Malam ini adalah malam yang kesekian ribu kalinya aku sendiri. Malam kelabu yang selalu membuat aku ingin mengeluh, tentang tidak nikmatnya sendiri dan tentang tidak nyamannya rasa sepi. Aku hanya bisa meratap dalam hati, menahan segala rasa yang membuncah. Bagaimana denganmu, adakah kau merasakan hal yang sama??
Aku ingin kau tau betapa aku rindu pada derap langkah kaki kita yang berkejaran. Pada kisahmu dan suara lembutmu yang selalu penuh kesabaran mengajarkanku tentang kebahagiaan. Aku rindu itu semua, aku rindu mengejar bayang hari masa depan yang kita cita-citakan dulu. Adakah kau ingat itu?? Aku merindukannya sangat.
Kapan aku bisa menemuimu? kapan aku bisa menjadi kawan seperjalananmu untuk berbagi kisah tentang kehidupan. karena separuh hatiku masih terpaut pada kisah kasih masa silam. Maka izinkan aku kembali masuk kealam duniamu, menyentuh sisi lainmu yang belum pernah kutau dan membawa satu harap menjadi satu bintang yang dapat menerangi kelamnya hatimu.
Kita masih berada di bawah langit yang sama meski dengan batasan jarak, maka izinkan aku mengenalkanmu pada sebuah keajaiban yang aku namai cinta kasih. Aku ingin sekali memulai hidup dengan catatan baru dan mengubur semua memorabilia tanggalkan semua kemarahan, benci dan seribu dendam pada keadaan yang selalu ku anggap takdir yang cemburu.
Sekarang, bisakah kau mengerti? jika sejatinya pemikiranku adalah larangan jangan gantungkan cintaku pada sebuah roman. Hendaknya izinkanlah aku bertanya sekali lagi, adakah keinginan kita masih sama???
dedicated to
*Seseorang dan satu-satunya orang yang mengerti bagaimana bicara tanpa kata. aku melihatmu... walau coklat menjadi abu
dan pink menjadi jingga. Aku merasakanmu… walau hati ini kelu dan beku
dan hampir mati rasa
karena aku…
Share on Facebook
Aku ingin kau tau betapa aku rindu pada derap langkah kaki kita yang berkejaran. Pada kisahmu dan suara lembutmu yang selalu penuh kesabaran mengajarkanku tentang kebahagiaan. Aku rindu itu semua, aku rindu mengejar bayang hari masa depan yang kita cita-citakan dulu. Adakah kau ingat itu?? Aku merindukannya sangat.
Kapan aku bisa menemuimu? kapan aku bisa menjadi kawan seperjalananmu untuk berbagi kisah tentang kehidupan. karena separuh hatiku masih terpaut pada kisah kasih masa silam. Maka izinkan aku kembali masuk kealam duniamu, menyentuh sisi lainmu yang belum pernah kutau dan membawa satu harap menjadi satu bintang yang dapat menerangi kelamnya hatimu.
Kita masih berada di bawah langit yang sama meski dengan batasan jarak, maka izinkan aku mengenalkanmu pada sebuah keajaiban yang aku namai cinta kasih. Aku ingin sekali memulai hidup dengan catatan baru dan mengubur semua memorabilia tanggalkan semua kemarahan, benci dan seribu dendam pada keadaan yang selalu ku anggap takdir yang cemburu.
Sekarang, bisakah kau mengerti? jika sejatinya pemikiranku adalah larangan jangan gantungkan cintaku pada sebuah roman. Hendaknya izinkanlah aku bertanya sekali lagi, adakah keinginan kita masih sama???
dedicated to
*Seseorang dan satu-satunya orang yang mengerti bagaimana bicara tanpa kata. aku melihatmu... walau coklat menjadi abu
dan pink menjadi jingga. Aku merasakanmu… walau hati ini kelu dan beku
dan hampir mati rasa
karena aku…
Share on Facebook
