Monday, 5 October 2015

Olahraga Mudah Di Rumah Dengan N+TC App



Olahraga? hah... kalau ditanya kapan terakhir melakukan olahraga  mungkin gue agak kesulitan untuk menjawab pertanyaan ini ketimbang pertanyaan lain semisal kapan terakhir makan? atau lagi nonton drama apa saat ini?. Yupss.... untuk ibu rumah tangga profesional seperti gue yang memiliki jadwal padat merayap  dari matahari terbit hingga terbenam lagi sepertinya olahraga menjadi salah satu kegiatan yang mustahil bisa dilakukan disela-sela tugas IRT yang menumpuk, mulai dari nyiapin bekal suami, buatin sarapan, mandiin anak, nyuci, nyapu, ngepel, belanja, memasak, nonton infotainment, ngejemur, ngegosok dan nonton drama. 

Jadi boro-boro mau ngegym ke tempat fitness atau ngikut mertua senam yoga bareng ibu-ibu komplek, semuanya sangat mustahil dilakukan mengingat jam terbang sebagai IRT sangat padat apalagi kalau disela-sela aktifitas tiba-tiba banyak iklan yang lewat, semisal Raheesa tiba-tiba pup, atau ketika ia lagi berkelakukan geje, ambekan minta ini minta itu sementara gue masih megang sodet di tangan sibuk berdansa dengan teflon diatas kompor. Arghhhh..... jadilah olahraga merupakan kegiatan nomor kesekian yang nggak gue prioritaskan dalam hidup gue.

Padahal kalo diingat dulu zaman SMP gue merupakan salah satu atlit senam di sekolah setiap ada lomba-lomba senam gue selau diikutsertakan dan selalu jadi instruktur senam setiap ada jam SKJ. Gue selalu aktif dalam setiap ekskul olahraga mulai dari basket sampai renang. waktu masih gadis pun selalu rajin ngikutin emak aerobik di sanggar senam atau sekedar joging sore-sore ngiderin bukit di lapangan golf. Semenjak menikah dan punya anak memang agak sulit mencuri-curi waktu untuk olahraga, paling setiap sabtu minggu aja suami ngajak lari pagi keliling komplek. Dan gue sadar itu nggak maksimal banget untuk membakar kalori yang ada dalam tubuh gue ini, mengingat gue  kesulitan banget untuk menurunkan berat badan ke angka semula setelah melahirkan. Aduhhh.... Raheesa udah mau 3 tahun tapi berat badan gue nggak turun-turun barang sekilo pun walaupun udah mencoba berbagai metode diet kalau nggak dibarengi sama olahraga tetap aja boong, ibarat elo pake sepatu yang logonya Nike tapi tulisannya Adidas heheheh *nggak nyambung.

Karena kebiasaan gue yang suka kepoin IG nya artis maka dapet lah gue informasi mengenai work out yang mudah dilakukan dirumah. Tadinya gue kepoin IG Dian Sastro, disalah satu postingannya mbak Dian kembaran gue ini posting photo doi lagi melakukan work out. Dalam akunnya mbak Dian nulis caption kalao work out yang ia lakukan ini hasilnya cepat terlihat bahkan hanya dalam waktu 3 minggu, sehari BB bisa turun sekitar 2 pound atau hampir sekilo gitu. Wuihhhh.... gue makin semangat dong pengen tau, masa Dian Sastro yang bodynya udah proporsional aja masih olahraga, nah gue yang hampir menyerupai karung gula masih males aja?? mau jadi sebesar kulkas lu?? *kemudian maki-maki kulkas.


semoga bisa selangsing Dian Sastro heheheh

Ternyata semua list latihan work out routines Dian Sastro dibuat oleh sahabat karibnya Adinia Wirasti yang merupakan Nike Training, gue kepoin lagi IG nya Adinia Wirasti. Ehm... ternyata bener si mbak Carmen dalam film AADC ini sekarang memiliki body yang oke banget, bikin ngiri deh.


Kapan body gue bisa seperti ini, tanpa tas pinggang di perut.


Akhirnya gue contohin gerakan-gerakan work out dari Adinia Wirasti ini. Yang pake Smartphone bisa unduh gratis di Google Play, aplikasinya bernama N+TC atau  Nike Training Club. Setelah di unduh kita bisa langsung bergabung dengan cara mendaftar akun dulu kemudian bisa memilih metode latihan dan mengunduhnya. Aplikasi ini oke banget karena udah ada program per minggu baik itu untuk perampingan, pengencangan, penguatan dan pemfokusan. Ada juga latihan untuk pemula, menengah dan latihan lanjutan. Jadi kita bisa memilih yang mana yang mau kita ikuti latihan work out nya, Gerakan-gerakannya mudah untuk diikuti. Karena semua gerakan memakai istilah-istilah yang mungkin belum kita pahami sebagai pemula, kita bisa memutar video untuk mengetahui seperti apa gerakan latihannya sebelum mulai berlatih.

Ini penampilan aplikasinya.











Gue suka banget aplikasi ini apalagi kita bisa menyetel musik favourit kita sendiri ketika latihan. Karena lagi keranjingan drama Korea She Was Pretty jadi gue pasang lagunya The Carpenters yang judulnya Close To You biar latihannya lebih fokus. Dalam program latihan ini kita juga bisa invite temen loh, jadi bisa dilakukan bersama-sama untuk saling menyemangati, di akhir sesi latihan juga akan di tutup dengan quote biar kita semakin termotivasi.



Pagi ini mumpung Raheesa masih tidur dan gue mulai lakukan latihan work out untuk pemula yaitu latihan Sweat+shape, sekitar 30 menit alhasil keringat membanjir. Rencananya gue bikin program latihan selama 4 minggu targetnya bisa nurunin berat badan syukur-syukur bisa turun 10 kiloan. Ternyata adanya aplikasi ini bisa membantu banget buat gue terutama yang sangat berat melangkahkan kaki untuk masuk ke tempat fitnes atau masuk ke sanggar senam, toh bisa dilakukan di dalam rumah di waktu-waktu senggang.  Jadi gak ada alasan untuk nggak olahraga lagi nih. Yang mau mencoba hayukkk... biar kita saling menyemangati. 



Saturday, 3 October 2015

Cerita Tentang Dapur Kami



"Setiap rumah tangga pasti punya cerita dan punya rahasia tentang dapur mereka. Dapur bukan hanya tempat untuk memasak dan mengolah makanan, bukan pula tempat untuk memajang perabotan yang hanya sekedar tau saja kegunaannya untuk apa. Lebih dari itu dapur adalah tempat yang penuh cerita. Ada suka, duka, pahit, asam, manis dan asin. Dari sanalah kreatifitas tercipta".


Dapur bagi gue merupakan ruangan yang paling nyaman untuk berekspresi. Dari sana biasanya sering muncul ide-ide yang tak terduga. Bercerita tentang dapur, gue ingat sekali dapur dirumah kami yang lama. Dulu dapur kami sangat luas berhadapan langsung dengan ruang makan dan taman belakang rumah yang dilengkapi dengan kolam ikan dan koleksi ikan-ikan Koi milik ayah. Dapur kami sangat adem karena terdapat ruang terbuka  hijau di sisi ruang makan jadi udara bisa dengan leluasa masuk. Tapi sayangnya dulu dapur kami sangat jarang digunakan untuk memasak dan ruang makan kami sangat jarang digunakan untuk makan bersama karena kesibukan ayah dan emak yang bekerja dari pagi sampai petang baru balik kerumah dan adik satu-satunya yang tidak tinggal bersama karena sedang kuliah di Jogja hingga terkadang gue hanya di temani alm. nenek yang memang sering menginap dirumah. 

Dapur di rumah kami yang sekarang sangat kecil, 7 tahun sudah kami sekeluarga pindah ke rumah yang baru yang letaknya dekat dengan kota karena rumah yang lama sengaja di jual ayah dengan alasan letak rumah yang kurang strategis untuk membangun usaha rumahan. Dapur rumah kami sangat minimalis, saking minimalisnya bahkan nggak bisa menampung banyak barang. Dapur kami hanya dilengkapi perabotan seadanya aja, Gak ada kitchen set atau meja batu keramik yang mewah disana hanya ada meja kayu, sebuah kompor gas dan dua tungku kayu yang memang sering dipakai ketika Emak memasak dalam jumlah banyak semisal ada acara keluarga ataupun acara di Masjid. 

Tungku kayu bagi sebagian masayakat memang sudah banyak ditinggalkan, masih ada yang pake tapi paling masyakat yang tinggalnya di daerah pedesaan. Tapi emak gue masih sering memakai tungku kayu dengan alasan sederhana "hemat gas" heheheh... .Sebenarnya kata orang tua jaman dahulu masakan yang dimasak dengan api kayu lebih enak dibandingkan makanan yang dimasak dengan kompor gas. Ah.... entahlah gue belum menemukan perbedaaan itu tapi yang jelas memakai tungku kayu ada kelebihan dan kekurangannya juga sih. 

Di dapur rumah kami yang sekarang, meskipun tak seluas dan sebagus dapur kami yang lama setiap hari selalu ada asap yang mengebul, selalu ada aroma dan bau masakan lezat, selalu ada canda tawa dan cerita di meja makan, dan selalu ramai dengan suara radio yang di putar emak untuk menemaninya memasak. Setelah memutuskan pensiun dari kegiatan sehari-harinya emak dan ayah lebih sering berada dirumah. Memasak, ngobrol, makan bersama, atau sekedar bersenda gurau lebih sering dilakukan di dapur dibanding ruang keluarga. Ada kerabat yang datang kerumah pun lebih sering berkumpul di dapur dibandingkan ruang lainnya.

Dari kecil gue sangat senang melihat kepiawaian emak di dapur, ada saja yang ia lakukan disana entah itu memasak lauk ataupun membuat berbagai macam cake dan cemilan enak lainnya. Gak lama kemudian tau-tau sudah ada aja makanan lezat yang di hidangkan di meja makan.


Setiap anak pasti setuju kalau masakan ibunya adalah masakan yang paling lezat sedunia, bahkan masakan Cheff yang paling handal pun tak bisa mengalahkan nikmatnya masakan ibu. Karena  sejauh apapun si anak melangkah pasti yang dirindukan ketika pulang adalah masakan ibu. Demikian juga gue, bagi gue masakan yang paling enak dan pas di hati  cuma masakan emak. Bahkan setiap pulang kampung gue selalu minta dimasakin macem-macem saking rindunya sama masakan rumah. Entah kenapa kalau emak yang masak telor ceplok pun terasa nikmat.


Hidup di perantauan dan jauh dari kampung halaman terkadang sering bikin gue rindu sekali dengan masakan rumah. Biasanya dalam seminggu gue selalu sempatkan memasak makanan asli dari daerah asal gue pulau Bangka, atau sesekali mencontek resep emak. 
Gue selalu cinta masakan rumah, di tangan emak semua jenis makanan, komposisi dan takaran selalu pas. Tangan emak begitu tulus menyajikan setiap makanan yang dimasak untuk dinikmati bersama, begitu ikhlas melakukan apa yang sudah menjadi kewajibannya. Dari emak gue ingin belajar banyak cara mengolah makanan, bahkan bukan hanya sekedar belajar memasak dari emak juga gue ingin belajar tentang apa itu ketulusan dan keikhlasan. Gue ingin nantinya anak dan suami gue selalu rindu dengan masakan gue, selalu pulang dan kembali ke gue hanya untuk menikmati masakan gue. Gue ingin menciptakan sejarah dalam keluarga kecil gue. keinginan yang sederhana bukan??

Semoga sesegera mungkin gue bisa memiliki dapur sendiri, heheh... maklum sekarang masih minjem dapur mertua. Punya dapur sendiri tentu lebih menyenangkan dengan begitu gue bisa berkreasi dengan beragam jenis makanan, yahhh... setidaknya gue harus berhasil menjadi Cheff bagi keluarga gue sendiri.

Bagaimana cerita dapur dirumah kalian??




Thursday, 1 October 2015

Review Drama Korea Witch's Romance


Tadinya gue sempet mikir-mikir ngambil kaset DVD ini ketika ditawari mbak-mbak penjaga toko langganan kaset bajakan gue. Yang pertama gue lihat ini lead female nya kok tuir banget terus si cowok dalam cover DVD nya nggak familiar wajahnya, nggak seperti Lee Min Hoo atau Kim Soo Hyun. Hingga akhirnya dengan beberapa pertimbangan dan bujuk rayu mbak penjaga toko gue lalu memutuskan untuk membawa pulang DVD ini. Daebakkk.... nggak nyesel, gue langsung jatuh cinta dari episode pertama.

Gue emang jarang nulis review tentang drama Korea yang gue tonton, yah... mungkin ini termasuk salah satu "dosa" gue sebagai penggila drama Korea yang sering mengaku-ngaku susah move on tapi gak pernah sekalipun membuat review. Kali ini gue pengen nulis tentang review drama Korea Witch's Romance, masih ingatkan? kisah cinta seorang ahjumma dan berondong muda yang so sweet abis ini. Dari sekian banyaknya alasan mengapa drama ini yang terpilih untuk gue jadiin bahan tulisan tidak lain tidak bukan karena si ganteng ini. Meskipun ini drama tahun 2014 yang lalu  gue baru kepikiran nulis review gara-gara CLBK lagi sama Park se Joon lewat drama terbarunya She Was Pretty yang lagi tayang.




Yeay.... Park Seo Joon, bisa dibilang gue jatuh cinta pada pandangan pertama sama si ganteng ini. Selain drama Witch's Romance sebelumnya gue belum pernah melihat penampilannya dalam drama atau film manapun, bahkan drama lain yang di bintanginya seperti Dream High dan drama One Warm Heart baru gue tonton setelah gue kenal doi di drama Witch's Romance.

Penampilan si ganteng kelahiran tahun 1988 ini di drama Witch'S Romance memang membuat gue tergila-gila, mata sayu dan senyumnya yang lebar itu membuat hati ahjumma seperti gue ini ikutan meleleh, ah... apalagi kalau dikejar-kejar cintanya ya? Sesaat biarkan gue berkhayal menjadi Ban Ji Yoen ahjumma beruntung yang mendapatkan cintanya.

Witch's Romance ini diadaptasi dari drama Taiwan yang berjudul My Queen yang dibintangi Ethan Ruan. Bercerita tentang dua orang yang pernah gagal di masa lalu sehingga meninggalkan bekas luka yang mendalam hingga akhirnya mereka saling menemukan dan terlibat asmara untuk menyembuhkan luka masing-masing. 

Dalam drama ini Park Seo Joon yang masih muda banget di pasangkan dengan artis senior Uhm Jung Hwa yang usianya hampir 20 tahun lebih tua dari dirinya. Tapi no problem toh si ahjumma ini masih fresh banget meski umurnya sudah kepala empat. Keterlaluan yah... mungkin mandinya pake anti aging gak ada kerutan sama sekali.

Park Seo Joon dalam drama ini berperan sebagai Yoon Dong Hwa, ia bersama seorang  temannya Yong Soo Chol (Yoon Heon Min) menjalankan perusahaan master of part time mereka berdua mengambil job apa saja mulai dari mengajar bela diri, berpura-pura menjadi pacar sesorang sampai membetulkan instalasi listrik. Padahal sebenarnya Dong Hwa adalah anak seorang Direktur Rumah Sakit ternama dan ia sendiri adalah seorang mahasiswa kedokteran. Namun setelah kekasihnya meninggal karena kecelakaan Dong Hwa menyalahkan dirinya sendiri dan membenci ayahnya yang tidak bisa menyelamatkan kekasihnya, dari situ ia mulai tidak percaya kalau dokter bisa menyelamatkan nyawa orang hingga akhirnya ia memutuskan berhenti kuliah dan pergi dari rumah.

Sedangkan Ban Ji Yeon seorang wanita karir yang sukses namun tidak beruntung dalam hal percintaan.  Ia memiliki luka dimasa lalu karena ditinggalkan kekasihnya No Shi Hoon (Han Jae Suk) tepat di hari pernikahannya. Ia bekerja untuk sebuah majalah gosip selebriti, ia sangat disiplin dalam pekerjaannya sehingga ia dijuluki penyihir oleh rekan-rekan kerjanya. Di usianya yang ke-39 tahun ia bertemu dengan Yoon Dong Ha (Park Seo Joon) yang baru berusia 25 tahun. 

Pertemuan pertama mereka terjadi gara-gara Ban Ji Yeon mencuri sepeda yang menjadi hadiah natal untuk anak-anak panti asuhan, adegan kejar-kejaran naik sepeda ini juga kocak banget Yoon Dong Hwa yang memakai kostum santa mengejar Ban Ji Yeon yang kala itu menyamar menjadi siswi SMU untuk meliput suatu berita. 




Pertemuan-pertemuan mereka memang terjadi diluar dugaan, seperti ketika Ban Ji Yeon dipaksa ibunya mendatangi rumah seorang dukun untuk di baca garis tangannya kebetulan saat itu Dong Hwa juga sedang bekerja paruh waktu membetulkan instalasi listrik yang rusak dirumah dukun tersebut. Hape mereka tertukar kala itu sehingga memungkinkan mereka bertemu kembali di kesempatan berikutnya.

Gue suka banget drama ini, karena disini penulis membuat alur cerita yang manis banget,  memang tak ada yang serba kebetulan di dunia ini tapi Penulis Lee sun Jung membuat kebetulan-kebetulan tersebut begitu manis. Bagaimana Dong Hwa dan Ji Yeon yang ternyata bisa sering bertemu karena Dong Hwa tiba-tiba menjadi karyawan magang di kantor Ji Yeon,  hingga akhirnya Ji Yeon mulai luluh dengan kegigihan Dong Hwa berondong manis yang sangat perhatian dalam memperlakukan dirinya. Namun hubungan mereka yang mulai dekat dan menumbuhkan bunga-bunga asmara tiba-tiba terusik dengan kehadiran mantan kekasih ban ji yeon di masa lalu. Disini gue suka banget kegigihan Dong Hwa untuk meyakinkan Ji Yeon kalau ia adalah laki-laki yang pantas bagi Ji Yeon, meski usianya masih muda tapi ia mampu melindungi Ji Yeon.


Tapi dari seluruh scene yang ada dalam drama ini, jujur aja gue sempet mengulang-ulang kembali scene favourit gue ini loh... hahahah, scene dimana Dong Hwa bertemu dengan Ji Yeon yang sedang mabuk berat. Maksud hati ingin menukar kembali hape yang tertukar Dong Hwa malah mengantar Ji Yeon ke apartemennya hingga kejadian yang diinginkan pun terjadi. 










Kisseu-kisseu panas pun terjadi sampai gegulingan di tempat tidur namun semuanya terhenti ketika Ji Yeon tak sengaja melihat kartu identitas Dong Hwa di dalam dompet, ternyata pemuda yang sedang bersamanya di tempat tidur baru berusia 25 tahun, 14 tahun lebih muda dari dirinya. Seketika Ban Ji Yeon pun langsung ketakutan, ia membayangkan dirinya berada dalam ruangan sidang di hadapan para hakim mendapat sanksi karena bercinta dengan pria di bawah umur, tersadar lalu kemudia Ban Ji Yeon menendang keras Dong Hwa hingga terjatuh dari tempat tidur.


Plot drama ini sangat manis menurut gue, lucunya dapet dan romantisnya juga dapet. Semua pemain dan karakter yang dimainkan dalam drama ini mengagumkan. Uhm Jung Hwa yang berperan sebagai Ban Ji Yeon memiliki karakter yang kuat sebagai seorang yang sangat pasrah akan datangnya jodoh diusianya yang tak lagi muda. Sedangkan Park Seo Joon sangat cocok dengan karakternya yang muda, sangat perhatian, tulus dan bersungguh-sungguh mengajar sang ahjumma. Chemistry mereka begitu nyata dan gamblang bikin gue ngiri setengah mati. Gue nonton drama ini ngebayangin pasangan Raffi Ahmad sama Yhuni Shara yang dulunya sempat bikin gue nyinyir karena merka pacaran dan terpaut usia yang lumayan jauh. Bayangkan seorang perawan yang usianya sudah hampir kepala empat di kejar-kejar berondong yang umurnya masih 20-an, apalagi kalau berondongnya setampan dan seagresif ini. 








Dan ini beberapa scene yang gue suka dari drama ini.

Gue suka semua bagian dalam drama ini, karena dari keseluruhan cerita ada scene dimana Dong Hwa selalu menunggu Ji Yeon pulang. Salah satunya ketika ia menunggu Ji Yeon pulang setelah melakukan kencan buta, seperti seorang pangeran yang menawan ia bahkan melepas sepatu high heels Ji Yeon dan menggantinya dengan sepatu kets. Benar-benar tipikal cowok yang sempurna kan???






Dong Hwa yang memiliki jiwa melindungi selalu bisa mencuri-curi kesempatan agar bisa skinship dengan Ji Yeon. wowww.... Daebak!! kalo ahjumma seperti gue jalan bergandengan seperti ini di jalan pastilah dikira tante sama ponaan *kemudian garuk-garuk trotoar.







Sekali lagi, Dong Hwa memang seperti sosok pangeran berkuda putih. Gue suka banget scene ini ketika Dong Hwa tiba-tiba muncul dalam acara reuni Ji Yeon dengan teman-teman SMU nya. Demi menyelamatkan Ji Yeon dari rasa tidak percaya diri karena belum juga memiliki kekasih akhirnya Dong Hwa datang dan mengaku sebagai kekasih Ji Yeon.









Tapi tiba-tiba kekasih masa lalu Ji Yeon yang bernama Noh Shi Hoon muncul kembali dalam kehidupan Ji Yeon , ia kembali ke Korea untuk bertemu Ban Ji Yeon. Noh Shi Hon adalah seorang Photograper terkenal, pada saat hari pernikahannya dengan Ji Yeon ia tidak muncul karena lebih memilih pekerjaannya. Kala itu ia mendapat tawaran pergi ke daerah konflik untuk meliput dan mendokumentasikan keadaan di sana, lalu kemudian ia tertembak di bagian kaki ketika berada di Somalia sehingga koma selama 3 bulan. Ahhh....  tapi gue benci banget, kenapa harus muncul kembali setelah 5 tahun berlalu kan koma nya cuma 3 bulan! terus kenapa gak nelpon... kenapa gak ngirim email... tiba-tiba ngilang aja kayak Bang Toyib. Bisa-bisanya sang penulis aja kan ngarang cerita si mantan pacar kembali muncul ketika sang cewek baru mau move on. Tapi gak apa-apalah meski banyak cerita sejenis tapi drama ini terlalu menarik untuk dilewatkan. Dari sini persaingan pun berlangsung bagaimana Dong Hwa berusaha mati-matian membuktikan kalau dirinya layak untuk Ban Ji Yeon.


Ini juga salah satu scene favorit gue. Dong Hwa ini benar-benar tipe ideal ya... doi kekeuh banget mengejar Ban Ji Yeon yang hatinya mulai ragu untuk memilih mantan kekasihnya atau Dong Hwa yang usianya lebih muda dari dirinya.





Yang paling membahagiakan di akhir-akhir episode ketika Shi Hoon menyadari kalau Ji Yeon tak lagi mencintainya hingga akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan Ji Yeon. Ji Yeon bisa menutup bab percintaan dalam hidupnya dengan memilih Dong Hwa dan dalam scene ini gue suka banget ketika Ji Yeon berkata 

"bahkan jika kau menyuruhku pergi, aku tidak akan pergi kemanapun"

So sweeettt... banget.






Yang paling penting di episode terakhir meskipun yang menikah bukan Dong Hwa dan Ji Yeon tapi gue puas banget karena Ji Yeon rela menunggu Dong Hwa menyelesaikan kuliah kedokterannya dulu baru kemudian mereka akan menikah.

"sekarang aku berkencan dengan orang ini"

"aku akan melindungi orang ini seumur hidupku..."

"sekarang aku tidak takut untuk mencintai"

"cinta tidak pernah malu untuk bermimpi"

"mungkin jalan kami masih jauh dari berakhir di pernikahan. Tapi itu tidak masalah, selama kami tetap saling mencintai, kami akan tetap bahagia"

"orang ini.... wanita yang kucintai"




Benar-benar akhir yang manis.


Dari episode awal hingga akhir secara keseluruhan gue puas dengan drama romantis ini. Sebagai pecinta genre komedi romantis dan penganut paham happy ending garis keras gue kasih bintang lima dan angka 95 untuk drama ini. Ceritanya nggak rumit semua adegan romantis dibungkus secara sempurna. Para pemain memiliki karakter yang menyenangkan. Salah satu drama adaptasi drama Taiwan yang menurut gue sukses daripada drama aslinya. Dan karena drama ini gue sedikit banyak bisa membayangkan manisnya kisah cinta dua orang manusia yang berbeda usia  yang mungkin dalam kehidupan nyata ada sebagian orang yang belum pernah merasakan pacaran sama brondong.  

Terakhir, yang pengen gue sampaikan, gue JATUH CINTA SAMA ORANG INI!!