihan, kalau orang-orang suka dan cocok, kenapa tidak dicoba. Tugasnya adalah makan berkesadaran, karena gue percaya makanan enak itu hanya enak dilidah saja". 

#edisimensupportdiri