Jujur aja udah berhari-hari mau mengeluarkan unek-unek ini, sambil menulis postingan ini hati gue masih diliputi dengan kemarahan, yang akhirnya memaksa gue untuk memainkan playlist khusus ost drama Reply 1988 terutama yang judulnya Sad Fate biar emosi dalam menulis postingan ini lebih tersalurkan. Sebenernya gue agak gimana gitu ya nulis postingan ini masih dalam keadaan terguncang parah eaaa.... pret!!!
Hey... gue salah seorang team Jung Hwan yang ikut terluka hatinya karena ending drama Reply 1988 tak seperti yang di harapkan. Gue sangat mendalami peran Jung Hwan dalam drama ini dan masih nggak terima dengan keputusan writernim mengubah plot loveline nya, writernim merusak keseluruhan drama ini dengan mengakhiri masalah cinta segitiga yang nggak jelas juntrungannya.
Rasanya pengen nabrak rumah writter nim pake mobil teronton karena udah memperlakukan Jung Hwan secara gak adil di episode terakhir. Dari rata-rata komentar yang bermunculan setelah menonton episode 19 dan 20 para viewers bilang Jung Hwan diperlakukan gak lebih seperti seorang figuran. Meskipun belum nonton secara langsung dari berbagai spoiler yang bertebaran gue percaya kalau itu benar adanya. Karena gue yakin si writernim pasti mengorbankan Jung Hwan demi membangun Chemistry antara Duk Seon dan Taek di akhir episode. Gue kecewa dengan perubahan ending yang sangat signifikan ini dimana nggak ada kejelasan mengenai perasaan Jung Hwan terhadap Duk Seon seenggaknya pasca confession yang menyedihkan di episode 18, dan lagi gue kecewa berat dengan sikap Duk Seon yang plin-plan. Disini mungkin Duk Seon lah yang ternyata kebagian peran antagonis, terlalu kejammmm.
Bayangin yang tadinya gue segitu yakinnya Jung Hwan bakal jadi suami Duk Seon di akhir episode dengan clue-clue yang sangat meyakinkan di awal-awal episode tiba-tiba harus terjerembab jatuh dan tak bisa bangkit lagi, lalu tenggelam dalam lautan luka dalam dengan beberapa kissing scene antara Duk Seon dan Taek di 3 episode terakhir yang membuat ephoria meledak-ledak di hati para team Taek, padahal jelas-jelas point of view drama ini sejak awal adalah Jung Hwan dan Duk Seon meskipun akhirnya pernyataan cintanya yang tulus menjadi sebuah lelucon. Sampai episode 18 writernim masih membuat harapan untuk para team Jung Hwan bahkan gue sendiri pun berekspetasi sendiri mengenai kelanjutan cerita setelah Jung Hwan menyatakan perasaannya dan menyerahkan cincin miliknya pada Duk Seon.
Ekspetasi gue:
Setelah mereka berempat meninggalkan cafe tersebut dan meninggalkan cincin kelulusan milik Jung Hwan di atas meja cafe, di parkiran tak lama Duk Seon kembali dengan alasan ada yang tertinggal di dalam cafe padahal Duk Seon mengambil cincin tersebut. Di dalam perjalanan pulang Duk Seon yang menumpang di mobil Jung Hwan lalu bertanya kepada Jung Hwan apa benar yang dikatakannya tadi di cafe hanyalah sebuah lelucon, lalu Jung Hwan menghentikan mobil nya dan mengakui semua perasaannya terhadap Duk Seon, lalu mereka pun berpelukan dan di akhiri kiss scene.
Ekspetasi gue selanjutnya setelah scene Duk Seon dan Taek berciuman di dalam kamar hotel Taek harusnya Duk Seon menyadari kalau yang ia sukai adalah Jung hwan dan mengakui kepada Taek kalau yang dia pikirkan selama ini adalah Jung Hwan dan menganggap Taek tak lebih hanya sebagai teman.
Kalaupun benar gosip yang beredar di tahun 1995 itu ada kecelakaan pesawat dan bila saja writternim memasukan kejadian ini, sebagai couple on the air gue sangat berharap pasangan Jung Hwan dan Duk Seon memupuk cinta mereka di bandara, ada scene dimana Jung Hwan selamat dari kecelakaan tersebut dan Duk Seon menunggunya di bandara lalu di tutup dengan kissing scene.
Harusnya yang menikah di gedung angkatan udara itu adalah Jung Hwan dan Duk Seon, harusnya Taek si anak baik juga menemukan pasangan yang ideal tapi bukan Duk Seon, kasihan anak baik jadi dibenci oleh team Jung hwan. Padahal tadinya gue berharap Taek pun tak tersakiti kalau akhirnya Duk Seon bersama Jung Hwan.
Tapi toh, jodoh di tangan writernim dia yang berkehendak mau diapain ending nya, walaupun telah melukai banyak hati para team Jung Hwan. Hanya writernim yang tega membuat Jung Hwan menjadi bujang lapuk dan berakhir di Sacheon, hanya writernim yang tega membuang Jung Hwan di akhir episode bahkan nggak diperlihatkan sama sekali Jung Hwan versi 2016 nya.
Gue yakin dengan syuting yang kejar tayang dan dengan kebocoran spoiler kemaren mungkin writernim merombak semua script episode 19 dan 20, kalau kemaren ada spoiler yang beredar mengenai kiss scene Jung Hwan dan Duk Seon di bandara gue yakin mungkin itulah script aslinya sebelum di ubah si writernim yang berjiwa masokis Tadinya mungkin bukan pernikahan Sun Woo dan Bo Ra tapi sedang menyiapkan scene untuk pernikahan Duk Seon dan Jung Hwan tapi gara-gara spoiler adegan pernikahan bocor ke media akhirnya writernim banting setir merubah semua adegan untuk ending episode terakhir.
Gak rela.... gue bahkan gak nonton episode 19 dan episode 20 nya sampai sekarang sepintas hanya melihat potongan-potongan scene yang di posting viewers di instagram. Padahal kata temen gue yang notabene nya team Taek garis keras episode 19, 20 gak sedih-sedih amat kok bahkan muka nya Jung Hwan lempeng banget ngeliat Taek. Hmmm... sebenarnya bukan masalah muka Jung Hwan lempeng apa nggak nya dari awal episode juga muka nya lempeng-lempeng aja ngeliat Duk Seon di deketin si Taek papan baduk.
Masalahnya kenapa di akhir episode Jung Hwan jadi di gituin karakternya, dibikin nerimo aja meskipun dia harus patah hati dan dibikin nggak bisa bersatu dengan Duk Seon, harusnya ada penyelesaian meskipun hanya scene sekali lewat yang menyatakan Jung Hwan akan mundur dari pertaruangan ini. Tapi apa? Nggak ada sama sekali. Jung Hwan bahkan hanya mendapat screentime nggak kalah sedikit sama si Jin Joo.
What!!! Jung Hwan gue yang di awal-awal di pepet-pepetin di tembok sama Duk Seon, terus melindungi Duk Seon di dalam bus sampe urat-urat tangannya keluar dan sederetan adegan manis lainnya tiba-tiba di akhir episode cuma di arahin pasang muka lempeng sama sutradara?? Ahhh... pembunuhan karakter ini namanya.... terbang kemana kharisma Jung Hwan yang bikin banyak hati kelepek... kelepekkk di awal-awal episode kemaren. Intinya writernim merusak semua moment bahagia Jung hwan terhadap Duk Seon di episode-episode awal hanya dengan suguhan scene membuka kaleng monde embhekkkkkk...... buyar udah semua keyakinan, itu jelas BUKAN JUNG HWAN KAMI!!
What!!! Jung Hwan gue yang di awal-awal di pepet-pepetin di tembok sama Duk Seon, terus melindungi Duk Seon di dalam bus sampe urat-urat tangannya keluar dan sederetan adegan manis lainnya tiba-tiba di akhir episode cuma di arahin pasang muka lempeng sama sutradara?? Ahhh... pembunuhan karakter ini namanya.... terbang kemana kharisma Jung Hwan yang bikin banyak hati kelepek... kelepekkk di awal-awal episode kemaren. Intinya writernim merusak semua moment bahagia Jung hwan terhadap Duk Seon di episode-episode awal hanya dengan suguhan scene membuka kaleng monde embhekkkkkk...... buyar udah semua keyakinan, itu jelas BUKAN JUNG HWAN KAMI!!
Oke gak apa-apa Jung Hwan gak jadi suaminya Duk Seon tapi seenggaknya writternim bisa menemukan ending yang menunjukkan kalau Jung Hwan merelakan Duk Seon bersama Taek, mbok ya.... kasih kesempatan Jung Hwan kiss scene kek sekali aja sama Duk Seon meskipun di lima menit terakhir episode 20, ini si Taek mulu yang nyosor sampe tiga kali masa?? Kecewa...!!
Bahkan jika pun ada flashback masa kecil Duk Seon dan Taek di episode 20 sebagai bukti untuk memperjelas kalo Duk Seon memang menyukai Taek lebih dahulu sebelum ia menyukai Sun Woo harusnya ada dong perkembangan karakternya? Tapi mana? Nggak ada sama sekali bahkan kita hanya disuguhin dengan adegan dimana Duk Seon hanya menganggap Taek seperti aset berharga Korea dan adik kecil yang musti dilindungi alias babying him seperti julukan di forum Soompi.
Pasca nonton episode 18 "good bye first love" yang menurut gue ini episode terakhirnya dari series Reply 1988 gue sebenernya mulai apatis dengan kelanjutan episode 19 dan 20, meski preview episode 19 mulai bertebaran di mana-mana gue rada agak sulit percaya karena teaser episode-episode sebelumnya menipu banget. Masih dalam rasa frustasi yang mendalam ketika banyak orang memposting kiss scene antara Duk Seon dan Taek di episode 19 yang menurut gue agak sedikit memaksa karena jelas-jelas disini writternim mau membelokkan cerita dan ngotot membangun hubungan Taek dan Duk Seon hanya dalam 3 episode terakhir. Dari episode awal kita tau kalau writternim merefleksikan suami duk seon sangat jelas mengarah kepada Jung Hwan mulai dari gesture tubuh nya dan cara ia berbicara. Tapi ternyata semua itu adalah jebakan batman belaka. Seandainya writernim lebih cepat menumbuhkan perasaan antara Duk Seon dan Taek di pertengahan episode, mungkin team Jung Hwan lebih bisa legowo menerima kekalahan.
Dan beberapa hal yang masih mengganjal di kepala gue tentang beberapa scene di drama Reply 1988 ini. Apa gunanya writernim membuat Jung Hwan menjadi pilot dan Duk Seon menjadi pramugari kalau akhirnya mereka bukan couple on the air. Nggak ada korelasinya toh. Bahkan nggak ada penjelsan mengenai sarung tangan pink dan tentang kesalah pahaman kemeja pink.
Lalu untuk apa Jung Hwan membuat permohonan ketika melihat bintang jatuh toh nggak dikabulkan kan? Si Taek akhirnya bukan menjadi seorang bajingan tapi seorang pemenang.
Lalu untuk apa Jung Hwan membuat permohonan ketika melihat bintang jatuh toh nggak dikabulkan kan? Si Taek akhirnya bukan menjadi seorang bajingan tapi seorang pemenang.
Saking keselnya dengan ending yang menurut gue sangat absurd gue sampai menghibur diri dengan membuat beberapa meme untuk menghibur hati para team Jung Hwan yang sedang berduka lara, tepatnya menghibur diri gue sendiri.
Dan meme terakhir ini harusnya gue edit Jung Hwan nabrak si writernim aja, tapi ya sudahlahhh! !
Mungkin suatu saat nanti kalau ada reply series selanjutnya gue berharap bukan si writernim Lee Woo Jung ini yang menulis ceritanya.
Gue hanya bisa bilang gue broken heart hancur berkeping-keping, tapi drama ini tetep jadi yang terfavorit bagi gue, dan Reply 1988 adalah drama pertama yang bikin gue termehek-mehek seharian memikirkan nasib tokoh didalamnya. Mungkin suatu saat gue tergerak untuk melihat eps 19 dan 20 karena merindukan Jung Hwan dan Ssangmundong gang walaupun masih harus menahan getir, semua itu mungkin demi Ryu Joon Yeol. Gara-gara Ryu juga mungkin ini pertama kali nya gue fallin in love beneran sama karakter di dalam drama Korea dan untuk pertama kalinya juga gue patah hati pada seorang second lead, tapi percayalah Jung hwan tetap menjadi first lead di hati gue inih.
Paling nggak gue jadi ngerasain gimana sakitnya uttie menjadi tim chillbong di Reply 1994 dan gimana hancurnya si nok ense karena ini yang kedua kalinya ia patah hati karena salah ngeship. Emang bener Taek win the game dan si Jung Hwan nggak mendapatkan cinta pertamanya tapi percayalah Jung Hwan mendapatkan banyak cinta dari para penggemarnya. Ryu Joon Yeol tetap menjadi Rissing Star di hati gue
Paling nggak gue jadi ngerasain gimana sakitnya uttie menjadi tim chillbong di Reply 1994 dan gimana hancurnya si nok ense karena ini yang kedua kalinya ia patah hati karena salah ngeship. Emang bener Taek win the game dan si Jung Hwan nggak mendapatkan cinta pertamanya tapi percayalah Jung Hwan mendapatkan banyak cinta dari para penggemarnya. Ryu Joon Yeol tetap menjadi Rissing Star di hati gue
"Kamu akan kembali ke sisiku
Tapi, jika aku melihatmu lagi
Bisakah kita saling mencintai lagi?
Selama berjalannya waktu
Berapa banyak air mata yang akan ku teteskan?"
- Nami: Sad Fate -


































