Thursday, 1 October 2015

Review Drama Korea Witch's Romance


Tadinya gue sempet mikir-mikir ngambil kaset DVD ini ketika ditawari mbak-mbak penjaga toko langganan kaset bajakan gue. Yang pertama gue lihat ini lead female nya kok tuir banget terus si cowok dalam cover DVD nya nggak familiar wajahnya, nggak seperti Lee Min Hoo atau Kim Soo Hyun. Hingga akhirnya dengan beberapa pertimbangan dan bujuk rayu mbak penjaga toko gue lalu memutuskan untuk membawa pulang DVD ini. Daebakkk.... nggak nyesel, gue langsung jatuh cinta dari episode pertama.

Gue emang jarang nulis review tentang drama Korea yang gue tonton, yah... mungkin ini termasuk salah satu "dosa" gue sebagai penggila drama Korea yang sering mengaku-ngaku susah move on tapi gak pernah sekalipun membuat review. Kali ini gue pengen nulis tentang review drama Korea Witch's Romance, masih ingatkan? kisah cinta seorang ahjumma dan berondong muda yang so sweet abis ini. Dari sekian banyaknya alasan mengapa drama ini yang terpilih untuk gue jadiin bahan tulisan tidak lain tidak bukan karena si ganteng ini. Meskipun ini drama tahun 2014 yang lalu  gue baru kepikiran nulis review gara-gara CLBK lagi sama Park se Joon lewat drama terbarunya She Was Pretty yang lagi tayang.




Yeay.... Park Seo Joon, bisa dibilang gue jatuh cinta pada pandangan pertama sama si ganteng ini. Selain drama Witch's Romance sebelumnya gue belum pernah melihat penampilannya dalam drama atau film manapun, bahkan drama lain yang di bintanginya seperti Dream High dan drama One Warm Heart baru gue tonton setelah gue kenal doi di drama Witch's Romance.

Penampilan si ganteng kelahiran tahun 1988 ini di drama Witch'S Romance memang membuat gue tergila-gila, mata sayu dan senyumnya yang lebar itu membuat hati ahjumma seperti gue ini ikutan meleleh, ah... apalagi kalau dikejar-kejar cintanya ya? Sesaat biarkan gue berkhayal menjadi Ban Ji Yoen ahjumma beruntung yang mendapatkan cintanya.

Witch's Romance ini diadaptasi dari drama Taiwan yang berjudul My Queen yang dibintangi Ethan Ruan. Bercerita tentang dua orang yang pernah gagal di masa lalu sehingga meninggalkan bekas luka yang mendalam hingga akhirnya mereka saling menemukan dan terlibat asmara untuk menyembuhkan luka masing-masing. 

Dalam drama ini Park Seo Joon yang masih muda banget di pasangkan dengan artis senior Uhm Jung Hwa yang usianya hampir 20 tahun lebih tua dari dirinya. Tapi no problem toh si ahjumma ini masih fresh banget meski umurnya sudah kepala empat. Keterlaluan yah... mungkin mandinya pake anti aging gak ada kerutan sama sekali.

Park Seo Joon dalam drama ini berperan sebagai Yoon Dong Hwa, ia bersama seorang  temannya Yong Soo Chol (Yoon Heon Min) menjalankan perusahaan master of part time mereka berdua mengambil job apa saja mulai dari mengajar bela diri, berpura-pura menjadi pacar sesorang sampai membetulkan instalasi listrik. Padahal sebenarnya Dong Hwa adalah anak seorang Direktur Rumah Sakit ternama dan ia sendiri adalah seorang mahasiswa kedokteran. Namun setelah kekasihnya meninggal karena kecelakaan Dong Hwa menyalahkan dirinya sendiri dan membenci ayahnya yang tidak bisa menyelamatkan kekasihnya, dari situ ia mulai tidak percaya kalau dokter bisa menyelamatkan nyawa orang hingga akhirnya ia memutuskan berhenti kuliah dan pergi dari rumah.

Sedangkan Ban Ji Yeon seorang wanita karir yang sukses namun tidak beruntung dalam hal percintaan.  Ia memiliki luka dimasa lalu karena ditinggalkan kekasihnya No Shi Hoon (Han Jae Suk) tepat di hari pernikahannya. Ia bekerja untuk sebuah majalah gosip selebriti, ia sangat disiplin dalam pekerjaannya sehingga ia dijuluki penyihir oleh rekan-rekan kerjanya. Di usianya yang ke-39 tahun ia bertemu dengan Yoon Dong Ha (Park Seo Joon) yang baru berusia 25 tahun. 

Pertemuan pertama mereka terjadi gara-gara Ban Ji Yeon mencuri sepeda yang menjadi hadiah natal untuk anak-anak panti asuhan, adegan kejar-kejaran naik sepeda ini juga kocak banget Yoon Dong Hwa yang memakai kostum santa mengejar Ban Ji Yeon yang kala itu menyamar menjadi siswi SMU untuk meliput suatu berita. 




Pertemuan-pertemuan mereka memang terjadi diluar dugaan, seperti ketika Ban Ji Yeon dipaksa ibunya mendatangi rumah seorang dukun untuk di baca garis tangannya kebetulan saat itu Dong Hwa juga sedang bekerja paruh waktu membetulkan instalasi listrik yang rusak dirumah dukun tersebut. Hape mereka tertukar kala itu sehingga memungkinkan mereka bertemu kembali di kesempatan berikutnya.

Gue suka banget drama ini, karena disini penulis membuat alur cerita yang manis banget,  memang tak ada yang serba kebetulan di dunia ini tapi Penulis Lee sun Jung membuat kebetulan-kebetulan tersebut begitu manis. Bagaimana Dong Hwa dan Ji Yeon yang ternyata bisa sering bertemu karena Dong Hwa tiba-tiba menjadi karyawan magang di kantor Ji Yeon,  hingga akhirnya Ji Yeon mulai luluh dengan kegigihan Dong Hwa berondong manis yang sangat perhatian dalam memperlakukan dirinya. Namun hubungan mereka yang mulai dekat dan menumbuhkan bunga-bunga asmara tiba-tiba terusik dengan kehadiran mantan kekasih ban ji yeon di masa lalu. Disini gue suka banget kegigihan Dong Hwa untuk meyakinkan Ji Yeon kalau ia adalah laki-laki yang pantas bagi Ji Yeon, meski usianya masih muda tapi ia mampu melindungi Ji Yeon.


Tapi dari seluruh scene yang ada dalam drama ini, jujur aja gue sempet mengulang-ulang kembali scene favourit gue ini loh... hahahah, scene dimana Dong Hwa bertemu dengan Ji Yeon yang sedang mabuk berat. Maksud hati ingin menukar kembali hape yang tertukar Dong Hwa malah mengantar Ji Yeon ke apartemennya hingga kejadian yang diinginkan pun terjadi. 










Kisseu-kisseu panas pun terjadi sampai gegulingan di tempat tidur namun semuanya terhenti ketika Ji Yeon tak sengaja melihat kartu identitas Dong Hwa di dalam dompet, ternyata pemuda yang sedang bersamanya di tempat tidur baru berusia 25 tahun, 14 tahun lebih muda dari dirinya. Seketika Ban Ji Yeon pun langsung ketakutan, ia membayangkan dirinya berada dalam ruangan sidang di hadapan para hakim mendapat sanksi karena bercinta dengan pria di bawah umur, tersadar lalu kemudia Ban Ji Yeon menendang keras Dong Hwa hingga terjatuh dari tempat tidur.


Plot drama ini sangat manis menurut gue, lucunya dapet dan romantisnya juga dapet. Semua pemain dan karakter yang dimainkan dalam drama ini mengagumkan. Uhm Jung Hwa yang berperan sebagai Ban Ji Yeon memiliki karakter yang kuat sebagai seorang yang sangat pasrah akan datangnya jodoh diusianya yang tak lagi muda. Sedangkan Park Seo Joon sangat cocok dengan karakternya yang muda, sangat perhatian, tulus dan bersungguh-sungguh mengajar sang ahjumma. Chemistry mereka begitu nyata dan gamblang bikin gue ngiri setengah mati. Gue nonton drama ini ngebayangin pasangan Raffi Ahmad sama Yhuni Shara yang dulunya sempat bikin gue nyinyir karena merka pacaran dan terpaut usia yang lumayan jauh. Bayangkan seorang perawan yang usianya sudah hampir kepala empat di kejar-kejar berondong yang umurnya masih 20-an, apalagi kalau berondongnya setampan dan seagresif ini. 








Dan ini beberapa scene yang gue suka dari drama ini.

Gue suka semua bagian dalam drama ini, karena dari keseluruhan cerita ada scene dimana Dong Hwa selalu menunggu Ji Yeon pulang. Salah satunya ketika ia menunggu Ji Yeon pulang setelah melakukan kencan buta, seperti seorang pangeran yang menawan ia bahkan melepas sepatu high heels Ji Yeon dan menggantinya dengan sepatu kets. Benar-benar tipikal cowok yang sempurna kan???






Dong Hwa yang memiliki jiwa melindungi selalu bisa mencuri-curi kesempatan agar bisa skinship dengan Ji Yeon. wowww.... Daebak!! kalo ahjumma seperti gue jalan bergandengan seperti ini di jalan pastilah dikira tante sama ponaan *kemudian garuk-garuk trotoar.







Sekali lagi, Dong Hwa memang seperti sosok pangeran berkuda putih. Gue suka banget scene ini ketika Dong Hwa tiba-tiba muncul dalam acara reuni Ji Yeon dengan teman-teman SMU nya. Demi menyelamatkan Ji Yeon dari rasa tidak percaya diri karena belum juga memiliki kekasih akhirnya Dong Hwa datang dan mengaku sebagai kekasih Ji Yeon.









Tapi tiba-tiba kekasih masa lalu Ji Yeon yang bernama Noh Shi Hoon muncul kembali dalam kehidupan Ji Yeon , ia kembali ke Korea untuk bertemu Ban Ji Yeon. Noh Shi Hon adalah seorang Photograper terkenal, pada saat hari pernikahannya dengan Ji Yeon ia tidak muncul karena lebih memilih pekerjaannya. Kala itu ia mendapat tawaran pergi ke daerah konflik untuk meliput dan mendokumentasikan keadaan di sana, lalu kemudian ia tertembak di bagian kaki ketika berada di Somalia sehingga koma selama 3 bulan. Ahhh....  tapi gue benci banget, kenapa harus muncul kembali setelah 5 tahun berlalu kan koma nya cuma 3 bulan! terus kenapa gak nelpon... kenapa gak ngirim email... tiba-tiba ngilang aja kayak Bang Toyib. Bisa-bisanya sang penulis aja kan ngarang cerita si mantan pacar kembali muncul ketika sang cewek baru mau move on. Tapi gak apa-apalah meski banyak cerita sejenis tapi drama ini terlalu menarik untuk dilewatkan. Dari sini persaingan pun berlangsung bagaimana Dong Hwa berusaha mati-matian membuktikan kalau dirinya layak untuk Ban Ji Yeon.


Ini juga salah satu scene favorit gue. Dong Hwa ini benar-benar tipe ideal ya... doi kekeuh banget mengejar Ban Ji Yeon yang hatinya mulai ragu untuk memilih mantan kekasihnya atau Dong Hwa yang usianya lebih muda dari dirinya.





Yang paling membahagiakan di akhir-akhir episode ketika Shi Hoon menyadari kalau Ji Yeon tak lagi mencintainya hingga akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan Ji Yeon. Ji Yeon bisa menutup bab percintaan dalam hidupnya dengan memilih Dong Hwa dan dalam scene ini gue suka banget ketika Ji Yeon berkata 

"bahkan jika kau menyuruhku pergi, aku tidak akan pergi kemanapun"

So sweeettt... banget.






Yang paling penting di episode terakhir meskipun yang menikah bukan Dong Hwa dan Ji Yeon tapi gue puas banget karena Ji Yeon rela menunggu Dong Hwa menyelesaikan kuliah kedokterannya dulu baru kemudian mereka akan menikah.

"sekarang aku berkencan dengan orang ini"

"aku akan melindungi orang ini seumur hidupku..."

"sekarang aku tidak takut untuk mencintai"

"cinta tidak pernah malu untuk bermimpi"

"mungkin jalan kami masih jauh dari berakhir di pernikahan. Tapi itu tidak masalah, selama kami tetap saling mencintai, kami akan tetap bahagia"

"orang ini.... wanita yang kucintai"




Benar-benar akhir yang manis.


Dari episode awal hingga akhir secara keseluruhan gue puas dengan drama romantis ini. Sebagai pecinta genre komedi romantis dan penganut paham happy ending garis keras gue kasih bintang lima dan angka 95 untuk drama ini. Ceritanya nggak rumit semua adegan romantis dibungkus secara sempurna. Para pemain memiliki karakter yang menyenangkan. Salah satu drama adaptasi drama Taiwan yang menurut gue sukses daripada drama aslinya. Dan karena drama ini gue sedikit banyak bisa membayangkan manisnya kisah cinta dua orang manusia yang berbeda usia  yang mungkin dalam kehidupan nyata ada sebagian orang yang belum pernah merasakan pacaran sama brondong.  

Terakhir, yang pengen gue sampaikan, gue JATUH CINTA SAMA ORANG INI!!


Sunday, 20 September 2015

Oldies Song: Bicara Musik Bicara Selera



Suara The Beatles mengalun-alun merdu membawakan lagu lawasnya yang berjudul Michelle, sengaja gue putar malam ini di playlist gue untuk membantu gue mengingat-ingat kembali masa-masa kecil gue yang indah ketika pertama kali di cekokin lagu-lagu barat lawas kesukaan ayah. Seperti biasa gue hanya akan memutar satu lagu ini secara berulang-ulang dalam playlist gue untuk setiap lagu yang gue suka. Sejak dulu gue selalu suka mendengarkan musik-musik era tahun 80-an dan  90-an dibandingkan musik-musik jaman sekarang. Iya gue emang jadul dan kuno setidaknya itulah yang dikatakan sepupu gue ketika ia melihat koleksi MP3 milik gue. Banyak yang bilang selera gue payah karena lagu-lagu yang gue suka kebanyakan yang oldies. Padahal ketika lagu ini muncul gue bahkan belum lahir.

Waktu itu usia gue baru 7 tahun, seperti biasa rumah kami yang kecil selalu ramai dengan alunan-alunan musik dari Tape Deck milik ayah. Setiap hari yang diputar adalah lagu-lagu barat lama seperti lagu-lagunya Daniel Sahuleka, Lucifer, Glen Frey, Shakin Steven, Leo Sayer, Peter Cetera dan masih banyak lagi, sesekali juga di selingi lagu-lagu dangdut favorit ayah seperti lagu-lagu koleksinya Haji Rhoma Irama, Muchsin Alatas dan juga penyanyi dangdut lainnya.

Dulu rumah kami nggak memiliki televisi, entah karena alasan apa orang tua gue lebih senang mendengar radio atau memutar lagu dari kaset ketimbang nonton televisi, apa mungkin karena zaman dulu hanya ada satu stasiun televisi TVRI aja yang siarannya hanya sampai pukul 21.00 malam, setelah program Dunia Dalam Berita layar televisi langsung dipenuhi semut. Nggak seperti sekarang siaran televisi 24 jam dengan beragam acara dari banyak stasiun TV yang menghadirkan banyak pilihan. 

Ngomongin tentang musik atau lagu, gue sering semacam de javu gitu kalau tiba-tiba mendengarkan kembali lagu-lagu yang lama nggak gue dengerin lagi, kalau sudah begitu tiba-tiba rasa rindu pun meluap-meluap ingin kembali lagi menjadi penyiar radio seperti dulu. Menyapa pendengar dan memutar lagu-lagu permintaan pendengar. Dulu gue sangat bahagia banget serasa menemukan dunia sendiri ketika diterima bekerja di Radio Sonora yang memang memiliki program acara yang khusus memutar lagu-lagu oldies favorit gue. Walaupun harus menemani para pendengar yang rata-rata seangkatan ayah gue, tapi gue happy banget apalagi yang mereka request adalah juga termasuk lagu yang gue suka. Secara gak langsung pengetahuan gue tentang lagu dan penyanyi oldies juga bertambah karena dekat dengan pendengar oldies.

Percaya nggak kalau sebuah lagu juga ternyata mampu membangkitkan memori atau kenangan seseorang. Seperti sabtu kemarin pas lagi main ke pasar Taman Puring, tiba-tiba ada yang puterin lagu Father yang dinyanyiin sama penyanyi lama Peter, Sue and Marc. Lagu ini ngingetin gue sama emak gue yang pernah excited banget ketika gue muterin lagu ini waktu dulu masih jadi penyiar radio. Usut punya cerita ternyata lagu ini adalah lagu favorit dia banget ketika masih remaja, emak gue bilang udah lama banget gak dengerin lagu ini pas dia denger lagi matanya sampai beraer. Wow ternyata begitu  dahsyat kekuatan sebuah lagu yang bisa menjadi daya pengingat terhadap suatu hal yang jarang di pikirkan. 




Yang belum pernah mendengarkan lagi Father ini, ini gue kasih playlistnya. Lagunya sangat easy listening.

Gue dan suami memiliki selera yang beda soal musik favorit, suami lebih suka dengerin lagu-lagu tahun 90-an seperti Oasis tapi suami gak pernah komplain setiap gue muterin lagu-lagu favorit gue. Ada satu radio di Jakarta yang gue suka dengerin kalau malem-malem. Gue sering lupa nyebutin namanya dan ngingetin berapa frekuensinya. Kadang kalau sengaja putar tombol tuning untuk nyari malah nggak dapet. Radio ini sering muterin lagu-lagu lawas kalau malam hari dimulai sekitar pukul 22.00 malam. Gue suka banget lagu-lagu yang diputerin apalagi suara penyiarnya dan cara pembawaannya nancep banget di hati gue. 

Semenjak nggak jadi penyiar radio lagi, ingatan gue tentang lagu-lagu dan penyanyi barat era 80-an hanya sebatas koleksi MP3 yang gue punya aja. Kadang suka download atau sengaja googling nyari lagu apa aja yang bagus yang belum pernah gue dengerin. Seperti kemarin dapet judul lagu Starry Starry Night nya Don McLean yang jadi soundtrack drama Korea angel Eyes dari mbak Della Firayama. Langsung gue download karena emang suka. Dan ini beberapa list lagu lawas yang sering bikin gue CLBK. 

Ebony & Ivory - by Stevie Wonder & Paul Mccartney
Have You Ever Been In love - by Leo Sayer
My Love, My Love - by Jeri Logan
Hard To Say I'm Sorry - by Chicago
Fly Away - by Stevie Wood
All Iam - by Heatwave
I've Never Been To Me - by Charlene
One Day In Your Live - by Michael Jackson
House for Sale - by Lucifer
I Love You - by Sofie
Dont Sleep Away this Night My Baby - Daniel Sahuleka
Making Love - by Roberta Flack
Only You - by The Platters
What I Like About You - by The Romantics
Lady - by Kenny rogers
Mother How Are you Today - by Maywood

Lagu-lagu lawas seperti ini memang asyik didengarkan di malam hari sebagai musik pengantar tidur, atau di pagi hari menamani waktu sarapan meneyeruput teh hangat sambil menikmati sinar mentari pagi, lebih syahdu lagi didengarkan ketika ditemani hujan gerimis aihhh.... rasanya berguguran semua beban-beban di pundak yang dirasakan sepanjang hari kemarin. Lagu oldies, hujan dan cuaca dingin yang sangat gue suka selalu bisa bikin gue betah berlama-lama menikmatinya.


Musik adalah karya seni yang baik dan tinggi nilai estetikanya. Musik merupakan seni surgawi yang mampu menyentuh perasaan dan  musik adalah pedoman karena syairnya dapat berisi pesan, perintah dan isyarat tertentu. Keindahan dapat terjalin ketika ritme, melodi dan harmoni menyatu dalam keteraturan. Karena alam semesta pun merupakan keseluruhan yang teratur sesuatu yang harmonis seperti musik.

- Plato -

Friday, 4 September 2015

Gagal Move On Ala Pecinta Drakor

Udah lama banget sebenernya pengen nulis tentang meme yang sering gue buat dan upload di FB, tapi melihat draft tulisan yang ngantri untuk diselesaikan dan di publish terlalu banyak akhirnya topik yang satu ini terlewatkan begitu saja. Hingga akhirnya tadi pagi sebelum mandi gue kepikiran untuk bikin meme lagi. Biasanya kebiasaaan bikin meme ini muncul setiap gue gak bisa move on dari suatu drama. 

Jadi ceritanya gue lagi kesengsem banget sama Cheff ganteng Kang Sun Wo dalam drama korea Oh My Ghost. Gimana bagusnya drama ini gak usah gue review lah ya, toh udah banyak yang bilang dan ngebuktiin kalo drama ini recomended banget. Hmmm... kalo masih gak percaya boleh intip nih sneak peek nya di web bareng-bareng kita gankdrama di mykoreandrama.com atau baca review temen gue yang postingannya masih anget banget kayak kue putu abang-abang yang lewat depan rumah pokoknya lengkap deh, bisa baca di www.starleery.blogspot.co.id.

Yang lagi gak bisa move on dari Cheff ganteng Kang Sun Wo, kayaknya nasib kita sama ya. Tiap orang berbeda-beda cara mengekspresikan kegalauannya ketika drama favoritnya tamat. Ada yang spazing poto-poto idolanya sepanjang hari bahkan ada yang mengulang-ulang kembali episode-episode terakhir dari drama tersebut. Biasanya gue kalo gak bisa move on dari satu drama bisa berminggu-minggu gak punya semangat untuk nonton drama yang lain, apalagi kalo drama nya kurang nendang udah deh ilang mood nonton drama nya. Untuk ngilangin kegalauan gue biasanya gue suka bikin meme dan edit-edit poto gue sama idola gue tersebut. ketemu poto yang cocok sama poto gue langsung deh gue eksekusi dan kemudian langsung spazing-spazing tentang idola gue itu di FB atau IG gue. Yah, begitulah bentuk kecintaan emak-emak pecinta kdrama tiap ganti drama ganti juga idolanya dan beda-beda pula jenis maboknya.

Oya balik lagi ke cerita meme dan gimana awal mulanya gue bisa keranjingan bikin meme. Jadi ceritanya berawal dari guyonan dan becandaan kita gankdrama di grup WA, tentang idol korea yang mirip artis indo. Sampai akhirnya sang penebar racun mak Utie pertama kalinya menyandingkan poto Dong Hae sama Saipul Jamil yang jelas-jelas dapet kecaman keras dari noona nya Dong Hae (baca: mbak Della ) yang murka banget kalo idolanya dibilang mirip Saipul Jamil. Dari situ gue dapet ide untuk bikin meme padahal gue buta banget tentang edit-editan dan dunia photoshop. Berbekal aplikasi yang ada di smartphone gue akhirnya dikit-dikit gue berhasil belajar ngecrop poto dan ngedouble exposure antara satu poto sma poto yang lain dan mulai belajar bermain efect sama ngatur-ngatur contrast, brighten dan yang lain-lainnya sampe poto itu bisa nyambung.

Setiap meme yang gue buat punya cerita tersendiri, meskipun mungkin menurut sebagian orang norak, alay dan memblagu banget gak apalah ini toh cuma buat lucu-lucuan doang. 

Ini bukan meme pertama yang gue buat tapi kemunculan pertamanya di FB cukup bikin gue bahagia *halahhh....

Bersama si ganteng Lee Min Hoo



Jadi meme ini tercipta ketika pertama kali denger berita Lee Min Hoo pacaran sama Suzy Miss A. Sebagai fans fanatik laki-laki yang dicintai seribu umat ini jelas gue merasa patah hati dong, gak rela di bibir tapi dalem hati bilang ya sudahlah... nasi udah jadi kerak dan pak Jokowi udah terlanjur jadi presiden *mulai ngaco. Pertama kali mengunggah meme ini di FB lumayan rame sih komentarnya terutama dari emak-emak saudara perdrakoran dan juga emak-emak gankdrama ada yang bilang cocok untuk poto prewed dan sempet juga dapet komentar paling ajib dari emak gue sendiri ketika gue pasang meme ini sebagai profil pict di BBM gue. Tiba-tiba emak BBM bilang "itu poto kamu sama mantan pacar kamu yang mana?". hahahahha.... ah, emak masa lupa sih mak itu yang suka dateng malem minggu lewat mimpi.


Tapi....

Karena tangan jahil seseorang, meme gue di edit lagi jadi seperti ini. Hmm... kerjaan siapa lagi ini kalo bukan biang racun yang pertama kali menginspirasi gue untuk bikin meme. Sampai akhirnya perang meme pun terjadi. Temen yang satu ini memang kreatif banget deh, gue sengaja kalo bikin meme gak pakai caption. Tapi dengan kreatifitas yang dimilikinya temen gue ini berhasil bikin meme gue jadi seperti ini.


sampai masuk ke dalem postingan Blogger lain loh.





Bersama abang Healer


Hebohnya drama korea Healer sempet bikin gue #terhealer juga loh, sampai beberapa saat gak bisa move on dari abang Chang wook yang kece badai ini.

Dan ini beberapa kreatifitas temen-temen gue yang memang gue beri kesempatan untuk mengacak-acak meme dan hati gue yang lagi kasmaran berat sama abang healer ini.




Masih bersama Ji Chang Wook, kedatangannya ke Bali beberapa waktu yang lalu sempet bikin euphoria yang meletup-letup di hati gue yang merana ini karena gak bisa menyambut kedatangan doi di bandara. 

iya, kelihatan maksa banget kan editannnya....




Bersama si ganteng Lee Jong Suk

Ya, seenggaknya gue gak terlalu patah hati lah pas tau Jong Suk pacaran sama Park Shin Hye karena sebelum berita itu berhembus gue udah duluan gelendotan di punggungnya.

Pas pertama kali upload meme ini di FB langsung dapet beragam komentar, menurut para netizen (ecieee... prett!) ini meme yang paling alay bahkan ada temen yang dikirain gila karena ketawa sendiri di angkot sama anak-anak ABG yang kebetulan satu angkot sama dia. Tapi untungnya temen yang lagi hamil gak mendadak kontraksi ya gara-gara lihat meme ini.



Bersama Park Yoo Chun

Entah apa salah dan dosa gue, meme ini dibilang kayak poto khas tahun 70-an sampai ngingetin seseorang sama poto emak bapaknya waktu masih pacaran. Apakah muka gue sejadul itu??


Kebetulan nemu yang lagi pakai baju kotak-kotak juga akhirnya terjadilah cinta segitiga antara aku, kau dan dia.


Sampai datanglah seorang temen yang gatel kalo gak ngacak-ngacak kebahagian gue, hingga meme ini tak jelas arah dan tujuannya.




Bersama Yong Hwa

Meme ini tercipta karena tantangan seseorang. Emang enak sih berasa lagi pacaran di taman sambil nyabutin rumput yang bergoyang sama Yong Hwa.



Bersama Oppa Ju Ji Hoon






Huwaaa..... drama korea Mask emang sempet bikin gue kehilangan mood nonton drama yang lainnya. Terus terang aja gue gagal move on ketika drama ini tamat. Ju Ji Hoon cinta lama gue yang bersemi kembali muncul tiba-tiba dengan karakter yang berbeda. Gimana bisa berpaling coba kalo di tatap penuh cinta begitu *sakarepmu lah mbak.

Bersama Cheff ganteng pujaan hati gue Jo Jung Suk

Cheff ganteng yang penuh vitalitas ini memang berhasil membius gue untuk berlama-lama di dapur, ketika gue mulai delusional berharap ada yang meluk gue dari belakang waktu gue lagi ngiris bawang atau tiba-tiba dateng bawa semangkok bubur kubis atau pasta bayam buat gue makan bersama-sama. Oh... cheff apa aku harus kemasukan setan dulu biar bisa jadi pacar kamu?? *lanjutkan sendiri.







Ternyata gue cuma seketek nya Cheff




kerjaan siapa lagi ini kalo bukan??





Tadinya gue sempet ngeship Na Bong Sun sama si Joon ini, eh... ternyata si Joon bukan second lead, cuma sekedar pelengkap akhirnya cinta gue balik ke Cheff lagi.


Nah, yang ini bonus. banyak cerita sebenarnya dari awal mula meme-meme ini tercipta. Tapi bisa panjang kalo mau ditulis semuanya, takut bikin yang baca tambah eneg jadi gue cukupkan sampe disini.











Ps: ini nih penampakan sang penyebar racun dan juga sang penginspirasi gue belajar bikin meme. Thanks mak utie, meskipun loe gak suka Yoo Chun tapi kalian berdua serasi kok.






Sunday, 16 August 2015

Mr. Handkerchief : Cerita Tentang Seorang Pemuja Rahasia



Ilustrasi:

"Aku selalu menyebutnya pertemuan tanpa takdir karena begitu banyak Hal-hal yang tak terduga yang terjadi begitu cepat diluar kuasaku, khususnya pada hatiku sendiri." 

Aku memanggilnya Mr. Handkerchief, karena saat itu ia bersikap layaknya laki-laki dewasa yang ada didalam komik atau drama yang ku tonton. Mr. Handkerchief adalah laki-laki yang siap memberikan saputangan di saat yang dibutuhkan, laki-laki yang datang untuk menghapus airmata, membalut luka, dan bersedia meminjamkan pundaknya untukku bersandar. Dialah laki-laki yang kupuja dalam diam.

Aku masih ingat perjumpaan pertama kita, tadinya yang ada dalam pikiranku kamu adalah seorang laki-laki tua pendek dengan perut gendut yang membosankan, namun ternyata semua ekspetasi ku salah. Kamu laki-laki dewasa dengan senyum yang menawan, setidaknya itulah kesan pertamaku waktu melihatmu.

Masih terekam jelas di memory ku, kala itu kamu datang mengenakan kemeja kotak-kotak berwarna ungu muda, warna kesukaanku. Dengan ramah dan sopan kamu mulai memperkenalkan dirimu, namamu dan usiamu. Sungguh penampilanmu lebih muda dari usiamu yang hampir 40.

Dulu kita lebih banyak melewatkan hari bersama, ditempat yang sama dalam waktu yang sama. Kau dengan segala tugas dan tanggung jawabmu sebagai pemimpin yang baru dan aku dengan segala rutinitasku bercumbu dengan file-file yang menjemukan.

Waktu pun bergulir dengan cepat kita pun sudah terbiasa dengan kebersamaan disetiap moment, siang itu hujan turun sangat deras kamu datang menantangku dengan sebuah rubik kubus warna warni ditanganmu. Kamu bilang hidup itu seperti rubik yang ketika di  buka plastik pembungkusnya masih tersusun warna yang utuh dengan 6 warna berbeda antara sisi satu dengan yang lainnya. Sama halnya bayi yang baru dilahirkan kedunia masih suci belum teracak hal-hal duniawi.

Begitu pula hidup lama-lama akan semakin banyak warnanya dengan segala macam permasalahan yang membelitnya. Seperti rubik yang telah teracak, 6 warna itu tak lagi menyatu, masing-masing berpencar tak sempurna. kamu bilang  Perlu sentuhan untuk menyempurnakannya kembali ke dalam masing-masing warna pada setiap sisinya. Seperti sebuah perjalanan hidup, sisi-sisi kehidupan yang teracak membutuhkan rumus untuk menyelesaikannya. Rumusnya adalah kesabaran dan pengertian.

Gambar dari google

Aku suka, diam-diam aku mulai mengagumi cara bertuturmu dan bagaimana caramu memandang hidup. Rubik warna warni itu mungkin menjadi perantara akhirnya aku bisa menyentuhmu. Dengan sabar kamu mulai menuntun ku menyusun warna-warna yang tercecar hingga tersusun rapi. Berulang-ulang kali kau mengajarkanku tanpa bosan. Seperti sedang mencipta keajaiban saja, aku terhanyut dalam sebuah permainan rubik kubus yang kau cecar. 

Kamu begitu perhatian, tak hanya padaku tapi kepada semua staf yang ada di kantor ini, setiap saat ada saja hal-hal yang membuat kami merasa dibutuhkan dan juga berarti buatmu, terkhusus hatiku. Ah... entahlah aku  menjadi tak tau malu dan merasa mulai gede rasa. Namun taukah kamu, semenjak kejadian sore itu aku benar-benar tak bisa menguasai hatiku. Sore itu aku berdarah, ada sayatan kecil di jari telunjukku. Lalu kamu, dengan sapu tanganmu membalut luka kecil di jariku, Kita hanya berjarak satu jengkal saat itu, dan tanpa sadar akhirnya aku menyentuhmu, kau nyata dihadapanku meski sulit kupercaya tapi aroma aftershave mu menyadarkan ku bahwa itu bukanlah mimpi.

Kamu bilang aku ceroboh, dan tanpa sadar aku mulai memainkan hati ku sendiri. Aku menyukai semua kecerobohan itu. Iya aku ceroboh karena tak mampu meredam gejolak hatiku setiap melihatmu, aku ceroboh karena tak tau diri mengidolakanmu dan aku sangat ceroboh diam-diam berharap menjadi bagian dari takdirmu.

Namun.., siapa aku?

Aku mungkin adalah pungguk yang merindukan bulan, 
Aku adalah orang yang berada dalam gelap. Dan aku hanyalah si pengecut yang hanya mampu bersembunyi menikmati sisi indahmu dari kegelapan. Pengecut yang hanya berani melihat punggungmu tanpa mampu menatap matamu.

Karena kamu tak akan pernah tau Mr. Handkerchief? 

Saat itu Aku takut sekali. Sangat takut. Takut pikiranku terbaca olehmu. Takut detak jantungku terdengar olehmu dan takut sorot mataku tertangkap matamu ketika aku berusaha menatapmu.

Seperti permainan rubik mu, jiwa, hati, pikiran,perasaan dan hidupku saat itu mulai tercecar tak lagi utuh dengan 6 warna yang tersusun sempurna. Kotak-kotak yang berwarna dalam hatiku mulai bercecaran, aku mulai bertanya-tanya apakah kau tak berniat untuk menyentuh dan menyusunnya Mr. Handkerchief?  Ah...  Sulit sekali menebak pikiran dan perasaanmu, ada satu waktu dimana kita hanya berjarak sejengkal tetapi terasa terpisah seluas benua.

Mr. Handkerchief,  saat itu aku Hanya ingin selalu ada di dekatmu walau tak pernah terlihat oleh ujung matamu sekalipun. Karena aku hanya mampu berdiri di kegelapan diam-diam memperhatikanmu dan sekali waktu mencuri pandang dalam-dalam ke wajahmu yang memang sejuk dipandang. Aku tak mampu menutup mataku untuk tidak melihatmu.

Aku tak pernah berharap kau tau keberadaanku, yang ku mau saat itu hanyalah melihatmu kapanpun dan dimanapun dirimu.
Meskipun pada akhirnya aku hanya memilih untuk diam, menyimpanmu dalam sudut hatiku dan menguncinya rapat-rapat agar tak ada yang tau, tidak mereka dan tidak juga kau. Karena aku hanya akan selamanya memilih berdiri dalam gelap dan memujamu dalam diam.

2010 yang lampau

***
Mr. Handkerchief karena tuhan kita berbeda, mungkin Tuhan ku tak bisa bertoleran untuk menyatukan takdir kita. Hingga aku diberi rasa sakit dulu untuk bisa menyadari ketidakmungkinan yang tak bisa dipaksakan oleh manusia. Semua pupus sebelum kau tau isi hatiku. Kini kau hanyalah kenangan, Sekumpulan kebahagiaan, luka dan mimpiku.


Pernah ngalamin jadi secret admirer?

Belom?

Bagus deh kalo belom. Jangan sampe ya.... gak enak cyinnn. Mencintai seseorang secara diam-diam bukanlah hal yang mudah, capek dan sangat menguras perasaan. Selalu saja ada kemungkinan cinta kita tak terbalas alis cinta dewe'.

Saran gue:

Coba tanya sama diri loe sendiri, apa yang bisa loe dapetin dengan bersikap dan mengambil keputusan menjadi seorang secret admirer. Kalau belum menemukan jawabannya atau loe gak pernah menemukan jawabannya inget-inget aja kata Om Mario Teguh :

"Ayo tingkatkan level hidupmu, jangan mau jadi pecundang tapi jadilah pemenang untuk kebahagian mu sendiri."


Sekian.