Thursday, 21 January 2016

Ost Reply 1988



Drama Reply 1988 telah berlalu tapi masih aja susah move on dan terus kepikiran anak-anak gang Ssangmundong, tentang hubungan persahabatan mereka, tentang indahnya kebersamaan bersama para tetangga dan juga cerita cinta diantara mereka. Apalagi kalau inget Original Soundtrack dari drama ini ya... sebut aja yang judulnya Hyehwa Dong, baru dengerin intro nya aja udah bikin galau dan pengen lagi... pengen lagi... untuk mererun drama ini.

Oya buat lo yang lagi tergila-gila dan sedang mencari-cari judul lagu dari setiap ost yang diputar di semua episode reply 1988 disini gue kasih link lengkap judul beserta penyanyinya dari episode 1 sampai dengan selesai. Mungkin aja lagu yang kamu suka ada di sini.

To You by Shin Hae chul
Like the bird  by Byeon Jin Seop
Hand in hand by Koreana
Flying deep in the sky by Lee Moon-se  
Korea by Korea
Damdadi by Lee Sang- eun
I want to cry  by Love and Peace
From the land of morning by Kim Yeon-ja 
Don't worry  by Lee juck
Now i wish it was so by Cho Yong-pil
I shall love by Lee Sang-eun 
A feel good day  by Kim Wan-seon
Unknow world by Cho Yong-pil
Apartment by Yoon Soo-il
Young by Lee Sun-hee
Youth by Kim Feel & Kim Chang-wan
Hyehwa dong by The Zoo
Girl by Lee Moon-se
When tomorrow comes by Oh Seok-june, Jang Pil-soon, Park Jeong-woon
Everyday with you by Deulgukhwa 
Story of last night by Firetruck
I've fallin in love by Lee Sun-hee 
Emergency landing love by Park Nam-jung
Departure by Someday
The dance of rhytem inside  by Kim Wan-sun 
A chance ancounter by Songgolmae
The night we are together by Seok-jun Oh
Our love Our love by Yu Jae-ha
Ice cream love by Im Byeong-su
Wherever you stay by Cho Yong-pil
My Neighborhood by Kim Hyeon-cheol 
Baekku by Yang Hui-eun
In The wilderness : A well-known song associated with Korea’s democracy uprisings)
Dear lady by Byeon Jin-seop
Let's Study by Yn Si-nae
Oh Little Girl by Oh Hyeok
First Now Of The Season coming by Lee Jeong-seok
Delight by Chung so ra
Gypsy Lady by Lee chi-hyeon and the friends
On Empty street by 015B
Comrade : A song associated with Korea’s democracy uprisings)
I even love the sorrow by Cho Jeong-hyeon 
After play by Sharp
My old story by Cho Deok-bae 
Alleyway by Sinchon Blues
Jingle bell by Shim Hyeong-rae
A Snowy Night by Cho Ha-moon
Together by Pak Gwang-hyeong and Kim Gun-mo 
Glow worm by 신형원
Father and I by N.EX.T
With A Big Laughter by Lee Sun-hee
A Sparrow’s Day by Song Chang-sik
It was pain for me by Lee Ji-yeon
For the coming time by  Jang Deok
After love by Jeon In-gwo
The scent of purple by Kang Soo-ji 
Hyehwa dong by Park Boram
My love by my side by Kim Hyun-sik
Its only love by Kim Min-woo 
Happiness by Lee Soo-man
You, i always by Lee sun hee
 Thinking of you by Pak Nam-jeong 
Going together by Choi Seong-su
Almost a Love Story by Teresa Teng
Candle party by Lee Jae-seong
Regret by Sinchon Blues
Red sunset glow by Lee Moon-se
Wind please stop  by Lee Ji-yeon 
Conflict by Lee Sun-hee
 Scented memories by Pak Hak-gi
Memories of summer day by lee jong seok
The Boarder by Choi Hee-jun
All thing of the world  by Songgolmae
Due to a reason called love by Kim Gwang-seok 
Love love love by Kim Hyun-sik
Wind, please stop by Lee Ji-yeon
 Dear whom knows my ache by Cho Ha-mun 
The path hidden away  by Yu Jae-ha 
What, already?  by Sanullim
Ode to Gwanghwamun by Lee Moon-se
Ballons by Five fingers
Its too late by Byeon Jin-seop
Unrequited love by Yeoun
Love like a lonely picture  by Lee Sang-u
A poem for a poem’s sake by Lee Moon-see
Gloomy letter  by Yu Jae-ha
Together by Noel
Sunset glow  by Jeon Yeong-rok
Daddy’s golden age by Oh Gi-taek
To You once again by Byeon Jin-seop
Please don’t look so sad by Shin Hae-chul
Farewell story by Lee Moon-se & Go Eun-hui
If you come into my heart by Cho Deok-bae 
Song of ssireum   by Kim Yeon-ja 
Man is nuisance to woman by Mun Ju-ran
 노을 (Sunset glow – this is a children’s song that every Korean knows. There must be so many recordings of this song.)
A dreams world by Song Si-hyeon
The meaning of you by Sanullim
Conversation of love by Lee Jeong-seop & Cho Gap-gyeong
Sad fate by Nami 
Love is like the glass by Won Jun-hui 
Dear DJ  by Yun Si-nae
A guitar and penny by Lee Jae-seong
The stars are setting  by Yeohaeng Sketch
The love story of a girl  by Min Hae-gyeong
No such thing as farewell by Choi Seong-won
In dreams by Cho Deok-bae
As time goes bye by Choi Ho-seop
As time goes bye By Kihyun
Graduation by Exhibit
신인류의 사랑  (Love of a new generation) by 015B
너만을 느끼며 by The Blue
Farewell for my sake  by Kim Hye-rim
Empty heart  by Lee Seung-hwan
For a peace of mind by Jang Cheol-woong
Please Don’t leave me by Park Jin-young
Behind you by Park Jin-young
Come to me again by Byeon Jin-seop
When love moves past us by Lee Moon-se
A humble confession  by Lee Seung-hwan
Let us break the plates too by Kim Guk-hwan
Some kind of waiting by Kim Gun-mo
For lovers just starting  by Lee Won-jin
Where the wind blows from by Kim Gwang-seok
The more I love  by Resurrection
Why, you  by Cheolli and Miae
It happens  by Kwon Jin-won
Miracle  by Kim Dong-ryul and Lee So-eun
Bingle bingle by Nami
Only the longing piles on by No Young-sim


Karena link ini masih berupa file video youtube bisa aja kok di convert menjadi file MP3 melalui youtube-mp3.org gampang kan?? 

Happy listening ya....



*dari: youtube dan berbagai sumber

Wednesday, 20 January 2016

Reply 1988: Catatan Hati Seorang Shipper



Jujur aja udah berhari-hari mau mengeluarkan unek-unek ini, sambil menulis postingan ini hati gue masih diliputi dengan kemarahan, yang akhirnya memaksa gue untuk memainkan playlist khusus ost drama Reply 1988 terutama yang judulnya Sad Fate biar emosi dalam menulis postingan ini lebih tersalurkan. Sebenernya gue agak gimana gitu ya nulis postingan ini masih dalam keadaan terguncang parah eaaa.... pret!!!

Hey... gue salah seorang team Jung Hwan yang ikut terluka hatinya karena ending drama Reply 1988 tak seperti yang di harapkan. Gue sangat mendalami peran Jung Hwan dalam drama ini dan masih nggak terima dengan keputusan writernim mengubah plot loveline nya, writernim merusak keseluruhan drama ini dengan mengakhiri masalah cinta segitiga yang nggak jelas juntrungannya.

Rasanya pengen nabrak rumah writter nim pake mobil teronton karena udah memperlakukan Jung Hwan secara gak adil di episode terakhir. Dari rata-rata komentar yang bermunculan setelah menonton episode 19 dan 20 para viewers bilang Jung Hwan diperlakukan gak lebih seperti seorang figuran. Meskipun belum nonton secara langsung dari berbagai spoiler yang bertebaran gue percaya kalau itu benar adanya. Karena gue yakin si writernim pasti mengorbankan Jung Hwan demi membangun Chemistry antara Duk Seon dan Taek di akhir episode. Gue kecewa dengan perubahan ending yang sangat signifikan ini dimana nggak ada kejelasan mengenai perasaan Jung Hwan terhadap Duk Seon seenggaknya pasca confession yang menyedihkan di episode 18, dan lagi gue kecewa berat dengan sikap Duk Seon yang plin-plan. Disini mungkin Duk Seon lah yang ternyata kebagian peran antagonis, terlalu kejammmm. 

Bayangin yang tadinya gue segitu yakinnya Jung Hwan bakal jadi suami Duk Seon di akhir episode dengan clue-clue yang sangat meyakinkan di awal-awal episode tiba-tiba harus terjerembab jatuh dan tak bisa bangkit lagi, lalu tenggelam dalam lautan luka dalam dengan beberapa kissing scene antara Duk Seon dan Taek di 3 episode terakhir yang membuat ephoria meledak-ledak di hati para team Taek, padahal jelas-jelas point of view drama ini sejak awal adalah Jung Hwan dan Duk Seon meskipun akhirnya pernyataan cintanya yang tulus menjadi sebuah lelucon. Sampai episode 18 writernim masih membuat harapan untuk para team Jung Hwan bahkan gue sendiri pun berekspetasi sendiri mengenai kelanjutan cerita setelah Jung Hwan menyatakan perasaannya dan menyerahkan cincin miliknya pada Duk Seon.

Ekspetasi gue:

Setelah mereka berempat meninggalkan cafe tersebut dan meninggalkan cincin kelulusan milik Jung Hwan di atas meja cafe, di parkiran tak lama Duk Seon kembali dengan alasan ada yang tertinggal di dalam cafe padahal Duk Seon mengambil cincin tersebut. Di dalam perjalanan pulang Duk Seon yang menumpang di mobil Jung Hwan lalu bertanya kepada Jung Hwan apa benar yang dikatakannya tadi di cafe hanyalah sebuah lelucon, lalu Jung Hwan menghentikan mobil nya dan mengakui semua perasaannya terhadap Duk Seon, lalu mereka pun berpelukan dan di akhiri kiss scene.

Ekspetasi gue selanjutnya setelah scene Duk Seon dan Taek berciuman di dalam kamar hotel Taek harusnya Duk Seon menyadari kalau yang ia sukai adalah Jung hwan dan mengakui kepada Taek kalau yang dia pikirkan selama ini adalah Jung Hwan dan menganggap Taek tak lebih hanya sebagai teman.

Kalaupun benar gosip yang beredar di tahun 1995 itu ada kecelakaan pesawat dan bila saja writternim  memasukan kejadian ini, sebagai couple on the air gue sangat berharap pasangan Jung Hwan dan Duk Seon memupuk cinta mereka di bandara, ada scene dimana Jung Hwan selamat dari kecelakaan tersebut dan Duk Seon menunggunya di bandara lalu di tutup dengan kissing scene.

Harusnya yang menikah di gedung angkatan udara itu adalah Jung Hwan dan Duk Seon, harusnya Taek si anak baik juga menemukan pasangan yang ideal tapi bukan Duk Seon, kasihan anak baik jadi dibenci oleh team Jung hwan. Padahal tadinya gue berharap Taek pun tak tersakiti kalau akhirnya Duk Seon bersama Jung Hwan.


Tapi toh, jodoh di tangan writernim dia yang berkehendak mau diapain ending nya, walaupun telah melukai banyak hati para team Jung Hwan. Hanya writernim yang tega membuat Jung Hwan menjadi bujang lapuk dan berakhir di Sacheon, hanya writernim yang tega membuang Jung Hwan di akhir episode bahkan nggak diperlihatkan sama sekali Jung Hwan versi 2016 nya.

Gue yakin dengan syuting yang kejar tayang dan dengan kebocoran spoiler kemaren mungkin writernim merombak semua script episode 19 dan 20, kalau kemaren ada spoiler yang beredar mengenai kiss scene Jung Hwan dan Duk Seon di bandara gue yakin mungkin itulah script aslinya sebelum di ubah si  writernim yang berjiwa masokis Tadinya mungkin bukan pernikahan Sun Woo dan Bo Ra tapi sedang menyiapkan scene untuk pernikahan Duk Seon dan Jung Hwan tapi gara-gara spoiler adegan pernikahan bocor ke media akhirnya writernim banting setir merubah semua adegan untuk ending episode terakhir.

Gak rela.... gue bahkan gak nonton episode 19 dan episode 20 nya sampai sekarang sepintas hanya melihat potongan-potongan scene yang di posting viewers di instagram. Padahal kata temen gue yang notabene nya team Taek garis keras episode 19, 20 gak sedih-sedih amat kok bahkan muka nya Jung Hwan lempeng banget ngeliat Taek. Hmmm... sebenarnya bukan masalah muka Jung Hwan lempeng apa nggak nya dari awal episode juga muka nya lempeng-lempeng aja ngeliat Duk Seon di deketin si Taek papan baduk.

Masalahnya kenapa di akhir episode Jung Hwan jadi di gituin karakternya, dibikin nerimo aja  meskipun dia harus patah hati dan dibikin nggak bisa bersatu dengan Duk Seon, harusnya ada penyelesaian meskipun hanya scene sekali lewat yang menyatakan Jung Hwan akan mundur dari pertaruangan ini. Tapi apa? Nggak ada sama sekali. Jung Hwan bahkan hanya mendapat screentime nggak kalah sedikit sama si Jin Joo.

What!!! Jung Hwan gue yang di awal-awal di pepet-pepetin di tembok sama Duk Seon, terus melindungi Duk Seon di dalam bus sampe urat-urat tangannya keluar dan sederetan adegan manis lainnya tiba-tiba di akhir episode cuma di arahin pasang muka lempeng sama sutradara?? Ahhh... pembunuhan karakter ini namanya.... terbang kemana kharisma Jung Hwan yang bikin banyak hati kelepek... kelepekkk di awal-awal episode kemaren. Intinya writernim merusak semua moment bahagia Jung hwan terhadap Duk Seon di episode-episode awal hanya dengan suguhan scene membuka kaleng monde embhekkkkkk...... buyar udah semua keyakinan, itu jelas BUKAN JUNG HWAN KAMI!!


Oke gak apa-apa Jung Hwan gak jadi suaminya Duk Seon tapi seenggaknya writternim bisa menemukan ending yang menunjukkan kalau Jung Hwan merelakan Duk Seon bersama Taek, mbok ya.... kasih kesempatan Jung Hwan kiss scene kek sekali aja sama Duk Seon meskipun di lima menit terakhir episode 20, ini si Taek mulu yang nyosor sampe tiga kali masa?? Kecewa...!!

Bahkan jika pun ada flashback masa kecil Duk Seon dan Taek di episode 20 sebagai bukti untuk memperjelas kalo Duk Seon memang menyukai Taek lebih dahulu sebelum ia menyukai Sun Woo harusnya ada dong perkembangan karakternya? Tapi mana? Nggak ada sama sekali bahkan kita hanya disuguhin dengan adegan dimana Duk Seon hanya menganggap Taek  seperti  aset berharga Korea dan adik kecil yang musti dilindungi alias babying him seperti julukan di forum Soompi.

Pasca nonton episode 18 "good bye first love" yang menurut gue ini episode terakhirnya dari series Reply 1988 gue sebenernya mulai apatis dengan kelanjutan episode 19 dan 20, meski preview episode 19 mulai bertebaran di mana-mana gue rada agak sulit percaya karena teaser episode-episode sebelumnya menipu banget. Masih dalam rasa frustasi yang mendalam ketika banyak orang memposting kiss scene antara Duk Seon dan Taek di episode 19 yang menurut gue agak sedikit memaksa karena jelas-jelas disini writternim mau membelokkan cerita dan ngotot membangun hubungan Taek dan Duk Seon hanya dalam 3 episode terakhir. Dari episode awal kita tau kalau writternim merefleksikan suami duk seon sangat jelas mengarah kepada Jung Hwan mulai dari gesture tubuh nya dan cara ia berbicara. Tapi ternyata semua itu adalah jebakan batman belaka. Seandainya writernim lebih cepat menumbuhkan perasaan antara Duk Seon dan Taek  di pertengahan episode, mungkin team Jung Hwan lebih bisa legowo menerima kekalahan.

Dan beberapa hal yang masih mengganjal di kepala gue tentang beberapa scene di drama Reply 1988 ini. Apa gunanya writernim membuat Jung Hwan menjadi pilot dan Duk Seon menjadi pramugari kalau akhirnya mereka bukan couple on the air. Nggak ada korelasinya toh. Bahkan nggak ada penjelsan mengenai sarung tangan pink dan tentang kesalah pahaman kemeja pink.

Lalu untuk apa Jung Hwan membuat permohonan ketika melihat bintang jatuh toh nggak dikabulkan kan? Si Taek akhirnya bukan menjadi seorang bajingan tapi seorang pemenang.

Saking keselnya dengan ending yang menurut gue sangat absurd gue sampai menghibur diri dengan membuat beberapa meme untuk menghibur hati para team Jung Hwan yang sedang berduka lara, tepatnya menghibur diri gue sendiri.






Dan meme terakhir ini harusnya gue edit Jung Hwan nabrak si writernim aja, tapi ya sudahlahhh! !

Mungkin suatu saat nanti kalau ada reply series selanjutnya gue berharap bukan si writernim Lee Woo Jung ini yang menulis ceritanya. 

Gue hanya bisa bilang gue broken heart hancur berkeping-keping,  tapi drama ini tetep jadi yang terfavorit bagi gue, dan Reply 1988 adalah drama pertama yang bikin gue termehek-mehek seharian memikirkan nasib tokoh didalamnya. Mungkin suatu saat gue tergerak untuk melihat eps 19 dan 20 karena merindukan Jung Hwan dan Ssangmundong gang walaupun masih harus menahan getir, semua itu mungkin demi Ryu Joon Yeol. Gara-gara Ryu juga mungkin ini pertama kali nya gue fallin in love beneran sama karakter di dalam drama Korea dan untuk pertama kalinya juga gue patah hati pada seorang second lead, tapi percayalah Jung hwan tetap menjadi first lead di hati gue inih.

Paling nggak gue jadi ngerasain gimana  sakitnya uttie menjadi tim chillbong di Reply 1994 dan gimana hancurnya si nok ense karena ini yang kedua kalinya ia patah hati karena salah ngeship. Emang bener Taek win the game dan si Jung Hwan nggak mendapatkan cinta pertamanya tapi percayalah Jung Hwan mendapatkan banyak cinta dari para penggemarnya. Ryu Joon Yeol tetap  menjadi Rissing Star di hati gue 



"Kamu akan kembali ke sisiku
Tapi, jika aku melihatmu lagi
Bisakah kita saling mencintai lagi?
Selama berjalannya waktu
Berapa banyak air mata yang akan ku teteskan?"
            - Nami: Sad Fate -










Friday, 1 January 2016

Catatan Akhir Tahun



Seperti biasa setiap menjelang akhir tahun gue suka nulis postingan tentang kilas balik hidup gue di tahun ini dan resolusi di tahun mendatang. Dalam hitungan beberapa jam lagi kita sudah memasuki tahun 2016 dan meninggalkan tahun 2015 yang telah dilalui dengan penuh suka cita.

Kilas balik perjalanan hidup gue selama satu tahun ini bisa dibilang ada sedikit kejutan-kejutan tak terduga. Kali ini gue ngerasa terjebak nostalgia ala-ala Raisa dengan banyaknya peristiwa yang terjadi di tahun 2015 ini, ada cerita bahagia dan juga cerita sedihnya.  Bahagia karena gue menemukan banyak teman baru, cerita baru dan pengalaman-pengalaman baru. Gue memiliki banyak kesempatan baik untuk masuk ke lingkungan yang sebelumnya nggak pernah gue kenal.

Dan sedihnya karena gue harus kehilangan nenek yang gue cintai di tahun ini. Namun apapun yang telah terjadi semua itu selalu gue syukuri dan gue  harus belajar ikhlas melepaskan. Karena ikhlas juga merupakan salah satu kesempatan untuk belajar menjadi lebih baik lagi. Gue selalu yakin mungkin ini adalah kesempatan terbaik yang pernah  Tuhan berikan buat gue, dan dari semua hal yang terjadi sepanjang tahun 2015 ini akhirnya gue merasa lega melepas jalannya tahun ini dengan rasa bahagia.

Malam pergantian tahun kali ini nggak banyak berbeda dengan tahun kemarin karena gue merayakan bareng family gue di Bangka tapi kali ini tanpa sang suami yang belom dapet cuti untuk pulang ke Bangka. Setiap pulang ke bangka gue sering ngejajal sendirian tempat-tempat yang menurut gue banyak history nya bagi gue. Sekolahan, kampus, tempat nongkrong dan kantor-kantor tempat gue bekerja dulunya Dan ketika gue sadar ini udah penghujung 2015 loh?? Dan sebentar lagi udah tahun 2016, berapa tahun sudah terlewati dan nggak terasa waktu begitu cepat berlalu detik berganti hari, hari berganti minggu dan minggu berganti bulan. Perasaan baru aja gue tamat kuliah, diwisuda dan kerja di radio tau-taunya itu udah berapa tahun terlewati dan semua kenangan itu pun masih melekat kuat di ingatan gue.

Seperti tahun-tahun kemarin gue selalu bikin resolusi hidup gue untuk tahun mendatang. Tahun ini gue  berharap bisa bikin sesuatu yang berarti entah itu belajar menulis atau belajar ngedesain baju dan menjahit. Gue juga terobsesi banget pengen merubah pola hidup gue agar lebih terbiasa hidup dan makan makanan yang sehat. Semoga di tahun ini juga gue bisa punya baby lagi dan berharap hari-hari gue bisa dilalui dengan indah, aman, damai dan tentram. Rumah tangga gue tetap harmonis, orang tua gue sehat selalu begitupun dengan anak dan suami gue semoga selalu sehat dan di jauhkan dari segala penyakit. Apapun itu semua hal sedih yang terjadi di tahun ini semoga nggak terjadi di tahun mendatang. 

Mungkin hanya ini keinginan yang gue harapkan bisa terwujud di tahun 2016 ini, agak sedikit berbeda dengan tahun-tahun kemarin dan yang masih tetep sama kayaknya Cuma satu , gue masih tetep memasukan diet sebagai salah satu agenda rutin dalam hidup gue di tahun 2016 ini.

Selamat tinggal 2015 selamat menyongsong hari baru, jiwa baru dan semangat baru di tahun 2016. Mari jalani hidup lebih baik lagi, tinggalkan semua yang buruk dan raihlah hidup yang baru.

"Udara pagi yang setiap hari kita hirup menghembuskan satu puzzle baru yang harus kita tata agar menjadi mimpi utuh. Walaupun mimpi itu belum menjadi kenyataan, tapi dengan membuat keeping-keping puzzle paling tidak kita punya semangat untuk menyusunnya.
Menjalin mimpi sambil terus menjalin serpihan usaha agar semua jadi nyata harus selalu kita lakukan. Karena, semuanya tak akan termulai tanpa ada impian. Karena, hidup ini ternyata adalah impian dan semangat. Let`s share our dream. Let`s share our ideals."

Thursday, 10 December 2015

Reply 1988: Antara Teori & Spekulasi






Penghujung tahun 2015 ini banyak drama-drama Korea baru yang menggoda banget untuk di tonton. Sebagai seorang yang mengaku kdramalovers sejati tentunya  gue nggak mau ketinggalan perkembangan drama-drama apa yang lagi tayang dan lagi booming di Korea sana, meskipun dompet gue jebol dan celengan ayam-ayam nya raheesa juga ikutan jebol karena keegoisan seorang  emak yang harus ngisi kuota internet demi ngikutin serial drama-drama favourit *sungguh ini perbuatan emak-emak yang kurang terpuji jadi jangan diikutin.

Biasanya gue bisa streaming ngikutin sampe tiga judul sekaligus setiap drama yang gue suka, tapi demi menghemat kuota akhirnya gue harus menahan diri dari kharisma So Ji Sub, ahjussi tampan yang minta di puk-puk sayang. Oh My Venus jadi gue skip demi melihat Ko kyung Pyo di drama Reply 1988 yang sekarang lagi tayang sampe 10 episode. 


Iya gue lagi tergila-gila Reply 1988. jujur aja gue dibikin terkagum-kagum dengan jalan cerita drama ini. Sial nya writer nim nya bisa banget membuat emosi penontonnya jadi campur aduk, sesaat gue bisa ngakak sekeras-kerasnya lalu tiba-tiba bisa sedih karena terharu. Saking gatelnya pengen nulis di blog tentang drama ini gue bela-belain ngereview meski drama nya belom tamat. Sepertinya ini bakal jadi postingan yang panjang dan berkelanjutan karena gue bakal nulis review dengan gaya bahasa gue sendiri dari episode pertama sampai episode 10 dari keseluruhan 20 episode.


Yang belum nonton reply 1988 bisa baca sneek peak nya di blog mykoreandrama.com jadi disini gue hanya menulis  tentang sinopsis awal drama Reply 1988 ini. Setingan cerita di tahun 1988, tahun itu adalah tahun yang besar di Korea Selatan karena pada tahun 1988 adalah tahun dimana Olimpiade Seoul dan College Festival 1988 diadakan untuk pertama kalinya. Nggak hanya itu tahun 1988 adalah tahun yang besar untuk dunia berita, pendidikan dan olahraga termasuk juga tahun yang gemilang untuk industri musik Korea selatan khususnya K-POP. 


Drama ini bercerita tentang sebuah komplek di Ssangmundong yang ditempati beberapa keluarga. Masing-masing dari keluarga ini memiliki anak-anak remaja yang seumuran, mereka adalah Duk Seon, Sun Woo, Jung Hwan, Taek dan Dong Ryong. mereka bersahabat dari kecil hingga dewasa. Di lingkungan ini mereka hidup sangat rukun antar keluarga saling membantu dan suka berkumpul atau sekedar makan bersama. 



Ketika anak-anak mulai beranjak dewasa, merekapun mulai merasakan getaran cinta pertama disaat usia mereka beranjak 18 tahun. Cinta pertama pada teman kecil sendiri awalnya di rasakan Duk Seon terhadap Sun Woo, namun sayangnya ternyata Sun Woo mencintai Bo Ra kakak kandung Duk Seon. Di sisi lain Jung Hwan dan Taek diam-diam menyukai Duk Seon.  Lalu siapakah yang nantinya dipilih Duk Seon menjadi suami? Taek or Jung Hwan.


Nggak hanya di warnai kisah percintaan anak remaja aja, cerita dalam drama ini juga mengisahkan bagaimana hubungan antara orang tua dan anak, adik dan kakak, hubungan pertemanan dan juga kehidupan bertetangga yang harmonis.




Berikut ini beberapa alasan mengapa gue suka reply 1988. Karena settingan ceritanya mundur ke tahun 1988 gue jadi bisa sekalian nostalgia dengan keseharian masa kecil gue meskipun tahun 1988 itu usia gue baru 4 tahun tapi sedikit banyak gue ingat betul apa yang lagi ngetrend di masa itu seperti model rambut dan  model pakaian.





Cerita persahabatan dalam drama ini seru banget, tentunya semua orang pernah merasakan hangatnya persahabatan, dan tema-tema cerita tentang persahabatan ini selalu menyenangkan untuk diikuti. Gue iri banget dengan jalinan persahabatan antara Duk seon, Kim Jung Hwan, Sun Woo, Taek dan Dong Ryong. Lihatlah scene dimana mereka makan ramen, atau sekedar nonton tv bersama.

Setiap scene yang ada di drama ini memorable banget sekali liat langsung bikin gue inget kejadian masa kecil yang pastinya di alami banyak orang, misalnya ketika para ibu memanggil anak-anaknya untuk pulang makan atau ketika mereka saling berbagi makanan sesama tetangga. So sweet banget... kebersamaan yang sepertinya telah hilang lenyap ditengah-tengah masyarakat perkotaan seperti jakarta yang oportunis ini.


Banyak pesan yang tersirat dari setiap episode di drama ini, pesan-pesan moral yang di sajikan secara gamblang  di setiap episode seperti salah satunya scene dimana ayah Duk Seon selalu membantu orang yang sedang kesusahan dengan cara membeli barang-barang yang meski tidak ia butuhkan walaupun sebenarnya ia dalam keadaan tak memiliki uang, yang artinya kita harus selalu membantu orang lain. Scene lain yang juga menyentuh adalah ketika ibu Jung Hwan mengantar buah jeruk ke rumah ibu Duk Seon dan di dalam keranjang jeruk tersebut di selipin amplop yang berisi uang. Ibunya Jung Hwan tau banget kalo keluarga Duk Seon sedang memiliki masalah keuangan.






Kisah percintaan dalam drama ini manis banget, kisah cinta yang khas banget dengan kehidupan anak muda di masa itu misalnya kencan yang manis sambil nonton pertunjukan musik atau nonton bioskop. Jadi tak perlu adegan romantis atau mesra, ungkapan sayang dan suka secara sederhana di sampaikan lewat beberapa potongan adegan yang nggak bikin eneg di lihat.




Drama ini juga mengajarkan bagaimana harus hidup rukun dengan tetangga, saling kompak, berbagi dan membantu. Lihatlah scene dimana mereka sangat kompak menyiapkan hadiah natal untuk si kecil Jin Joo.


Dan yang terpenting ketika mulai menonton drama ini hati gue bahagia dan selalu nggak sabar untuk menantikan episode berikutnya. Semua karakter-karakter yang gue sukai di drama ini pas banget dan nggak ada yang bikin gue sampe benci seubun-ubun. Seperti tokoh-tokoh antagonis dalam drama kebanyakan.  Dan karakter favorit gue yang sebelumnya sangat suka sama si ganteng Sun Woo, gue juga jatuh hati sama Jung Hwan tipikal cowok idola gue bangetlah ini. Terkesan cuek dan sulit mengungkapkan perasaan, tak banyak kata-kata tapi lebih ke perbuatan. 

Dan ini bagian favorit gue dari eps 1 sampai dengan eps 10.




"Dengan kepalamu ini, pikirkanlah dengan baik kenapa aku seperti ini. Mengerti?"


Sebagai penganut happy ending garis keras gue sangat berharap drama Reply 1988 ini sukses di akhir episode. Selama drama ini tayang memang banyak komentar bernada spekulasi. Penonton di ajak berteori siapakah yang akan menjadi suami Duk Seon nantinya. Sialnya Writernim seenak udelnya aja bikin alur cerita yang memporak porandakan keyakinan gue ini yang tadinya gue adalah #team Sun Woo dan berharap Duk Seon jadian sama Sun Woo, eh... di belokin ceritanya jadi Sun Woo pacaran sama Bo Ra. Lalu hilanglah kesempatan Sun Woo menjadi second lead. Tapi memasuki episode 3 dan 4 udah kelihatan jelas sih kalau Sun Woo suka sama Bo Ra, dan mau nggak mau gue harus ngeship Sun Woo - Bo Ra karena memang cerita percintaan pasangan ini so sweet banget di awali dengan sikap galaknya Bo Ra yang mampu di luluhkan oleh Sun Woo dengan hal-hal kecil yang membuat Bo Ra jadi menyerah dan menerima cinta Sun Woo. Tapi nggak apa-apalah toh mereka juga jadi couple favorit gue. 





Lalu siapakah first lead dan second lead di drama ini? Memasuki episode ke 6 semua terjawab sudah, ketika gue mulai jatuh hati sama Jung Hwan yang nggak ganteng tapi ngangenin, gue mulai berharap Jung Hwan lah yang menjadi suami Duk Seon tapi kemudian malah muncul si Taek yang di awal-awal episode cuma dapet peran sedikit. Siapa yang menyangka Taek akan menjadi saingan selanjutnya, hanya dalam satu tembakan akhirnya Taek memproklamirkan diri menjadi saingan kuat Jung Hwan, tapi selalu ada kemungkinan besar Taek akan menjadi chilbong kedua (suara hati #team jung hwan).





Jujur aja baru kali ini gue nonton drama sambil berteori, ikut berpikir keras, berspekluasi, dan baper akut. 

Salah satu teori yang nggak mau masuk ke akal gue, masa ada yang komentar kalau yang jadi suami Duk Seon adalah Dong Ryong karena ada dugaan Jung Hwan di akhir cerita meninggal dunia karena sakit.  Lalu tak sedikit juga yang berkeyakinan kalau suami Duk Seon di akhir cerita adalah si Taek. Tapi gue nggak yakin apakah Duk Seon memandang Taek sebagai seorang pria atau nggak. 


Kalau dilihat dari gesture tubuh suami Duk Seon versi tahun 2015 mendekati Jung Hwan. tapi yang disebutkan di episode 9 mendekati ke ciri-ciri nya Taek, ahh sungguh dilema ... disebutkan oleh Duk Seon versi masa kininya kalo suaminya dulu adalah seorang perokok, suka gonta ganti pacar dan memiliki poto berdua bersamanya. 

Tentu saja sebagai #Team Jung Hwan gue masih yakin kalau Jung Hwan adalah suami Duk Seon, apalagi saat suami Duk Seon versi 2015 sangat jelas menjelaskan kalau ia tau kejadian saat Duk Seon di tolak Sun Woo saat hari pertama salju turun dan juga ia pernah membaca kartu pos milik Duk Seon yang dikirimkan ke radio. Kecuali ceritanya sengaja dibelokin sang Writernim yang berkonspirasi dengan setan untuk membuat semua #Team Jung Hwan broken heart berjamaah.






Meski begitu gue tetap meyakini Jung Hwan juaranya. Sebagai #Team Jung Hwan meski pun dengan keyakinan yang byarrrr petttt... ini gue tetap ngeship Jung Hwan - Duk Seon.


Banyak hal unik di drama Reply 1988  ini salah satunya scene ini. Seperti di parodikan ulang scene ini sebelumnya ada di drama Temptation Wolves yang di perankan Kang Dong Wook. 





Begitu juga dengan barang-barang perabotan yang ada di drama ini semuanya mengingatkan gue dengan perabotan di rumah gue waktu kecil dulu seperti kompor, radio, sepeda, televisi dan tape deck. 









Dan cuma di drama ini gue bisa lihat gaya menyapa dan tarian-tarian aneh tapi lucu yang sering dilakukan oleh ayahnya Jung Hwan dan Duk Seon. Ajibnya lagi cuma di drama ini penonton di ajak ikut main tebak-tebakan suami hahahah.... antimaenstream bangetlah.


Oiya gue nulis review ini sambil dengerin semua Ost nya Reply 1988 loh, daebak.... original soundtrack nya banyak banget, baru masuk episode 10 aja udah puluhan lagu yang bisa di download. Ini video soundtrack drama reply 1988 yang paling gue suka. soundtrack nya khas banget dengan aransement musik tahun 80 an.






Karena gue ngelewatin sekuel Reply sebelumnya yakni Reply 1997 dan Reply 1994. ketika nonton Reply 1988 ini gue merasa seperti jatuh cinta pada pandangan pertama dan akhirnya gue nemu juga drama yang mungkin bakalan selalu gue inget sambil tersenyum dengan hati bahagia. *biarin dikata lebay ini FAKTA... FAKTA....

Pesan gue buat yang  terhormat Writernim, janganlah kau belok-belokan alur cerita drama ini seperti engkau membelok-belokan hati gue ini, janganlah kau patahkan hati gue ini seperti kau patahkan hati jung hwan di eps 10 yang lalu. Dan janganlah kau membalas kelelahan gue ini (baca: lelah berspekulasi) dengan ending cerita yang membuat gue mogok nonton drama.  Nantinya Jangan membuat permainan lain tentang mencari suami lagi, ini sangat menjengkelkan dan jangan membuat gue mengutuk dikau Writernim!. Gue yakin drama ini bisa menjadi luar biasa seenggaknya sampai batas waktu tertentu.  Tapi apa yang terjadi di Reply 1994 kenyataannya meninggalkan rasa frustasi pada kebanyakan yang menontonnya. 


Dilema lain yang kadang gue rasakan ingin terus menonton mungkin akan menyebalkan, tapi gue gak punya cara lain untuk menjauh meski harus terkena second lead syndrome, nangis sampe mimisan pun gue tetep bakal nonton sampe episode terakhir TITIK...!!!

Dan sebagai #teamjunghwan gue sangat berharap Duk Seon - Jung Hwan sah... sah... sah. 

Sekian review sementara gue mengenai drama Reply 1988... sampai jumpa di postingan berikutnya.


"Tidak perlu memaksakan  kebenaran yang sekeras-kerasnya untuk mendapatkan sedikit kebahagian yang kecil. meskipun begitu terkadang kita perlu sedikit ilusi untuk menjadi bahagia".






Monday, 2 November 2015

Malam, Hujan Dan Hening



Rintik hujan pertama di Jakarta malam ini terasa sangat membahagiakan.  Ditemani frekuensi radio favourit yang memutar lagu-lagu manis pengantar tidur, sungguh terlalu sayang melewatkan bunyi denting air hujan yang jatuh ke genting rumah dengan pergi beranjak tidur terlalu cepat. Bulan November dan musim penghujan yang gue yakin semua orang sangat merindukannya, termasuk gue yang sudah merasa kering kerontang jiwa dan raga di musim kemarau panjang ini.

Oke gue udah cukup merasa fix dengan kondisi yang gue rasakan malam ini. Sempurna!! coklat panas, malam yang dingin, aroma tanah basah, dan suara rinai hujan yang selalu jadi favourit gue.

Dan satu lagi suara penyiar radio idola gue yang setiap perkataannya selalu nancep di hati gue meski gue nggak pernah tau seperti apa rupanya.

Lengkap sudah, sesederhana ini gue bisa merasa sangat bahagia malam ini.

Diantara rasa bahagia dalam suasana hening  ini, tiba-tiba gue  pengen nulis tentang keheningan, apa itu hening? dan dimana mendapatkan hening itu? pertanyaan yang dulu selalu ada dalam benak gue ketika gue mulai dilingkupi rasa jenuh.

Gue selalu suka suasana hening. Biasanya hening selalu gue rasakan di malam hari ketika hujan, Seperti malam ini meskipun hujan hanya rintik saja. Dalam hening pikiran gue bebas berkeliaran ke mana saja ia mau, salah satunya tertuju ke dapur emak gue. Dulu, pertama kali gue merasa hening itu indah ketika  berada di belakang rumah tepatnya di dapur emak. Hanya ada suara gemericik air dari kran kamar mandi yang beradu bunyi dengan suitan burung gereja di atas pohon nangka. Saat itu bunga-bunga anggrek bulan kesayangan ayah mulai bermekaran. Ayah memang sangat suka memelihara tanaman, dan bunga anggrek salah satu tanaman favouritnya. Sedangkan emak sibuk dengan aktifitasnya memasak di pagi hari, kebulan asap dari tungku kayu dan bunyi gemercik minyak panas dari wajan penggorengan menambah suasana semakin ajaib saja saat itu.

Gue juga kurang paham seperti apa definisi hening, seperti yang gue kutip dari buku Gede Prama hening adalah,

"Berbeda dengan kesombongan dan keberhasilan yang lapar dengan sebutan positif, keheningan tidak lagi terlalu hirau dengan sebutan. Hening bukan lawannya riuh, hening bukan musuhnya ribut. Hening bukan juga atribut yang haus pujian. Hening adalah hening, ia tidak berlawankan apa-apa".

Tuhan selalu menghadirkan hal-hal yang indah, meski sulit mengartikan hening dalam kata-kata namun ditunjukkan melalui penglihatan dan indra perasa. Malam ini segalanya tampak indah, seperti perasaan yang gue rasakan beberapa waktu lalu di dapur milik emak. 

Tak perlu riuh, tak perlu ramai, tak perlu mahal, bahkan sepi pun sangat menyenangkan. Sang Pencipta  telah menganugerahkan dan menjadikan jiwa ini hening untuk mengingatkan gue betapa gue harus mensyukuri dan mencintai kehidupan ini. Dan pertanyaan-pertanyaan tentang hening sepertinya tak perlu di jawab lagi, karena pikiran yang bergerak dengan sendirinya menemukan jawaban itu, dan sekali lagi gue menemukan hening malam ini.

Jadi demikianlah hening, hanya bisa dirasa. 



Thursday, 22 October 2015

Gue Dan Sheila On 7


Gue dulu, setengah dari usia gue yang sekarang adalah fans garis keras dan penikmat lirik-lirik indahnya Sheila On7 yang fanatik. Di tela'ah dari sudut manapun gue merasa semua lagu-lagu Sheila on7 itu cocok banget jadi backsound hidup gue, sebut saja beberapa judul lagu yang fenomenal seperti Dan, Shepia, Berhenti Berharap, Yang Terlewatkan, Kisah Klasik, Anugrah Terindah Yang Pernah Kumiliki, Pemuja Rahasia dan masih banyak yang lainnya. Semua lagu sangat memorable Banget menurut gue karena sangat dekat dengan keseharian anak-anak muda seumuran gue kala itu. Dengan kemunculan mereka langsung memunculkan cap "gue banget".

Perkenalan pertama gue tahun 1999 sejak pertama kemunculannya hingga sekarang cinta gue tak pernah berubah atau berpaling arah ke band-band yang lain. Sheila On 7 memiliki tempat tersendiri dalam hidup gue. Saat itu gue baru kelas 3 SMP pertama kali gue langsung jatuh hati pada mereka ketika melihat video klip lagu Kita apalagi lagu itu bagus banget, musiknya easy listening pokoknya anak muda banget deh. Seumuran gue waktu itu pasti semua ngefans sheila on7. Di sekolahan yang di bahas waktu itu tentang vokalisnya yang berambut gondrong, iya Duta yang saat itu mulai mencuri hati gue, orangnya memang nggak seganteng Nicholas Saputra tapi sukses bikin gue tergila-gila.

Sampai berlanjut ke bangku SMU, gue makin tergila-gila dengan sheila on 7. Gue rela nyisihin uang jajan cuma buat beli kaset nya Sheila, gue inget waktu itu beli harga kasetnya masih Rp. 19.500,-. zaman itu uang segitu lumayan besar nilainya bisa buat uang SPP gue satu bulan. Dan gue nggak hanya beli satu kaset melainkan dua karena gue pikir kalo kaset satunya rusak masih ada cadangan yang satunya lagi. 

Dinding-dinding kamar gue pun di penuhi poster-poster nya Sheila On 7. Ayah gue sempet marah karena menurutnya gue mengotori dinding. Saking cintanya gue tetap tempel aja poster-poster itu. Sampai suatu hari ketika pulang sekolah nenek gue bilang ada surat buat gue, amplop coklat itu sangat bikin gue penasaran. Pas gue lihat di sudut amplop bertuliskan FC Sheila On7 hati gue mulai dag-dig dug gak beraturan, seperti mendapat surat cinta dari kekasih sebelum membuka amplop itu berkali-kali gue ciumi amplop itu sambil jejeritan gak karuan.

Dulu Sheila on 7 juga pernah menjadi salah satu alasan gue pengen banget kuliah di Jogja, namun karena sesuatu hal di penghujung masa SMU gue,  akhirnya impian gue nggak pernah terwujud. Di tahun ajaran berikutnya adik gue yang sukses dikirim untuk belajar di Jogja, bikin gue iri setengah mati. Dan kini pun ketika usia gue udah berkepala tiga, hari ini maupun 15 tahun yang lalu  hati gue masih klop dengan lagu-lagunya sheila On7. Kalau ditanya lagu mana yang paling di sukai dari semua lagu mereka jawabannya mungkin agak sulit karena menurut gue semuanya gue suka. 

Beberapa alasan mengapa gue suka Sheila On 7,  mereka sangat sederhana dari awal kemunculannya mereka tampil dengan sederhana dan apa adanya, benar-benar menjual karya dan bukan menjual tampang. Mereka juga sangat jujur dan nggak neko-neko dalam bermusik ini terbukti dari penjualan tiga album pertama mereka yang selalu laku terjual di atas 1 juta copy. Lirik-lirik lagunya sederhana namun sangat menyentuh dan yang selalu gue suka semua lirik lagu mereka sangat sederhana tapi memiliki arti yang mendalam.
Selain itu lagu-lagu mereka juga banyak berisi tentang kehidupan dan nggak melulu soal cinta dan yang terakhir mereka mengajarkan arti kesetiaan itu terbukti mereka tetap menjalin hubungan baik dengan dua personil (anton dan sakti) yang udah sejak lama keluar dari band.

Berikut ini beberapa lirik lagu sheila on 7 yang kata-katanya ajaib banget menurut gue.

Karena hanya dengan perasaan rinduku yang dalam padamu
ku pertahankan hidup
maka hanya dengan jejak-jejak hatimu
ada artiku telusuri hidup ini
selamanya hanya bisa ku memujamu
selamanya hanya bisa ku merindukanmu
(Pemuja Rahasia)

Genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
kupeluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
kita lawan bersama, dingin dan panas dunia
saat kaki telah lemah kita saling menopang
hingga nanti disuatu pagi salah satu dari kita mati
sampai jumpa di kehidupan yang lain
(Saat Aku Lanjut Usia) 


Jangan kau ungkit kesalahan yang kau buat sendiri
hanya perih hanya beban yang kan ada slamanya
telah kau tebang tempat kita biasa berteduh hapus peluh
semua kini terbilas balik dan berakhir
(Terlintas 2 Kata)


Ku akan pahami cinta
Dengan apa yang terjadi
Pastikan saja mimpimu tetap berarti

(Waktu Yang Tepat Untuk Berpisah)

Apa yang kan terjadi
pastinya kan terjadi
biar waktu yg menghakimi
dan aku akan terus bertahan
mengharapkannya, menantikannya
walau pedihnya tak tertahankan
melihatnya terjamah yang lain

(Terjamah)

Akhirnya aku menemukanmu
Saat ku bergelut dengan waktu
Beruntung aku menemukanmu
Jangan pernah berhennti memilikiku

(Hingga Ujung Waktu)
Aku pun tak ingin meninggalkan tempat ini
Apa yang kaurasakan aku juga merasakan
Bertahan sayang dengan do’a mu
Kucoba bertanya pada Tuhanku
Percayalah sayang ku tak ingin semuanya berakhir
Ku berusaha untuk s’lalu di sini
(Tentang Hidup)


Namun ada satu lagu yang liriknya pas banget dengan keadaan apa yang gue alami saat itu, berbarengan dengan  kemunculan lagu ini untuk yang pertama kalinya.

judulnya Yang Terlewatkan liriknya seperti ini:

Jika berulang kembali
kau takkan terlewati
segenap hati kucari
dimana kau berada

Walau ku terlambat
kau tetap yang terhebat
melihatmu... mendengarmu...
kaulah yang terhebat

Seperti emak gue yang di hari tua nya masih bisa menikmati lagu-lagu favourit di masanya, semoga kelak gue juga demikian menua bersama lirik-lirik manis lagu-lagunya Sheila On7 favourit gue. Gue bangga menjadi #SheilaGank