Tuesday, 26 May 2015

Cermin

Gue nulis ini sekedar mengingatkan diri sendiri agar tak menyimpang dari kaidah kehidupan normal sebagai orang normal yang masih memiliki otak dan hati yang normal. Maaf mungkin gaya bahasa gue agak-agak #tervickynisasi. Tapi gak apa-apalah toh gue nulis di blog gue sendiri, dengan jemari gue sendiri dan yang pasti laptop gue sendiri bukan laptop pak Selamet ketua RT depan rumah. Jadi suka-suka gue lah biarpun bahasanya kacau dan font nya maaf... mungkin bikin sakit mata orang yang baca. Karena yang gue yakini bukan hanya gue blogger di Nusantara tercinta ini yang nggak melakukan kesalahan.

Back to topik
Jadi intinya gue akan mulai nulis tentang cermin, terinspirasi ketika mencet jerawat tadi sore. Sempat gue merenungkan beberapa hal ketika gue menghadap cermin. Berkaca, menatap diri dalam cermin, menyelami diri sendiri, mencari arti dan juga makna kehidupan ini tsahhhh.... agak berat pembahasannya pemirsah. Tak sedikit orang yang berpendapat yang mengenal dirinya adalah dirinya sendiri. Dan menurut gue pendapat seperti itu adalah pendapat yang paling sombong di muka bumi ini karena yang pasti menurut gue terlalu banyak bagian dari diri kita ini yang hanya terlihat dari luar saja.





Nggak ada yang ngelarang  kok kalau kita menganggap diri kita yang paling baik, paling sempurna dan paling bersih. Namun ketika kita bercermin dan cermin tersebut menunjukkan hal yang lain maka kita harus mengaku kalah dan membuang jauh-jauh keyakinan tersebut. Salah satu peribahasa "buruk rupa cermin dibelah" yang artinya kita harus sering-sering bercermin karena sikap kita merupakan cerminan hati kita.  Dan pada hakekatnya begitulah fungsi cermin yaitu menampilkan bayangan diri kita agar dapat memperbaiki apa yang perlu diperbaiki dan membangun apa yang perlu dibangun.

Kalau ada yang masih ingat istilah hukum karma, tabur panen, timbal balik, sebab akibat dan ratusan ungkapan lainnya, ungkapan sikap orang lain terhadap kita adalah cerminan diri kita. Jadi kalau mau dihargai maka kita juga harus menghargai orang lain. Begitulah salah satu implementasinya dan hal yang paling penting orang lain akan melihat hal yang sama seperti kita melihat sebuah cermin. Terkadang gue sebagai manusia juga masih sering melihat apa yang ingin gue lihat dan hanya mendengar apa yang ingin gue dengar sampai akhirnya ketika bercermin maka yang gue lihat adalah sosok orang lain.

Jadi kesimpulan yang gue dapat dari kejadian sore tadi ketika mencet jerawat adalah  "kalau ingin melihat diri sendiri sebenar-benarnya dan ingin memperbaiki kesalahan maka lihatlah cermin". Dia berada dekat sekali tidak sampai sejengkal dari benda berdegup penanda hidup matinya manusia. Bahkan suara dan gambarnya selalu ada. Tetapi biasanya kita sebagai manusia tak akan mau melihatnya karena pahit yang ditampilkan cermin tersebut. Ia tidak bisa goyah. Percayalah sehebat apapun kita berdebat ia tidak akan berubah, sejauh apapun kita berpaling ia tidak akan pergi, sebagus dan semahal apapun pakaian yang kita pakai ia selalu dapat melihat ke dalam diri kita yang telanjang. Itulah yang dinamakan nurani.

Sebagai pengingat diri sendiri gue nggak merasa kapok berkali-kali tertampar karena kesalahan. Gue akan belajar dari setiap kesalahan, karena gue yakin nggak ada kesalahan yang nggak bisa diperbaiki sebelum gue kehilangan hal-hal yang mungkin suatu saat bisa jadi gue sesali.

"Cermin tak pernah berbohong? Cermin selalu berdusta. Ia berdusta kepada kita dan bayangan kita. Ia berbohong tentang kiri dan kanan. Ia berbohong tentang timur dan barat. Jangan pernah bertanya pada nurani, karena ia seperti cermin. Biarkan ia pecah dan berantakan, lalu lihat dirimu yang terkutuk".
"The mirror crack'd" from side to side.



Saturday, 23 May 2015

Mengubah Gaya Hidup: Ketika Gue Menjajal Rawfood


Di tengah cuaca panas Jakarta yang tak bersahabat, tiba-tiba suami gue bilang kalo hari ini dia lagi belajar memulai hidup tanpa rokok. Wow.... gue kaget dong dengernya, antara percaya nggak percaya.
"Emang bisa"? langsung pertanyaan terlontar dari mulut gue. 
"Harus bisa bund, tapi kepala ayah pusing nih" sambungnya. 
"Harus bisa dong yah, kalo mulutnya terasa asem ngemut permen aja kalo nggak ngemut garam aja tuh" kata gue lagi sambil bercanda. 

Dari dulu gue udah sering cerewetin suami masalah rokok apalagi kalau dia ngerokok abis makan atau sebelum tidur sebel banget gue sama kebiasaannya itu. Pernah gue dengan sepenuh hati minta suami untuk ninggalin rokoknya ketika baru-baru menikah namun dengan perlahan suami bilang itu butuh proses dan dia bilang lebih duluan kenal rokok dibanding kenal sama gue. Gue sewot dong di jawab begitu, ibarat seseorang yang gak bisa melepas bayangan cinta pertama nya aja. 

Siapapun tau jeleknya rokok untuk kesehatan, nggak usah gue jelasin panjang lebarlah. Kalo inget dulunya gue ngarep banget dapet suami yang gak ngerokok karena gue nggak suka rokok dan orang yang merokok. Pendapat gue tentang rokok masih sama seperti dulu dan gue nggak akan terpengaruh cuman karena ngeliat sekeliling pada merokok. Gue udah hidup 30 tahun lebih di lingkungan "berkabut pekat" dan tetep gue nggak pernah kepikiran untuk merokok. Kadang orang punya alibi rokok bisa menjernihkan otak yang sedang kusut, stress bisa ilang hanya dengan sebatang rokok. Gue nggak pernah tau itu teori dari mana, semua berasal dari kebiasaan sih menurut gue. Untuk menggantikan fungsi pensieve yang paling mantep buat gue adalah Indomie super pedas dan segelas air es. Those two will help me clear my mind.

Hari ini kelihatan banget suami gue agak-agak gelisah gitu, mungkin dia galau mau ngerokok lagi apa nggak. Gue bilang ke suami begitulah yang juga gue rasakan kalau lagi diet antara mau makan apa nggak. Sulit banget untuk menahan nafsu. Jadi butuh banget support dari orang terdekat. Soalnya suami gue sangat nggak mendukung gue diet, dia masih suka godain gue ngajak makan Indomie di tengah malem buta. Tapi untuk ninggalin rokok gue selalu mensupport niat baiknya ini. Semoga aja suami gue bisa melalui hari-hari sulitnya lepas dari jeratan cinta pertama nya itu. 

Sama dengan suami yang sedang berusaha menghilangkan rokok dalam kehidupannya, gue pun demikian sedikit demi sedikit mulai belajar meninggalkan kebiasaan buruk gue. Semenjak menikah dan punya anak gue mulai belajar merubah pola makan, emang sih niat utama gue adalah mau menurunkan berat badan gue yang udah mencapai angka paling horor dalam hidup gue. Habis melahirkan dan sekarang Raheesa udah 2,5 tahun gue belum berhasil menurunkan berat badan ke angka semula. Biar dikatain pelit gue nggak akan membocorkan angka horor tersebut. Keturunan keluarga gue memang punya rangka badan yang gede jadi walaupun gue kurus kalau ditimbang angkanya pasti gede diatas 55 kg. Kalau ngewarisin emak gue mungkin gue nggak ada bakat gemuk karena keturunan dari Emak gue badannya langsing-langsing. Gue mungkin mewarisi bakat subur dari sebelah Ayah gue, punya paha lebar, lengan lebar dan belulang perut yang tebal.

Kalau dulu gue masih bisa makan sembarangan, gorengan, baso, somay dan semua jajanan diluar sana, tapi kali ini gue mulai belajar putus hubungan dengan semua makanan enak itu. Mau nggak mau gue harus mulai sebelum berat badan gue mencapai angka yang paling mengerikan. Apalagi sekarang gue sering ngeluh pusing setiap habis makan seafood. Gue takut kolestrol tinggi dan obesitas kalau gue terus-terusan makan tanpa sadar itu baik apa nggak untuk tubuh gue. Berbagai metode diet udah gue coba mulai dari Food Combining, diet golongan darah, OCD nya Dedy Corbusier, Diet mayo tanpa garam, diet detoks sampai diet ekstreem tanpa nasi dan gula. Namun metode diet yang berbeda-beda itu membingungkan gue sampai gue menemukan metode terbaik hingga akhirnya sampailah gue ke "Rawfood".

Salah satu yang menginspirasi gue adalah artis Sophie Navita, istrinya Pongki Baratha ini mengubah pola hidupnya menjadi pecinta Rawfood yaitu hanya makan buah dan sayuran mentah atau sayuran yang hanya dimasak dengan suhu rendah. Menurut mbak Sophie pola makan rawfood ini banyak banget manfaatnya untuk kesehatan. Sejak ia merubah pola makannya ia sekeluarga mengalami banyak perubahan mulai dari tubuh yang ramping juga bonus kulit yang sehat. Gue pernah nonton dia disalah satu acara dan mulai saat itu gue rajin banget ngintip Instagram nya dan baca blognya dari situ gue terinspirasi pengen hidup sehat dan menjajal Rawfood. Nggak usah gue jelasin disini ya apa itu Rawfood karena gue pun belum 100% Rawfood dan terkadang masih suka bablas makan sembarang. Kalau pengen tau bisa baca blognya mbak Sophie atau searching di Google.



Gue bisa beradaptasi dengan jenis makanan Rawfood karena pada dasarnya sejak kecil gue adalah Fruitarian addict dan pecinta sayur-sayuran. Dari kecil gue udah suka banget makan lalapan jadi gue nggak pernah masalah dengan makan sayuran mentah. Untuk sekarang mungkin gue menerapkan dulu ke diri gue sendiri karena kalau ingin mengajak keluarga harus punya komitmen yang kuat "everybody harus berubah" begitulah yang gue tanamkan dalam diri gue. Untunglah suami gue makannya nggak neko-neko, nggak punya makanan favorit selain jengkol, jadi masih bisa di ajak makan sehat. Dan untuk Raheesa dari pertama MPASI udah gue kenalin buah-buahan dan sayuran jadi sampai sekarang nggak ada masalah makan sayur dan buah semuanya di hajar. 

Sayuran favorit gue adalah brokoli dan mentimun, selain mudah diolah dua jenis sayuran ini cukup mengenyangkan. Cara mengolahnya pun sangat sederhana. Kalau timun biasanya gue bikin acar dan untuk brokoli cukup di rendam dengan air panas 1 menit terus ditaburin bawang putih yang digoreng dengan minyak zaitun. Kalau iseng pengen ngemil biasanya gue ngemil makanan olahan dari buah-buahan seperti alpukat dan tomat, minum smoothie campuran buah dan sayuran juga jadi favorit gue. Atau kalau lagi pengen yang legit-legit gue  bikin pisang bakar madu yang ditaburin bubuk kayu manis.

Beberapa contoh makanan olahan gue:
A photo posted by Tary Onnie (@taryonnie) on

A photo posted by Tary Onnie (@taryonnie) on

A photo posted by Tary Onnie (@taryonnie) on

Awal-awalnya agak sedikit susah menyesuikan diri dengan pola makan yang aneh begini. Kesulitannya ketika menghidangkannya untuk suami, dia selalu bertanya "ini apa" dan gue kalau males ngejelasin hanya bilang "udah makan aja". Dasar suami gue orangnya nggak pernah komplain dengan masakan istri jadi apapun yang gue kasih semua dimakan. Tapi setiap hari selain menghidangkan Rawfood gue masih masak makanan lain misalnya ayam opor, sop, sambel dan goreng-gorengan untuk suami. Masih belum bisa 100 % Rawfood, masih abal-abal lah tapi apa salahnya mencoba beralih ke pola makan sehat kalau sebenarnya itu yang dibutuhkan oleh tubuh. 

Sekarang kalau belanja daftar barang utama yang gue beli adalah sayuran dan buah-buahan. Gue bahagia banget kalau di kulkas gue banyak stok buah dan sayur. Memang pengeluaran bulanan agak sedikit membengkak karena dua hari sekali paling nggak gue harus belanja buah dan sayuran segar dan gue setiap hari juga harus masak yang berbeda-beda untuk suami dan Raheesa karena Rawfood tidak dianjurkan untuk anak-anak.

Hampir 2 bulan menjajal Rawfood, yang paling gue rasain banyak perubahannya adalah gue gak pernah ngeluh pusing dan BAB gue lancar. Masalah utama gue sebenarnya ada di sistem pencernaan karena dulu gue hanya bisa BAB setiap dua atau tiga hari sekali.

"masih tertarik sate padang sih sebenarnya, batagor di pertigaan komplek juga enak tuh, apalagi mpek-mpek kapal selam yang kuahnya sangat menggoda itu". Dan ajakan suami makan bakmi bangka terkadang masih sulit untuk di tolak. Begitu susahnya menepis nafsu, apalagi urusan perut. Namanya juga belajar harus bisa menahan diri. Ini bukan buat gaya-gayaan atau sekedar ngikutin trend biar disebut kekinian, lebih ke masalah pilihan dan keinginan untuk hidup lebih baik.


"Rawfood itu adalah pilihan, kalau orang-orang suka dan cocok, kenapa tidak dicoba. Tugasnya adalah makan berkesadaran, karena gue percaya makanan enak itu hanya enak dilidah saja". 

#edisimensupportdiri


Tuesday, 5 May 2015

Jodohku... Dimana Jodohku

Masa remaja gue bisa dibilang cukup bergelora. Gue bahagia bisa melakukan banyak hal dimasa muda gue. Menyalurkan hobi, melakukan traveling, mencoba hal-hal yang baru dan menemukan banyak teman. Apapun yang gue lakukan dulu semua didasarkan oleh kata hati, tanpa ada sedikitpun intervensi dari kedua orang tua termasuk dalam hal memilih jodoh. Kalau pernah merasakan manis, maka tak afdol kalo belum merasakan pahit begitupun dalam masa remaja, ada cerita bahagia ada pula cerita sedih kebanyakan sih dalam urusan pertemanan dan percintaan. Hilang satu teman udah biasa terjadi, tapi berkali-kali kehilangan pacar itu sudah masuk kategori luar biasa.

Kali ini gue bukan mau cerita tentang mantan-mantan pacar gue yang nggak beruntung itu yah, nggak etis ajah kalo gue ceritain di blog ini secara diam-diam suami gue mungkin pernah khilaf baca tulisan istrinya. Paragraf diatas hanya sebagai kata sambutan, gue sebenarnya pengen nulis tentang jodoh seperti judul diatas jodohku dimana jodohku? yang jelas bukan di Jonggol seperti kata Wakwau.  Gue berniat menulis tentang jodoh ini setelah melihat status seorang teman yang menulis "jodohku... dimana" di beranda Facebooknya tadi pagi.




Jodoh memang rahasia Illahi nggak ada satupun manusia di muka bumi ini yang sejak pertama lahir udah ketahuan berjodoh dengan siapa, atau nggak ada satupun manusia di bumi ini yang bisa request sama Allah pengen berjodoh dengan siapa. Semua benar-benar rahasia sampai masanya itu tiba. Gue contohin diri gue sendiri jatuh bangun putus nyambung dalam hal percintaan siapa sangka gue bakal berjodoh dengan teman chatting gue di YM, nggak dapet firasat apapun ketika pertama kali kenal kalo suami gue ini adalah jodoh gue. Atau contoh lain mantan pacar gue yang gagal gue nikahin nggak taunya berjodoh sama saudara sepupunya sendiri, gue yakin diapun sebelumnya mungkin nggak pernah tau kalau sepupunya sendiri adalah jodohnya.

Jodoh pada dasarnya bukan sekedar bertemu terus merasa cocok dengan apa yang kita idam-idamkan. Misalkan dulu ekspetasi gue mencari jodoh pengen cowok yang ganteng, rambut keriting dan bermata elang seperti Nicholas Saputra namun yang gue temui adalah laki-laki yang mungkin gak setampan si Nico tapi bisa bikin hati gue klepek-klepek kayak lagu dangdut. Kenyataan bisa berbanding terbalik dengan khayalan kadang apa yang kita dapatkan nggak seperti yang kita inginkan. Seperti kata gue tadi kalo bisa request jodoh sama Allah mungkin banyak orang yang request jodoh sesuai dengan yang diinginkannya. Bahkan gue mungkin dengan tidak tau diri request minta berjodoh sama Lee Min Hoo. Eh tapi kalo gue berjodoh sama Lee Min Hoo, gue mungkin nggak kuat mental dan bisa kurus kering karena cemburu buta  ngeliat doi beradegan mesra dengan Park Shin Hye dan artis cewek lainnya.

Jodoh adalah hal yang ghaib kita nggak bakalan tau bakal berjodoh dengan siapa, mungkin si kaya dengan si miskin si ganteng dengan si buruk rupa, bila Allah sudah berkehendak nggak ada satupun manusia yang bisa menolak. Bisa jadi di masa yang akan datang gue besanan sama Kate Middleton anak gue jadi mantu Kerajaan Inggris. Seandainya Pangeran George jadi mantu gue, gue borong tuh semua tiket konser SUJU buat GankKdrama biar nggak ada yang galau gak kebagian tiket. *emak-emak mulai delusional.

Jodoh nggak bakalan ketukar, mungkin cuma di sinetron aja ada judul jodoh yang tertukar. Upss... salah ya? Dari masih berbentuk jabang bayi di dalam kandungan, ketika ruh kita ditiupkan disana sudah ditentukan Allah takdir bagi kita mulai dari rejeki, jodoh dan maut. Kalau pacaran terus putus dan gagal menikah itu adalah takdir berarti dia bukan yang terbaik. Bahkan orang yang sudah menikah pun kalau masa jodohnya udah expired bakal berpisah juga. Gue pernah baca di salah satu buku tentang pernikahan " pasangan yang menikah itu belum tentu itu jodohnya " jodoh belum tentu bisa terwujud dalam suatu pernikahan. bisa jadi setelah menikah lalu bercerai dan menemukan jodoh yang lain. Tapi maunya gue semoga suami gue jodoh gue satu-satunya seperti lirik lagu Anang dan Ashanty berikut ini.

jodohku... maunya ku dirimu... 
satu cinta hingga ajal menjelang ...
aku dan kamu satu, saling mencinta syalala...lala...lala...

Jodoh itu bukan menyatukan dua hati yang berbeda, tapi menyatukan satu hati yang terbelah menjadi dua. Ingat kata Pak Mario Teguh 

"Jodoh kita yang memilih, Tuhan yang merestui. Tidak ada satupun yang bisa menjadi jodoh kita kalau bukan kita yang menjodohinya. Maka jadilah pribadi yang baik agar baik juga belahan jiwa yang di jodohkan Tuhan untuk kita".

Tapi yang seringkali terjadi banyak orang mencari jodoh hanya melihat secara fisik aja, wajah tampan punya mobil keren dan punya profesi yang menjanjikan sehingga mendorong seseorang mencari pasangan hidup sesuai dengan apa yang diinginkannya padahal belum tentu itu pasangan terbaik yang mengerti dan mau menerima apa adanya. Sekali lagi gue bilang kita perlu berkaca. Berkaca pada diri sendiri sudah pantaskah gue memiliki jodoh yang baik, yang sempurna seperti yang gue impikan. Bila belum ketemu juga serahkan semua kepada Tuhan, karena jodoh di tangan Tuhan belum kalau waktunya belum tepat, nanti kalau harus pantaskan diri dan tidak jika dia bukan yang terbaik. Janganlah pesimis bagi yang belum bertemu jodohnya tetap berdoa dan berikhtiar.

"Berdirilah di depan cermin, lihat dirimu sendiri seperti apa. Jodoh itu tergantung dari diri kita sendiri, jika kau baik maka jodoh yang baik akan datang dengan sendirinya. Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik begitu juga sebaliknya".


Saturday, 2 May 2015

Cerita Tentang Kebun Harapan


Masih dalam suasana weekend, sebelum jalan-jalan ke Kota Tua sore ini gue pengen cerita tentang kebun harapan. Kenapa gue sebut kebun harapan? karena di sebidang tanah ini bertumpu banyak harapan dari orang-orang terkasih gue, terutama Ayah yang disetiap jengkal tanah di kebun ini menetes keringatnya. Kebun ini memang bukan milik ayah, tanah ini dibeli sama Om gue 3 tahun yang lalu daripada kosong jadi Ayah dan Om gue mencoba peruntungan menanam pohon lada.

Bangka memang terkenal sebagai daerah penghasil lada, dulu sebelum orang-orang beralih ke bisnis pertambangan timah, lada merupakan salah satu sektor yang menghasilkan di Pulau Bangka. Lada putih Bangka kualitasnya adalah yang terbaik di dunia karena tingkat kepedasan, aroma dan kandungan minyaknya tertinggi dibanding yang lain. Zaman gue SMA sekitar tahun 2000 an, harga sekilo lada bisa mencapai 150 ribu rupiah/kilogram, saat itu dengan harga 150 ribu/kg dinilai sudah cukup mahal, dan dari tahun ke tahun harga lada selalu bergerak naik.

Sebelum mengenal bisnis pertambangan timah, dulu sebagian masyarakat Bangka mengandalkan lada sebagai sumber mata pencaharian. Tetangga gue dulunya adalah petani besar, mereka memiliki kebun lada yang banyak dan luas sampai-sampai mengambil pekerja dari Pulau Jawa untuk mengurus kebun dan memetik lada pada saat panen tiba. Setiap musim panen, mereka mengeruk keuntungan yang sangat banyak dari hasil berkebun lada. Saat itu banyak petani Bangka yang makmur karena lada namun ketika mereka beralih ke bisnis pertambangan timah banyak petani yang tergiur bahkan ada yang menjadikan lahan kebunnya sebagai tempat menggali timah. Setelah timah dikeruk menyisakan lahan yang hancur dan tanah yang berubah menjadi kolong-kolong berair menyerupai danau kecil, tanah yang sudah hancur itu butuh waktu berpuluh-puluh tahun untuk mereklamasinya untuk bisa ditanami lagi. Hal seperti ini sangat banyak terjadi di Bangka. Banyak petani beralih menjadi penambang, namun setelah pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap penambangan timah ilegal perlahan-lahan petani Bangka mulai menggarap kebun dan menanam lada lagi.

Ayah gue sebenarnya bukan petani, dulu ia berwiraswasta namun sudah beberapa tahun belakangan ini ia beralih profesi menjadi petani. Om gue ngemodalin membeli bibit, pupuk dan semua keperluan untuk menanam lada, Ayah gue yang menanam dan mengurus semua hal yang ada dikebun. Dulu sempat ada dua orang yang ikut bekerja menjaga kebun namun tahun kemarin balik ke kampungnya di Jawa dan sekarang kebun hanya di jaga oleh 2 ekor anjing. Ayah gue menanam 3000 pohon lada sekarang ada 1000 pohon yang sudah berbuah dan siap menunggu panen. Usai lebaran Idul Fitri ini lada yang 1000 pohon itu sudah bisa panen karena biji buahnya sudah besar dan utuh tinggal menunggu matang.

Ini suasana di kebun beberapa waktu yang lalu, poto diambil sama sepupu gue saat acara kumpul makan bareng di kebun. gue sempet iri banget karena gak bisa ikutan.



Pondok kebun



Hamparan pohon lada yang tumbuh subur



Pohonnya menjulang tinggi



Bulir-bulir buah lada siap menunggu matang


Proses menanam lada memang agak ribet dibanding menanam pohon lain, setelah pohonnya tinggi lada harus diberi kayu penyangga. Orang Bangka biasa menyebutnya kayu junjung. Kayu junjung ini juga dipilih dari kayu yang kuat dan tidak mudah lapuk, karena masa panen lada yang cukup lama minimal 3 tahun  kayu penyangga yang dipilih pun harus yang benar-benar kuat dan tahan dari rayap. Selain itu harus dipantau juga waktu memupuk dan menyemprot hama pohonnya.

Ayah dan Om gue menanam dan mengurus pohon ladanya sendiri, kemaren waktu pulang kampung gue sempat main ke kebun dan luar biasa semua pohon lada tumbuh dengan subur pohonnya tumbuh menjulang tinggi, daun-daunnya lebat dan mulai berbuah bahkan sebagian mulai matang dan siap panen. Semoga tangan ajaib Ayah membawa berkah panen yang banyak dan semoga harga lada bergerak naik menacapai level yang tinggi. Gue selalu berdoa semoga usaha dan kerja keras Ayah gak sia-sia. Setiap tetesan keringat yang jatuh dibalas Allah dengan beribu-ribu kebaikan. Seperti pohon lada yang rimbun daunnya dan lebat buahnya moga rezeki Ayah juga  seperti itu. Semua harapan, semua keinginan dan cita-cita bertumpu di sana, di kebun harapan.  Good job ayah.... 


"Setiap ada doa dan usaha, disana harapan niscaya akan jadi nyata".


Friday, 1 May 2015

Cerita Tentang Barbie Pertama Raheesa


Waktu kecil sebenarnya gue tumbuh menjadi anak perempuan yang girly, mainan favorit gue adalah boneka. Boneka beruang coklat berbaju motif kotak berwarna hijau adalah boneka pertama yang gue miliki. Dulu nyokap gue jarang beliin gue boneka, seingat gue setiap nyokap ke pasar gue selalu ngerengek minta dibeliin boneka cewek yang ada rambutnya, namun lagi-lagi gue harus kecewa karena setibanya dirumah boneka yang gue minta gak pernah ada, dan sebenarnya gue cukup paham dengan alasan  nyokap gak beliin boneka permintaan gue. Dulu setiap moment lebaran adalah hari yang paling membahagiakan bagi gue karena di hari itu gue bebas membeli apapun yang gue mau dengan uang THR pemberian orang tua, boneka adalah barang yang selalu gue beli setiap moment lebaran.

Boneka berambut emas dengan mata bulat adalah boneka favorit gue, biasanya gue rajin banget bikin baju-bajuan dari daster bekas nyokap. Waktu duduk di SD gue belum kenal boneka Barbie, pertama kali lihat Barbie adalah kepunyaan anak tetangga baru gue yang ngontrak di depan rumah, namanya Santi pindahan dari Jakarta orang tuanya berasal dari Irian Jaya. Bonekanya banyak banget mulai dari yang besar sampai yang kecil mulai dari boneka Teddy Bear sampai dengan Baby Doll lengkap dengan pernak-perniknya. Dari semua boneka yang ia miliki gue kepincut sama boneka Barbie miliknya, waktu itu di kampung gue sepertinya dia doang yang udah mainin Barbie. Saking banyaknya boneka yang ia miliki bikin gue iri banget, tapi gue masih kecil tetap tau diri. Sadar nyokap gue gak bakalan mau beliin dan di kota gue gak ada juga yang jualan Barbie gue memendam hasrat pengen punya boneka Barbie itu sampai gue gede.

Nyokap gue tau gue demen banget sama boneka, pernah suatu ketika diulang tahun gue yang ke 25 tahun 3 buah boneka Micky Mouse dan Donald Bebek jadi hadiah kejutan buat gue. Seperti halnya seorang anak kecil yang bahagia banget ketika mendapat boneka baru, rasa yang sama juga gue alami ketika gue ngelahirin Raheesa. Bagai mengulang kembali masa-masa membahagiakan di waktu kecil, melahirkan seorang anak perempuan adalah hal yang sungguh ajaib dalam hidup gue. Seperti halnya bermain boneka di waktu kecil, Raheesa ibarat boneka yang harus gue jaga dan lindungi dan gue rawat sebaik mungkin. Kehadiran Raheesa bikin hidup gue lebih lengkap dan gue gak pengen memiliki boneka berwujud apapun lagi di dunia ini.


Sebulan yang lalu gue sama adik laki-laki gue ngajakin Raheesa jalan-jalan ke Mall, masuk ke Toys Kingdom Raheesa mulai bingung memilih mainan. Raheesa juga suka boneka, ia antusias banget dengan boneka bayi berambut pirang yang lucu-lucu. Kebetulan adik gue mau beliin Raheesa mainan jadilah gue yang paling antusias ingin memilih yang mana yang hendak di beli. Gue ingat Barbie, boneka yang ingin gue miliki di waktu kecil, kalo dulu gue hanya bisa bermimpi ingin punya boneka Barbie, kali ini biarlah Raheesa yang merasakan bahagia memiliki Barbie.

Akhirnya pilihan tertuju pada Barbie hitam manis berambut coklat ini, jadilah ini Barbie pertama yang dimiliki Raheesa.


Pulang ke Bangka kemaren, di lemari nenek banyak boneka unyu ini, memang udah disiapin buat cucu tercinta katanya. 



Gue sepertinya yang paling antusias, melihat boneka yang lucu dan imut ini keinginan gue untuk membuat baju-bajuan dari daster bekas pun menggebu-gebu, gunting- menggunting, jahit-menjahit pun gue lakonin sampai jam 2 pagi, alhasil suami hanya bisa geleng-geleng kepala. Untung suami gak bilang #pusingpalabarbie hehehe...

Iyak.... gue masih demen main boneka #akumahgituorangnya.

"Seperti kebanyakan boneka Barbie, senyumnya selalu mengisyaratkan kepada kita bahwa dia bahagia, maka tersenyumlah dengan sendirinya bahagia akan tercipta".

Sekian quote dari gue.


Tuesday, 21 April 2015

Nenek Dengan Sejuta Kenangan Dan Cerita

Di moment hari Kartini ini gue pengen nulis spesial tentang nenek gue. Hari ini 3 hari sudah nenek berpulang ke sisi Allah, sedih banget pagi Minggu yang cerah gue dapet telpon dari sepupu yang ngabarin kalo nenek udah nggak ada lagi. Nenek udah beberapa tahun ini sakit kondisinya kadang membaik kadang ngedrop, sakitnya udah macem-macem mulai dari gondok mata, maag, jantung dan darah tinggi, udah segala macem pengobatan di jalanin sampe akhirnya nenek menyerah dan ikhlas pada takdir, minggu pagi yang cerah dihadapan sebagian anak-anaknya nenek menghembuskan nafas terakhir dengan menyisakan kelembutan di wajahnya.




Gue nggak bisa melihat  nenek untuk yang terakhir kalinya, gue dapet tiket pesawat jam 15.50 sedangkan ba'da ashar nenek udah dikebumikan. Keesokan harinya gue baru bisa nyekar ke kuburan nenek. Sedih banget tahun baru kemaren pas pulang liburan gue masih ketemu dan nenek sempet minta dipotoin bareng Raheesa cicitnya namun kali ini gue pulang yang gue temuin hanya tanah kuburannya.


Dalam sejarah hidup gue nenek banyak banget jasanya sama gue. Katanya gue adalah cucu kesayangan nenek, mungkin karena gue cucu pertama jadi kenangan gue bersama nenek lebih banyak dibanding cucu lainnya. Gue masih inget dulu waktu kecil gue sering diajak nenek pargi ke kampung halamannya nginep dirumah saudaranya yang tinggal di kampung. Nenek sering masakin makanan kesukaan gue, setiap lebaran yang nggak bakal dilupain adalah lontong kuah sayur khas nenek banget. Naggak ada yang bisa nandingin rasa kuah lontong sayur bikinan nenek bahkan anak-anak nya pun nggak bisa masak yang sama persis rasanya seperti nenek. Lebaran kali ini sayangnya udah nggak bisa lagi makan lontong kuah sayur bikinan nenek, dan lebaran ini bakal beda banget rasanya tanpa nenek.

Nenek adalah seorang Single Parent yang sangat tangguh di usia muda ia sudah ditinggal suaminya meninggal dunia dengan anak yang banyak dan masih kecil-kecil. Seorang diri nenek menghidupi 7 orang anaknya sampai besar dan mampu berdiri sendiri. Walaupun dulu hidup dengan kondisi yang pas-pasan namun nenek cukup berhasil mendidik anak-anaknya dengan nilai-nilai hidup yang sangat baik bahkan nilai-nilai hidup ini juga diajarkan kepada cucu-cucunya. Nenek selalu mengajarkan agar selalu akur dan rukun sesama saudara, dan yang paling gue inget nenek emang paling cerewet sama gue kalo gue telat mandi pagi.

Sekarang nenek udah pergi dengan tenang, meninggalkan kami dengan sejuta kenangan dan cerita, baik itu cerita sedih ataupun senang nenek selalu ada mendampingi kami dengan ikhlas dan sabar. Selamat jalan nenek tersayang semoga Allah mengampuni segala dosa, semua amal ibadah nenek diterima disisi Allah dan ditempatkan di Syurga terindah. Tunggu hantaran doa dari anak-anak dan cucu-cucumu. Kami semua merindukanmu.

Karena sesungguhnya

Begitu kita dilahirkan, kita berjalan selangkah demi selangkah menuju kematian. 



Thursday, 16 April 2015

Why Do I Love Kdrama

Banyak yang nanya ke gue kenapa sih suka nonton Drama Korea? emang apa bagusnya, bagusan mana sama serial dari barat sana, dan seabrek pertanyaan dengan nada meremehkan lainnya  yang kadang bikin gue males ngejawab dan gue lebih memilih untuk diam ketimbang beradu argumen. Untungnya pertanyaan-pertanyaan itu bukan datang dari emak gue, karena emak gue sama halnya dengan gue pecinta drama korea sejati.

Beberapa alasan kenapa gue jadi Kdrama addict dan lebih memilih Drama Korea sebagai daftar tontonan paling atas  tontonan favorit gue.

Gue suka Aktor dan Aktris Korea
Siapa sih yang nggak terbius dengan ketampanan dan kecantikan para Aktor dan Aktris dalam Drama Korea? sebut saja Rain Bi, Lee Min Hoo, Kang Ji Hwan, Park Seo Joon dan sederet nama beken lainnya. Bukan berarti aktor dan aktris dari indonesia nggak ada yang gue suka ya, gue masih menempatkan Nicholas Saputra dalam lubuk hati gue yang terdalam dan Dian Sastro sebagai inspirasi gue sedangkan yang aktris gue suka banget sama Song Hye kyo, Eun Hye dan Jang Nara. 

Gue suka ide cerita dalam Drama Korea
Yang suka Drama Korea pasti sepakat sama gue mengenai hal ini, kebanyakan ide cerita dalam Drama Korea yang gue tonton nggak pernah gue lihat di Sinetron Indonesia (nggak ada maksud ngebandingin ya). Sepertinya ide cerita dalam Drama Korea kadang diluar dugaan kita seperti serial My Heart From Another Star, masa iya sih ada alien yang hidup ratusan tahun bisa jatuh cinta sama seorang artis yang notabene nya manusia biasa, terus ada juga serial Blood yang bercerita tentang seorang vampire yang juga jatuh cinta sama seorang Dokter, atau yang masih ingat Drama Faith nya Lee Min Hoo, yang juga bercerita tentang seorang Dokter bedah yang bisa melewati lorong waktu. Kalau dipikir emang nggak masuk akal bisa-bisaan Writer nya lah mengkhayal dan menjadikan ide cerita, tapi nggak bisa dipungkiri gue suka genre Drama Korea yang seperti ini dan gue bisa terima ketidakmungkinan itu. Selain genre fantasi sepertinya gue suka semua genre Drama Korea apalagi yang romance comedy seperti Drama Witch Romance. Dari sekian banyak drama yang gue tonton walaupun kadang ending nya nggak seperti apa yang di harapkan, seperti drama Endless Love drama korea pertama yang gue tonton dimana endingnya berakhir sangat memilukan ditutup dengan kesedihan karena kematian dua tokoh sentralnya Eun Seuh dan Yoon Jun Suh, namun banyak banget kok drama korea favorit gue yang berakhir happy ending seperti  drama Lie To Me, Goong, Full House, Personal Taste, My Fair Lady, Pinocchio, Healer, My lovely girl  dan sederet judul keren lainnya. Selain yang gue tulis diatas gue juga suka Drama Korea saeguk yang ceritanya didasarkan pada sejarah seperti Dae Jang Geum misalnya.

Gue suka plot dan alur Drama Korea
Udah lumrah dan biasa kali ya kalau di sinetron-sinetron alur ceritanya berkisah tentang anak orang kaya yang jatuh cinta dengan anak pembantu atau kisah ibu tiri yang ingin menguasai harta kekayaan bahkan yang paling sering di jumpai adalah cerita rebutan suami atau pacar, begitupun di Drama Korea alur cerita seperti ini sering banget di jumpai di setiap drama, tapi yang bikin beda alur cerita di Drama Korea dan sinetron kita menurut pandangan gue adalah kalo di Drama Korea alur cerita biasa seperti itu bisa dikemas lebih menarik dan apik contohnya sederhana aja, misalnya cerita tentang orang paling kaya di Korea seperti di Boys Before Flowers disitu ditunjukin mulai dari hal-hal kecil dan faktor-faktor apa yang ikut menunjang dan menunjukkan kalo mereka benar-benar kaya seperti rumah tempat tinggal, mobil, dan  usaha yang digelutin. Begitupun tokoh antagonis di Drama Korea nggak perlu ngebentak dengan omongan kasar cukup dengan dialog yang santai tapi menikam udah cukup memperjelas kalau dia tokoh antagonis dalam drama tersebut.

Gue suka OST dalam Drama Korea
Sepertinya para Composer dan tim produksi sebuah drama di Korea sana sangat pintar ya dalam mengcombinasi antara drama dan original soundtracknya, yang gue temuin sepanjang sejarah gue nonton Drama Korea rata-rata ost nya sangat maching dengan drama tersebut, seperti ost drama Endless Love yang berjudul Reason, gimana nggak nangis bombay nonton dramanya yang sedih itu lha wong ost nya terdengar pilu sekali. Tapi yang paling gue suka adalah instrumen yang berjudul Paradiso dari drama Full House, dan sampe sekarang gue belum bisa move on dari semua original soundtrack drama It's Oke That's love yang semuanya catchy banget menurut gue.

Gue suka pesan moral dalam Drama Korea
Setiap selesai namatin Drama Korea gue kadang suka gagal move on, galau karena nggak puas sama ending ceritanya atau dilema karena endingnya terlalu bikin gue bahagia sehingga berniat untuk mengulang lagi dari episode pertama. Ada semacam kepuasan batin kalo abis nonton Drama Korea (bagian ini mungkin sedikit lebay) tapi ini beneran gue suka ngambil hikmah dari setiap cerita, sepertinya setiap habis nonton Drama Korea banyak hal baru yang gue dapet, seperti ketika gue nonton Drama Emergency Couple yang bergenre romance dan medical, setelah nonton drama itu gue jadi tau beberapa istilah dalam ilmu kedokteran, begitupun dalam drama My Lovely Girl yang menyelipkan sedikit cerita tentang industri musik di Korea. Tapi yang paling sering gue temuin di Drama Korea adalah teman masa kecil = jodoh di masa depan. Selain pesan moral yang gue dapet gue juga suka kutipan-kutipan yang ada di Drama Korea, contoh ini kutipan favorit gue dalam Drama Pinocchio.
“Sebuah kebenaran terjebak dalam dinding kebohongan mungkin terlihat damai seperti air yang tenang, tapi tanpa ada yang menyadarinya. Kebenaran itu akan menemukan celah terkecil di dinding dan akan keluar menuju dunia. Dan pada akhirnya dinding itu akan runtuh dan kebenaran mengalir keluar ke dunia.” (Choi Dal Po)

Gue suka scene-scene romantis dalam Drama Korea
Nggak bisa dipungkiri adegan romantis adalah saat-saat yang ditunggu saat nonton Drama Korea, nggak melulu harus adegan ciuman ataupun adegan hot di ranjang, berbagai potongan scene romantis dalam Drama Korea itu nggak monoton seperti di sinetron-sinetron, contohnya yang selalu gue temui di Sinetron Indonesia adegan lagi jalan trus ketabrak cowok ganteng, lalu bukunya jatoh dan sama-sama mungutin itu buku sambil pandang-pandangan abis itu  sadar trus berantem dengan dialog standar "loe buta nggak punya mata ya? atau bla...bla... bla.... . Scene romantis dalam Drama Korea yang gue temui kebanyakan sangat manis dan nggak pernah gue temuin di sinetron kita misalnya scene saat Lee Min Ho ngeringin rambut Son Ye Jin dalam drama Personal Taste.



Scene makan roti Lee Jong Suk dan Park Shin Hye di Drama Pinocchio.


Salah satu scene favorit gue ketika  Lee Min Ho melihat Park Shin Hye yang sedang tidur di The Heirs.


Scene romantis dalam drama Fated To Love You di episode terakhir.


Scene yang sepertinya setiap orang suka ya, basah-basahan seperti dalam adegan drama It's Oke That's Love ini.



Salah satu adegan yang gue suka di Drama Lie To Me, dan gue sempet berkhayal dulunya waktu masih pacaran duduk di bangku berdua sambil ngeliat bunga sakura berguguran, sayangnya hal itu nggak pernah kesampaian dan nggak ada bunga sakura juga di kampung gue.



Mau yang lebih romantis? nih adegan pandang-pandangan antara gue sama bang healer hihihi... tapi sayangnya adegan ini nggak pernah ada di drama, di sensor kali editor nya sentimen sama gue! .



Itu sebagian alasan kenapa gue suka banget sama Drama Korea, kalo ditulis secara detil bisa panjang banget kali, bagi yang nggak berminat atau belum pernah nonton Drama Korea coba deh sekali-sekali bersahabat dengan remote DVD nya kali aja jadi demen atau kalo emang nggak demen berarti memang kita nggak pernah sehati, dan kesukaan seseorang memang nggak bisa di paksakan. Masa gue mau maksain elo yang tadi nya demen nonton GGS jadi nonton Sensory Couple? ya sudahlah... gue sudah cukup  berbahagia dengan nonton Drama Korea sebagai pelipur lara dikala sedih dan obat anti badmood yang paling mujarab, diluar sana gue sudah menemukan teman-teman yang senasib dengan gue. Dan Kami bahagia dengan KEGILAAN ini!!



Saturday, 11 April 2015

Ngomongin Tentang Masa Depan


Seperti kebanyakan anak pada umumnya, waktu kecil kalo ditanya gue pengen jadi apa dengan sigap gue menjawab jadi Guru, kemudian seiring berjalannya waktu gue pernah berkeinginan menjadi Dokter, Pramugari, Polwan dan Penyiar Radio. Diantara semua keinginan yang pernah gue ucapin yang terakhir yang terealisasi dan jadi kenyataan.  Menjadi penyiar radio adalah cita-cita gue waktu masih duduk di bangku SMA gara-gara sering nongkrong di salah satu stasiun radio di deket sekolahan gue akhirnya terbersit keinginan agar dikenal lewat udara, dan pada masa itu profesi Penyiar Radio adalah profesi yang paling keren *itu menurut gue loh?.

Kini semenjak gue menikah dan resmi menjadi mantan Penyiar Radio gue agak sedikit menyesali keputusan gue dulu. Mulai dari tamat SMP, ketika gue bimbang memilih antara masuk SMU atau SMEA, gue sebenarnya pengen masuk SMU dan ngambil jurusan IPA atau Bahasa namun akhirnya gue terjebak dalam lingkungan yang bukan maunya gue. Karena nggak mengikuti kata hati gue akhirnya memilih masuk SMEA dan ngambil jurusan sekretaris. Begitupun ketika tamat SMEA dan masuk ke dunia perkuliahan, gue pengen banget kuliah dan ngambil jurusan Sastra namun lagi-lagi gue salah jalan dan terperangkap dalam jurusan Manajemen Informatika, begitupun akhirnya di dunia kerja lagi-lagi nggak nyambung dengan basic gue, tapi gue cukup berbangga hati bisa bekerja dalam dunia Broadcasting.

Mengenai berapa banyak salary yang dihasilkan dari bekerja sebagai pengorbit suara sepertinya sangat jauh dibandingkan profesi-profesi lainnya, apalagi itu radio milik swasta. tapi gak etis lah kalo gue sebutin disini ya... syukur alhamdulillah masih cukup buat nyicil motor tiap bulan. Gue selalu salut dengan orang-orang yang konsisten  dengan pekerjaannya, pekerjaan yang dilakoni selama bertahun-tahun dengan penuh keyakinan, meski jatuh bangun, maju mundur tapi tetap berpegang teguh pada prinsip. Gue contohin gak jauh-jauh orang tua gue sendiri, orang tua gue notabene nya adalah pedagang dan ibu gue memulai bisnis makanannya dari sejak gue SD, bisa dibilang dari bisnis itulah sampai gue dan adik gue bisa mengenyam pendidikan sampe bangku kuliah. Sudah belasan tahun meski kadang bosan dan jenuh namun ibu gue masih terus melkakoni pekerjaannya sampai sekarang. Dan yang bikin gue salut ibu gue pernah ngomong begini "rezeki kemaren, hari ini dan besok itu tentu berbeda, jadi walaupun kemarin dapet banyak dan hari ini sedikit berarti emang hanya segini yang dikasih Allah, jadi bersyukur aja". itu kata-kata penyemangat yang ampuh ketika dagangan lagi sepi atau tak habis terjual.

Gue masih jauh dari kata sukses, pencapaian gue baru sebatas itu, gue belum menjadi siapa-siapa yang patut di banggakan. Mungkin gue agak sedikit terlambat, bila dibandingkan dengan teman-teman gue yang sudah duluan sukses. tapi gue selalu mencoba mensyukuri semua pencapaian gue sampai detik ini. Kalo dulu dengan banyaknya cita-cita yang gue sebutin sampai salah satu nya jadi kenyataan, gak ada salahnya mungkin kalo bercita-cita lagi pengen jadi apa dan sukses dalam bidang apa. Akhir-akhir ini terlintas dalam pikiran gue pengen jadi Desainer, mungkin gue bisa kursus menjahit dan beli mesin jahit. Lalu terlintas juga gue pengen jadi seorang Chef dan yang terakhir gue pengen jadi Pengerajin Furniture. Wah... begitu banyaknya keinginan yang belakangan ini terlintas dalam benak gue, apa mungkin gue bisa mewujudkan salah satu nya. Akh... apa yang nggak mungkin di dunia ini kalo ada niat semoga ada jalan mewujudkan salah satunya.

Di era yang serba sulit ini emang kita dituntut untuk pinter-pinter membaca situasi dan sigap dalam mengambil kesempatan. Tuntutan hidup semakin hari semakin tingi gue sering bertanya-tanya didalam hati sebenernya profesi apa yang bisa menghasilkan pendapatan yang banyak, dalam artian menghasilkan uang yang cepat bukan ngidupin tuyul atau jin iprit ya, catet!. Dalam konteks pekerjaan yang punya prospek masa depan yang bagus. Gue agak sedikit khawatir nasib dan masa depan anak gue nanti nya, ketika ia mulai beranjak dewasa ketika ia dituntut agar bisa berdiri sendiri, profesi apa yang pas untuk anak gue lakoni agar bisa mencukupi kebutuhannya dan mendapat predikat "Orang Sukses". Sebagai orang tua gue pengen anak gue bisa lebih baik dibanding gue dulunya. Kalo dulu gue cuma bisa jadi Penyiar Radio mungkin next time anak gue bisa jadi Direktur atau pemilik stasiun radio, kalo dulu gue cuma kuliah cuma sampe D3 anak gue semoga bisa sampe S3 dan yang pasti gue pengen anak gue selalu survive dan gak berputus asa.

Gue selalu senang punya kesempatan ngobrol bareng suami tentang masa depan, dan gue paling antusias kalau di ajak berkhayal. Suami ingin si kecil Raheesa jadi Atlit Bulu Tangkis, sedangkan gue pengen Raheesa bisa jadi Dokter, lalu kenapa nggak jadi Atlit Bulu Tangkis yang berprofesi sebagai Dokter juga ya, mungkin itu ide yang bagus. Si kecil Raheesa baru berumur 2 tahun, kalo dilihat dari sekarang Raheesa suka nyanyi, hmmm... apa jadi penyanyi aja seperti Raisa ya?? tapi gue gak mau anak gue jadi Entertainer gue berharap Raheesa bisa sukses di bidang akademis dan berhasil menjadi apa yang dicita-citakannya nanti. PR gue dan suami sebagai orang tua cukup banyak ya, mulai sekarang gue harus menyiapkan masa depan yang baik untuk si kecil Raheesa, mulai dari biaya pendidikan dan pemilihan sekolah serta lingkungan yang baik untuk tempat belajarnya nanti. Gue nggak mau anak gue menyesal di kemudian hari, semoga nanti ia bisa memilih apa yang menjadi keinginannya.


Tuesday, 31 March 2015

Teman Baru Dunia Baru

Berhubung catatan ini udah berhari-hari di draft akhirnya gue memutuskan untuk meneruskan lagi cerita perkenalan gue dengan temen-temen baru gue di dunia maya. Friendship, kayaknya ini faktor  yang merubah hidup gue secara dramatis. Semua itu gue alamin karena persahabatan. Dari kecil gue tipe orang yang senang bergaul, pokoknya happy banget kalo punya sahabat karib. Semenjak menikah dan hijrah ke Jakarta jujur aja gue belum punya temen yang klop, dan gue bukan tipe-tipe orang yang suka maen kerumah tetangga atau ngerumpil bareng ibu-ibu di tukang sayur. 3 tahun di Jakarta hidup gue mendadak hampa sampai kemudian gue terjebak dalam dunia para pecinta Drama Korea ini.

Berawal dari hobi yang sama, keisengan yang sama dan juga kealayan bersama yang susah dikontrol akhirnya gue dapet temen-temen baru yang kegilaannya hampir-hampir mirip sama gue. Walaupun gue belum pernah sekalipun bertemu sama emak-emak ini tapi kalo ngobrol masalah Kdrama serasa udah tetanggan lama ajah. Berawal dari Facebook akhirnya pertemanan ini terjadi, dulu gue hanya ngebahas Kdrama bareng emak gue karena yang pertama banget ngeracunin gue nonton Drama Korea ya emak tercinta. Gak afdol rasanya kalo gue nggak nulis bagaimana ceritanya gue bisa jatuh cinta pada pandangan pertama sama Drama Korea.  Pertama kali nonton Drama Korea yaitu drama nya Song Hye Kyo yang Endless Love, gilakkk.... ini drama bener-bener bikin gue nangis bombay kesannya nggak bisa terlupakanlah sampai sekarang. Gimana nggak pesonanya Won Bin di situ bikin ekspetasi gue untuk nyari gebetan naik level, gue mulai suka sama koko-koko kakak kelas gue di sekolahan yang bermata sipit dan berkulit putih, dan gue ingat salah satu cowok yang sering nongkrong di rental VCD langganan gue namanya Akong Tainam bermata sipit dan berkulit putih, doi salah satu alasan gue sering mampir ke rental VCD karena mukanya kece mirip banget sama Won Bin.


Lupakan sejenak si Akong Tainam bagian dari masa remaja gue yang manis. Sebenernya perkenalan ini berawal dari comblangan Teh Erry si bibitititeliti, gak jelas kapan persisnya gue mulai temenan sama Teh Erry di Facebook. Setiap hari gue terhibur banget dengan status-status Teh Erry yang berbau-bau korea, gue pikir asyik juga kalo ikut-ikut nimbrung. Gue ngerasa ada temen buat bertukar informasi atau sekedar bahas tentang drama korea atau idol-idol dari korea. Emang dasar gue orang yang sok kenal sok deket kali ya, akhirnya gue menenggelamkan diri diantara mereka pecinta Kdrama. dari situ gue mulai kenal yang namanya,


Lia Nurmalasari, Yang pertama kali ngeracunin gue nonton si ganteng Lee jong Suk di Drama Pinocchio, gue ngerasa selera gue sama Lia sama dalam hal Drama Korea.

Della Firayama , gue langsung speechless pertama kali tau kalau yang gue add di Facebook adalah seorang penulis novel dan editor novel-novel yang pernah gue baca, mbak della ini menurut gue seperti orang yang paling dituakan lah di GenKdrama ini, itulah mengapa gue nggak berani nyolong-nyolong photonya buat di edit.

Vita Masliyang paling gue inget adalah komennya  ngenawain gue masih nonton TVRI disalah satu status FB *lupa status siapa. Tapi sebenernya yang bikin gue iri sama Vita  bukan karena obsesinya jadi emak tirinya Daehan Mingguk and Manse, gue iri aja dia masih sering ketemu meja siaran padahal gue bertahun-tahun memendam hasrat ingin masuk studio siaran lagi.

Empiee sumpahhh.... tadinya gue pikir ini anak SMA, gue tau empiee seliweran di setiap statusnya teh erry, jadi nggak gue add di FB sampai akhirnya si empiee nge add gue duluan, dan ternyata casingnya yang imut dan unyu adalah seorang pegawai Bank.

Ilmiy, gadis berjilbab pecinta Yong Hwa ini selalu mengambil kesimpulan di akhir percakapan di Whatsapp, suka kaget ketika sadar obrolan di Whatsapp udah 400 chat aja, luar biasa ya mi kelakuaan teman-temanmu ini. O iya mau ngedit potomu loh ndok tapi gak tega sama gadis baik berhijab.


Uttieini beneran racun, gara-gara loe ngedit poto Donghae combine sama Saipul Jamil, gue jadi  otodidak belajar photoshop. Emak yang satu ini emang paling jago ngacak-ngacak poto editan gue yang udah gue edit dengan segenap cinta. Tapi yang paling sukses bikin gue ngakak adalah editan  transformasi Andika Kangen Band menjadi si "L", parah.

Nufritayulita, ibu guru yang takut ketahuan muridnya kalo punya poto editan sama Parhat Abbas, ayoo... dong mak blog barunya di garap kalo bingung mulailah dengan kalimat " pada suatu hari....." *becanda ya mak, gue takut kualat ngajarin guru Bahasa Indonesia.

Mereka semua adalah kdrama holic dan juga seleb blog. Bangga dong, iyalah gue seneng banget bisa kenal dan temenan sama mereka, secara pengetahuan mereka tentang semua hal yang ada di Korea sana lebih banyak dari gue, karena sejauh ini gue agak-agak kesulitan mengingat wajah dan nama-nama bintang Korea kecuali yang gue suka aja. Dan jujur aja sih gue hanya ngepens sama drama korea dan bintang-bintangnya aja  dan belum merambah ke Kpop tapi makin kesini gak menutup kemungkinan gue perlahan-lahan keracunan Kpop juga.

Dari pertemanan ini akhirnya si Empie yang unyu nge add gue di grup WA mulai dari ngobrol masalah serius sampe becanda-becanda konyol yang bikin ngakak setiap hari.  Kelakuan emak-emak ini setiap harinya bikin gue berhenti ngejemur cucian cuma buat bales whatsapp.  Gue happy banget dengan adanya pertemanan ini,karena setiap hari gue punya temen ngobrol yang sama dan paling nggak HP gue nggak sepi-sepi amat. Terakhir gue punya genk jaman SMA dan nggak nyangka setelah jadi emak-emak pun gue masih seneng aja gabung di dalam genk.

Agar obrolan-obrolan kita ada manfaatnya, akhirnya tercetuslah ide untuk bikin website yang isinya sangat beragam mulai dari informasi, review drama bahkan gosip seleb korea dan juga Kpop. Ide ini datangnya dari si Empiee yang unyu, di bantu sang pacar yang setia untuk ikut mendesain, akhirnya tercetuslah sebuah web keroyokan bernama mykoreandrama.com  sesuai dengan tagline nya yaitu, tempat kumpulnya pecinta Drama Korea selain di blog keroyokan, kita juga ngerusuh di Twitter  @myKoreanDramaID juga di fanpage  Facebook My Korean Drama ID. Semoga website ini bisa menjadi sarana informasi bagi para Kdrama Lovers di luar sana dan menjadi sarana motivasi para member untuk selalu rajin menulis. Apalah gue yang blognya hanya berisi tulisan gak jelas tiba-tiba di ajak gabung menjadi member rasanya sesuatu banget lah, senang campur terharu. Tapi sebenernya yang paling gue harapkan dari pertemanan ini adalah gak hanya ketemu di dunia maya tapi ketemu di dunia nyata. Mungkin some day ya girls,  kita bisa ketemuan ngerumpi bareng, ketawa-ketiwi bareng sambil ngemil seblak hihih...






Wednesday, 18 March 2015

Hey... tukang ngeluh itu aku!

Gue baru inget pas ngedelete semua inbox di email gue, 1 bulan yang lalu gue dapet email dari seseorang yang namanya pakai inisial sepertinya di FB juga dia temenan sama gue. Isinya begini "holla ini tary si tukang ngeluh ya.... ?" Hmmm... gue mulai inget kalo bilang tukang ngeluh pasti orang ini dulu sering main ke blog gue yang lama yang udah gue hapus.

Ini buat yang gak inget sama gue, gue dulu yang punya blog www.mengeluh.wordpress.com karena sesuatu dan lain hal blog itu gue hapus dan gue impor semua postingannya ke blog yang sekarang. memang sih gue kurang ngetop di kalangan blogger, Karena pindah blog, jarang update, jarang blog walking, dan gak pernah ikut kopdar2an bareng blogger yang lain jadilah gue jauh dan semakin jauh dari atmosfer perbloggeran ini. tapi gak apalah, gue menulis cuma sekedar ingin bebas berekspresi aja.

Mengingat penting gak pentingnya gue memperkenalkan diri lagi di blog ini sepertinya gue akan tetep nulis siapa gue #narsis
 *tapi kalo ada yang beranggapan gak penting silakan di skip ajah ya... terus jangan ngaku dirimu orang yang humble yah... 😆😆 #becanda

Gue itu anak pertama dari 2 bersaudara. Punya adek cowok beda umur setahun doang, tapi kelihatan seperti gue adiknya secara doi lebih dewasa pembawaannya dibanding gue yang terkadang alay.

Gue itu keras kepala, sedikit sensitif dan cinta kebersihan. gue akan marah besar kalo liat puntung rokok di dalam kamar mandi.

Gue punya selera humor yang payah. Kata orang-orang gue terlalu serius itu juga dpt dilihat dari setiap postingan gue yg lebih banyak serius dibanding becandanya. Tapi setelah kenal gank kdrama selera humor gue ada kemajuan walaupun kadang humor gue garing.

Dari SD mata pelajaran bahasa indonesia adalah yang paling gue suka apalagi kalo disuruh mengarang cerita.

Gue paling antusias menulis kalo perasaan gue lagi galau. Agak kesulitan menulis kalo perasaan lagi bahagia, itu terlihat 3 tahun belakangan ini setelah merid dan punya anak gue jarang banget posting di blog. Ada sih cuma gak seberapa dan itu artinya 3 tahun ini gue happy bgt. Terima kasih ya Allah....

Kalo disuruh memilih gue lebih milih mendengarkan radio dibanding menonton tv, kenapa?? Dari kecil gue udah dikenalin musik sama ortu dan itu dari radio. Dan menjadi penyiar radio adalah bagian yg paling indah di sepanjang hidup gue... arhgg gue jadi rindu meja siaran lagi....

Tempat favorit gue selain toko buku di urutan paling atas adalah pantai dan sawah.

Gue suka warna oranye... gak tau kenapa suka aja pokoknya. Tapi seumur-umur gue cuma punya 1 kaos berwarna oranye dan itu ketika gue SMP.

pecinta pagi, dan suka banget hujan

Penggila drama korea sejati. Gak usah di tulis alasannya... bisa panjang, panjang banget.

Lebih banyak temen cowok dibanding temen cewek.

Suka banget minum jus dan smoothie, suka sayur-sayuran dan gue fruitarian holic. Gue akan sangat bahagia kalo di kulkas gue banyak stok buah-buahan biarpun gentong beras kosong hehehe....

Hal yang paling gue benci: semut, puntung rokok, pentolan korek api dan orang yang sombong bin songong.

Gue pecinta jeans, jacket, jam tangan, sandal/sepatu teplek, kaos oblong dan tas ransel, tapi gue gak pernah punya koleksi pribadi.

Gue suka orang yang lebih dewasa umurnya dari gue, dan jadi kenyataan suami gue 10 tahun lebih tua umurnya dibanding gue. Oya.... gue juga pernah di tembak brondong 😆😆

Selalu terobsesi berat badan gue di angka 50 kg. Gue gak inget ditahap pertumbuhan yang mana berat badan gue berada di titik 50 kg, sepertinya dari lahir udah berat aja 😆

Gak bisa menghilangkan kebiasaan mencet jerawat, gue dan kaca sangat erat keterikatannya baik itu kaca jendela  atau kaca spion.

Satu hal yang gw sesali dalam hidup gue hingga detik ini, beberapa tahun yang lalu gue pernah salah jalan melangkah ke dokter kecantikan hingga menimbulkan parutan kasar di muka gue. Padahal kata emak itu jerawat dipakein alkohol juga kering.

Gue itu suka banget berbenah di rumah, mindah-mindahin rak atau kulkas misalnya 😆 jadi jangan heran kalo minggu ini rak piring ada di sini terus minggu depannya lagi udah pindah di sudut mana gitu.

belakangan gue mulai suka photograpy dan masak, intip-intip resep di internet, celakanya gue suka memelintir itu resep ada yang gue tambahin, kurangin atau ngerubah bahan-bahannya, ya hasilnya kadang jadi kadang nggak sih.

Dan yang terakhir gue kepengen banget jadi seorang dubber, profesi terkeren setelah penyiar radio #versigue. Meskipun mungkin itu hanya sekedar keinginan

udah ah... 21 facts about me... aja. Gue bisa narsis tak terkendali kalo lebih dari 21. syukur-syukur ya kalo ada yang masih inget gue. Postingan ini cuma untuk mengisi kekosongan blog gue ini yang semakin tak bertuan.