Sunday, 2 March 2014

2nd wedding anniversary.

Jakarta, 23:30
Langit jakarta malam ini dibasahi rinai gerimis yang turun di malam minggu ini.Sambil ditemani merdunya alunan suara vina panduwinata suasana malam ini begitu hangat meski diluar dingin.
Saya sangat suka suasana begini, begitu sederhana, bersyukur sekali masih bisa menikmati suasana hening seperti malam ini.  saya bisa menulis apa saja yang ingin saya tulis. Rasanya sudah lama sekali saya tidak bercerita di laman putih ini, saya sangat merindukan ini semua ternyata.
Untuk bahagia itu ternyata simple sekali, Tuhan punya banyak cara menghadirkan kebahagiaan di hadapan saya. Melihat suami dan si kecil tidur pulas disamping saya adalah salah satu karunia yang tak henti-hentinya selalu saya syukuri.
Malam ini tak terasa 2 tahun sudah usia pernikahan kami, semoga kita selalu bersama yah.... menua bersama, dan menjaga Raheesa kecil kita hingga ia dewasa kelak.
Saya ingin mencintai dengan sederhana, bahagia selamanya.

Monday, 10 June 2013

Jangan Bandel di dalam Pesawat





jakarta, 19:29

Beberapa hari yang lalu berita Pramugari maskapai Sriwijaya Air yang di tampar oleh seorang pejabat daerah sempat menjadi headline di beberapa surat kabar dan tv swasta ditanah air.Zakaria Umar Hadi Kepala Dinas Badan Koordinasi dan Penanaman Modal Bangka Belitung mendadak tenar masuk TV setelah menampar Febriyani pramugari maskapai Sriwijaya Air karena tidak terima ketika ditegur untuk mematikan HP nya di dalam pesawat. Berita ini sempat menjadi trending topic di media sosial, tidak hanya dari kalangan masyarakat febriyani juga mendapat dukungan dari para artis dan tokoh-tokoh politik ditanah air.

Mungkin saya salah satunya, karena memang saya berasal dari Bangka Belitung dengan pemberitaan seperti ini tentunya saya merasa malu, orang Bangka dibilang bebal, harusnya dengan adanya kejadian seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi semuanya agar mengikuti aturan yang berlaku apalagi di dalam pesawat, mematikan HP merupakan aturan baku yang harus di patuhi, karena bisa membahayakan keselamatan penerbangan.

Miris juga ya kalo ada penumpang yang masih aja bandel, saya pernah mengalami hal serupa  6 bulan yang lalu saya dan suami terbang dari Bandara Soetta menuju pangkalpinang, dalam pesawat saya melihat ada beberapa orang penumpang yang pecicilan, gak bisa diem, teriak-teriak di dalam pesawat. harusnya kalo kita sudah duduk di kursi pesawat, gak ada lagi tuh penumpang yang mondar-mandir gak jelas, apalagi kalo pramugari sudah memberi aba-aba untuk memakai sabuk pengaman. saya jadi gregetan, suasana dalam pesawat udah kayak di dalem metro mini aja, berisik. Pramugari negur gak didenger sama sekali. kejadian berulang ketika udah mau nyampe Pangkalpinang, pesawat belum mendarat sempurna, sebagian penumpang udah sibuk berdiri bukain kabin pesawat ngambil barang-barang bawaannya. sampai pramugari geleng-geleng kepala.

Hal-hal kecil seperti ini tentunya harus jadi pelajaran buat semua masyarakat yang sering menggunakan jasa penerbangan untuk bepergian, mau dia artis, menteri bahkan presiden sekalipun, demi keselamatan bersama hendaknya semua penumpang mematuhi aturan dan tata tertib di dalam pesawat dari pada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi yang menyangkut nyawa manusia. Saya pernah nonton berita, tapi saya lupa di negara mana, di luar negeri pesawat  mendadak mendarat nurunin 2 orang penumpang yang disinyalir bakal membahayakan penerbangan, dan tindakan seperti ini saya rasa bijak sekali dari pada harus membahayakan keselamatan orang lain.

Tuesday, 11 December 2012

Morning dear...

Kopi pertama pagi ini manis, harum, hangat sehangat ungkapan sayangmu yang selalu kau ucapkan setiap pagi.. Aroma pagimu selalu segar untuk ku nikmati, seperti menikmati matahari pagi yang menyapa kita dari celah-celah jendela.

Pagi selalu mengisyaratkan cinta, seperti kopi dalam gelas keramik yang selalu aku suguhkan. Tak perlu menambahkan banyak gula, agar kopi kesukaanmu terasa manis, Sesendok gula sudah cukup melengkapi kebersamaan kita di pagi hari, karena bagiku tak ada yang lebih manis melebihi dirimu.

Aku memang tak suka kopi, namun aku sangat suka membuatkannya untukmu. Dari secangkir kopi kau banyak mengajarkan aku tentang hidup. bahkan ketika dulu aku tak bisa memberi takaran yang pas untuk satu cangkir kopi hitam manis kesukaanmu. Kau dengan sabar mendampingiku, setiap pagi tetap minum kopi buatanku meskipun rasanya tak pernah pas di hatimu, namun kau tetap sabar dan selalu mengatakan kopi buatanku adalah yang paling kau sukai.

Dari situ aku tau kau selalu berusaha membuat kehidupan kita manis,
ibarat gula kau adalah pemanis hidup, yang akan selalu selalu memberi rasa, menawarkan segala rasa pahit dalam kehidupan.


Itulah mengapa aku selalu tak sabar menunggu pagi, karena pagi selalu punya banyak makna, pagi adalah pembawa semangat, penguat bagi yang asa, dan pagi adalah waktu yang tepat untuk membuktikan cinta melalui secangkir Kopi hitam manis kesukaanmu, dan selamanya aku berharap kau selalu suka kopi buatanku.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Sunday, 13 May 2012

Jogja, kamu... Dan bulan july

Yogyakarta 17 juli 2011

petikan suara gitar pengamen begitu merdu, sore itu aku duduk di lesehan jalan Marlioboro menikmati hidangan khas Jogja. Gudeg... salah satu makanan yang mulanya memang tak pernah cocok dengan lidahku, tapi entah kenapa sore itu aku sangat ingin mencicipi gudeg, dan sekali lagi berharap rasa manisnya berbaur di lidahku, dan nyatanya memang manis, lama-lama aku mulai bisa menikmati hidangan di depanku, lidahku sedikit-sedikit mulai beradaptasi dengan makanan ini. sambil sesekali melirik si pengamen dengan jemari lihainya memetik gitar memainkan satu lagu yang memang pas untuk didengar sore itu, lagu yang sangat kusuka, Kla Project dengan "Yogyakarta" suasana sore ini begitu ajaib... aku merasakan suatu ketenangan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata dan mungkin perasaan dan suasana seperti ini tak akan pernah aku temukan di tempat lain. Jogja memang istimewa... seperti kamu yang masih sangat istimewa di hatiku, kamu... dengan segala kekurangan dan kelebihanmu, dengan kesombongan dan keegoisanmu, kamu tetaplah kamu, orang yang telah menjauhkan hatinya dariku. Kapan lagi aku bisa menemuimu? kapan lagi aku bisa menjadi kawan seperjalananmu untuk berbagi kisah tentang kehidupan, untuk mengukir cerita menjadi kenangan. izinkan aku kembali masuk kealam duniamu, menyentuh sisi lainmu yang belum pernah kutau, karena Kita masih berada di bawah langit yang sama meski dengan batasan jarak. Dan July... July akan selalu indah dan selalu ku kenang, karena pada July itu kita pernah berjanji memulai hidup dengan catatan baru dan mengubur semua memorabilia tanggalkan semua kemarahan, benci dan seribu dendam pada keadaan yang selalu kau bilang takdir yang cemburu. pada July juga kita berakhir.

Tribute To July (seseorang yang berhasil membuat saya membuka hati dan tertawa dalam tangis).
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Thursday, 19 April 2012

Catatan bumil... Part 1

Selamat malam... Jakarta

Entah ini postingan yang keberapa di tahun 2012 ini, yang jelas saya sudah cukup lama mengabaikan blog saya ini, berpindah-pindah rumah tetap saja nggak ngaruh ya ternyata, kalo lagi males bercerita ya males aja. Bawaan orok kali ya... Saya jadi males untuk bergerak. Oyah setelah menikah tanggal 26 februari yang lalu, kemudian hijrah ikut suami dari pulau Bangka tercinta ke ibukota Jakarta ini, kini saya sudah hamil, dan usia kandungan saya memasuki 7 minggu, hal yang hanya bisa diungkapkan dengan satu kata AMAZING!!!
Malam ini saya lagi dapet energi dan ide baru untuk menyegarkan kembali blog saya yang hampir-hampir mati suri. Energi itu muncul kembali sesaat setelah saya mendengarkan teman lama saya siaran di radio melalui Nux radio dari BB saya, radio yang dulu saya pernah menjadi bagian di dalamnya, ternyata memang benar kata orang, ingat masa lalu bisa memancing ide untuk bercerita. Ya... Saya lagi kangen banget mengudara seperti dulu, ngoceh sendiri di depan mic dan memainkan lagu-lagu yang saya suka. Tapi itu dulu, profesi announcer yang sangat saya banggakan, mungkin kini saya tak punya kesempatan lagi untuk menjadi seorang announcer, saya kini seorang istri dan calon ibu profesi mulia dari profesi apapun di dunia ini.
Tapi nanti setidaknya saya punya cerita yang akan saya ceritakan kepada siapa saja, bahwa saya sangat cinta masa lalu saya. Apapun saya sekarang ini... Ini adalah pencapaian terbaik dalam hidup saya.

Semangat!!
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Tuesday, 21 February 2012

Resign

H-5 hari pernikahan saya, tepatnya dua hari yang lalu saya resmi mengundurkan diri dari pekerjaan saya sebagai seorang announcer di Radio Sonora Bangka. Sedih tentunya meninggalkan profesi yang sangat saya cintai, tapi hidup itu banyak pilihan. Saya memilih profesi yang paling mulia di muka bumi ini, menjadi istri dan calon ibu untuk anak-anak saya kelak. Tentunya saya harus meninggalkan pekerjaan saya untuk ikut pindah ke jakarta, kota asal calon suami saya. Suatu saat nanti pasti saya akan merindukan kembali meja siaran ini, rindu dengan lagu-lagu yang sering saya mainkan, rindu dengan studio dingin ini, dimana tempat saya banyak belajar, mendapatkan ilmu dan berbagai hal tentang dunia broadcasting, dan tentunya saya pasti akan sangat merindukan teman-teman yang sudah seperti saudara sendiri bagi saya, adik, mbak, mas, abang dan kakak serta pengalaman selama kurang lebih 3 tahun ini, baik suka, duka, tawa dan tangis. Banyak cerita yang tertinggal, meskipun kadang tak enak namun semua menjadi kenangan yang tak kan terlupa, semoga nanti... Suatu saat saya bisa kembali ke dunia ini lagi, dunia broadcast dan radio yang saya cintai, meski bukan sebagai announcer hanya sebagai pendengar saja, saya selalu bangga dan mungkin nanti di hari tua saya, akan menjadi suatu kebanggaan ketika bercerita kepada anak-anak saya bahwa ibu mereka ini, dulunya adalah seorang penyiar radio.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Sunday, 19 February 2012

H-6 acara pernikahan saya, harusnya kalau pengantin jawa udah di pingit, gak boleh keluar kemana- mana, istirahat full dirumah. Tapi ini gak berlaku buat saya, besok dan besoknya lagi sampe H-1 saya masih disibukkan dengan beberapa hal yang masih belum kelar menurut saya. Saya pengen pernikahan saya berjalan sempurna dan lancar, semua keluarga dan tamu undangan hadir dan ikut bahagia dengan pernikahan saya, jadi sampai dengan H-1 tampaknya saya masih harus turun tangan sendiri menyelesaikan beberapa urusan. Agenda besok, saya masih harus ke laundry, nyebarin undangan yang masih tersisa dan kerumah guru ngaji belajar ngaji lagi untuk khataman Al-Qur'an setelah akad nikah nanti. Waktunya memang mepet banget dan saya harus mengerjakan itu semua secara cepat, padahal keluarga saya udah nggak ngzinin saya keluar kemana-mana lagi, disuruh istirahat full dirumah setelah resmi mengundurkan diri dari pekerjaan saya. Saya benar-benar bingung mau menyelesaikan yang mana dulu, semakin dekat hari-H perasaan saya semakin gak menentu. Deg-degan gak sabar menunggu datangnya hari bahagia itu, doakan semuanya lancar ya teman :-).
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Saturday, 18 February 2012

H-7 acara pernikahan saya, Alhamdulillah semua persiapan udah hampir selesai. Undangan udah disebarin, meskipun masih ada juga yang terlewatkan dikarenakan kondisi cuaca yang setiap hari hujan, jadi agak kesulitan untuk nyebarin undangan. Rumah udah mulai rame, saudara-saudara mulai banyak yang berdatangan kerumah untuk ikut membantu persiapan pernikahan saya, alhamdulillah saya memiliki saudara dan teman-teman yang respect dan peduli sekali sama saya. Daftar-daftar belanjaan udah disusun, souvenir, buku tamu, tenda, baju pengantin dan hiburan udah di depein semua. Tinggal belanja untuk daftar makanan yang bakal disiapin, karena gak pesan catering, dan keluarga pengennya nyiapin sendiri jadi agak-agak kerepotan dikit nyusun menu nya sama nyesuain budgetnya. Pernikahan saya temanya ungu, saya pilih ungu karena belakangan saya kepincut banget sama warna ungu. Mulai dari undangan, baju pengantin, sampe tenda semua nuansa ungu. Saya dan abang dari awal memang sepakat pernikahan kita hanya di rayain sederhana saja, yang penting ijab kabul dan semua keluarga, kerabat serta teman-teman dekat ikut menghadiri acara pernikahan kita nanti. Seminggu menjelang hari-H perasaan saya gak karu-karuan, deg-degan, bahagia bercampur jadi satu. Tapi intinya saya bahagia, akhirnya saya bertemu jodoh saya, doakan pernikahan saya lancar ya teman... Bertemu lagi di cerita saya berikutnya -:).
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Thursday, 26 January 2012

Kamu dan Secangkir Kopi Hitam Manis

                                              gambar diunduh dari Sini

 Morning Dear...

Kopi pertama pagi ini manis,harum, hangat sehangat ungkapan sayangmu yang kau ucapkan di pagi ini. Aroma pagimu selalu segar untukku nikmati, seperti menikmati semburat cahaya emas matahari pagi yang muncul dari celah-celah jendela.

Pagi selalu mengisyaratkan cinta. Seperti kopi dalam gelas keramik yang selalu aku suguhkan. Tak perlu menambahkan banyak gula agar kopi kesukaanmu terasa manis, sesendok gula sudah cukup melengkapi kebersamaan kita di pagi hari. Karena bagiku tak ada yang lebih manis melebihi dirimu.

Aku memang tak suka kopi, namun aku sangat suka membuatkannya untukmu, dari secangkir kopi kau banyak mengajarkan aku tentang hidup. Bahkan ketika dulu aku belum bisa memberi takaran yang pas untuk secangkir kopi yang nikmat, kau dengan sabar mengajariku, setiap pagi kau tetap minum kopi buatanku meskipun rasanya tak pernah pas di hatimu. Sembari tersenyum kau selalu berkata kopi buatanku adalah yang paling kau sukai.

Dari situ aku tau, kau selalu berusaha membuat kehidupan kita manis. Ibarat gula kau adalah pemanis hidup yang akan selalu memberi rasa, menawarkan segala rasa pahit dalam kehidupan.

Itulah mengapa aku selalu tak sabar menunggu pagi, karena pagi selalu punya banyak makna, pagi adalah pembawa semangat, penguat bagi yang asa, dan pagi bagiku adalah waktu yang tepat untuk membalas cinta, melalui secangkir kopi manis kesukaanmu, dan selamanya aku berharap kau selalu suka kopi buatanku.



      Salam

Friday, 20 January 2012

Pindah Rumah Baru



Tampil apa adanya, bebas mewarnai dunia dengan senyuman… inilah tags blog saya yang sudah berganti tampilan dan berganti alamat. Mungkin masih ada yang ingat saya, saya Tary… si tukang ngeluh yang agak narsis kalau masih ingat saya, pastinya juga masih ingat  tentang keluhan abadi saya yang saya abadikan di blog Mengeluh.
Seiring berjalannya waktu, hidup memang selalu berubah, seperti syair lagunya si kawan “Hidup bagaikan Roda Pedati yang selalu berputar ……”  Tanpa kita sadari perputaran hari membawa kita pada suatu perubahan baik fisik maupun psikis. Saya juga mengalami hal serupa, begitu juga dengan keluhan-keluhan saya yang sebenarnya keluhan itu sudah lama tiada, mungkin bareng dengan semakin jarangnya tulisan saya keluar.
Ingin sesuatu yang berbeda, saya memutuskan meninggalkan rumah yang lama dan pindah kerumah yang baru di awal tahun 2012 ini. Tahun baru, semangat baru dan jiwa yang baru. Saya ingin terus menulis, menulis dengan hati seperti kutipan yang pernah saya baca 

You must write your first draft with your heart. You rewrite with your head. The first key to writing is to write, not to think…” 

intinya semakin dewasa saya ingin menulis lebih baik lagi dan sedikit demi sedikit mencoba meninggalkan keluhan-keluhan saya. 

Tanpa Lipstick judul yang saya pilih untuk blog saya yang baru, mungkin sedikit nyeleneh atau bahkan aneh, pilihan nama ini bukan tanpa alasan. Melalui blog ini saya ingin menggambarkan diri saya yang memang apa adanya, dalam artian saya menyukai sesuatu yang natural, sesuatu yang tidak dibuat-buat, sesuatu yang jujur, dan sederhana.

Saya bukanlah tipikal cewek girly atau perempuan pesolek.Bahkan predikat wanita hampa tanpa lipstick dan pensil alis masih melekat pada diri saya. Saya lebih suka keadaan seperti ini dimana saya bisa menjadi diri saya sendiri, tampil apa adanya tanpa harus dibuat-buat.

Begitupun dengan blog saya yang baru ini, saya ingin menulis sesuatu yang jujur dari dalam hati saya, sesuatu yang tidak dibuat-buat dan sederhana bisa di pahami oleh siapapun yang berkunjung kesini. Saya ingin tampil apa adanya, seperti diri saya saat ini.

lipstick memang sahabat wanita, tanpa memoleskan lipstick pada bibir seorang wanita, maka kurang sempurnalah penampilan wanita tersebut. Tapi tidak bagi saya, saya ingin memberi sedikit kebebasan pada bibir saya untuk memamerkan warna dan garis alaminya.Tanpa lipstick saya rasa semuanya akan baik-baik saja. saya tetap bisa tersenyum, saya tetap bisa mencium.

   salam